HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
8.MENDAPAT RESPON BAIK



Di dalam kamar mikel menikmati kopi buatan jefira, mata nya fokus menatap monitor komputer ia terlihat sibuk mengerjakan pekerjaan kantor yang belum terselesaikan.


pria 26 tahun ini memang di kenal sebagai pria pekerja keras, bertanggung jawab dan bijaksana tiada hari tanpa bekerja itu lah kalimat yang selalu ia ucap layak nya seseorang yang telah tergila-gila akan pekerjaan.


ketika mata nya berfokus ke arah komputer tiba-tiba pintu kamar di buka oleh seseorang, tampak wanita cantik berdiri dengan wajah sedikit menunduk, ia memegang secangkir kopi dan berjalan perlahan memasuki kamar milik CEO muda tersebut. tak di sangka jefira telah membuat keputusan hanya dalam waktu 2 menit, seakan tak percaya dengan keputusan wanita itu Mikel Albern menghentikan pekerjaannya dan berjalan mendekati wanita di depan nya.


"Apa kamu benar-benar memahami maksud dari tawaran ku tadi??"


Tanpa ragu pertanyaan itu di jawab oleh Jefira, ia mengaku tak bisa menolak pria tampan yang saat ini menjadi client suami nya. aura dari seorang mikel Albern berhasil memenuhi isi kepala nya.


"aku sudah berusaha, tetapi sangat sulit menolak pria sempurna seperti dirimu, aku juga tak paham apa yang sedang aku pikir kan, apa aku sudah gila? aku juga tidak mengerti"


jefira berbicara dengan wajah panik, seketika mikel mengunci mulut wanita itu dengan bibir nya, membawa tubuh nya ke sudut kamar, sebuah ciuman berhasrat telah mikel berikan untuk jefira, menyebabkan diri nya semakin terobsesi dengan sosok CEO misterius ini, jefira tak segan-segan membalas ciuman itu dengan penuh gairah, kedua nya hanyut dalam api cinta layak nya sedang menebus rindu yang 10 tahun telah tertunda,


tak cukup sampai di situ mikel melepas T-shirt yang saat itu ia pakai memperlihat kan otot-otot di setiap lekukan tubuh nya, ia menatap wajah jefira dan perlahan menggenggam tangan nya,


"Aku akan memberi mu kesempatan untuk memikir kan nya lagi, jadi pikir kan lah dengan baik, apa kamu yakin ingin melanjut kan nya??"


spontan jefira mengecup singkat bibir pria 26 tahun tersebut, menandakan tak ada lagi yang perlu ia pertimbangkan, mata ke dua nya saling beradu pandang


"Apa kamu benar-benar ingin mati hari ini?? Jawab pria dengan tinggi 187cm tersebut, ia menggendong tubuh wanita yang berusia 2 tahun di atas nya ke sofa, tempat dimana biasa nya ia bekerja, saat akan melanjutkan kan kegiatan nya tiba-tiba sebuah panggilan masuk ke ponsel milik mikel


khawatir itu informasi untuk masalah pekerjaan mikel menerima panggilan tersebut, namun membiar kan ponsel itu tergeletak di sofa sementara diri nya masi fokus ingin melanjutkan aktivitas dengan jefira.


suara dari telfon


"selamat pagi tuan Albern, kami dari jasa desain interior sudah tiba di villa, kami juga membawa beberapa properti yang telah anda pesan, bisa kita mulai proses penataan ruangan?"


seketika wajah mikel berubah, ia baru menyadari 2 hari yang lalu telah membuat janji untuk menata ulang kamar dengan jasa interior terbaik dari bandung, sesaat ekpresi panik tergambar di wajah nya.


"Jefira aku minta maaf untuk hari ini, pulang lah dulu setelah ini aku akan menghubungi mu"


mikel menuntun pelan jefira agar keluar dari kamar nya, wanita itu tak bisa berkata apa-apa, di sisi lain ia merasa sedikit tersinggung namun tak bisa membantah, jefira hanya bisa mendengar perintah dari mikel dan berlalu meninggalkan villa.


...****************...


"motif seperti apa yang anda ingin kan tuan mikel Albern?"ucap salah seorang designer sambil menyodorkan buku panduan,


"Aku ingin warna yang tidak terlalu terang, serta kosong kan ruangan di sudut kiri kamar ini, aku akan menggunakan nya sebagai ruangan kerja pribadi ku"


"Itu saja kah? apa ada hal lain yang ingin di perbarui?"


"Untuk yang lain aku percaya kan pada mu, jika sudah selesai kamu bisa menghubungi ku, sekarang aku sedikit sibuk jadi aku tinggal dulu dan selamat bekerja"


Mikel telah mempercayakan villa mewah nya kepada designer terbaik asal bandung itu, keprofesionalan mereka dalam bekerja sudah di akui banyak orang jadi tak ada hal yang harus di khawatirkan lagi, ia segera memakai setelan jas dan berlalu menuju kantor.


Di sepanjang perjalan mikel masi memikirkan kejadian saat di villa, ia mengingat curahan hati jefira yang seakan terpaksa menikahi Jendra, hati nya terasa sangat sakit ketika mengetahui cinta pertama nya mengalami hal-hal sulit saat diri nya tak ada,


"Maaf kan aku jefira, di saat kamu kesusahan aku justru menghilang! tapi kamu tenang saja, aku sudah kembali, dan aku berjanji mulai hari ini kebahagiaan akan terus menghampiri mu"


Mikel tak mengerti perasaan yang sedang ia rasakan saat ini, ntah itu perasaan cinta atau hanya sekedar rasa simpati mengingat bagaimana berjasa nya jefira dan Tante Siska di masa lalu nya, namun satu hal yang ia tau jefira pantas mendapatkan kebahagiaan lebih dari sekarang.


sesaat kemudian mikel memarkir kan mobil nya di sebuah Stasiun pengisian bahan bakar, tiba-tiba ia melihat wajah yang tak asing bagi nya,


"Bukankah itu si gadis sampah? sedang apa dia di tempat ini?


sosok gadis itu seperti sedang mendapatkan masalah beberapa orang pria mengejar nya, tak berpikir panjang mikel menarik pedal gas dan menghampiri viola,


"let's go, naik ke mobil"


spontan viola menoleh ke si pengemudi mobil, terlihat mikel Albern yang menatap ke arah nya, tak berpikir panjang viola masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan para pria yang mengejar nya.


"Apa yang sedang terjadi?"


"Oke baiklah, kalau begitu aku ingin bertanya satu hal lagi, seragam apa yang kamu gunakan?"


viola menatap pakaian yang sedang ia kenakan, ia merasa tak percaya bagaimana pria tampan di samping nya tak mengetahui seragam dari sekolah ternama di Jakarta,


"Tentu saja ini seragam sekolah ku"


"seragam sekolah mu? benar kah? aku tidak yakin,! aku melihat kamu menggunakan seragam ini bukan untuk ke sekolah, kamu memakai nya saat ke supermarket, ke kantor bahkan sekarang di tempat seprti ini, dari mana kamu bisa mengatakan ini seragam sekolah?


viola terenyuk, ia menyadari moment pertemuan nya dengan pria tampan ini selalu di saat ia sedang bolos dari sekolah.


"Ehem, itu karena...karena itu, karena saat jam pelajaran berakhir aku selalu lupa mengganti pakaian, sehingga membuat ku terlihat selalu menggunakan nya ke tempat-tempat umum. ya begitulah.


"Sekolah mana yang jam pelajaran nya berkahir di pagi hari seperti ini"?


viola kembali di ajukan pertanyaan yang membuat nya cukup tertekan, pertanyaan demi pertanyaan seakan sedang berusaha memojok kan nya, kini viola terlihat kesal


"Hei!! sebenarnya jawaban apa yang ingin kamu dengar kan dari ku? kamu berharap aku akan mengatakan aku ini siswi yang nakal, selalu bolos di jam pelajaran, mencuri dompet di supermarket, jawaban itu kah yang ingin kamu dengar?"


"Tidak juga, tapi jawaban itu lebih mudah untuk aku percayai"


"Yang benar saja aku bukan wanita yang seperti itu, mungkin kata Nakal itu bisa kamu arah kan kepada istri muda papi"


"mengapa kamu malah melibat kan jefira dalam hal ini?"


"Kenapa? kamu keberatan? apa kamu kesal? aku melihat mu sangat memuji nya di kantor, kamu menagatakan dia sangat cantik, benar-benar membuat telinga ku sakit, apa kamu tidak melihat aku jauh lebih cantik, usia ku lebih muda dan aku juga lebih menggemas kan "


ungkapan itu cukup menjelaskan bahwa viola merasa kesal saat pria yang di sukai nya lebih tertarik dengan wanita lain, ia seakan tak terima kecantikan diri nya di saingi oleh ibu sambung.


"mengapa kamu terlihat begitu tidak menyukai jefira?, seharusnya kamu bersyukur dia hadir di saat kamu membutuhkan sosok seorang ibu"


"cih, Bersyukur apa nya, kehadiran nya bukan memberi tetapi merampas kebahagiaan ku"


"Apa maksud nya merampas?"


"Dia memacari papi disaat mami masi hidup, sikap nya sangat baik, dan papi sempat membawa nya kerumah beberapa kali untuk merawat mami, hingga suatu malam aku mendengar jefira menelfon dan mengatakan dirinya hamil, papi sempat menolak untuk menikahinya tapi dia memaksa, hal itu membuat mami tertekan dan serangan jantung, lalu..


"Hamil? jefira pernah hamil?


"Itu yang tidak aku mengerti, mengapa dia sangat nekat untuk berbohong akan kehamilan nya"


seketika mikel menghentikan mobil nya, ia seperti mengingat sesuatu, yang hamil itu kakak nya bukan jefira, lalu mengapa viola mengatakan jefira yang berpacaran dengan ayah nya saat itu, apakah Jendra dan jefira memiliki hubungan saat dara sedang hamil?


"Apa kamu yakin yang mengaku hamil itu jefira?"


"Entah lah, papi memanggil nya dengan sebutan Darling, dan yang aku tahu selingkuhan papi saat itu adalah jefira sudah pasti itu dia.


Darling(Dara always loving)


adalah panggilan Jendra saat berpacaran dengan kakak nya, mikel mengetahui nya saat jendra selalu memanggil kakak nya dengan sebutan itu,


mikel Albern sedikit syok, ada banyak pertanyaan di benak nya, Mungkin kah jefira telah mengkhianati dara dan bermain di belakang nya?bagaimana mungkin jefira melakukan itu? memacari pria yang jelas-jelas adalah kekasih sahabat nya, rasa penasaran di benak mikel semakin menggebu-gebu, di sisi lain ia berharap kecurigaan nya tidak lah benar, namun fakta seakan membuktikan bahwa jefira bersalah dalam hal ini.


...----------------...


Bersambung.....


Benar kah jefira memiliki hubungan dengan Jendra saat Jendra masi berstatus pacaran dengan dara?


cus episode 9