
Panggilan itu ia tujukan kepada Sarah, si pemberi solusi di setiap masalah yang viola hadapi,
"Sar....HUWAAAAA" viola sudah tak kuasa menahan tangis, ia tak ingin berpura-pura kuat lagi, rengekan viola cukup membuat wanita di telfon itu terkejut,
"Vio... kamu kenapa?"
"Aku...aku..aku.. hiks"
"kamu tenang dulu, ini sebenarnya kenapa?"
"Sebenar nya aku masi PW Sar"
"Ha... kamu serius? pengakuan viola membuat Sarah semakin terkejut, viola menceritakan secara detail permasalahan nya dengan mikel saat ini, ia masi tak percaya mengapa masi ada lelaki yang tak tertarik dengan wanita yang belum pernah di sentuh lelaki lain, sementara hal seperti itu jarang di miliki wanita lain di saat ini, Seketika Sarah mengemukakan pendapat konyol nya,
"Sejujurnya nya aku pernah dengar tradisi orang Amerika, bagi mereka wanita yang masi ..... di usia dirimu adalah hal yang memalukan" ucap nya dengan yakin
"Kamu serius?"
"Ia, bagi mereka wanita yang masi .... itu adalah bentuk dari ketidaktahuan, atau istilah kasar nya sangat kuno dan bodoh"
"Huwaaa, pantas saja di malam aku memberi tahu nya hal itu, wajah nya terlihat berubah, dan sejak saat itu ia tak pernah menyentuh ku..dan ternyata selama ini mikel melihat ku sebagi wanita yang bodoh"
mendengar pengakuan sahabatnya Sarah semakin yakin dengan pendapat itu dan dengan segera mencari jalan keluar,
"Apa tidak sebaiknya kamu mencoba dengan lelaki lain dulu?, maksud ku kamu belajar lebih dahulu??"
pendapat yang cukup ekstrim namun apa boleh buat, pikir viola, jika itu satu-satunya cara agar Mikel bisa menerima nya maka ia harus melakukan nya,
"Besok kamu berangkat ke Bali ya, aku sangat memerlukan mu,"
"Siap deh, lagian kamu juga tidak sedang bulan madu, berarti kehadiran ku aman!!!" gumam nya menyetujui permintaan viola.
...****************...
ke esokan pagi nya🌄
srassss... srassss.. desir air pantai terdengar begitu menenangkan di telinga viola, seakan membangun kan nya dengan manja, mata nya perlahan terbuka menatap sekeliling ruangan, dari balik kaca transparan ia melihat ombak yang sangat indah.
pemandangan yang sangat luar biasa sulit bagi nya beralih pandang dari keindahan itu, hingga sebuah suara membuatnya tersadar
"ding dong..... ding dong, Vio ini gue Sarah, buka pintunya,"
seketika wajah viola berubah menjadi Riang dan segera berlari menuju pintu, terlihat sosok Sahabat yang sudah lama tak temui, ia juga membawa koper di tangan nya.
tanpa menjawab pertanyaan dari temannya viola langsung memeluk wanita itu, stelah pernikahan ia memang tak pernah lagi bertemu Sarah, menciptakan rasa rindu di hati viola, kedua nya segera memasuki villa, di ruang tengah terlihat mikel yang masi tertidur pulas di sofa, mereka berjalan dengan mengendap-endap agar tak membangun kan pria itu, hingga mereka tiba di kamar dan mulai mengatur rencana, skenario demi skenario mereka atur sedemikian rupa, hingga sampai di sebuah kesepakatan, namun lama nya mengobrol membuat Sarah meras haus, ia segera menuju dapur untuk mengambil beberapa minuman di kulkas, bersamaan dengan itu mikel yang telah bangun dari tidur juga menuju kulkas membuat kedua nya terkejut secara bersamaan.
"Whoooooaaa are you?" tanya dengan suara yang cukup keras,
"Waaaaaaa....mas ganteng, tenang... tenang just rilex, aku Sarah, masi Ingat kan?"
pria itu mengkerut kan dahi nya dan mulai mengingat wajah itu, ya wajah dari teman istri nya, namun hal yang sulit ia percaya mengapa ia bisa sampai disini, padahal ia sendiri tahu viola sedang berbulan madu,
"A..apa yang kamu lakukan disini?"
"Mau ambil minum" jawab nya sedikit ragu,
"Maksud ku apa yang membawa mu ke Bali dan tiba-tiba berada di villa kami?"
"Ohh iya, sebenarnya aku akan menginap disini, viola mengatakan kamu membuat nya kesepian ,jadi aku datang" Sarah berterus terang dengan senyum canggung nya, ia meraba-raba pintu kulkas dan meraih beberapa minuman juga cemilan.
Mikel yang masi tak percaya akan perkataan Sarah terlihat membatu, sudah pasti mereka akan membuat onar, mengingat saat mereka di sekolah kedua sahabat ini hanya akan bertemu jika memiliki tujuan.
Dari kamar villa gelak tawa kedua sahabat itu membuat mikel sulit berkonsentrasi, dengan kedua tangan nya pria asal Amerika itu menggosok-gosok rambut nya sebagai bentuk rasa kesal, dari ruang tamu ia berteriak cukup keras, "Hey, please give me a time" mendengar ucapan itu kedua sahabat itu seketika terdiam,
sudah tak ada tawa lagi atau suara apa pun, mikel menarik nafas lega dan kembali melanjutkan pekerjaan nya, beberapa saat berada di suasana yang hening akhirnya mikel menyelesaikan tugas dengan sempurna, ia beranjak dari sofa berniat menuysul istri nya dan Sarah di kamar, namun ntah mengapa kedua wanita itu tak ada respon di waktu yang cukup lama, merasa curiga ia perlahan membuka pintu kamar, tampak ruangan kosong, "Kemana mereka pergi?" batin Mikel mempertanyakan istri nya dan Sarah. tak ingin memikir kan nya secara berlebihan pria itu tersenyum lega, mengingat ia akan lebih tenang untuk melakukan segala hal, pria itu berjalan menuju dapur dan mengeluarkan seluruh cemilan dari kulkas, memanfaatkan lengan nya yang panjang untuk mera kemudian duduk di depan televisi, sesekali ia tertawa melihat acara di tv, ada kala nya ia serius, menangis, cemberut, tertawa lagi begitu berulangkali, pria itu tampak mulai bosan dan menuju pintu villa, ia tak melihat tanda-tanda istri nya akan pulang, dengan wajah tak semangat mikel kembali menutup pintu dan merebah kan tubuh nya di atas sofa. dari situ ia mulai menyadari kehadiran viola telah memberikan warna di hidup nya, perasaan nya untuk gadis itu semakin terasa jelas ia merasa sudah tak bisa menentang nya lagi.
...****************...
waktu menunjukkan pukul 21:03 malam, namun viola dan Sarah masi belum tiba di villa, mikel yang tertidur di sofa segera bangun sempoyongan, dalam hati nya nya telah meyakinkan tidak akan ikut campur apa pun urusan kedua wanita tersebut.
hingga pukul 23:45 malam, mikel terlihat kesulitan untuk tidur akibat perasaan khawatir nya ke viola, hati nya seperti ingin menghubungi istri nya, namun mengingat jarak yang harus ia buat ke viola membuat nya ragu.
persaan khawatir sekana rersu mendesak hati nya, Sudah tak tahan lagi akhirnya ia menelfon viola, namun wanita itu tak menerima panggilan yang sudah hampir 9 kali, tak menyerah di situ mikel beralih ke Sarah selaku Sahabat dari istri nya namun usahanya sia-sia karena Sarah juga menolak panggilan itu.
perasaan nya semakin kacau, tanpa berpikir panjang pria 27 tahun itu mencari tahu keberadaan viola menggunakan sebuah aplikasi, dari situ ia mengetahui viola sedang berada di club' yang terletak tak jauh dari villa, dengan perasaan kesal ia memasuki tempat itu, dentuman musik seakan selaras dengan langkah kaki nya yang memiliki tempo tinggi.
Mikel yang melihat Sarah mengobrol dengan pria asing segera menarik tangan gadis itu, mata nya seperti di penuhi rasa khawatir.
"Dimana viola?' tanya pria itu dengan tatapan nya yang tajam.
...----------------...
Bersambungg...