
5 bulan telah berlalu
"one..two... three..." para peserta Albern club' terlihat mulai berhitung di pimpin langsung oleh Robert Albern, ini adalah rutinitas setiap peserta, dimana mereka harus bangun pagi-pagi kemudian berlari mengitar bangunan yang terletak di kota Los Angeles, Hari ini adalah akhir dari pembelajaran mereka, masing-masing peserta sudah siap untuk di tugas kan dan segera mendapat popularitas, jasa mereka sudah di nantikan oleh beberapa kalangan, setiap peserta mendapat penugasan di negara yang berbeda, seperti Korea, Jepang, India Bahakan Portugis.
Sementara mikel Albern menjadi Satu-satunya yang mendapat tugas di Amerika serikat, majikan nya kali ini adalah artis yang cukup terkenal, ia bertugas mengawal Riana Antoinette, seorang wanita yang kepopuleran nya sedang berkobar di negara Paman Sam tersebut.
...****************...
memasuki hari pertama nya bekerja, mikel terlihat begitu gugup, diri nya masi berusia 16 tahun, namun sudah di tugasi mengawal wanita yang sangat berpengaruh di dunia pertelevisian. beruntung ia memiliki postur tubuh yang memadai sehingga tak ada yang menyadari bodyguard tersebut hanyalah bocah berusia 16 tahun.
kali ini Riana mendatangi sebuah acara live show, dimana mikel Albern harus siap siaga menjaga artis tersebut, saat acara di mulai mikel menunggu di ruang tunggu milik Riana seraya melihat layar monitor, terus mengawasi aktivitas artis tersebut dan memastikan tak ada hal yang mencurigakan, hingga dengan tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan tersebut membuat kedua nya saling terkeju dan kebingungan.
"Ghost!!! who are you?" ucap seorang wanita yang terlihat sedang mabuk berat. seperti nya wanita itu salah memasuki ruangan artis, ia berjalan perlahan mendekat ke arah mikel sambil menenteng sebuah gelas berisi minuman,
"Do you want drunk with me"? ucap nya berbisik di telinga remaja yang saat itu masi berusia 16 tahun.
mikel berusaha tenang dan bersikap bijaksana, ia memegang erat tangan wanita yang sedang memegang minuman keras itu,
"Nona, kamu sedang mabuk dan salah memasuki ruangan, pemilik ruangan ini akan segera datang jadi keluar lah(Dalam Bahasa Inggris)", Mikel meminta nya dengan sangat sopan, namun wanita ini merasa mikel sedang menolak nya, seketika membanting gelas di tangan nya hingga pecah kemudian mengambil serpihan kaca dan menodong nya ke arah mikel.
"Kamu menolak ku?" berani nya, aku ini artis terkenal dan kamu menolak ku? dasar br*ng*ek!!! ucap nya tak terkendali, bersamaan dengan itu Riana memasuki ruangan yang membuat wanita mabuk itu berbalik menyerang nya, spontan mikel mengambil alih dengan megunci tangan si wanita menggunakan tangan kosong.
"Are you ok?" tanya mikel kepada Riana sang majikan, Riana mengangguk menandakan diri nya baik-baik saja, namun terlihat jelas wajah wanita 29 tahun itu sedikit syok,
"Kalau begitu telfon polisi untuk segera kesini"
"Jangan, aku mohon jangan telfon polisi!"
"Kenapa? wanita ini bisa membahayakan nyawa orang lain jika di biar kan,
"Bisa kah kamu menjaga rahasia ini, bawa dia ke mobil ku, nanti akan ku jelas kan dan tolong jangan sampai pihak media mengetahui nya" wajah Riana terlihat memelas, ia seperti sedang terguncang dan berusaha menjaga sebuah rahasia.
atas perintah majikan nya mikel Albern menggendong gadis yang sudah tak sadar kan diri itu ke mobil, beberapa saat setelah itu Riana mengikuti dari belakang, di mobil Riana mulai menceritakan kan siapa sebenarnya gadis yang menyerang mikel Albern tersebut. dia adalah adik kandung dari Riana, namun untuk menjaga nama baik nya Riana tak pernah mengungkap nya ke media, karena sang adik adalah artis rendahan dan selalu kedapatan mabuk, ia merasa itu adalah hal yang memalukan.
setelah mendengar ucapan itu mikel mulai memahami situasi saat ini, ia berusaha bersikap profesional dan tak berniat mencampuri urusan pribadi dari sang majikan,
"Baiklah, selanjutnya kamu ingin aku melakukan apa?"
Riana tak menyangka respon dari mikel Albern akan secuek itu, mikel seakan tak mempermasalah kan keputusan yang diambil Riana,
"Apa kamu tidak terkejut dengan kebenaran tentang diri ku?"
"Apa itu bagian dari tugas ku juga?"
Jawaban yang sangat bijak, dan terdengar melegakan, Riana mulai menyukai karakter dari bodyguard nya ini,
"Aku akan mengirim penilaian terbaik ke Albern club' atas kinerja mu"
"Tapi sepertinya kamu harus ikut menginap di kamar ku malam ini, aku takut jika adik ku sadar, dia kembali akan menyakiti ku"
"memang nya kenapa dia akan menyakiti mu"
"Dia membenci ku, Karena aku lebih populer dari nya, di acara live dia juga sengaja datang untuk mencelakai ku"
"Benar kah? sejujurnya aku sedikit kepanasan,biar kan aku mandi terlebih dulu, setelah selesai aku akan ke kamar mu"
"kalau begitu aku akan tunggu di luar sambil merokok" jawab Riana mengeluarkan rokok dari saku nya, mikel melihat di sekitar penginapan, ia merasa luar ruangan tak aman bagi Riana, mengingat dirinya artis yang sedang populer pasti banyak wartawan' yang sedang mengincar nya, tanpa ragu mikel menawar kan nya masuk ke kamar milik nya,
"Mau merokok di kamar ku"??
tawaran dari pria itu terdengar sangat menarik, walaupun tak ada niat lain di pikiran mikel namun kalimat itu disalah artikan oleh Riana,
ia menatap remaja percampuran aceh-portugis tersebut, walaupun masih sangat muda mikel memiliki aura yang menarik membuat semua wanita akan kesulitan menolak nya, postur tubuh nya juga tinggi membuat Riana tak menyadari bahwa pria itu hanyalah seorang bocah, tanpa ragu Riana mematikan rokok kemudian berjalan masuk ke kamar.
"Tunggulah disini, aku akan segera kembali" ucap mikel sambil membuka jas yang ia kenakan dan bersiap untuk mandi,
seketika Artis 29 tahun itu memeluk nya dari belakang membuat mikel sedikit Terkejut, bagaimana pun saat itu dia hanya remaja 16 tahun yang sama sekali belum memiliki pengalaman dalam hal itu,
"Hei kamu sedang apa"?
"Diam di tempat mu, perhatikan saja cara kerja ku"
Mikel akhirnya memahami yang sedang terjadi, kata-kata nya saat di luar kamar telah membuat client nya salah paham, dirinya yang sudah terlanjur membuka peluang tak bisa berkata banyak selain menerima, ia juga tak ingin mengecewakan Riana khawatir penolakan nya akan menyakiti hati artis 29 tahun teresebut dan membuat penilaian nya di Albern club menjadi buruk.
Ini lah awal dari perjalanan seorang Mikel Albern , sejak kejadian malam itu kedua nya menjadi semakin dekat, dan selalu menghabiskan kan malam bersama, tak ada siapa-siapa yang tahu bahwa artis populer ini telah menjalin hubungan dengan bodyguard nya sendiri.
hari-hari berlalu begitu saja, mikel semakin terbiasa akan kebebasan yang saat ini ia jalani, tak hanya Riana ia bahkan meniduri beberapa artis cantik lain yang membuat mikel Albern cukup populer di kalangan artis, tak cukup sampai disitu ia juga mendekati anak-anak dari petinggi negara, membuat penilaian nya di Albern club' semakin baik hingga mampu membuat nya lolos sebagai Elite club' sebelum berusia 18 tahun.
Begitulah kehidupan yang ia jalani di Amerika, lingkungan yang keras telah mengubah konsep hidup nya, harga diri sudah tak penting lagi, bertahan hidup adalah tujuan nya saat ini, penilaian-penilaian positif terus membanjiri lembaga yang di diri kan oleh Robert Albern, semua berkat kepiawaian yang di miliki remaja yang kini memasuki usia 18 tahun itu
Hal ini mencuri perhatian Robert Albern yang sudah lama menanti kan sosok yang seperti mikel Albern, kemudian tanpa ragu memutuskan mikel sebagai pengendali salah satu dari perusahan Robert yang cukup besar di Amerika serikat,
Saat mikel memasuki usia 20 tahun ia resmi menjadi pemilik saham dengan prestasi yang cemerlang, melihat mikel lebih condong ke bisnis Rober mengubah status nya menjadi putra tunggal dari Robert dan Natalie Albern.
Setelah 8 tahun bergelut di bisnis kini mikel di beri kebebasan penuh oleh sang ayah angkat, kebahagiaan perlahan mulai menghampiri nya, namun tetap saja tak bisa membuat nya lupa akan masa lalu nya 10 tahun yang lalu.
Ia segera mencari alasan agar bisa kembali ke Indonesia, dengan sangat kebetulan proyek yang saat ini ia jalani berada di Indonesia, kesempatan ini ia ambil dengan menjadi kan perusahaan Jendra ikut terlibat dalam proyek tersebut,
...----------------...
Bersambung....
cus lanjut, author udah siapin episode yang buat pembaca bisa senyum-senyum sendiri nih