
merasa sudah cukup banyak menyita waktu suaminya viola menolak tawaran Mikel,
"kita pulang saja, lagi pula kita juga bisa berbulan madu dirumah" mikel mengangguk menyetujui pendapat sang istri.
saat tiba di villa viola segera mengemasi barang-barang bawaan ke koper, sementara mikel mengumpulkan berkas-berkas yang akan ia gunakan meeting esok hari, kedua nya saling bekerja sama hingga mobil jemputan tiba. di perjalanan pulang Mikel selalu menggenggam tangan istri nya, kedua pengantin baru itu terlihat semakin lengket, saling tak ingin terpisah satu sama lain.
sulit di percaya remaja 18 tahun itu mampu menaklukkan hati pria yang di penuhi dendam itu, ia bahkan membuat mikel seakan lupa dengan tujuan awal.
di lain sisi jefira dan Siska sedang mencari tau kebenaran tentang mikel, ia mendatangi kantor polisi tempat mikel di tahan 10 tahun yang lalu, tak ada bukti yang tersisa disana, sebagian besar polisi juga telah berganti orang, namun satu hal yang menarik dari kematian Cak Nawi Banta, dimana tidak ada data yang jelas dimana mayat itu di makam kan, dan penyebab kematian juga seakan di rahasiakan, kedua wanita itu semakin penasaran dan mulai menggali kasus itu lebih dalam, hingga mereka berhasil menemukan Nomor ponsel pribadi seseorang yang mengurus kasus kematian Cak Nawi Banta.
tak berpikir panjang kedua wanita itu mulai melakukan hubungan kontak, tak cukup sampai disitu mereka juga telah melakukan pertemuan khusus yang berbuah manis, dimana pertanyaan demi pertanyaan di benak mereka mulai terkuak, fakta bahwa tidak ada kematian pada saat itu sudah bukan menjadi rahasia lagi, orang itu juga mengakui bahwa Banta hanya menghilang secara tiba-tiba, ada yang mengatakan ia telah Pindah Ke penjara lain dan ada juga yang mengatakan pria itu sedang menjalani hukuman khusus, setiap pernyataan bersimpang siur tanpa ada kejelasan.
Siska dan Jefira terlihat panik, kecurigaan mereka semakin kuat terhadap pria asing yang sedang berperan penting di keluarga Awaji tersebut. jika hal itu benar sesungguhnya nya pria itu telah berhasil mengambil kendali di keluarga itu, dimana proyek yang saat ini ia tangani merupak aset terbesar dari keluarga Awaji.
tak ingin berdiam saja ibu dan anak itu mulai mengatur rencana untuk menjebak pria asal Amerika tersebut,
"Aku akan memancing agar dia mengungkapkan jati diri" gumam jefira dengan tatapan tajam.
kedua ibu dan anak itu kembali ke rumah seperti biasa, mereka berusaha bersikap baik-baik saja, hingga sebuah mobil terparkir di halaman rumah, terlihat Mikel dan viola yang baru saja tiba dari berbulan madu, merasa target mereka telah kembali jefira menyambut kedatangan kedua nya dengan senyuman,
"Wah lihat lah wajah pengantin baru ini, terlihat begitu bahagia" sapa jefira di ikuti ketawa kecil dari Jendra, tak ingin tinggal diam viola dengan sengaja membuat suasana hati jefira menjadi lebih Buruk,
"Sejujurnya nya aku sedikit kecewa, papi memberi waktu terlalu singkat untuk kami menikmati bulan madu" ia memeluk lengan suami nya yang berdiri tepat di sebelah nya.
"Oh ya, kalau begitu berbulan madu lah ke Amerika serikat, kalian boleh tinggal disana jika mau" balas jefira seperti sebuah ancaman. tak ingin kalah viola kembali menutur kan kalimat yang membuat jefira terdiam seribu bahasa.
"Tentu saja Kami akan ke Amerika, tapi setelah aku memastikan benalu di rumah ini telah menghilang"
wajah jefira terlihat kesal, ia ingin membalas ucapan itu namu. segera di hentikan oleh Jendra, ia berfokus kepada menanti nya yang terlihat lelah di perjalanan dan dengan segera mempersilah kan nya masuk. Mikel yang sejujurnya cukup lelah tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera memasuki rumah dengan beberapa koper di tangan nya.
di sisi lain jefira hanya berdiri di depan pintu menatap kepergian mereka, seketika batin nya berkata-kata
"Tunggulah, tawa mu itu akan segera mejadi tangis saat mengetahui tujuan banta menikahi mu".
...****************...
setetelah 2 bulan pernikahan, Semua masi terlihat baik-baik saja, hingga pada suatu malam mikel yang begadang mengerjakan tugas kantor turun ke lantai bawah untuk membuat secangkir kopi, disana ia tak sengaja berpapasan dengan Jefira, tadi nya mikel hanya akan mengabaikan wanita itu, namun sebuah kalimat telah menghentikan langkahnya.
"Bermain lah dengan wanita itu sepuas mungkin, jika sudah selesai kamu bisa kembali kepada ku"
"Apa kamu sedang menggoda menantu mu? hey sadar lah kamu sudah melewati batasan mu" mikel kembali ingin melanjutkan langkahnya,
"Apa kamu kembali karena mendiang kakak mu?"
seketika mikel tersentak, untuk kedua kali nya langkah pria itu terhenti, sejujurnya jefira belum mengetahui pasti pria di hadapan nya adalah cak Nawi Banta, namun melihat ekpresi pria itu secara tak langsung membuat nya mengetahui kebenaran itu.
"Apa sebenarnya yang kamu bicarakan?"
"Sudah lah, aku cukup lama mengenali mu cak Nawi Banta, mungkin ada banyak orang yang memiliki tanda lahir di tubuh nya, namun yang kamu miliki terlihat lebih mencolok, dan itu hanya di Miliki oleh Banta ku" gumam nya dengan percaya diri.
seketika Mikel merasa posisi nya mulai terancam, jika jefira telah mengetahui jati diri nya ini akan berimbas ke perjanjian nya dengan keluarga Albern.
jefira bukan lah seseorang yang bisa di anggap remeh pikir nya, dengan terpaksa ia haruslah bersandiwara demi kebaikan diri nya.
"Aaku tidak menyangka kamu secepat itu mengenali ku!"
jefira tersenyum di hadapan pria itu, membuat secangkir kopi sesuai dengan selera mikel Albern,
"Jika kamu telah selesai dengan wanita itu kembali lah pada ku, kita akan membalas kan dendam dara bersamaan-sama"
Untuk meyakini hati jefira Mikel berusaha terlihat sedang berada di pihak gadis itu, spontan saja memeluk jefira yang saat itu di depan nya,
"Terimakasih telah kembali bersama ku" mikel berdusta dengan tatapan kosong,
mau tidak mau ia harus mengikutsertakan jefira dalam permainan ini, jika salah langkah upaya nya selama ini akan sia-sia.
"Jadi kapan kamu akan meninggal kan wanita itu, sebagian besar aset Jendra telah berada di tangan mu, apa lagi yang kamu tunggu?"
Mikel mulai bingung saat jefira menghadapkan nya dengan pertanyaan tersebut, sejujurnya nya tak ada lagi hal yang ia tunggu, semua semata-mata hanya untuk menjaga hati viola, ia tak ingin menyakiti hati istri nya terlalu dalam, Namun kehadiran jefira telah mengubah rencana awalnya, tak ada pilihan mikel harus berdusta lagi dengan mengatakan ingin membuat viola mencintai nya lebih dalam lagi kemudian mencampakkan nya, jawaban itu berhasil membuat jefira percaya dan ikut mendukung dengan rencana tersebut.
memasuki fase baru rencana Seorang mikel Albern, apa lagi langkah yang harus ia ambil?
...----------------...
Bersambung......