
Wajah wanita 29 tahun itu tersenyum puas setelah mengatakan sesuatu yang membuat wajah viola syok, dan semua sesuai ekspektasi nya, jefira berhasil membuat remaja 18 tahun itu terbakar api cemburu, tanpa berkata sepatah katapun viola beranjak meninggalkan rumah.
Di perjalanan viola memikirkan bagaimana bisa ibu sambung nya mengetahui hal pribadi tentang kekasih nya sedang kn diri nya baru saja mengetahui hal tersebut, "Ini tidak boleh di biarkan, aku harus menemui mikel sekarang juga", viola memutar tajam stir mobil dan berlalu menuju villa Mikel Albern.
Setiba nya di sana dengan wajah ketus viola menekan bel berkali-kali, namun suasana villa sangat sepi seperti tak berpenghuni, jam di tangan nya menunjuk kan pukul 22:03 malam, mustahil jika mikel tidur di jam segitu. viola mencoba menekan bel sekali lagi tetapi tetap tak ada jawaban hingga akhirnya nya sebuah Lamborghini merah memasuki area tersebut.
Mikel Albern turun dari mobil dan segera menghampiri viola "sedang apa malam-malam kesini?", ia menatap wajah kekasih nya dengan tatapan tenang sebagai mana perasaan nya yang belum mengetahui apa-apa.
"Kamu dari mana?"
"Bukan kah aku sudah mengirimi mu pesan, aku sibuk hari ini dan tidak bisa bertemu"
"Aku menanyakan kamu dari mana"
"Tentu saja dari kantor"
"Lalu mengapa ayah ku mengatakan kamu pulang setelah menyerahkan proposal?, siap yang berbohong diantara kalian berdua? papi atau kamu?"
viola mengajukan pertanyaan yang membuat mikel sedikit terpojok, ia tak ingin remaja 18 tahun itu tahu bahwa dirinya baru saja menemui istri dari ayah nya
"ya tadi aku memang sempat ke sebuah cafe' untuk bersantai, just for fun" mikel mengelak Serangan pertanyaan viola.
Ekpresi pria itu terlihat sangat Natural layak nya mengatakan sesuatu yang benar adanya, namun itu tak membuat viola percaya begitu saja,
"karena aku sudah disini, aku akan menginap" gumam nya sambil meminta mikel mengatakan sandi dari villa nya.
Mikel menatap wajah wanita di depan nya, ia merasa viola sedikit berbeda, namu pikiran itu ia ketepikan sejenak dan tanpa ragu memberi sandi villa tersebut, setelah itu mereka berlalu memasuki ruangan yang di dahului oleh viola sementara mikel berjalan di belakang nya, viola terlihat menghentikan langkah seketika berbalik menatap pria dengan tinggi 187 di depannya, ia berjalan menuju kekasihnya dan memeluk erat tubuh pria percampuran aceh-portugis tersebut.
"Hei, apa kamu baik-baik saja?" mikel mempertanyakan tindakan viola yang tak biasa nya, spontan saja viola mendongak kan kepala dan menatap wajah pria setinggi 187cm itu,
"Kamu bilang tidak boleh mengatakan rindu kecuali aku berniat mengobati nya, sekarang aku ingin mengobati rasa rindu ini, mau ke kamar mu bersama ku"? viola berkata seakan sedang menggoda kekasih nya.
"Apa kamu sedang menggoda ku?" tanpa ragu Mikel menggendong tubuh mungil viola yang saat itu masi memeluk nya, kemudian membawa gadis itu menaiki tangga untuk menuju ke kamar milik nya, "tunggu lah disini aku akan segera selsai dalam 2 menit"
mikel merebahkan tubuh viola di atas ranjang tidur dan bersiap untuk mandi terlebih dahulu, Namun remaja 18 tahun itu menarik tubuh tinggi nya ke tempat tidur, "Aku benci menunggu" ucap viola seakan sengaja membatal kan niat kekasih nya untuk mandi, wajah mikel terlihat sedikit tak menyukai keputusan viola, namun ia tak ingin melewatkan momen yang belum sempat ia lakukan ini, tanpa ragu pria asal Amerika tersebut mengecup bibir mungil kekasih nya, ia melakukan hal tersebut seperti benar-benar menginginkan gadis itu, sesat sebelum melanjut kan aksi nya mikel terhenti dengan ekpresi wajah tak puas, ia merasa ada yang kurang saat akan melakukan nya,
" Berikan aku waktu 1menit saja, aku harus mandi, sejujurnya aku tidak terbiasa melakukan nya sebelum mandi" ungkap mikel berterus terang.
"Mengetahui apa?"
"Bukan kah kamu hanya akan berhubungan setelah selesai mandi?, jefira mengetahui itu, bagaimana bisa?" mata viola berkaca-kaca seperti telah mengetahui kebenaran yang akan Mikel katakan.
"Apa maksud mu?, mengapa jefira mengetahui nya aku juga tidak bisa menjawab, mungkin saja dia melihat fakta itu dari profil Instagram ku karena aku sempat menulis nya disana"
"Lalu mengapa kamu meminta ku mencari tahu kebenaran tentang hubungan papi dan jefira?" mkel seperti sudah tertangkap basah, ia tak bisa berbohong lagi khawatir setiap kebohongan nya justru akan mengungkap sosok nya.
"Baiklah, kali ini aku tidak akan bedalih lagi, aku dan jefira memang sempat menghabiskan waktu bersama, tapi bukan kah itu sebuah tindakan wajar di usia ku yang sudah se dewasa ini, jadi mari jangan mempermasalah kan sesuatu yang telah lewat" seketika Air mata viola mngalir deras, tak percaya dengan apa yang Mikel katakan bagaimana bisa ia mengatakan jangan mempermaslah kan hal yang sangat menyimpang, ia telah berhubungan dengan ibu sambung nya yang tak lain istri dari ayah nya.
Viola memang terlihat Nakal dan liar sehingga fakta diri nya adalah wanita baik-baik belum di ketahui siapapun, ia adalah wanita polos yang belum pernah di sentuh bahkan berciuman dengan seorang lelaki, tetapi pria yang telah mencuri ciuman pertama nya justru meminta nya tak mempermasalahkan kan hubungan nya dengan Jefira, sangat sulit di percaya kata-kata itu dengan mudah keluar dari mulut nya.
Ia merasa hubungan ini sudah tak pantas di lanjutkan, bagaimana bisa ia memacari seorang pria yang telah tidur dengan ibu sambung nya di saat dia sama sekali masi belum pernah bersentuhan dengan lelaki lain.
"Mari kita akhiri di sini, dan tentang hal gila yang pernah kalian lakukan, aku tidak akan memberi tahu papi, tenang saja" jefira berusaha bersikap tegar dan tak ingin terlihat lemah, ia membalik kan wajah bersiap untuk keluar dari villa tersebut.
"Viola ayolah, kita baru saja berpacaran dan kamu ingin mengakhiri nya begitu saja? aku mohon lupakan masa lalu ku, kamu juga melakukan nya ke lelaki lain kan? bahkan lelaki itu sangat jauh di bawah standar ku, aku tidak pernah mempermasalahkan nya" Mikel berkata seakan viola adalah Remaja nakal yang telah tidur dengan banyak lelaki berandal, sontak saja kata-kata itu membuat hati viola makin sakit, ia menatap pria di depan nya dengan ekpresi berantakan, ia mengangguk seakan menyetujui kalimat yang di katakan Mikel, merasa tak ingin memperpanjang nya lagi viola berlari keluar dari villa.
Mikel Albern yang sejatinya tak memiliki perasaan terhadap viola hanya membiar kan kepergian remaja 18 tahun itu, "Setidaknya tidur lah dulu dengan ku baru memutuskan hubungan" ucap mikel tanpa merasa bersalah.
Ketidaktahuan mikel terhadap viola telah membuat nya berpikir gadis nakal itu juga harus di nakali, ia bahkan tak ingin berlarut-larut dalam hal tak penting bagi nya, dengan segera ia kembali mengenakan pakaian dan melanjutkan kan pekerjaan nya di layar komputer seakan-akan tak terjadi apa-apa.
Di sisi lain viola melaju di sepi nya malam, air mata nya terus mengalir akibat tindakan dari pria asal Amerika tersebut, bagaimana pun pria itu adalah cinta pertama nya, orang yang sangat ia kagumi sejak pertama. tetapi ibu sambung nya lah yang memiliki nya terlebih dahulu, sungguh saat itu viola telah di curangi.
Saat tiba di rumah, kehadiran viola mengundang rasa penasaran di benak jefira, "Dari mana saja kamu baru pulang jam segini?, jika papi tahu dia pasti akan marah besar" ucap wanita 29th tersebut mencoba menggali informasi,
Viola menatap geli wanita di depan nya, "Jangan menanyakan hal-hal yang tak perlu, jika kamu ingin rahasia perselingkuhan mu aman di tangan ku" kalimat ancaman yang cukup tajam di telinga jefira, wanita 29 tahun itu terdiam dengan sejuta pertanyaan, mungkin kah Mikel Albern telah mengungkapkan perselingkuhan mereka kepada viola?
...----------------...
Bersambung....
Mikel Albern bersikap begitu hanya karena belum tahu sosok asli dari viola🥺