HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
27.Hurt?



Di ruang IGD


perlahan-lahan Jendra mulai membuka mata dan memperhatikan di sekeliling, terlihat viola tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, di sebelah gadis itu berdiri tegap seorang pria yang saat ini menjadi menantu nya, jendra duduk dari tempat tidur yang sontak saja di bantu oleh Mikel.


pria 58 tahun itu menggenggam tangan menantu nya dengan tatapan penuh harap,


"Kamu lihat aku sudah semakin tua, rasa nya aku sudah tidak akan sanggup lagi mengendalikan kantor dan putri ku terkasih, jadi bisa kah kamu menjaga semua nya untuk ku?"


pria itu terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu, namun kembali di sadar kan oleh Jendra,


"Apa kamu bersedia?"


Mikel menatap pria yang sebagian besar rambut nya telah memutih itu, mata nya terlihat penuh harap dari diri nya, dengan senyuman mikel membalas genggaman tangan pria 58 tahun tersebut,


"Tidak usah khawatir, tanpa di minta aku akan menjaga kelurga ku dengan baik"


Jawaban itu membuat hati Jendra lega, dan dengan segera menelfon pengacara untuk menuju rumah sakit, jendra telah merencanakan surat wasiat untuk anak menantu nya, dimana seluruh aset kekayaan di berikan kepada Mikel Albern, dengan harapan kehidupan putri nya selalu bahagia, tanpa ragu lagi ia menandatangani surat wasiat yang di saksikan langsung oleh viola.


sekarang mikel sudah sepenuhnya di puncak, tak ada lagi yang ia tunggu, ia tak boleh berlarut-larut dalam perasaan, karena semua hanya akan membuat nya lemah.


keesokan hari setelah keluar dari rumah sakit, Jendra segera menggugat cerai jefira sakieb, ia juga mencabut hak-hak yang seharusnya menjadi milik Jefira, dengan begitu hati nya menjadi lega.


yang tersisa di keluarga Awaji hanyalah para pelayan yang berjumlah 18 orang, serta anak dan menantu nya, keluarga itu mengira badai telah berlalu dan tak menyadari telah memelihara macan di rumah mereka.


...****************...


di suatu malam, viola menyikat gigi di kamar mandi yang kemudian di susul oleh mikel, menggunakan baju tidur motif bergaris, pria itu memasuki kamar mandi,


"Mau mandi bersama?" ucap nya menggoda viola, sontak saja membuat wanita itu tersenyum nakal, ia segera menyelesaikan sikat gigi dan bersiap-siap mengganti pakaian yang akan membuat mikel tak bisa berpaling dari nya,


Sudah jelas, jika suami nya mandi akan menjadi kode khusus untuk wanita itu, viola memakai baju andalan dan duduk di tempat tidur sambil menyemprotkan wewangian ber aroma soft, bersamaan dengan itu telepon milik Mikel berdering, dari layar tertera jelas nama jefira, membuat gadis itu seketika naik pitam dan langsung menerima panggilan, ia bersiap untuk memaki jefira, namun semua terhenti saat jefira mengatakan sesuatu yang tak terduga,


"Sayang ku, aku merindukan kan mu, aku merasa sebulan itu terlalu lama, bagaimana jika 2 Minggu?"


viola melebar kan mata dengan sejuta pertanyaan di kepala.


"Apa maksud mu?" ucap nya menahan amarah.


sementara Jefira yang tak menyangka viola adalah rekan mengobrol nya terlihat senang, ini akan menjadi kesempatan jefira untuk membuat viola menangis darah.


"uppsss, apa ini viola? putri ku terkasih.. astaga aku tidak menyangka kamu harus mendengar nya dengan cara seperti ini!"


"Aku bilang apa maksud mu sial**n"


viola mulai tak bisa menahan diri, membuat jefira menjadi semakin bersemangat dan memanfaatkan kesempatan untuk berterus terang.


"Baiklah, karena kamu memaksa aku akan mengatakan, sejujurnya aku dan Mikel akan segera menikah satu bulan lagi di Amerika serikat, bukan kah Mikel ku sudah berhasil mendapatkan seluruh harta ayah mu?, ya itu bagian dari rencana kami, namun aku merasa 1 bulan terlalu lama, mungkin 2 Minggu lagi adalah waktu yang efektif"


"Kamu pikir aku bodoh?, mempercayai omong kosong yang tak masuk akal itu?"


"Baiklah, jika kamu tak percaya kamu bisa menanyakan langsung kepada Mikel, jika itu masi belum cukup kamu juga bisa melihat percakapan chat kami"


ia berjalan mendekati viola yang sedang menggenggam ponsel di tangan.


"Katakan, ini semua tidak benar kan?"


Mikel mengkerut kan kening seolah tak mengerti maksud dari viola,


"Apa maksud mu, aku tidak mengerti"


viola menyeka air mata nya yang tak sengaja mengalir di pipi, ia berdiri seperti orang bingung.


"Jefira hanya bercanda kan? kalian benar-benar sudah tak memiliki hubungan apa-apa lagi kan?


wanita itu bertanya dengan ekpersi penuh harap, dari mata nya terlihat jelas ia sedang berusaha menahan air mata yang sudah tak mampu dibendung.


pria itu terdiam sejenak, mungkin sudah saat nya mengakhiri segala nya, viola sudah harus lepas' dari permainan nya, jika harus menangis mungkin sekarang lah waktu nya, viola akan mengingat nya sebagai lelaki brengsek dan tak akan menyesali kepergian nya.


Mikel menarik nafas panjang, dan membuang pandangan seolah enggan menatap ke arah wanita tersebut.


"Maaf kan aku viola, dari hati ku yang paling dalam aku benar-benar meminta maaf"


"Kenapa minta maaf sayang, aku percaya jefira hanya sedang mempernain kan ku, mari kita lupakan saja" viola mencoba menyangkal pengakuan pria itu.


"Viola, aku dan jefira masi memiliki hubungan dan kami akan segera menikah" tegas Mikel meyakinkan istri nya, sontak saja Kalimat itu membuat viola tak mampu menahan lagi, ia tak ingin percaya dan Berulang kali menyangkal pengakuan Mikel,


"Kamu hanya bercanda, hentikan ini tidak lucu, aku mohon hentikan, ini terlalu menyakiti ku"


tangis wanita itu mulai pecah, sementara Mikel hanya membuang wajah tanpa mengucap sepatah kata pun untuk membela diri, membuat wanita itu semakin menjadi-jadi, bersamaan dengan pecah nya tangis, tiba-tiba viola terhenti, seketika menyeka air mata dan mencoba bersikap tegar,


"Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkan nya, kamu boleh menikahi wanita itu, tapi aku mohon jangan ceraikan aku"


Mikel membelalakkan mata nya, kalimat yang sama sekali tak ia harapkan malah keluar dari mulut gadis itu, sangat di luar dugaan, tadi nya ia berharap setelah mengetahui segala hal, wanita itu akan bebas dari konflik yang ia alami, namun, viola justru mempertahan kan pernikahan mereka.


"Apa maksud mu?, apa kamu sudah gila?


"Aku tidak gila, aku mengatakan nya dalam ke adaan sadar, kamu boleh menikahi jefira"


"Tidak...aku tidak akan melakukan nya"


"Kalau begitu biarkan aku mati" viola bergegas mengobrak-abrik laci lemari untuk mendapatkan racun serangga, yang spontan saja membuat mikel Menahan nya, wanita itu telah membabi buta dan semakin gila, ia meronta untuk lepas pertahanan dari pria itu,


"Viola sadar lah, jangan bertindak bodoh" mikel memegang erat pundak sang istri mencoba menyadarkan nya, dengan wajah yang kacau akhirnya viola kembali menangis.


"Apa yang harus aku lakukan, papi akan sangat terpukul jika kamu menceraikan ku, dia sudah kehilangan seluruh harta, tolong jangan buat dia terluka oleh ku, aku mohon" gadis itu bersimpuh di kaki Mikel mengharap di kasihani.


...----------------...


Bersambung....


sekali menyakiti gak tanggung-tanggung nih🥺