
kring..kring..kring suara alarm menunjuk kan pukul 05:30 pagi, terlihat sebuah tangan menonaktifkan alarm tersebut.
mikel abern duduk di atas tempat tidur dengan rambut yang acak-acakan, namun tak mempengaruhi aura tampan dari wajah nya.
ia segera bangkit dari tempat tidur bersiap untuk mandi, sepasang sepatu olahraga , T-shirt putih dan celana sport telah ia persiap kan. seperti nya ia ingin mengawali pagi ini dengan berolahraga, kebiasaan tersebut telah dilakukan sejak di Amerika, ia menekuninya karena sang ayah Robert Albern mendidik dengan kedisiplinan ketat. setiap hari waktu nya di atur sedemikian rupa hingga tak terbuang sia-sia. hal itulah yang membuat mikel sangat menghargai waktu hingga saat ini.
kini ia telah menggantikan peran Robert Albern untuk mengelola perusahaan termasuk proyek kerja sama ayah nya di indonesia saat ini.
setelah selesai bersiap-siap mikel menggantungkan headset di leher yang membuat penampilan nya terlihat makin sempurna, perlahan lelaki 27th ini berlari kecil menyusuri jalanan, udara masi sangat segar jauh berbeda dari Amerika, suasana yang masi sangat baru bagi nya,
di sepanjang perjalanan ia hanya fokus menatap ke depan dan tak memperhatikan hal-hal di sekitar, tanpa ia sadari kehadiran nya telah menyita perhatian para gadis, semua berbisik kegirangan dan mulai mengikuti langkah pria percampuran aceh-portugis itu.
mikel yang tak menyadari hal tersebut terus berlari kecil dengan headset yang menutupi kedua telinga nya terlihat begitu menikmati suasana pagi di Indonesia, bersamaan dengan itu pria dengan tinggi 187 cm tersebut menghentikan langkah sejenak untuk menarik nafas, namun hal itu membuat respon dadakan dari para gadis di belakang nya, mereka terhenti secara bersamaan yang membuat nya saling berbenturan. kegaduhan pun terjadi mikel melepas headset dan segera menoleh kebelakang,
"you ok?" tanya pria ini dengan ekpresi terkejut, tak ada satu pun yang menjawab, mereka malah menunjuk kan senyuman yang menurut mikel terlihat sangat aneh, merasa bingung dengan sikap para wanita tersebut mikel memilih menghindar melalui jalur lain ia mengangkat lengan kirinya, waktu di jam menunjukkan pukul 07:18 ,
"ini sudah terlambat, aku langsung ke kantor saja gumam nya dalam hati,
Ia berlari menyusuri jalanan Jakarta, keringan mengalir membasahi rambut bagian depan nya, sampai langkah nya terhenti tepat di depan bangunan raksasa dengan nama besar Awaji International, membuat tatapan nya seketika berubah menjadi tajam, tanpa ragu CEO asal Amerika serikat ini berjalan memasuki perusahaan, membuat semua mata tertuju pada nya, selain karena wajah yang tampan pakaian yang tak formal juga mencuri perhatian para karyawan kantor.
Di meja resepsionis,
"Excusme, where Mr.jendra's office?
permisi, dimana ruangan pak Jendra?
"Sorry, did you make an appointmen beoferehand? and please use formally dress before meeting he!
maaf, apa sebelum nya sudah membuat janji? dan harap gunakan pakaian formal saat bertemu beliau!
"Oh oke, im sorry, can you help me? please calling mr.jendra and tell me here, i'm mikel Albern!
oke baiklah, aku minta maaf, bisa bantu aku untuk menghubung pak Jendra?, katakan pada nya aku ada disini, Nama ku mikel albern!
resepsionis mengangguk, menyetujui permintaan pria dengan setelan olahraga tersebut,
"Hallo pak, ada tamu yang mencari bapak, nama nya Mikel Albern dan sekarang sedang di lantai bawah,
"Apa?, sejak kapan dia disana ? tunggu apa lagi segera persilahkan dia masuk!
"Tapi pak, beliau sedang tidak berpakaian formal ?
"Lupakan pakaian, dia client kita dari USA!
mendengar kabar ini resepsionis menatap mikel seakan tak percaya, tampan, masi muda, berkharisma, dan seorang CEO, dia punya segala nya, seketika hati nya terasa akan meledak.
Tak berpikir panjang dengan segala hormat resepsionis mengantar kan mikel ke ruangan Jendra, mikel mengetuk pintu yang kemudian di sambut penuh semangat oleh Jendra selaku direktur di perusahaan tersebut, seketika raut wajah nya berubah bingung dan tak percaya saat melihat pria muda di hadapan nya.
"Mr.mikel Albern??" tanya Jendra memastikan dia tak salah orang.
mikel mengangkat bahu nya dengan sebuah senyuman,
"Oh my God, i never thought of you so young, i m sorry. ucap Jendra kagum.
ya Tuhan, aku tidak pernah memikirkan kalau kamu semuda ini, maaf kan aku
Tanpa alasan mikel membalas dengan gelak tawa yang terdengar nyaring seperti memiliki sejuta maksud, Jendra yang menyaksikan moment itu sedikit heran namun merasa sungkan untuk berkomentar, ia hanya bisa menerka-nerka maksud dari tawa itu.
"It's oke, gunakan saja bahasa Indonesia, aku sedikit memahami nya" jawab Pria kelahiran Aceh tersebut.
"Bagaimana kamu bisa berbahasa Indonesia?, apakah ini kebetulan? jujur saja aku sangat terkesan oleh dirimu, dengan segala hormat ku ucap kan selamat, karena sekarang kamu punya fans seorang kakek-kakek seperti ku"
"Aku tidak menyangka anda akan mengidolakan pria seperti ku, sejujurnya aku pernah tinggal di Indonesia sekitar 10 tahun yang lalu"
"Benar kah?, sangat di sayang kan saat itu kita tak saling kenal"
"Jika saat itu kita saling kenal, apa kmu juga akan mengidolakan ku?"
"Tentu saja, kamu terlahir dengan pertumbuhan yang sempurna"
"Fakta nya aku tumbuh dengan banyak kekurangan, sebagai informasi aku punya seorang kakak yang tewas di bunuh saat sedang hamil 2 bulan, waktu itu dia masi 18tahun namun harus mati dengan cara tragis, apa salah nya jika dia hamil? apakah hamil sebuah kesalahan? bagaimana jawaban mu? jika kehamilan nya sangat mengganggu bunuh saja janin nya, kenapa harus mengikutsertakannya?"
Pernyataan itu membuat Jendra ingat akan dosa-dosa 10 tahun yang lalu, pertanyaan demi pertanyaan seperti sedang menghakimi nya membuat pria berusia 59tahun itu gemetar, keringat mengalir deras di wajah nya, "mungkin kah orang ini mengetahui kebenaran masa lalu nya" batin Jendra menerka-nerka.
Namun semu terjawab saat mikel Albern melanjutkan dialog dengan tawa.
"Hahaha, apa kamu menyukai dongeng yang aku buat ? aku mengarangnya dalam waktu 2 menit, jenius bukan?
mikel membolak balik proposal di depan nya, seketika ungkapan itu membuat Jendra kembali bernafas lega, rasanya seperti menahan nafas berjam-jam, terlihat jelas wajah nya sedang tak baik-baik saja sebelumnya.
"Bhahahah....aku sangat menyukai dongeng mu, sampai-sampai memancing emosi ku secara nyata ucap Jendra tertawa Canggung, Namum mikel membalas dengan tawa yang lebih natural hingga suasana terlihat normal dan kembali seperti semula.
Disaat yang bersamaan tiba-tiba sebuah pintu di banting cukup keras,
"gubrakkkk...pii, viola gak mau sekolah kalau masi di temani body guard.titik..!!! " ucap seorang remaja sambil merengek, membuat mikel dan Jendra menoleh ke asal suara secara bersamaan, terlihat remaja wanita dengan seragam sekolah tepat berdiri didepan pintu.
"viola!! lain kali ketuk pintu dulu sebelum masuk, ini kantor, kamu lihat kan papi sedang tidak sendirian?"
viola menoleh ke seorang pria dengan t-shirt putih dengan headset melingkar di leher, tampan namun viola mengingat sesuatu..."Dolar"ucap nya spontan, seketika beranjak meninggal kan ruangan, viola tak percaya dengan apa yang ia lihat, bagaimana bisa pria yang dia temui di supermarket menemukan tempat kerja ayah nya, seketika ia berasumsi pria itu berniat meminta ganti rugi atas kesalahpahaman di waktu itu.
Dengan keberanian penuh viola kembali keruangan berniat menyelesaikan semua nya tanpa masalah, "lagi pula dia juga tidak akan paham dengan apa yang ku katakan" ucap viola membatin.
"Oh hy!! you here?"
viola berusaha bersikap biasa seakan semua baik-baik saja, sementara mikel menatap nya seakan tak percaya harus bertemu lagi dengan si penguntit keras kepala ini, semua seperti sudah di atur oleh semesta.
"kamu kenal Tn.Mikel Albern? tanya Jendra kepada putrinya, tanpa ragu viola menjawab bahwa CEO muda tersebut adalah lelaki cabul yang menguntit nya di supermarket, ia juga mengatakan tak sengaja membawa dompet pria itu karena kesal, pernyataan itu tentu nya tak bisa di terima oleh pria kelahiran Aceh tersebut, seketika ia membantah dengan bahasa Indonesia yang fasih.
"Apa? mencabuli mu? Bukan kah kamu yang berniat seperti itu kepada ku?
sontak saja pernyataan itu membuat viola gemetar, bagaimana mungkin lelaki Asal Paman Sam ini mengerti apa yang ia katakan "kkkaaamu mengerti bahasa indonesia ???
"Aku sangat ingat, saat itu kamu menggoda ku bahkan sampai ke toilet dan bilang ingin menjadi kan ku PAC...."
"STOPPP.... "viola mencoba menghentikan perkataan pria 27 tahun tersebut, kali ini rasa malu nya telah berlipat ganda, seluruh wajah nya memerah, kedua kali nya viola harus menahan malu dengan menangis "HUWAAAAA" rengek nya sambil berlari meninggal kan ruangan.
"Astaga, anak itu benar-benar!!!, maaf kan putri ku, dia anak tunggal di keluarga kami jadi sedikit manja, walaupun begitu dia kesayangan kami, jadi aku meminta maaf atas nama putri ku"
Mikel menarik nafas panjang, seakan tak percaya keluarga kaya seperti Jendra awaji bahkan memiliki putri seperti viola, tak hanya nakal, ia juga memiliki pacar seorang copet, tak ingin membahas nya terlalu lama mikel memutuskan melupakan kejadian itu, "Anak-anak sekarang memang jauh berbeda dari mereka dulu, mengingat masa remaja mikel Albern sebelum menjadi diri nya sekarang, flashbac ke 10 tahun yang lalu dimana saat itu hidup nya baik-baik saja tanpa ada masalah.
...----------------...
bersambung...
siapa sih mikel Albern ini? yuk cari tau di episode berikut nya.