HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
31.MENYAKITI



Di sebuah ruangan,


seorang pria terikat rantai dengan wajah di penuhi luka lebam, ini lah resiko yang akan mereka terima jika melanggar peraturan dari lembaga berkelas internasional tersebut, selain identitas yang harus di sembunyikan, mereka juga di larang keras kembali ke masal lalu, itu sudah di tegas kan sebelum mereka masuk di keluarga Albern,


keluarga yang awal nya sangat hangat itu terpaksa menghukum keras putra angkat nya untuk bersikap adil, Mikel yang saat itu setengah sadar menoleh ke pintu masuk ruangan tersebut. tampak seorang wanita dengan gaun putih di tarik paksa memasuki ruangan, kepala nya di tutupi kain hitam, ia Meronta-ronta agar di lepas kan, namun kedua pengawal memegang nya dengan sangat erat,


"what are you doing?" tanya Mikel kepada ayah angkat nya, Roberto hanya diam tanpa mengatakan apa pun, segera berdiri dari duduk dan mendekati wanita yang kepala nya terbungkus kain hitam tersebut.


ia memegang sebuah pistol dan memutar-mutar benda itu di depan si wanita, MIkel semakin panik ia berusaha melepaskan diri dari rantai yang mengikat nya,


"please....don't do it" mikel memohon agar sang ayah tak melakukan apa yang ada di pikiran nya saat itu, dengan segera Robert membuka kain yang membungkus kepala wanita tersebut, membuat jefira seketika Terkejut melihat hal di sekitar nya, tepat di depan nya Mikel terikat dalam ke adaan terluka,


wajah wanita itu ketakutan dan berusaha melarikan diri, namun Sangat mudah bagi macan untuk menangkap seekor tikus di dalam ruangan.


ya, jefira berhasil di tangkap, tangan nya di ikat tali, ia di beri sebuah pistol yang sudah di isi peluru, begitu juga dengan Mikel, ia juga di berikan senjata yang sama,


"kill her" ucap Robert singkat, sontak saja kalimat itu membuat pria berdarah Aceh itu terkejut, ia tidak pernah menyangka Maslah yang di timbulkan jefira akan separah ini. sepenting itu kah privasi masa lalu nya sampai harus menghilangkan nyawa seseorang.


"No.. i can't do that" Mikel menolak, ia membuang jauh-jauh senjata yang Robert berikan, akhirnya Robert bejalan menuju jefira, ia mengatakan Kalimat yang sama kepada wanita itu,


'Kill him" perintah nya, jefira terlihat gemetar, ia ragu namun tak ada pilihan lain, dengan perlahan ia menodong senjata itu ke arah mikel yang sedang terikat, mata nya berkaca-kaca seketika mengingat perbuatan nya di masal lalu. ia juga pernah melakukan hal yang sama kepada kakak dari pria yang akan ia bunuh ini, dimana saat itu jefira mengetahui Dara sedang hamil anak Jendra, dan segera membuat rencana untuk membunuh nya,


di awali dengan memfitnah dara, mengatakan anak yang di kandung dara adalah benih dari lelaki lain, sontak saja membuat Jendra murka, mengatur pertemuan dengan wanita itu ditempat sepi, dara yang saat itu datang dengan sejuta harapan malah mereka sekap hingga pingsan, bahkan saat wanita itu sadar jefira menarik ke tepian jurang,


wanita itu sempat memohon di selamat kan kepada jefira, tapi ia malah Mendorong remaja itu hingga jatuh tersungkur, saat itu ia juga l, jefira mengakui telah membenci dara sejak awal, kehadiran nya telah membuat nya tak di lihat lagi, semua mata tertuju kepada Dara,


pikiran lah bagaimana sakit nya perasaan dara saat itu, pacar dan sahabat nya telah berencana untuk membunuh nya yang sedang hamil, tak ada siapa-siapa yang memihak nya saat itu, hingga akhirnya nya Mikel muncul dari belakang kedua orang itu, senyuman sang adik membuat nya ikhlas, bersamaan dengan itu....


DOARRRR".... sebuah tembakan telah di lepas kan untuk yang kedua kali nya.


...****************...


1 Minggu kemudian.


Di lain tempat ada viola yang sedang menunggu kepulangan sang suami, sudah 5 hari sejak pesan teks nya di kirim, masi belum ada balasan dari Mikel, ia rela bolak balik membuka Aplikasi WhatsApp hanya untuk menunggu pesan dari sang suami.


viola sangat gelisah, ia mondar-mandir di depan pintu kamar Sambil memegang ponsel milik nya, tindakan itu ternyata telah mencuri perhatian jendra,


wanita itu menggigit kuku nya sebagai bentuk ungkapan perasaan panik,


"Pi, Sudah 5 hari Mikel tidak ada kabar, viola khawatir, apa dia lupa sama kita?"


Jendra tertawa kecil, sambil mengelus-elus rambut panjang putri nya,


"Mungkin dia sedang sibuk-sibuknya mengurus Kantor, tunggu lah sebentar lagi" beberapa saat stelah Jendra mengucap kan kalimat itu tiba-tiba wanita itu menutup hidung nya.


"Howekkk.. wangi apa yang papi pakai, kenapa sangat aneh, howekkk.."


Jendra segera mencium aroma di tubuh nya, "ini adalah parfum melon yang biasa papi gunakan, kenapa? biasa nya kamu juga suka aroma ini" Jendra terheran atas tindakan viola, Namun wanita itu malah membalas pertu itu dengan senyuman,


"Hehe Apa ini bawaan ya Pi?"


"Bawaan? bawaan apa?" seketika Jendra membesar kan bola mata nya, ya apa yang ada di pikiran Jendra sama dengan pembaca, viola telah hamil 2 Minggu, namun hal itu belum di ketahui oleh Mikel Selaku ayah dari calon bayi tersebut.


"Mengapa tak memberi tahu nya? suami mu pasti akan sangat senang mendengar kabar ini" ucap Jendra bersemangat.


"aku sudah memberi tahu nya melalui pesan teks, namun belum di balasan sampai sekarang" wajah viola terlihat murung, sejujurnya nya ia sangat terpikir akan kalimat jefira yang mengatakan akan segera menikah di USA, surat warisan juga telah Mikel bawa, dan sekarang ia dalam ke adaan hamil, jika mikel Benar-benar pergi meninggalkannya. apa yang akan ia lakukan?


sudah lebih dari 5 hari pria itu tak m memberikan kabar, vioala benar-benar cemas, di saat seperti ini seharusnya mikel ada di samping nya,


...****************...


2 Minggu setelah kepergian mikel.


kring..kring..kring suara alarm menunjuk kan pukul 06:30 pagi, terlihat sebuah tangan menonaktifkan alarm tersebut.


viola duduk di atas tempat tidur dan meraih telepon milik nya, tetap masi belum ada balasan dari Mikel, viola sudah tak tahan lagi, ketidak pastian ini membuat nya semakin yakin dengan perkataan jefira,


perasaan itu membuat nya terbakar emosi, seketika membuat nya memikirkan cara agar bisa menyusul Mikel secara diam-diam ke Amerika. melalui sebuah aplikasi pesan tiket online, wanita itu berhasil membooking tiket dengan jadwal penerbangan 2 Minggu yang akan datang. keputusan nya sudah bulat, lebih baik mengetahui yang sebenarnya walaupun akan menya kan dari pada hanya menunggu tanpa ada kepastian. komitmen itu telah menjadi pedoman nya.


...----------------...


Bersambung....