HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
1.APA KABAR JENDRA AWAJI ?



"Klotak..klotak..klotak" seorang pria berjalan menyusuri bandara, setelan jas dilengkapi sepatu dan kacamata hitam yang ia gunakan membuat nya semakin mempesona, tatapan nya berfokus ke depan, dari sini terlihat jelas pria dengan tinggi 187cm ini adalah seseorang dari kalangan elit, seketika ia menghentikan langkah, menoleh jam di tangan kiri nya untuk memastikan waktu yang terpakai sesuai target,


waktu menunjukkan pukul 17:22 WIB, masi ada waktu 48 menit sebelum sampai ke villa, ia berniat ke supermarket terlebih dahulu untuk membeli beberapa setelan jas, karena di koper hanya ada baju olah raga dan T-shirt yang biasa ia gunakan saat di Amerika. ketika hendak melanjutkan langkah nya tiba-tiba.


"brugghh...seseorang menabrak bahu nya cukup keras, menyebab kan koper di tangan nya terlepas. seketika raut wajah pria bernama lengkap mikel Albern ini berubah, rasa kesal terlihat dari dua bola mata nya, ia menggretakkan jemari seperti siap untuk melakukan pertempuran.


mikel menoleh ke arah pelaku, terlihat seorang remaja pria dengan pakaian cukup Kumal, seperti gengster di gang-gang kecil, remaja itu berbalik menatap ke arah nya dengan raut wajah Terengah-engah


"I'm sorry" ucap nya sambil menunduk kan badan, sikap yang di tunjuk kan remaja ini sangat bertolak belakang dari penampilan nya, dia sangat sopan dan terlihat tulus meminta maaf, oleh karena itu mikel memilih membiarkan nya untuk kali ini,


"it's ok jawab mikel dengan nada datar, ia membungkuk untuk mengambil koper yang tadi nya terlepas, tiba-tiba sebuah suara yang menggelikan terdengar menggema di telinga nya.


"ayangggkkk, maaf ya gara-gara aku kamu harus kabur keluar negri, jaga diri baik-baik i love you so much....muchah..muachh ucap seorang remaja wanita yang masi lengakap dengan seragam sekolah,rambut nya panjang dengan poni dan seorang lagi berambut pendek, seperti nya teman dari pacar si gengster,


"aku pasti akan mati Karena merindukan mu sayang, aku janji akan pulang secepat mungkin, jaga diri dan jangan nakal-nakal disini balas remaja pria yang sempat berpapasan dengan mikel albern,


menyaksikan kejadian itu di depan mata nya, seketika mikel merasa mual, ia menutup mulut nya seperti akan muntah. ini kali pertama diri nya tiba di Indonesia setelah 10 tahun menetap di Amerika serikat, kesan pertama yang ia lihat malah hal-hal yang ia anggap sampah.


"huhh.. setelah 10 tahun ku tinggal, Negera ini telah menghasilkan banyak generasi sampah batin mikel menggerutu, ia menarik koper dan berlalu meninggal kan para remaja itu.


sementara para remaja itu masi asik mengobrol untuk mengucap kan perpisahan


"o iya ini dompet aku simpan aja buat jajan, aku berangkat dulu, jika keadaan mulai membaik aku akan kembali, ucap pria gengster seraya meninggal kan pacar nya,


kedua nya terlihat saling bersedih sementara teman di sampingnya hanya bisa menatap dengan tatapan ilfeel.


"huh lumayan dapat dompet ucap remaja berponi sambil mengangkat dompet pemberian pacar nya.


"lumayan apanya,!! berapa si, isi dompet dari gengster paling Rp.200.000an"


"haha santai aja kali sar, yang penting kan duit, yuk jajan"


stelah mendapat kan uang dari sang pacar kedua remaja itu menuju ke supermarket, di sana mereka bersenang-senang dan belanja sepuas nya, hingga Sarah si remaja berambut pendek menghentikan langkah ,


"brugghh".. viola menabrak punggung sarah yang lebih tinggi dari nya,


"aduh apaan sih Sar, kok berhenti?"


"ssssttt, coba liat di sale pakaian, Sarah mengarah kan kepala viola yang mungil ke Mikel Albern yang sedang sibuk memilih setelan jas.


"OMG ganteng banget ucap viola kagum, tak berpikir panjang ia mulai melangkah kan kaki berniat menemui si pria,


"ehhh mau kemana?? ucap Sarah sambil menarik tas viola yang lebih pendek dari nya


"samperin lah, masak di liatin aja, sayang tau, barang bagus ucap viola yang terkenal nakal dan memiliki banyak pacar gengster dan copet.


"udah lepasin tas gue, gak bisa gerakkk!!!


ini bukan kali pertama viola bersikap begitu, Sarah sangat paham karakter dari sahabat nya ini, selain manja viola juga sangat keras kepala, segala yang ia ingin kan harus terpenuhi, dalam hal ini viola tidak akan bisa di cegah, tak ada pilihan lain, sarah melepas pegangan nya dengan wajah pasrah, berharap Sahabat nya yang keras kepala itu tak membuat keributan.


ia berjalan mendekati mikel Albern, layak nya sudah sangat terbiasa melakukan hal ini, viola menyapa mikel tanpa rasa ragu,


"ehmm hai, aku viola usia 18 tahun, masi jomblo, viola mengulur tangan berniat berkenalan.


seketika mikel menoleh ke asal suara, seorang wanita mungil dengan jari-jari kecil mencoba berjabat tangan dengan nya, ia ingat betul dengan wajah ini, wajah remaja sampah yang memanggil pacar nya dengan sebutan ayanggkk, suara itu masi terngiang-ngiang di telinga mikel yang menyebab kan nya spontan berkata "RUBBISH?"(SAMPAH)


"ha? jawab viola bingung.


"om gak mau ya kenalan sama aku? tanya viola sekali lagi dengan nada menggoda.


mendengar kalimat itu mikel terhenti sejenak dari aktivitas nya, ia menatap remaja itu dengan ilfeel, sangat murahan dan terlihat bukan dari keluarga baik-baik. ia menarik nafas dalam-dalam kemudian melanjut kan aktifitas nya,


"bocah nakal ini benar-benar mengusik kenyamanan ku."gumam nya dalam hati.


namun viola tak menyerah, ia terus mengikuti pria berdarah aceh_portugis itu, layak nya penguntit yang berpengalaman viola mengikuti nya hingga ke toilet pria , hal itu membuat mikel terkejut tak percaya.


"Ghost......!!!!!!" mikel mencoba menenangkan diri dalam menghadapi remaja mungil di depan nya. Ia menatap ke arah viola dengan wajah serius,


"kenapa aku harus berhenti?? aku jelek banget ya?


ingat kata pepatah, jangan menilai sesuatu dari luar nya saja, aku beri tahu sebuah rahasia,


sejujurnya aku ini orang kaya, papi aku yang punya perusahaan properti terbesar di Jakarta, kalau kamu merespon ku dengan baik, mungkin aku akan mempertimbangkan kamu jadi pacar."


Mikel yang semakin terganggu oleh tingkah viola sudah kehabisan akal, remaja ini sangat keras kepala dan tidak bisa diatur, tak ada pilihan lain, mikel hnya bisa beranjak pergi tanpa mempedulikan kan omong kosong yang di katakan gadis itu. ia berlalu begitu saja meninggal kan viola.


...****************...


di kasir mikel mletakkan pakaian yang hendak ia beli,


"total RP.3.256.000 ucap sang kasir, tersenyum,"


mikel meraba-raba sakunya, berniat melakukan pembayaran, wajah nya seketika berubah saat mengetahui dompet nya tidak ada di mana-mana, ia ingat betul terakhir kali dompet itu ia letakkan di saku kiri nya,lalu........


mikel teringat remaja gengster yang tak sengaja menabrak nya di bandara, ya remaja itu berhasil mengambil dompet dari saku nya, wajah mikel berubah semakin kesal, hari ini terasa sangat sial, ia bahkan membiar kan copet kabur dari nya, namun ia menyadari pacar dari si copet kebetulan sedang menguntit nya.


mikel siap-siap untuk mengeluarkan kata-kata pedas yang sedari tadi ia tahan. namun sektika terhenti saat viola memilih membayar segala tagihan dan memberikan black card milik pribadi.


"eh.. tnggu mbak, kaya nya saya bayar cash aja"


viola teringat dompet yang di berikan sang pacar, saat dompet itu di keluar kan dari tas nya, mikel terkejut karna itu adalah milik nya namun berusaha tenang terlebih dahulu, Karena ia tau mata uang di dompet masi dalam bentuk $dollar,


benar saja viola terkejut, ketika melihat isi dompet di penuhi mata uang Amerika serikat, plus Vissa dari negara asing.


"eh gak jadi deh mbak bayar nya pakai kartu aja"


"no.no..just use the card jawab mikel Albern sambil meraih dompet dari tangan viola,


ia mengambil card dari dompet tersebut dan memasukkan pin yang sesuai, viola terkejut kaki nya gemetar, secara tak langsung menyadari kalau kekasih nya telah mencuri dompet itu dari pria yang sedang ia dekati, rasa malu memenuhi kepala nya, otak nya sudah tak bisa berfikir normal.


merasa sangat malu akan hal ini, remaja bertubuh mungil dengan poni ini menangis seperti anak kecil, berlari keluar dari supermarket sambil menutupi wajah nya.


mikel yang menyaksikan kejadian itu terlihat kebingungan, namun membuat nya menyadari satu hal, ternyata bocah nakal itu sangat imut dan juga lucu.


seketika sebuah senyum terukir dari pria percampuran aceh_portugis ini.


...****************...


saat tiba di villa mikel mengambil ponsel dan melakukan panggilan dengan rekan bisnis nya di indonesia,


"hallo mr.jendra awaji? i'm mikel Albern from Amerika, coincidentally today i'm in indonesia maybe tomorrow i Will visit the office just to have a look, so just rilex"


halo tuan Jendra awaji?


aku mikel Albern dari Amerika, kebetulan hari ini sudah tiba di Indonesia, mungkin besok aku akan kesana, cuma sekedar jalan-jalan,jadi santai saja


"oh my God, are you serious?, why did't tell me "


ya Tuhan, kamu serius? mengapa tidak memberi kabar dahulu


"it's ok, i Will sleep now, so gdnight mr.jendra"


gak apa-apa, sekarang aku sudah mau tidur dan selamat malam pak jendra


mikel mengakhiri panggilan, seketika tatapan nya menajam di ikuti dengan senyum sinis di wajah nya.


"aku sangat penasaran, apa dia makan dan tidur dengan enak selama 10 tahun ini, batin mikel berkata berkata,


...----------------...


bersambung...


Hmmmm... mikel Albern memang di penuhi misteri, apa yang akan dia lakukan setelah bertemu rekan bisnisnya,? tunggu di episode 2 yahh!!