
Jefira memegang secangkir teh jahe di tangan kiri nya, berjalan perlahan mendekati pria yang penuh misteri itu,
"Kesepakatan apa yang kamu ingin kan dari ku?" wanita itu berkata dengan penuh rasa penasaran,
"Simple saja, pertama rahasiakan masa lalu seorang Mikel Albern dari siapa pun, ke dua jangan ikut campur dengan segala urusan ku, dan yang terakhir jauhi viola"
mendengar ada nama viola di kesepakatan yang Mikel buat sontak saja mebuat Jefira menjadi kesal, mengapa ada nama gadis itu, sudah sangat jelas pria ini sedang berusaha melepaskan diri dari nya dan berniat kembali ke Putri dari Jendra awaji tersebut.
jefira berusaha tetap tenang dan berpura-pura tak mempermasalahkan isi dari kesepakatan itu, namun ia juga mengajukan sebuah permintaan, di mana Mikel tak boleh kembali atau menemui viola ke Indonesia, jika permintaan itu di setujui maka kesepakatan telah menjadi sah.
permainan itu tentu saja mikel bantah, ia tak pernah berniat meninggalkan negara dan istri nya, ia balik mengancam jefira dengan mengatakan dirinya bukan siapa-siapa saat ini, jika ingin baik-baik saja seharusnya ia tak perlu angkuh dan besar kepala.
namun jefira tetap bersikeras dengan alasan jika ia tak bisa memiliki pria itu maka tak ada yang boleh memiliki nya termasuk viola, sebuah keputusan yang sangat egois, dengan kesal mikel kembali mengambil surat wasiat dan memasukkan nya ke tas.
"Aku beri kamu kesempatan satu Minggu untuk memikirkan nya" pria itu berjalan menuju pintu keluar yang kemudian di ikuti oleh sahutan jefira,
"Kamu tidak perlu repot-repot memberikan ku kesempatan, karena Jawaban ku akan tetap sama" ucapan itu membuat langkah nya terhenti, ia membalik kan badan menatap wanita yang masi memegang gelas teh tersebut.
"Apa sebenarnya yang kamu mau?, bukan kah tujuan awal mu adalah harta?"
"Itu dulu, tapi setelah bertemu dengan mu, tak ada hal yang aku ingin kan di dunia ini, kecuali kamu"
"Jangan bermain-main dengan ku, aku sudah cukup baik karena membiarkan mu selama ini" mikel Mulai meradang ia melonggarkan dasi yang terasa mencekik leher nya, namun wanita itu tetap kekeh dengan keputusan yang ia buat, ia tidak akan melepas kan mikel bersama wanita yang kini telah menjadi isteri dari pria itu.
kedua nya saling bersikeras dengan keputusan masing-masing, tak ada kesepakatan yang terjadi, akhirnya Mikel beranjak dari hotel dan meninggalkan jefira, bersamaan dengan kepergian pria itu jefira mulai meluapkan emosi yang sedari tadi ia tahan, ia membanting segala yang ada di kamar tersebut, tak cukup disitu juga menganjurkan beberapa perabotan mahal milik hotel,
sekarang apa lagi yang bisa ia lakukan, mikel lebih memilih viola dari nya, dalam situasi kacau tiba-tiba sebuah bisikan seakan membuat nya tersadar, ia meraih ponsel di dar sofa dan mulai melakukan panggilan kepada viola, wanita itu memulai percakapan dengan omong kosong yang telah ia rencanakan.
"Halo viola sayang, bagaimana kabar mu? sejujurnya Aku sangat kasian dengan mu, karena sebentar lagi aku dan mikel akan bersama", tak ingin terperdaya lagi viola menepis ucapan itu dengan kalimat cemoohan,
" Oh ya?,, ouu Sanga luar biasa, jika ia berniat menikahi mu mengapa dia terlihat begitu mencintai ku, kami bahkan telah melakukan program untuk kehamilan"
"Oh ya, lalu mengapa dia kembali ke Amerika dengan membawa seluruh kekayaan ayah mu kepada ku?, apa kamu pikir dia melakukan nya tanpa sebab?" kalimat itu berhasil menurunkan ke angkuhan viola,ia segera mengakhiri panggilan dan mulai menuju lemari tempat Surat wasiat itu di simpan, benar saja benda itu sudah tak ada di mana-mana, wajah wanita itu seketika berubah cemas, apa kah mikel menghianati nya lagi? semua akan terjawab saat mikel kembali dari USA, namun jika hal yang di katakan jefira adalah benar takkan ada maaf lagi untuk Mikel. hal tersebut sudah ia tetap kan mulai saat itu juga.
...***********...
Di lain tempat Mikel sedang menikmati kopi bersama Robert, ia berbincang membahas proyek, ayah dan anak itu terlihat akrab, di sela keseriusan tak lupa menyertakan beberapa candaan di dalam nya, sesekali mereka tertawa kecil akibat candaan tersebut. namun siapa sangka kehangatan itu suatu saat akan berubah menjadi petaka bagi MIkel Alebern.
Bermula dari jefira yang mulai bertindak nekat, ia mendatangi keluarga elite itu seorang diri, berbekal kan informasi dari internet ia berhasil menemukan rumah dari keluarga Albern yang sejati nya sangat bersifat privasi.
sontak saja kehadiran wanita itu mengundang tanda tanya besar di Albern's club, dimana hanya orang-orang tertentu yang bisa mengunjungi tempat itu.
kini ancaman jefira bukan lagi omong kosong, melihat keluarga baru dari Cak Nawi Banta ia menjadi semakin tertarik untuk memilik lelaki kelahiran Aceh tersebut. kali ini jefira tak main-main lagi, ia langsung saja memperkenalkan diri sebagai masa lalu mikel, tanpa mengetahui konsekuensi dari Kalimat sederhana itu.
Di pikiran wanita itu, pengakuan tersebut akan mampu membawa nya ke pelukan MIkel, namun semua jauh dari harapan, secara tak langsung ia telah mengungkap pelanggaran yang mikel lakukan.
Robert terlihat begitu tenang, ia bahkan mempersilahkan jefira duduk dan ikut mengopi bersama, sementara mikel yang telah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya terlihat tegang, ia tak berani mengangkat kepala dan selalu menunduk ke bawah, tak sepatah kata pun keluar dari mulut pria itu,
"Lalu ada berapa orang yang tahu identitas Mikel?" tanya pria pendiri lembaga ilegal yang bersifat privasi tersebut, dengan Santai jefira mengakui dia adalah satu-satunya yang mengetahui hal tersebut, Robert menarik nafas lega, dan dengan segera mengundang jefira datang kembali untuk maka malam.
setelah undangan itu ia ucap, Robert beranjak pergi seraya menatap Mikel. tatapan yang sederhana namun memiliki arti khusus bagi setiap anggota dari Albern club', mengerti akan kode itu dengan segera mikel ikut menyusul sementara Jefira di pandu keluar oleh para bodyguard.
...***********...
waktu menunjukkan pukul 19:21 PM. Amerika serikat, jefira yang tak mengerti apa-apa segera bersiap menggunakan gaun terbaik nya, "Ini akan menjadi makan malam paling bersejarah di hidup ku" batin nya berangan-angan, sementara di lain tempat mikel terlihat sedang di beri hukuman atas Pelanggaran yang ia lakukan, wajah nya di penuhi luka memar, kedua tangan nya di rantai menggunakan besi, ini lah resiko yang akan mereka terima jika melanggar peraturan dari lemabaga berkelas internasional tersebut, dalam proses peradilan itu melibat kan 3 orang pelaku, diantara nya Robert Albern dan 2 bodyguard lain nya, lalu bagaimana dengan Jefira? t
tak ada yang bisa menebak sanksi apa yang akan ia terima.
...----------------...
Bersambung...