HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
16.MARRY ME



Hari ini suasana pagi di Jakarta cukup cerah, Mikel bangun dari tempat tidur, seperti biasa rambut nya sangat berantakan, mata nya masi setengah terbuka jalan nya sempoyongan menuju kamar mandi, aneh nya pria ini tetap saja masi terlihat tampan, membuat setiap yang melihat nya akan percaya bahwa pangeran di dunia modern itu benar-benar ada.


dalam ke adaan setengah sadar ia menoleh ke pintu kamar mandi, sesosok wanita tergambar di mata CEO muda ini, seketika ia menggosok kedua bola mata nya untuk memasti kan ia tak sedang berhalusinasi, mengapa ada viola depan kamar mandi nya, mereka bahkan sudah putus, tapi sekarang ia malah melihat wajah ini.


Mikel berjalan menuju sosok yang tak asing itu dan tanpa ragu mencubit pipi nya, karena tak ada respon dari sosok tersebut mikel menghela nafas panjang,. "ternyata hanya halusinasi ku saja, dia bahkan sudah memutus kan ku" pria itu berkata-kata sambil membalikkan badan berniat kembali ke tempat tidur, di saat bersamaan sebuah suara menjawab dialog yang ia ucap.


"Apa kamu benar-benar ingin putus dari ku sialan?"


mikel membuka mata nya lebar-lebar, dan menatap wanita di depan kamar mandi, ia tak bisa percaya wanita itu benar-benar ada di villa ini.


"Ghostt!!!!!!, aaaaapa yang kamu lakukan disini?" mikel terlihat begitu kaget , tangan kanan pria itu menyentuh dada nya dengan mata yang membesar membuat nya terlihat begitu imut.


Kedatangan viola cukup membuat nya tak habis pikir, mengingat bagaimana ia memperlakukan viola tadi malam, rasa nya sangat mustahil membuat nya kembali, wanita ini benar-benar memiliki banyak hal tak terduga. pertemuan kedua nya berlangsung sangat hening bahkan setelah setengah jam berlalu viola hanya duduk di ranjang milik priia 27 tahun itu, ia bahkan tidak menyentuh buah-buahan yang terhidang di atas meja kamar nya.


"Em, apa kamu punya kembaran?" mikel mencoba memulai percakapan di hening nya sebuah pertemuan,


"Apa itu penting untuk kamu ketahui?"


"Tidak juga, aku hanya ingin memastikan yang semalam menemui ku bukan kembaran mu, rasa nya akan mustahil untuk kamu kembali setelah kejadian semalam"


Viola menoleh wajah pria yang rambut nya masi berantakan itu, baju tidur yang ia gunakan terlihat begitu kekanak-kanakan dengan kombinasi garis berwarna putih dan pink, perlahan ia mengangkat pisau buah yang sedari tadi ia genggam.


"Menurut mu Pisau ini bisa menembus jantung manusia atau tidak?"


wajah mikel terlihat sedikit panik menyaksikan tingkah viola,


"Hei jangan bermain-main dengan benda itu kamu bisa terluka, letakkan itu di atas meja"


viola dengan sengaja mengacungkan pisau tersebut tak jauh dari wajah pria percampuran aceh-portugis tersebut, seperti sedang berusaha membuat nya ketakutan, "Aku masi ingin bermain-main dengan nya sebentar lagi" ucap viola sambil melenggak-lenggok kan benda itu di dada kekar milik Mikel.


Mikel mencoba memberinya peringatan sekali lagi, "aku bilang letakkan itu di atas meja" sepertinya ucapan itu tak ditanggapi dengan serius oleh viola ia terus saja memain kan benda tersebut di dada pria asal Amerika serikat tersebut, merasa sudah cukup memberi peringatan mikel segera menggenggam mata pisau tersebut seraya menatap mata viola, "sudah ku katakan letak kan benda ini di atas meja" dengan wajah terkejut viola membuka mulutnya lebar-lebar, mata nya terbelalak menatap ke arah tangan Pria itu, tampak darah segar mengalir membasahi jemari nya membuat viola perlahan melepaskan pegangan nya dari pisau tersebut.


Pria yang telah 2 tahun menjadi bodyguard berkelas internasional ini meletakkan pisau itu ke meja dan segera menuju kamar mandi untuk mencuci tangan nya yang berlumuran darah, Ekpresi pria itu sangat datar seperti sama sekali tak merasa sakit. sementara viola terlihat syok, wajah nya dipenuh rasa bersalah, ia sama sekali tak bermaksud melukai orang yang ia kagumi itu, namun akibat keras kepala nya Ia telah melukai Mikel Albern.


...**********...


Mikel keluar dari kamar mandi menatap gadis yang masi terlihat terkejut itu, ia duduk di ranjang tanpa berani berkata apa-apa, mata nya menatap kosong tetesan darah yang berserakan di lantai, bersamaan dengan itu mikel menghapus noda darah membuat pikiran kosong nya terhenti


"A..apa itu me nyakitikan?"


"Yang kamu rasakan semalam jauh lebih me nyakit kan di banding ini, anggap saja ini balasan karena telah membuat hati orang yang aku cintai terluka" ucapan itu mengalir begitu saja dari bibir pria 27 tahun tersebut, membuat viola tak kuasa berlama-lama mempermasalahkan kejadian semalam.


"Maaf kan aku, kamu terluka karena kecerobohan ku"


"Aku melakukan nya atas kemauan ku, bukan karena kecerobohan mu" mikel mencoba tak menyalah kan remaja 18 tahun itu, tanpa ragu lagi viola mencari kotak p3k dari kamar pria tersebut dan segera mengobati tangan mikel yang memiliki bekas goresan cukup dalam. keadaan itu telah membuat kedua nya kembali berbaikan dan sepakat melupakan kejadian semalam.


...****************...


Di kantor,


disaat itulah momen dirinya berada di puncak, tak puas Sampai di situ Jendra juga harus merasakan bagaimana sakit nya ketika orang yang ia kasihi harus terluka, kali ini Mikel telah menargetkan viola, putri tunggal dari keluarga tersebut, dimana ia berencana menghamili gadis 18 tahun itu kemudian menghilang begitu saja bagai di telan bumi. Ini lah rencana yang telah lama mikel persiapkan, terlihat sangat kejam namun ini adalah balasan yang pantas setelah penantian nya selama 10 tahun.


pemikiran nya tentang hal itu menciptakan perasaan senang di hati nya, diri nya tersenyum sendiri saat meeting masi berjalan, semua mata menatap tingkah nya yang tertawa dan tersenyum bagai seseorang yang sedang jatuh cinta, hingga sebuah suara menyadar kan nya "Bagaimana menurut anda Tuan Mikel Albern?"


CEO asal Amerika itu menatap di sekeliling, tampak semua mata tertuju ke arah nya untuk menantikan sebuah keputusan, "Maaf hari ini aku kurang fokus seperti nya meeting kita lanjut kan besok saja" ucap nya menyelamatkan diri, sesuai instruksi dari pria 27 tahun tersebut meeting pun berakhir.


...****************...


Di lorong kantor jefira berjalan sambil mengendap-endap seperti sedang mencari sesuatu, hingga mata nya terhenti di seorang pria, ya dia Mikel Albern, "aku harus menanyai nya tentang ancaman viola semalam" wanita 29 tahun itu menarik tangan mikel dari sebuah lorong yang cukup sepi.


"Sttttt, ada yang ingin ku tanya kan pada mu"


"Baiklah,katakan apa yang ingin kamu tanyakan"


"Apa kamu memberi tahu viola tentang hubungan kita sebelumnya?"


menyikapi pertanyaan itu mikel tersenyum arogan yang membuat jefira semakin curiga Mikel Albern lah biang kerok dari Maslah yang ia dapatkan.


"Sudak ku duga kamu yang melakukan nya, apa sebenarnya yang kamu mau, apa kamu masi menyukai ku"


"Nona Jefira, perlu kamu ketahui aku tidak memberi tahu nya lebih dulu, bukan kah kamu yang secara terang-terangan mengaku kita pernah tidur bersama kepada viola?"


"Aku hanya mengatakan kebiasaan mu sebelum berhubungan, bukan apa yang kita lakukan"


"Menurut mu ada manusia yang tahu kebiasaan pasangan **** nya tanpa melakukan nya terlebih dahulu?" Mikel berlarlalu sambil memperbaiki jas nya yang sedikit kusut, kepergian nya sekaligus memperjelas tindakan jefira semalam, ya secara tak langsung ia telah mengakui perbuatan nya kepada viola, bagaimana dia bisa se ceroboh itu, menimbulkan Maslah yang seharusnya tak pernah ada.


Di sisi lain hari kelulusan viola semakin dekat, membuat nya mulai memikirkan akan ke perguruan tinggi mana nantinya, tak ingin memutus kan nya sendiri ia menemui kekasihnya nya untuk meminta pendapat,


"Menurut mu sekolah mana yang cocok untuk ku?"


"Mungkin MIKU university cocok untuk mu"


"Miku university?, dimana itu aku baru mendengar nya"


"Tentu saja kamu baru mendengar nya, karena itu hanya terbuka untuk mu"


"Apa ada universitas seperti itu"


"Tentu saja ada, universitas Menjadi Istri KU, mari kita menikah saja Anastasya viola awaji?"


viola terkejut dengan ungkapan pria tersebut, ia seakan tak percaya kalimat itu Mikel katakan seperti sebuah lelucon, namun cincin yang ia bawa cukup membuktikan diri nya tak sedang bercanda.


...----------------...


Bersambung.....


kalau seandai nya viola itu kamu, sekolah apa nikah muda ni bestie 😌?