
kembali ke ingatan mikel 10 tahun yang lalu, awal mula diri nya masuk ke lingkaran hitam.
Dara masi berusia 18 tahun dan Mikel yang baru memasuki 16 tahun, bagaimana mereka akan menjalani hidup?, sebuah musibah sangat mempengaruhi kehidupan mereka, bahkan dara terpaksa menjadi tukang cuci keliling, sementara banta alias Mikel membantu para pedagang di pasar.
Hari ini banta bekerja dengan seorang pedagang sayur yang mengharuskan nya mengangkat beberapa karung sayuran, wajah dan tubuh nya di hujani keringat, namun hal itu sama sekali tak membuat nya terlihat dekil, justru menambah aura ketampanan pria yang yang baru akan berusia 16 tahun tersebut, hal ini menarik perhatian seorang pria paruh baya yang mengaku sebagai pemilik tanah di pasar.
"Kamu sangat tampan, kenapa tidak ke jakarta?, padahal wajah seperti ini akan mudah menghasilkan uang di sana" gumam nya sambil menatap kagum lelaki yang usia nya belum genap 16 tahun itu, Namun Banta menolak halus saran tersebut, ia beralasan tak memiliki modal apa-apa untuk kesana, di tambah ada sang kakak yang saat ini hidup bersama nya, mereka akan baik-baik saja jika selalu bersama.
"Tempat ini terlalu kotor untuk mu, jika kamu mau aku punya kenalan di jakarta, nama nya Tante Siska, akan ku berikan alamat nya, bagaimana?" pria itu mencoba meyakini Banta, ia bahkan menjanjikan kehidupan mereka sebelum keduanya mendapat pekerjaan, sekali lagi pria percampuran aceh-portugis ini menolak nya dengan semyum, ia merasa tak ingin membebani orang lain akan kesusahan nya, lagi pula selagi memiliki kemauan bekerja, Aceh adalah tempat yang cukup mudah menghasilkan uang.
Setelah berbincang cukup lama, pria yang merasa prihatin akan kehidupan remaja 16 tahun itu memberi selembar kertas yang telah ia gulung, karena merasa tak enak menolaknya Banta menerima gulungan sambil beranjak meninggal kan pria tersebut.
...****************...
Setiba nya dirumah ia kembali di kejutkan oleh kerumunan warga di halaman rumah nya, tanpa berpikir panjang pria 16 tahun tersebut berlari menerpbos memasuki kerumunan bersamaan dengan itu terlihat kakak nya menangis dalam keadaan berantakan.
"mbak..!!! mbak dara kenapa?, banta memeluk kakak nya sambil menatap ke wajah-wajah yang telah membuat kakak nya menangis.
"Hei nak, kakak mu ini bukan wanita baik-baik, dia menggoda para suami disini" ucap salah seorang warga yang mengaku telah menjadi korban, ia juga memprovokasi warga lain untuk memojokkan kakak beradik tersebut dengan mengatas namakan Aceh memegang teguh etika dan sopan santun, jika dara telah dianggap melanggar norma-norma maka ia harus pergi dari kota dengan julukan serambi Mekah tersebut.
merasa tak ingin pergi dari kota kelahirannya dara mencoba menjelas yang sebenarnya nya terjadi, ia mengatakan diri nya lah yang menjadi korban, sejujurnya ia selalu di goda karena dianggap tak memiliki tempat untuk berlindung.
"Lihat lah bagai mana lidah ular berdalih, kamu berbuat namun berbicara seolah suami ku yang bersalah, bukan hanya satu orang, tapi para istri yang lain juga mengeluh akan perbuatan mu, enyah lah dari sini teriak wanita paruh baya memprovokasi warga lain nya.
Suasana semakin riuh memojok kan mereka berdua, tanpa membantah lagi mereka beranjak dari duduk dan keluar melewati kerumunan warga yang menyoraki mereka, penderitaan seakan mengantri untuk menemui keduanya, masalah silih berganti terus mengalir tanpa henti, ntah kejutan apa yang Tuhan persiap kan sehingga ujian yang di berikan terasa sangat berat.
Di tepi laut Dara dan Banta duduk merenungi nasib, di saat kedua nya sudah benar-benar pasrah secara tak sengaja banta melihat gulungan kertas di tangan nya, bertulis kan alamat lengkap tante Siska dan juga beberapa lembar uang. seketika banta menatap kosong ke arah laut.
"Mbak.. kita ke Jakarta aja yuk??
"Bicara apa kamu wi, ke Jakarta ngapain. kita tidak punya apa-apa, untuk kesana kita perlu modal banyak. (Nawi adalah panggilan dara kepada adik nya)
Banta menggeleng pelan kepala nya sambil menunjuk kan secarik kertas dan uang di tangan nya.
"ini modal kita mbak, saat di pasar ada yang bilang aku sangat tampan, dan ketampanan adik mu ini akan menghasil kan uang disana" ucap banta menggoda kakak nya.
seketika dara tersenyum mendengar canda kecil dari adik nya itu. cukup membantu untuk memperbaiki suasana hati nya yang sedang kacau.
...****************...
Dua hari setelah nya mereka berangkat ke Jakarta dan mendatangi alamat yang mereka bawa, benar saja tante Siska menyambut kedatangan mereka dengan sangat baik seakan sudah di beri tahu sebelum nya, ia juga mengenali dara dan banta dengan baik.
"saya tahun ini naik kelas XII Tante,"
"Dan kamu yang tampan, sudah kelas berapa?" tanya Tante Siska sambil tersenyum penasaran.
"tahun ini kelas XI tan." jawab banta sangat datar.
"Okey, berhubung kalian adalah titipan dari adik ku yang di Aceh, aku akan merawat kalian seprti anak ku sendiri, jangan sungkan, jika perlu sesuatu katakan saja, dan satu lagi besok kalian sudah bisa ke sekolah karna Tante udah daftarin kalian sehari yang lalu, kebetulan dara dan putri Tante satu angkatan, mungkin kalian bisa berteman baik."
...****************...
(putri dari Tante Siska)
Brernama lengkap Jefira sakieb, remaja metropolitan yang amat modern, pergaulan anak Jaksel yang bebas telah melekat di diri nya, tidak bisa diatur dan keras kepala, sangat kebetulan seumuran dengan dara, siapa sangka hubungan nya dan dara menjadi baik dengan sangat cepat.
Hari-hari berlalu begitu saja, sudah sebulan mereka di Jakarta, kehadiran jefira melengkapi kekurangan dari kakak beradik ini layak nya saudara sendiri ketiga nya telah menjalin hubungan yang cukup dekat.
...****************...
Jika mengingat kejadian ini Mikel seakan menyesali keputusan nya, andai saat itu ia memilih menetap di Aceh, pasti konflik seperti ini tidak akan terjadi di kehidupan nya, namun nasi sudah menjadi bubur, ia sudah memulai dan tak boleh berhenti begitu saja, dan konflik baru telah muncul dimana jefira telah mengetahui identitas diri nya.
Kali ini Mikel tidak akan bermain santai lagi, ia harus fokus dengan rencana awal, yaitu menghancurkan keluarga Jendra Awaji, si manusia berhati iblis, target nya sekarang adalah jefira, ia terpaksa harus berpura-pura memihak wanita tersebut dan mengikut sertakan nya dalam permainan ini.
...****************...
Di kantor
tok...tokk. sebuah ketukan menyadarkan mikel yang sedang kacau, ia berjalan ke arah pintu dan melihat istri muda dari Jendra telah berdiri tepat di depan nya,
"Hai Banta ku, apa kamu tidak merindukan aku?" ucap nya menutup kembali pintu ruangan, sementara Mikel mulai menunjukkan keahlian nya, yaitu berpura-pura seolah menjadi yang paling mencintai, ia merangkul pinggang wanita itu dan menggendong nya ke atas meja,
"Aku telah menunggu mu selama 10 tahun, dan kamu masi bertanya tentang rindu ku?" ia menatap wanita yang saat itu berposisi duduk di atas meja kerja nya,
sementara Jefira yang mendengar kalimat itu menjadi tersipu malu, Terlalu mudah bagi Mikel untuk meyakinkan jefira, terlepas dari itu fakta bahwa jefira lah ciuaman pertama nya menjadi alasan utama mengapa jefira sangat mempercayai perasaan mikel untuk nya.
Ia merasa Lelaki polos 10 tahun yang lalu tak banyak mengalami perubahan, namun kenyataan nya pria itu telah berubah menjadi macan yang sedang berkamuflase.
...----------------...
Bersambung....