HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
5.WHO IS MIKEL ALBERN PART 2



keesokan hari nya suasana pagi cukup cerah, waktu yang pas untuk mengobrol, kejadian semalam cukup menganggu pikiran banta, ia merasa harus menjelaskan ke kakak nya apa yang sebenarnya terjadi,


Namun dara belum terlihat keluar dari kamar, karena merasa sangat perlu untuk berbicara banta memutuskan mendatangi kamar sang kakak, ia mengetuk pintu berkali-kali tetapi selalu tak ada jawaban, sangat tak biasa nya dara bersikap seperti itu membuat nya penasaran dan perlahan membuka pintu, terlihat suasana kamar sangat sepi, pria 18!tahun itu mencoba memanggil kakak nya sekali lagi namun tak menemukan sang kakak di kamar.


"kemana ya, apa sedang lari pagi? gumam banta penasaran,


banta berniat kembali menutup pintu tapi tiba-tiba hp dara berdering, hal itu membuat ia semakin penasaran, tak biasa nya sang kakak meninggal kan ponsel milik nya begitu saja, tadi nya banta hanya akan mengabaikan panggilan tersebut namun sebuah notif muncul di layar atas ponsel memperlihat kan isi pesan dari Jendra, tanpa ragu ia membuka isi pesan tersebut,


pesan itu secara tak langsung memberi tahu nya bahwa kakak nya hamil 2 bulan dan sedang berjuang meminta pertanggung jawaban dari jendra, namun Jendra malah meminta dara segera menemui nya ke suatu tempat yang cukup jauh dari keramaian, merasa semua sedang tak baik-baik saja banta segera bergegas menuju alamat yang di maksud.


Lokasi itu adalah jalanan sepi yang di kelilingi jurang, ketakutan banta semakin besar ia berusaha secepat mungkin untuk tiba disana, sepanjang perjalanan ia hanya memikirkan sang kakak, kepala nya di penuhi rasa khawatir, bagaimana pun dara adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki, banta sangat menyayangi kakak nya sejak mereka masi kecil,


setiba nya di sana ia berlari menyusuri jalanan dengan mata berkaca-kaca, hingga akhir nya terlihat sebuah mobil hitam terparkir di ujung jalan banta Manarik nafas lega saat melihat sang kakak berdiri sambil tersenyum ke arah nya di depan sang kakak terlihat dua orang pria dan wanita yang berposisi membelakangi diri nya, ke khawatiran remaja 16 tahun itu perlahan menghilang, sang kakak terlihat baik- baik saja dan segera berjalan perlahan untuk menghapiri kakak tercinta nya namun.....


"DOARRRR".... sebuah tembakan mendarat di dahi Dara, ya Jendra melakukan nya, ia membunuh wanita yang sedang mengandung anak nya,


Banta yang menyaksikan itu tepat di depan mata seketika terdiam kaku layak nya merasa kan kesakitan yang di rasa kan dara, ia tak mampu melangkah, sekujur tubuh nya gemetar membuat diri nya tergeletak lemah di tumpukan dedaun liar.


mata nya tak bisa lepas dari kepala sang kakak yang telah bersimbah darah, dengan sisa tenaga yang di miliki dara perlahan meletak kan telunjuk di bibir nya, seakan mengisyaratkan diri nya untuk tetap diam di sana, sesaat setelah itu dara menghembus kan nafas terakhir.


"Apa dia sudah mati?"


"Aku menembak tepat di bagian tulang kepala nya,seharus nya sudah mati"


"Pasti kan lagi, beri dia tembakan sekali lagi ucap wanita yang ada di sebelah Jendra"


benar saja tanpa ada rasa iba atau bersalah sebuah tembakan mendarat sekali lagi di kepala remaja 18 tahun tersebut. ini adalah pembunuhan ter sadis yang pernah banta lihat,


Dari saku nya Jendra mengeluarkan sapu tangan dan mendorong mayat dara ke jurang, setelah mayat itu jatuh bersama sapu tangan milik nya ia segera meninggal kan tempat tersebut.


Namun wanita di sebelah nya masi berdiam diri dengan tatapan kosong ke dasar jurang, seakan puas akan kematian dara.


"Begini akibat nya jika kamu bermimpi terlalu tinggi" gumam nya seraya beranjak dari tempat itu, di sisi lain Banta tak bisa melihat wajah wanita itu namun ia sempat mendengar Jendra memanggil nya dengan sebutan jesey, Nama itu akan ia ingat selalu di pikiran nya bahkan sampai ia mati.


Seperti sudah kehilangan separuh nyawa nya, banta merentangkan kedua tangan bersiap untuk menyusul sang kakak, namun niat nya terhenti saat sebuah sapu tangan bertulisan Jendra awaji melayang tepat dihadapan nya, banta tersadar akan kebodohan yang ingin ia laku kan, apa guna nya mati jika mereka masi bisa hidup dengan tenang.


Dengan segera remaja 16 tahun itu melaporkan kasus pembunuhan ke kantor polisi berbekal kan sapu tangan milik Jendra.


memastikan kesaksian banta 3 helikopter di kerah kan ke lokasi dan kurang dari 2 jam setelah nya mayat dara berhasil di temukan yang membuat media berlomba-lomba menyiarkan kasus pembunuhan tersebut.


kejadian ini sangat viral dengan tema pengusaha kaya berhati iblis, membuat ketenangan Jendra Awaji cukup terganggu.


Dengan bukti-bukti yang ada akhirnya polisi bisa memproses pengusaha properti terbaik di Indonesia tersebut.


...****************...


Sehari setelah kematian sang kakak, Banta mencoba mengikhlaskan kepergian nya walaupun terasa begitu berat, ia merasa satu-satunya alasan utnuk bertahan hidup telah sirna, kini ia hanya akan hidup tanpa ada tujuan.


sesat setelah nya tiba-tiba ponsel milik banta berdering, memperlihat kan panggilan dari kantor polisi yang meminta nya kembali memberi kesaksian, seketika sejuta pertanyaan tergambar di kepala nya mengapa tiba-tiba ia harus bersaksi di saat semua telah selesai? apa Jendra memiliki kesalahan lain yang baru terungkap? kesaksian apa lagi yang polisi ingin kan dari nya?.


...****************...


Di kantor polisi


"Apa ada bukti yang kurang? kesaksian apa lagi yang harus saya berikan untuk pria tak berhati itu?"


"Nak, kamu bersaksi sebagai tersangka atas pembunuhan dan pencemar nama baik"


Sangat tak masuk di akal, bagaimana seorang saksi bisa menjadi tersangka di kasus ini, semua seakan telah diatur sedemikian rupa, Banta tak mampu lagi menahan emosi kemudian melayang kan sebuah tinju ke wajah Jendra, dengan menggila ia meneriaki jendra.


"Per***an kamu, sangat menjijikan, Jendra brengsek mati lah kamu dengan dosa-dosa mu, biadab" Beberapa polis terlihati kesulitan mengamankan kan remaja yang mulai menggila itu,dan dengan sangat terpkasa membius nya.


...****************...


Sudah 3 hari berlalu banta tidak pernah menyentuh makanan, ia hanya berdiam di sudut jeruji besi tanpa mau menemui siapapun bahkan Tante Siska dan jefira, hidup nya terasa sudah berakhir namun di saat bersamaan secercah harapan telah memberi nya kesempatan, dimana sepasang suami istri asal luar negri mengunjungi nya di penjara, wajah asing yang sama sekali tak ia kenali, namun satu hal yang terlihat jelas, mereka terlihat begitu mengagumi sosok nya.


"Hello ,apakah kamu tuan cak Nawi banta?"


"ya itu saya!"


"Oke baiklah, saya Robert Albern dan istri saya Natalie Albern, kami dari Amerika serikat kesini untuk menjemput kamu" banta terheran, mengapa tiba-tiba ,siapa orang ini? kenapa aku di jemput oleh mereka?


"Baiklah, sebelum nya maaf apa kita saling kenal?"


"Mungkin kamu tidak tau siapa kami, tapi kami tau siapa kamu, seseorang telah mengirim data mu dan menjual nya ke kami, mungkin jika aku katakan Siska kamu akan mengenali nya?, tadi nya siska salah satu mitra saya yang ada di Indonesia, namun 4 bulan belakangan dia sangat susah di hubungi jadi kami memutus kan kesini dengan sendiri nya"


"maksud nya menjual? apa Tante Siska memperdagang kan saya?"


"Kurang lebih seperti itu, aku mendengar kamu mengalami sedikit musibah, jadi aku akan mencoba membantu mu, silahkan isi perjanjian ini maka kamu akan segera lepas dari segala masalah mu"


isi perjanjian


1.**Cak** Nawi banta sudah mati mulai hari ini


2.segala sesuatu yang berhubungan dengan cak nawi banta harus di tinggal kan


3.bersedia menjadi putra Albern dengan nama mikel Albern


4.mengabdi kan seluruh hidup untuk keluarga Albern dengan kata lain hidup mu telah di beli oleh keluarga Albern.


5.menjadi peliharaan yang baik dan penurut, apa bila salah satu dari 5 point' di langgar. maka yang bersangkutan harus siap mati di tangan Albern family.


selesai.


Tak berpikir panjang Banta menandatangani perjanjian tersebut , masa bodoh dengan harga diri, aku harus bertahan hidup bagaimana pun cara nya, bahkan jika harus menjadi anjing sekali pun, sejak saat itu cak Nawi hilang bagai di telan bumi, polisi juga telah mempublikasi kan kematian remaja 16 tahun tersebut hingga ke telinga Jendra, jefira dan Tante Siska. singkat nya begitulah cara uang bekerja hidup dan mati seseorang pun bisa di beli, awal kisah baru akan segera di mulai.


...----------------...


bersambung....


Waw, semakin memahami cerita maka akan semakin membuat mu bersemangat bukan?


mari ikuti kisah mikel Albern saat mengambil alih kemudi.


tunggu di episode selanjutnya yaahh