HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
4.MIKEL ALBERN FIRST LOVE



kejadian di club' telah membuat dara mengingat sosok Jendra pria yang berusia 30 tahun di atas nya, Dengan kekayaan yang ia miliki tak perlu waktu lama bagi Jendra meluluh kan hati wanita 18 tahun tersebut, mereka telah menjalin hubungan kontroversi dimana jendra merupakan pria berumur yang sudah beranak dan istri, sama hal nya dengan pembaca, jefira dan Banta juga menentang hubungan terlarang tersebut.


Meski sudah pernah putus sebelum nya namun mereka sepakat untuk kembali berhubungan tanpa sepengetahuan jefira dan banta, uang jendra telah membuat perubahan di kehiduapan wanita 18 tahun tersebut, diamana ia mulai ketergantungan terhadap barang-barang branded, suka boros saat menggunakan uang, selalu pulang pagi dan bnayak perubahan lain nya,


...****************...


Suatu ketika di saat hujan turun rintik-rintik, jam menunjukkan pukul 00:34 WIB dara tak kunjung pulang, malam ini sangat dingin jalanan mulai sepi, rasa panik memenuhi kepala banta, karena saat berpamitan dara mengatakan akan pulang sebelum pukul 23:00 WIB, tiba-tiba..


"tok..tok...tok" sebuah ketukan pintu


"Nah ini dia!!!"gumam banta dalam hati, ia mengomel sambil membuka kan pintu "dari mana aja sih mbakkk?? ini udah jam berapa malam mingguan kok seg.......bicara banta terhenti ketika melihat sosok didepan nya bukan lah dara, melain kan jefira..


"Hai ban, hehe aku bosan nih mampir boleh dong?"


"Emm boleh aja si, cuma ini udah malam, kamu gak apa-apa?"


"Halah santai aja kali, aku udah gede, lagian ini Jakarta bukan Aceh," ledek jefira sambil menjulur lidah nya yang mungil nya, banta hanya membalas dengan ekpresi datar, sambil duduk di sofa, ia terlihat gelisah seperti menyimpan sejuta kecemasan.


"kenapa sih? kok kayak banyak beban gitu ?"


"sebenar nya mbak dara belum pulang, aku khawatir"


"what? ya elah santai aja kali ban, nama nya juga malam Minggu, di Jakarta hal seperti itu biasa, maklumin aja mungkin mereka sedang di mabuk cinta, dan kamu juga cari pacar sana, kamu itu tampan, smart, pasti di sekolah kamu cukup populer"


"Kamu ngomong apa sih, aku belum kepikiran pacaran, mendengar ucapan mu aku jadi makin insecure"


"Lah kok makin insecure, harus nya bangga dong?"


"yang di puji juga tau kapasitas diri nya, mereka bisa menilai diri mereka, jika dipuji terlalu berlebihan itu condong seperti mengejek menggunakan majas"


"Gini amat ya ngomong sama orang smart, pengembangan pikiran nya luas banget, udah tau gue dangkal masi aja bicara dengan perspektif yang luas. inti nya yang aku katakan fakta semua kok, kamutampan, sangat tampan dan mempesona.


Ungkapan jefira membuat banta sedikit malu, pertama kali nya ia merasa seperti akan terbang, sudah banyak pujian yang ia terima, namun untuk kali ini ia terlihat canggung, jantung nya berdetak kencang bingung dengan perasaan yang ia rasakan, spontan saja banta berterus terang akan perasaan nya. "seperti nya aku menyukai mu"


Ucapan itu seketika membuat jefira menatap ke arah pria 16 tahun tersebut, kedua mata itu saling beradu pandang seperti sedang memikirkan sesuatu, hanya mereka yang mengerti apa yang ada dipikiran mereka masing-masing, sungguh saat itu mereka berada di moment yang paling canggung, tak ingin berlama-lama di situasi aneh ini Banta menrik nafas panjang dan mengalihkan topik ke kakak nya.


"Emmm..iya bener mbak dara belum pulang, dia keluar sama pria beristri itu, aku lupa nama nya"


"Pria beristri? maksud kamu Jendra?


"iya benar, pengusaha beristri itu, Jendra awaji"


"Yang benar saja? bukan kah mereka sudah putus, kenapa masi bersama? ini gak bisa di biarin"


"mereka memang sempat putus, tapi akhir-akhir ini aku melihat mereka selalu bersama" seketika raut wajah jefira berubah, ia seakan tak menyukai hubungan terlarang itu berlanjut, dara masi sangat muda dan cantik, kenapa harus lelaki beranak dan istri itu yang dara pilih, Ekpresi jefira cukup membuat banta memahami perasaan wanita yang 2 tahun lebih tua dia atas nya itu, ia pasti merasa tak senang jika sahabat nya melakukan hal yang salah.


"Ban, apa pendapat kamu tentang wanita yang usia nya di atas kamu?"


"Tentu saja dia tetap wanita, namun setiap usia memiliki porsi masing-masing, ada wanita yang porsi nya di perlakukan seperti seorang ibu, seorang kakak, dan ada juga seperti seorang kekasih"


"Lalu aku ada di porsi yang mana??"


Jefira menatap 2 bola mata yang begitu indah, alis tipis menggoda dan bibir yang terlihat begitu lembab, suara rintik-rintik hujan seakan menjadi elemen pendukung di hening nya malam.


Tanpa ragu wanita 18 tahun itu menyentuh perlahan wajah pria di depan nya, tak ada persetujuan atau penolakan dari Banta, ia hanya tak ingin bersikap munafik, bagaimana pun ia tetap remaja yang memasuki usia pubertas, tentu mencoba hal baru adalah salah satu misi nya.


Banta membiar kan jefira melabuh kan sebuah ciuman di bibir nya, membuat diri nya tenggelam dalam gejolak cinta, mungkin ini adalah satu hal yang biasa bagi jefira namun bagi Banta ini adalah yang pertama, sangat sulit bagi nya mengimbangi hasrat dari jefira yang semakin bergairah, ia hanya bisa membiarkan wanita 18 tahun itu menunjukkan keahlian yang ia miliki, Saat kedua nya akan terlibat ke hubungan yang lebih jauh tiba-tiba..


"klikk" sebuah pintu terbuka, Seketika jefira terlihat panik menoleh ke pintu, ia langsung berdiri sambil memperbaiki pakaian nya yang kusut, sementara banta hanya terbaring diam di sofa, ekpresi wajah nya terlihat begitu kebingungan.


"Eh dara, dari mana aja kok baru pulang?"


tanya jefira terengah-engah, ekpersi nya sedikit mencurigakan namun dara mencoba menganggap tak ada apa-apa..


"Habis jalan sama mas Jendra,kalau kamu ngapain disini jam 01.45 WIB, udah larut banget, lah itu Nawi ngapain di sofa, belum tidur wi?"


"Haa, i iya ini aku udah mau tidur mbak" jawab banta sambil beranjak meninggal kan sofa, ia tak berani menoleh ke arah kakak nya dan langsung memasuki kamar,


Sementara dara dan jefira masi di luar, membahas kelanjutan hubungan kontroversi antara Jendra dan Dara, di sisi lain Banta terlihat keluar dari kamar mencoba untuk bergabung.


"Apa yang kalian bahas, kenapa sangat mencurigakan?"


"Ih apaan sih wi, ini urusan cewek kepo banget udah tidur aja lagi Sana" usir dara seakan tak ingin adik nya tau, namun banta menolak dengan alasan memiliki hak menasehati kakak nya jika berada di jalan yang salah, sat Banta mengajukan penolakan seketika wajah Dara mengkerut melihat ada yang aneh dari wajah adik nya.


"Eh bentar-bentar, jujur sama mbak kamu habis dari manna?"


"Tidak usah mengalih kan pembicaraan, mbak memang yang lebih tua disini, tapi aku juga punya kewajiban menegur mbak jika salah"


"Siapa juga yang mengalih kan pembicaraan, coba deh kamu ngaca, perhatiin bibir kamu biru gitu, ada bercak merah, apa berdarah ya??


mendengar ucapan kakak nya seketika banta panik, berlari menuju kaca, "benar saja jefira sangat kasar dalam hal ini" batin Banta menggerutu, memikirkan banyak pertanyakan yang akan diajukan sang kakak banta memilih masuk ke kamar dengan wajah memerah berharap hal memalukan ini segera dara lupakan esok hari nya.


...----------------...


bersambung....


yuk kupas tuntas siapa mikel Albern dari A - Z,


tunggu di episode berikut nya yah!!!