
Tiba di konflik utama novel ini, dimana mikel sudah harus menentukan pilihan nya, ia tak boleh tanggung-tanggung dalam membuat keputusan, jika harus menyakiti maka ia harus siap di benci oleh wanita yang ia cintai, sebalik nya, jika ia memilih mencintai dia juga harus siap berdamai dengan masa lalu kakak nya.
Dan keputusan nya telah bulat, rasa sakit yang ia alami harus di bayar rasa sakit juga,
"Apa menurut mu aku ceraikan saja viola?" ucap Mikel kepada wanita di depan nya, sontak saja membuat jefira mendongak menatap wajah pria tersebut, perasaan wanita itu semakin tak karuan, pertanyaan itu berhasil membuat dirinya merasa sangat di prioritaskan,
" Setelah itu apa selanjutnya?"
"Mari kita menikah, dan Menetap di USA!"
senyum wanita itu mengembang bak di terpa angin kebahagiaan, ia mengangguk menyetujui permintaan MIkel, namun terlepas dari itu mikel memberi nya beberapa pengecualian, dimana ia harus menceraikan Jendra terlebih dahulu, dan tidak menuntut warisan apa pun, karena ia lah yang akan membawa harta itu kepada jefira, dan yang ke dua jefira harus bersedia berangkat lebih dulu ke Amerika bersama orang suruhan nya,
memikirkan persyaratan itu jefira terlihati sedikit ragu, ia meminta agar di berikan waktu untuk memikirkan hal itu.
...****************...
Di lain sisi viola mulai merasakan tingkah aneh dari mikel akhir-akhir ini, suami nya lebih sering lembur, bermain ponsel di tengah malam dan terlihati sangat dingin terhadap viola, hingga suatu malam ia memergoki suami nya sedang mengobrol bersama jefira, mereka terlihat sangat akrab, dimana jefira melingkarkan lengan nya di leher Mikel, sebuah tindakan yang sudah tak wajar, merasa tak terima dengan perbuatan itu viola mengambil gulungan tisu dari atas meja makan dan melempar kan nya di kepala jefira.
'Aww sakit" rintih wanita itu terkejut, di susul oleh viola yang berjalan cepat ke arah dua orang itu, sontak saja membuat Mikel dan jefira sedikit panik Seketika menjaga jarak satu sama lain.
Di tangan viola menggenggam sebuah garpu yang seperti nya ingin ia pergunakan untuk senjata, hal itu di lihat oleh mikel, tak ingin istri nya melakukan keslahan ia segera menarik tubuh mungil nya ke sudut ruangan, gadis itu berusaha memberontak namun tenaga mikel jauh lebih besar di banding diri nya,
"Lepaskan aku, biar aku beri pelajaran wanita sialan itu, apa tidak ada hal lain yang bisa ia lakukan selain merebut suami orang" viola berbicara cukup keras dan membangun kan se isi rumah.
Jendra menjadi orang pertama yang turun ke ruang dapur,
"Ada apa ini?" ucap pria 58 tahun tersebut mencari tahu, viola yang saat itu masi di pelukan MIkel menjawab dengan emosi menggebu-gebu
"Apa papi tidak tahu, wanita itu telah menggoda suami ku berulang kali, bahkan sebelum kami menikah, aku benci dia" teriak viola memkak kan se isi ruangan, mendengar ucapan itu Jendra langsung menatap istri nya,
"Jefira, apa yang dikatakan viola itu benar?"
gadis itu hanya terdiam tunduk, ia tak membantah atau menyetujui pernyataan tersebut, merasa belum mendapatkan jawaban Jendra kembali mengajukan pertanyaan yang sama, "Apa kamu tidak akan menjawab? benar kah yang di katakan viola itu?"
jefira tetap diam membisu, tak sepatah kata pun keluar dari mulut nya, membuat Jendra tersulut emosi spontan saja menampar wanita tersebut.
se isi rumah terkejut akan tindakan Jendra, dimana selama ini ia tak pernah memukul istri muda nya, akhirnya jefira membuka mulutnya dan mengucap kan kalimat yang tak terduga
"Cerai kan aku!!!, ya aku mau kita bercerai mulai malam ini, kamu pikir aku menikahi mu karena cinta?, dasar tua Bangka tidak tau diri, aku sudah cukup muak harus bersandiwara di keluarga ini" setelah mengucapkan kalimat itu jefira segera berlari menuju rauang atas, sementara Jendra yang sudah memasuki usia rentan merasa kan sesak di dada nya, pria 58 tahun itu terlihat lemah, mata nya satu nafas nya terengah-engah kemudian jatuh ke lantai,
seketika se isi rumah panik, dan segera membopong tubuh lelaki itu ke sebuah sofa, viola adalah satu-satunya yang paling ketakutan di masalah ini, trauma masa lalu nya yang menyaksikan sang ibu meninggal akibat serangan jantung tergambar di pikiran wanita tersebut.
Mikel memeluk wanita yang sedang menangis itu di pelukan nya, sementara para nelayan dan pekerja lain berhamburan membawa sang ayah ke mobil dan menuju rumah sakit.
...****************...
Di rumah sakit,
"Sabar sayang, papi kamu akan baik-baik saja" Mikel mencoba menghibur istri nya, hingga seorang Dokter keluar dari ruanga IGD, sontak saja membuat viola dan para pekerja dirumah nya berdiri,
"Bagaimana keadaan papi saya dok?" tanya viola dengan penuh pengharapan, doketr itu menepuk-nepuk pelan pundak viola,
"Kamu tenang saja, beliau hanya sedikit terkejut yang membuat pernafasan nya tidak teratur, bukan masalah besar, setelah dia bangun kalian bisa menjenguk nya" ucap dokter itu dan berlalu meninggalkan Mikel dan viola,
wanita itu menarik nafas lega dan seketika membenam kan kepala nya di tubuh suami nya,
"Aku takut, jika papi pergi hanya kamu satu-satunya yang aku miliki" jawab wanita itu memeluk erat tubuh Mikel.
pria itu membalas pelukan viola, dan mengecup ringan kening istri nya, "Kami tenang saja semua akan baik-baik saja" gumam nya. bersamaan dengan itu telepon milik Mikel berdering membuat nya perlahan melepaskan pelukan,
"Aku angkat telfon sebentar" ia menggosok-gosok pelan kepala istri nya dan pergi ke tempat yang cukup berjarak dari viola.
"Ya ada apa jefira?"
"Aku setuju dengan pengecualian mu, aku sudah menceraikan Jendra dan akan segera berangkat ke USA bersama mama"
Mikel tersenyum angkuh, ia telah berhasil menghancur lebur kan keluarga Awaji, ia telah berada di puncak dan memegang kendali, kepuasan itu perlahan mulai ia rasakan, keberingasan nya mulai terkuak satu persatu,
"Bagus, kamu telah membuat keputusan yang sangat benar, aku akan memesan kan tiket untuk mu"
"Cepatlah menyusul, aku memberi mu waktu 1 bulan, jika kamu tidak datang menemui ku, aku akan kembali" ucap jefira.
"Aku mengerti" Mikel mengakhiri panggilan dan kembali menemani istri nya.
dengan sebuah senyum mikel mengajak istri nya untuk memasuki ruangan IGD dan menunggu hingga Jendra siuman.
...----------------...
Bersambung...
jangan ada yang kecewa dengan karakter Mikel di episode ini ya, walaupun sejujurnya author juga kecewa, kok dia tega bngtðŸ˜ðŸ˜