HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
32.CINTA MEMBAWA PERUBAHAN



Sudah genap 1 bulan kepergian Mikel Albern, tak ada kabar ataupun informasi tentang nya. Hari keberangkatan viola ke Negara asal suaminya juga telah tiba, wanita yang sedang hamil 1 bulan itu duduk di bangku pesawat yang telah ia pesan tempo hari.


di situasi seperti ini ia harus menjadi wanita mandiri, tanpa ditemani siapa pun viola nekat menyusul sang suami ke Amerika serikat, VO pengumuman memerintahkan penumpang segera mengencangkan sabuk pengaman disitu lah ketegangan terbesar viola sedang bergejolak,


Ini adalah kali pertama dirinya menjadi mandiri, sebelum menikah dia hanyalah si pembuat onar nan keras kepala, namun setelah pernikahan wanita ini melakukan banyak perubahan.


dialah Natasha viola awaji, putri tunggal dari Jendra awaji sangat manja dan keras kepala, ia selalu melakukan sesuatu yang akan menyulit kan sang ayah , mulai dari berpacaran dengan pria brandal hingga mencuri di supermarket, semua ia lakukan agar ayah nya menjadi kesulitan, 3 dari 12 pacar brandal nya telah berhasil Jendra singkir kan, namun 4 orang kabur ke luar negeri dan 5 lain nya memilih mundur.


hubungan yang viola jalani selalu di respon negatif oleh sang ayah, Jendra tak sungkan mengancam bahkan membunuh setiap orang yang berani memacari putri nya, namun hal itu tak membuat viola goyah, ia terus melanjutkan kan kebiasaan nya ini, bahkan ia sengaja mendatangi gang-gang kecil hanya untuk menemukan seorang brandal yang akan ia jadi kan pacar, hal itu tak ia lakukan kan sendiri, selalu ada Sarah selaku sahabat dekat nya.


karena tak pernah jatuh cinta dengan sepenuh hati, viola tak memahami perasan cinta yang sebenar nya, ia menolak setiap pria baik, tak sedikit anak dari keluarga kaya mencoba mengencani nya, namun ia malah menolak dan memilih para brandal yang tak jelas asal usulnya, Sarah yang sangat memahami kebiasaan sahabat nya ini tak lagi mempermasalah kan hal itu, ia seakan paham dengan selera Sahabat nya.


tak ada yang tahu alasan viola memiliki selera pria yang seperti itu, Sarah sahabat dari viola hanya bisa menduga-duga bahwa putri tunggal dari keluarga kaya ini hanya merasa jenuh, dan mencoba mencari perhatian dengan melakukan beberapa kesalahan.


siang itu, beberapa bodyguard di tugas kan untuk menjemput viola dari sekolah , di depan gerbang mereka menunggu kepulangan majikan yang kerap membuat onar ini, menyadari hal itu viola segera mencari cara agar bisa lolos dari bodyguard utusan sang ayah, perlahan ia berjalan menyusuri gerbang dengan mengendap-endap namun hal itu di ketahui oleh salah seorang bodyguard.


tak ada pilihan lain viola berlari secepat mungkin menyusuri jalanan Jakarta, para bodyguard mulai berhamburan untuk menemukan nya,


"sial, para pesuruh papi berlari terlalu kencang, aku sudah sangat lelah."


gumam viola sambil berlari terengah-engah, ia sudah sangat lelah setelah berlari cukup jauh, perlahan langkah nya semakin melambat hingga sebuah mobil berhenti tepat di depan nya,


"ayo naik!!! "


sebuah suara yang tak asing terdengar dari dalam mobil, tak berpikir panjang viola menaiki mobil itu, di dalam mobil terlihat wanita berpakaian elegan mengemudikan mobil


"MAMI!!!!" kok mami bisa disini ??


tanya viola heran, ia sangat mengenali istri ke dua dari ayah nya ini, sang ibu sambung tak pernah menjemput nya ke sekolah apalagi sampai membantu nya melarikan diri, sangat mustahil


"papi mau kita ke kantor sekarang juga, jadi hari ini jangan buat onar dulu, seperti nya ada hal penting yang ingin papi kamu bicarakan"


"aduh, kalau mami mau ketemu papi pergi aja sendiri, vio mau club'ing bareng Sarah, turunin vio di sini"


remaja 18 tahun itu menolak ajakan ibu sambung nya, namun istri kedua dari Jendra awaji ini tak menghiraukan penolakan viola, ia terus mengemudi seakan tak ada masalah,


"mami, vio bilang berhenti disini!!! atau vio lompat nih"


"yaudah lompat aja, tapi ingat aspal itu sangat keras, ketika kamu melompat tidak ada jaminan kalau yang mendarat duluan bukan wajah kamu, mami gak bisa bayangin,, aduhh pasti perih banget"


mendengar perkataan ibu sambung nya viola terlihat sedikit ragu, yang dikatakan ada benarnya juga, ia tak pernah terluka sedikit pun apa lagi di bagian wajah, ayah nya telah menjaganya dengan sangat baik, tak ada pilihan lain viola hanya bisa berdiam diri dengan wajah kesal.


...****************...


Di kantor


"vio buruan, papi udah nungguin!!


"iyaa mi, santai aja kali,


mereka berjalan dengan terburu-buru hingga tiba di ruangan direktur perusahaan, istri ke dua dari Jendra awaji ini segera mengetuk pintu dan memasuki ruangan, seketika seorang pria muda menoleh ke arah mereka, pria dengan tinggi 187cm menatap ke arah ibu sambung dari viola, tak banyak yang berubah dari wanita itu, meski sudah berusia 29 tahun ia masi terlihat sama seperti 10 tahun yang lalu, saat itu juga mata nya terlihat berkaca-kaca seperti menahan sesuatu yang membuat nya sesak


"kenapa lama sekali ?? sudah ku katakan tiba di sini sebelum pukul 16:00 WIB, lihat lah client kita jadi menunggu terlalu lama" ucap Jendra sedikit kesal,


"tidak apa-apa, aku baik-baik saja, lagi pula kantor ini juga tidak membosan kan"


"Oh iya Tn.mikel, ini istri saya, JEFIRA SAKIEB, dan ini putri kami viola!"


"ISTRI ???


mikel memperlihat kan wajah tak percaya, ia tak habis pikir , bahkan Jendra memperistri jefira cinta pertama nya yang tak lain sahabat dari mendiang Dara Cahyani kakak kandung nya,


"Ya, ada apa Tn.mikel anda terlihat sangat terkejut apa kalian sudah saling kenal sebelum nya ?"


"Ya, aku sangat terkejut, tapi bukan karena kami saling kenal melain kan karena istri mu terlihat sangat cantik, bagai mana kalian bisa di pertemu kan, aku tak habis pikir" jawab mikel mencoba berdalih


"Haha, ya dia memang sangat cantik dan juga mempesona, kami bertemu 10 tahun yang lalu, saat itu dia masi SMA tapi bernyali besar untuk menikah dengan ku, luar biasa bukan?"


ucapan itu menimbulkan pertanyaan baru di benak mikel, ia ingat dengan jelas 10 tahun yang lalu Jendra menjalin hubungan bukan dengan jefira melain kan dengan kakak nya, tapi mengapa ia mengatakan 10 tahun yang lalu,


"10 tahun yang lalu?"


"Iya Tn.mikel Albern, anda terlihat sangat penasaran dengan kisah cinta kami, jika masi penasaran dan banyak hal yang ingin di tanyakan kita bisa membicarakan nya sambil minum wine' " jawab jefira mencoba menghidupkan bersikap lebih akrab


seketika semua tertawa kecil mendengar tawaran jefira, namun berbeda dengan viola, ia tampak kesal harus berada di tempat itu, bertemu kembali dengan pria yang ia sukai namun pria itu malah memuji kecantikan ibu sambung nya bukan dirinya.


"hello apa kalian menyadari posisi ku di sini??, jika sudah selesai biar kan aku pergi" ucap viola dengan nada ketus


sesaat semua menoleh ke arah viola dan menyadari sedari tadi mereka asik berbicara tanpa menghiraukan nya,


"Oh iya, kita belum sempat berkenalan secara baik-baik, aku mikel Albern,


pria percampuran aceh_portugis ini mengulurkan tangan nya, jemari nya yang panjang-panjang terlihat begitu indah untuk di lihat, spontan viola meraih tangan itu dengan erat,


"Akhir nya aku bisa menyentuh jemari pria tampan yang aku temui di supermarket, gumam nya dalam hati,


kali pertama diri nya memiliki perasaan terhadap seorang pria, hal itu membuat tingkah viola sedikit mencolok,


"apa kamu menyukai wanita muda dan segar??" tanya viola berterus terang,


seketika semua terdiam mendengar pertanyaan viola, mereka seakan tak percaya dengan yang di katakan remaja 18 tahun ini, seketika sang ibu sambung menarik tangan putri nya berniat membawa nya keluar dari ruangan, namun tindakan itu di hentikan mikel,


"Tak apa, biar kan saja dia aku memaklumi setiap perbuatan dan perkataan nya,"


"Tapi Tn.mikel, dia sudah kelewatan, berbicara tidak sopan kepada orang yang lebih dewasa dari nya."


"Tidak apa-apa Ny. jefira, di Amerika aku sudah sering bertemu dengan anak-anak seperti itu, jadi aku sudah menganggap nya biasa saja"


"Benar kah,? kamu sering bertemu wanita seperti ku?, tapi aku belum pernah menjumpai pria seperti kamu, kamu sangat tampan, mempesona, aku seperti ingin tidur dengan mu!


sontak ucapan itu membuat semua nya terkejut, viola makin menjadi-jadi, seperti nya ia sengaja mengatakan hal-hal aneh itu agar sang ayah merasa kesal, lagi pula rencana nya hari ini gagal, karena harus ke kantor bersama ibu sambung nya.


di sisi lain terlihat Jendra yang sudah tak tahan melihat tingkah putri nya, dan spontan saja menampar wajah viola yang mungil, kali pertama Jendra awaji menampar putri tunggal nya setelah 18 tahun lama nya, hal itu membuat viola benar-benar merasa terguncang ia menatap wajah sang ayah dengan ekpresi tak percaya, seketika itu juga ia berlari keluar dari ruangan.


jika mengingat kembali moment ini, sangat mustahil seorang viola bisa berubah seperti sekarang.


...----------------...


bersambung..