
Saat mikel akan beranjak menuju kamar mandi, viola menarik tangan nya,
"Jangan pergi, tetap lah disini" viola menahan kepergian pacar nya, "Baiklah, jika kamu benci menunggu maka aku tak perlu mandi" mikel berniat mengecup bibir remaja yang tinggi nya hanya sebatas dada nya.
Namun viola menghindar, seakan menolak pria di depan nya, mikel menatap remaja itu dengan heran, ia bingung dengan tingkah viola yang berubah-ubah, ntah hal apa yang sebenarnya wanita ini ingin kan, seketika ia bisa saja menyerah kan dirinya dengan sangat mudah dan ada kalanya juga dia terlihat sangat sulit di taklukkan.
Tak putus asa mikel kembali memeluk pacar nya, "Apa kamu tidak merindukan ku?" gumam nya sambil memeluk manja viola, tangan nya melingkari pinggang mungil gadis itu dan terus menerus melangkah maju, membawa nya ke sudut ruangan, menanggapi perlakuan itu viola segera melompat di pelukan pria setinggi 187cm tersebut, "sekarang baru adil, aku bisa memeluk mu layak nya wanita tinggi dan melihat wajah tampan pacar ku dengan sangat jelas" jawab wanita itu melingkari lengan pendek nya di leher mikel Albern.
"Mau ke kamar ku?" kalimat itu muncul lagi dari bibir nya, membuat viola segera melepas kan pelukan dari CEO 27 tahun tersebut, viola memang memiliki banyak pacar namun belum ada yang pernah menyentuh bahkan mencium nya, ia telah menjaga diri nya dengan sangat baik.
Dan sekarang pria yang ia sukai sedang berusaha untuk tidur dengan nya, siapa yang sanggup terus-menerus menolak tawaran dari seorang pacar sesempurna itu, namun viola harus melakukan nya karena ia tak ingin ketidaktahuannya di tempat tidur akan membuat mikel kecewa.
"Kamu akan telat bekerja, mandilah sekarang" viola mengecup singkat bibir kekasih nya dan segera melepaskan diri dari pertahanan lengan kekasih nya, ia segera menuju dapur ingin memperlihat kan keahlian nya dalam memasak, "mari kita lihat menu apa yang bisa ku masak" gumam nya sambil mengikat rambut nya yang terurai sementara mikel terus membuntuti wanita itu, seakan sedang ingin bermanja ia terus menerus memeluk , mencium, dan menggoda viola.
Namun hal itu seakan viola abaikan, ia terus berfokus ke aktivitas nya, sibuk kesana kemari layak nya seorang istri yang sedang mempersiapkan sarapan pagi, merasa sudah tak memiliki kesempatan akhirnya Mikel menyerah dan berlalu begitu saja meninggal kan sang kekasih, wajah nya terlihat kesal saat menaiki tangga, viola yang menyadari nya hanya tersenyum gemas melihat tingkah lucu pacar nya.
Di sisi lain mikel sangat kecewa akan penolakan viola, tak pernah ada yang menolak nya, namun viola melakukan nya bahkan sampai 2 kali, di kamar mandi ia melihat wajah dan tubuh nya yang sempurna, "Apa lagi kurang nya diri ku, tidak kah dia terpesona dengan sosok sesempurna ini" gumam nya sambil menirukan pose artis-artis papan atas. "Bahkan kim tae-hyung menggunakan softlens untuk terlihat sempurna, sementara aku memiliki nya secara alami".
...****************...
Dengan setelan jas mikel menuruni tangga bersiap berangakat ke kantor, terlhat viola yang sudah menunggu nya dengan senyuman, karena masi kesal akan penolakan viola ia segera membuang muka berniat pergi begitu saja, namun sebuah aroma menganggu hidung nya yang membuat nya menoleh ke meja makan, terlihat menu yang tak asing bagi nya, "mie Aceh" gumam nya dan langsung berlari menuju meja makan, viola yang bingung akan tingkah pria itu terlihat tak percaya, bagaimana seorang CEO asal USA mengenali mie Aceh?.
"Apa kamu menyukai nya?"
"Tentu saja, ini adalah makanan terenak di dunia"
Padahal itu hanyalah mie biasa yang viola ambil dari lemari, karena bumbu nya terlihat beku jadi ia meracik nya sendiri, "aku bahkan tidak mengetahui menu ini bernama mie Aceh" seketika mikel menghentikan makan nya, ia seperti menyadari sesuatu,"Dari mana kamu mendapat kan mie ini"? viola menujuk sebuah lemari yang sengaja mikel buat untuk menyimpan makanan expired, Saat itu juga CEO muda ini berlari menuju toilet, ia berusaha memuntah kan semua yang telah ia telan. sementara viola hanya menanatap pacar dengan padangan heran.
Di kantor
Jendra terlihat begitu panik, semua proyek kerja sama nya tak berjalan lancar, belum lagi Maslah pribadi nya, kepala nya terasa akan pecah, disaat bersamaan mikel datang bagai penyelamat, ia membawa proposal baru, dimana proyek ini terlihat begitu menguntungkan, namun modal yang di perlukan tidak lah main-main, sementara Jendra merasa tak perlu ada yang di khawatir kan, sebab nanti nya yang akan menangani nya adalah Mikel Albern sendiri, CEO dengan predikat yang cemerlang.
Di sisi lain ada jefira yang sedang di bakar api cemburu kepada viola, tak tinggal diam ia mencoba mencari tahu tentang hubungan mereka,
"Tadi pagi kamu kemana? mami lihat kamu keluar mengendap-endap" viola dengan sengaja mengakui bahwa dirinya telah bertemu mikel Albern, ia menceritakan secara detail bagaimana mereka bermesraan dan akhirnya sarapan bersama sebelum berangkat ke kantor, benar saja Kalimat demi kalimat yang viola katakan telah membuat jefira sakit hati, bagaimana pun sosok mikel telah melekat di hati nya, pria asal Amerika itu berhasil membuat jefira candu akan sosok nya.
Viola Benar-benar telah tersihir oleh kekasihnya, perasaan rindu seakan terus mengitari hati nya, padahal ia telah menemui nya beberapa jam yang lalu tetap saja ia masi merindukan pria itu, ia tak tahan dan ingin segera menelfon pacar nya.
Saat akan melakukan panggilan tiba-tiba jefira menurni tangga dengan berpakaian sangat rapi, tak ada rasa curiga di pikiran viola, "mungkin wanita itu sedang ingin menghabis kan uang papi", gumam nya, kemudian melanjutkan kan panggilan nya, banNamun mikel tak merespon panggilan viola yang membuat nya menjadi kesal, saat sedang menggerutu dengan sendirinya, tiba-tiba sebuah pesan masuk ke ponsel nya.
Mr. dolar ku: Aku sedang sibuk, nanti akan ku hubungi"
viola: Sedang apa? jangan mengabaikan ku terlalu lama, i Miss you🥰
Mr.dolar ku: kamu bahkan Menolak ku 2 kali, jadi jangan kata kan i Miss u lagi jika tak berniat mengobati nya
viola: Apa kamu masi kesal karena kejadian di villa?
viola: ?
viola: Mari bertemu jika urusan mu telah selesai 😘
...****************...
Tanpa sepengetahuan viola jefira telah membuat janji bersama kekasih nya di sebuah cafe, disana jefira mencoba mendapatkan hati mikel kembali, namun sekeras apa pun ia mencoba mikel selalu menolak, bagaimana mungkin ia akan mengasihani wanita yang telah membunuh kakak nya, beda hal nya saat jefira bersedia melakukan apa pun yang ia minta, "Aku akan memikir kan nya" gumam mikel sambil berdiri dari duduk nya, ia menoleh tangan kiri nya, waktu menunjukka pukul 21:00 dengan segera ia mengakhiri pertemuan nya dan segera pulang, sebelum berangkat ia mengirimi viola pesan untuk mengatakan tidak bisa bertemu.
Pria ini seperti sudah akan tiba di puncak, secara bersamaan dua orang yang berperan penting di keluarga Jendra berpihak pada nya, jalan nya terasa lebih mudah, namun ia tetap ke misi awal nya, yaitu melakukan hal yang sama seperti yang di lakukan Jendra kepada Almarhumah kakak ny.
Di sisi lain jefira tiba dirumah dengan wajah kesal, mikel hanya menggantungkan perasaan nya tanpa memberi jawaban yang pasti, hal itu di lihar oleh viola yang juga gagal bertemu mikel malam ini, namun dengan sengaja berbohong bahwa ia akan berkencan dengan kekasih nya malam ini.
jefira yang kesal mendengar hal itu segera mengatur siasat untuk memberi viola pelajaran,
"Jangan meminta nya berkencan di saat dia belum mandi, karena Mikel hanya akan melakukan nya setelah selesai mandi, entah kenapa aku sangat menyukai kebiasaan nya yang ini"
jefira mengatakan kalimat seakan sedang memberi tahu bahwa dirinya ebih dulu memahami sosok mikel Albern, kalimat itu membuat jantung viola berdetak kencang, ntah mengapa hati nya terasa sangat sakit, pikiran nya mulai menerka-nerka, apa mungkin yang aku pikir kan sama dengan yang kalian pikir kan? tolong jangan menyakiti aku dengan sebuah fakta yang nantinya akan author ungkap.
...----------------...
Bersambung....