
yang di lakukan viola diluar dari keinginan mikel, tindakan itu membuat nya merasa sakit, seketika membawa nya untuk kembali berdiri.
"Viola...viola aku mohon jangan begini, aku tak tahan melihat mu seperti ini" Mikel menatap wajah istri nya yang basah di hujani air mata, rambut nya yang selalu rapi kini menjadi berantakan, bukan itu hal sebenarnya yang ia ingin kan. hati nya terasa sakit melihat orang yang ia kasihi begitu hancur, apa lagi yang harus ia lakukan?
pria itu membawanya duduk di sofa, Merapi kan rambut yang telah berantakan,
"Jangan seperti ini, aku tak tahan jika kamu begini"
viola menatap wajah pria yang sedang memeluk nya "Jika tak ingin aku terluka mengapa melakukan ini kepada ku?"
"Aku bermaksud tidak melibat kan mu lagi, tapi ternyata aku telah salah, seharusnya dari awal aku tidak perlu melakukan nya, ini salah ku, jadi aku mohon maaf kan aku"
Seketika wajah viola berubah heran, ia tak mengerti dengan perasaan pria di depan nya, siapa sebenarnya yang dia cintai, diri nya atau jefira, dan apa maksud nya tidak ingin melibatkan nya, dan dalam hal apa? semua pertanyaan itu berkumpul di kepala wanita itu, namun ia tidak memiliki banyak waktu untuk mempertanyakan hal tersebut.
yang ada di pikiran nya saat ini bagaimana cara agar mikel tak membuat ayah nya kecewa, seluruh harta juga sudah di warisi kepada pria itu, jadi mau tidak mau ia harus tetap mempertahankan kan pernikahan.
"jadi apa pernikahan kita masi bisa di selamat kan?"
"Beri aku waktu untuk memikirkan nya, sejujurnya aku dalam situasi yang sangat sulit"
ini lah situasi mikel Albern, di mana di saat dia telah jatuh cinta kepada istri nya jefira malah mengetahui identitas diri nya, ini menyangkut perjanjian tertulis yang ia lakukan 10 tahun yang lalu,
isi perjanjian
1.Cak Nawi banta sudah mati mulai hari ini
2.segala sesuatu yang berhubungan dengan cak nawi banta harus di tinggal kan
3.bersedia menjadi putra Albern dengan nama mikel Albern
4.mengabdi kan seluruh hidup untuk keluarga Albern dengan kata lain hidup mu telah di beli oleh keluarga Albern.
5.menjadi peliharaan yang baik dan penurut, apa bila salah satu dari 5 point' di langgar. maka yang bersangkutan harus siap mati di tangan Albern family. selesai
secara tak langsung ia telah melanggar point' pertama dan ke dua, dimana ia masi melibat kan masal lalu cak nawi Banta, ia juga masi merasa hidup sebagai adik dari mendiang dara, dua pelanggaran telah ia lakukan tanpa sepengetahuan Albern family, dan jika jefira membeberkan identitas nya otomatis urusan akan semakin runyam, di lain tempat ada viola wanita yang tak ingin ia sakiti, jika ia memilih jefira bagaimana dengan wanita itu, akan kah dia baik-baik saja?
...****************...
keesokan pagi nya,
Viola bersikap seperti biasa, di meja makan kelurga itu sarapan bersama, dan di momen ini lah mikel mengambil kesempatan berbicara, ia mengatakan harus kembali ke Amerika selama beberapa bulan, dengan alasan perusahaan orang tuanya sedang mengalami beberapa kendala dan sedang memerlukan diri nya.
Viola terlihat sedikit terkejut, ia mengetahui saat ini jefira sedang berada di Amerika, Seketika benak nya memikirkan hal-hal yang membuat sakit hati, ia berusaha menentang kepergian suaminya, namun Jendra berpihak kepada mikel, ia mengizinkan pria itu kembali ke negara asal, dengan syarat tidak melupakan mertua dan istri nya masi ada di Indonesia.
Kepanikan viola semakin besar, sudah jelas pria itu berencana meninggal kan nya dan sang ayah, namun tak banyak yang bisa ia lakukan selain menerima keputusan dari mikel, jika ia tetap bersikeras menentang, khawatir mikel akan kesal dan membeberkan masalah rumah tangga mereka kepada Jendra.
...****************...
tutttt..tuttt... telepon kantor berdering, sebuah tangan meraih telepon kabel tersebut,
"Halo dengan Awaji International group, ada yang bisa kami bantu?" seorang resepsionis menerima panggilan dengan SOP perusahaan tersebut,
"Halo aku viola, istri dari Tn. Mikel Albern, apa beliau masi di kantor?"
"Oh selamat siang Bu viola, pak Mikel sedang meeting, mungkin 10 menit lagi akan selesai, ada yang perlu di sampaikan?"
"Ah tidak perlu, aku langsung temui dia saja, terimakasih."
viola menutup telepon dan bergegas menuju kantor, disana ia di hadapkan dengan ekeprsi para karyawan yang terkejut oleh kedatangan nya, semua sibuk memberi hormat, wanita itu terus berjalan menyusuri lorong kantor hingga berhenti di depan sebuah ruangan.
"tok..tok.. ia mengetuk pintu, dari dalam terdengar suara yang mempersilahkan nya masuk, wanita itu membuka pintu sontak saja membuat mikel terkejut, kali ini ia terlihat begitu cantik, sebuah gaun merah terang di lengkapi berlian yang menghiasi tubuh nya, kini penampilan nya telah berubah, ia terlihat lebih dewasa dan mempesona.
"Apa yang kamu lakukan disini?" tanya pria itu heran, mata nya tak bisa lepas dari tubuh wanita yang di balut gaun merah terang itu.
"Aku ingin bertemu suami ku, dan apa kamu telah mengambil keputusan?"
"keputusan apa?"
"Apa kamu akan tetap menceraikan ku? viola bertanya sedikit ragu, walaupun sudah berusaha terlihat baik-baik saja namun ekpersi wajah nya tak bisa membohongi mikel, gadis itu sedang ketakutan.
"Aku tidak pernah mengatakan akan menceraikan mu, kamu sendiri yang beragumen seperti itu" CEO tersebut membuat pernyataan yang membuat viola terheran, namun tak bisa di pungkiri pernyataan itu berhasil membuat hati nya senang.
"Berarti kamu akan tetap di Indonesia?"
Mikel menarik nafas panjang, ia berdiri dari bangku direktur dan berjalan mendekati istrinya, dengan jarak yang sangat dekat pria itu berusaha meyakinkan viola bahwa semua akan baik-baik saja,
namun hati gadis itu masih tetap tak bisa mempercayai suami nya, hingga akhirnya mikel merangkul pinggang istri nya ke atas meja kantor,
"Mengapa kamu begitu tidak mempercayai ku, beri aku waktu 1 bulan untuk mengurus jefira, setelah itu kita bisa bersama dengn tenang" ia membisikkan kalimat itu di telinga viola, membuat jantung nya berdetak kencang, tangan pria itu mengelus lembut rambut panjang istri nya, yang membuat viola terlihat malu-malu,
"Kamu sangat cantik siang ini, aku jadi ingin pulang lebih awal" pria itu menggoda wanita yang sedang duduk di meja kerja milik nya, berposisi berhadapan membuat viola sedikit salah tingkah, wajah pria itu hanya berjarak beberapa cm dari wajah nya.
dengan lembut mikel menyentuh leher bagian kiri si wanita, rambut yang menutupi bagian tersebut segera mikel singkirkan kemudian mengecup nya.
viola menjadi semakin malu, sadar yang akan terjadi selanjutnya membuat viola melompat turun dari meja,.
"Jangan melakukan nya di kantor, segera lah pulang aku akan menunggu"
gadis itu beranjak meninggalkan ruangan, Mikel yang di tinggal begitu saja hanya bisa menarik nafas panjang.
...----------------...
Bersambung.....