
kejadian di kantor telah membuat viola sakit hati, ia merasa sang ayah tak lagi menyayangi diri nya, seharian viola menghabis kan waktu di kamar menciptakan ke khawatir di benak jendra, perasaan bersalah terus menghantui kepala nya, ia sangat menyesali perlakuan yang telah ia perbuat kepada sang putri.
"sayang! buka pintu nya, papi minta maaf karna sudah bersikap kasar kepada kamu, papi menyesal" Jendra mencoba meluluh kan hati putri semata wayang nya, namun selalu tak ada jawaban, sudah hari ke tiga sejak kejadian itu, viola tak mau masuk sekolah bahkan enggan keluar kamar.
ini seperti menyayat hati Jendra, ia sangat menyayangi wanita bernama lengkap Anastasya viola awaji itu, mengingat masa kecil nya yang kurang perhatian, sejak ibu kandung viola meninggal remaja 18 tahun itu memang sedikit berubah, seakan menyalah kan sang ayah atas kematian ibu nya, ia mulai bertingkah nakal, melanggar batasan-batasan dari sang ayah, suka berbuat onar dan melakukan hal- hal yang ayah nya benc.
itulah bentuk ungkapan kekecewaan viola terhadap jendra, bukan tak memahami tingkah putri nya itu, justru jendra sangat paham maksud dari putri semata wayang nya tersebut, namun jendra memilih tak melarang setiap perbuatan viola dan hanya berusaha menyelesaikan kan sendiri setiap masalah secara diam-diam.
10 tahun yang lalu, saat itu viola masi berusia 8 tahun ibu nya mengidap penyakit jantung, namun sang ayah malah sibuk berselingkuh sana sini, di saat yang sama viola tak sengaja mendengar ucapan sang ayah yang berniat menikahi seorang selingkuhan yang sedang hamil, saat itu viola sangat tertekan dan mengatakan hal tersebut ke ibu nya, namun informasi itu tak bisa di terima baik oleh almarhumah sehingga membuat nya terkena serangan jantung, di saat sang ibu sekarat viola mencoba menghubungi jendra, namun ayah nya malah mengabaikan panggilan tersebut menyebabkan sang ibu terlambat mendapatkan kan pertolongan dan meninggal dunia.
saat itulah viola mulai bersikap nakal, setelah 4 bulan kepergian ibu nya Jendra menikahi jefira yang saat itu masi sangat muda, membuat viola semakin kesal dan semakin menjadi-jadi hingga saat ini.
Namun tak bisa di pungkiri kehadiran jefira cukup membantu untuk pertumbuhan viola, ia mengasihi dan menyayangi viola layak nya putri kandung nya, tapi hal itu tak membuat viola melupakan atas perselingkuhan yang mereka lakukan, entah bagaimana seorang yang saat itu masi berusia 18 tahun bersedia menikahi pria yang 30 tahun lebih tua dari nya.
...****************...
saat malam tiba, viola mulai gelisah, perut nya terasa lapar namun ia malu untuk keluar dari kamar, ia harus mempertahan kan ego nya, karena tak ingin ketahuan viola menunggu hingga semua nya tidur, saat itu lah ia keluar dan mulai membongkar isi kulkas, karena sangat lapar ia melahap semua makanan yang ada hingga tak menyadari sang ibu sambung sedang memperhatikan nya.
"Ehmmm.. jadi udah gak ngambek lagi nih? ucap jefira sambil menyala kan lampu ruangan,
seketika viola terkejut dengan mulut yang di penuhi makanan ia menutup pintu kulkas.
"mamiiii ngagetin tauuuu!!!! viola terlihat malu, ia mengunyah makanan di mulut secepat mungkin dan menelan nya sampai tersedak,
"uhukhukhuk"
"Nah tu Kan kesedak!!! pelan-pelan dong viooo nih minum dulu ucap jefira sambil mengulur kan segelas air putih, viola meraih gelas itu dan meminum nya. setelah selesai viola memanyun kan wajah nya dan beranjak meninggal kan ruangan dapur.
"Awas ya kalau mami kasi tau papi, liat aja vio bakalan ngelakuin hal nakal yang buat mami sama papi makin pusing"
jefira hanya menjawab dengan kode oke melalui jemari nya, menanda kan rahasia akan aman di tangan nya.
tak lama setelah kepergian viola tiba-tiba sebuah pesan masuk ke telepon milik Jefira,
"siapa yang mengirim pesan jam segini?"
jefira membuka pesan tersebut, nomor tanpa nama
N: Hai, apa aku menganggu waktu istirahat mu?
J: iya, maaf ini siapa?
N: aku Client Awaji internasional group
J: Mungkin maksud kamu ingin berbicara dengan suami ku? jika itu masalah proyek kamu bisa menghubungi nya
N: aku sedang tidak ingin membahas proyek, itu sebab nya aku menghubungi mu nona jefira
J: maaf jika itu bukan urusan kantor kamu tidak berhak menghubungi wanita bersuami di jam segini, selamat malam dan semoga hari mu menyenangkan.
jefira mengakhiri percakapan dengan wajah kesal, dan segera masuk ke kamar untuk beristirahat, sebelum tidur ia melihat kembali isi percakapan pesan, merasa penasaran jefira menyimpan nomor tersebut di aplikasi WhatsApp, tampak profil seorang pria muda yang tampan, dia adalah mikel Albern, seakan tak percaya jefira mencoba menghubungi nya kembali,
J: apa kamu sudah tidur?
J: kalau boleh tau kamu siapa?
J: Hai apa kamu marah!
Tak ada jawaban dari pesan tersebut, entah mengapa jefira merasa kesal ketika pesan nya di abai kan, ia seperti mengharapkan pesan itu segera di balas, jefira menunggu dengan penuh harap Sampai membuat nya ke tiduran.
...****************...
ke esokan pagi nya seperti biasa semua bersiap untuk menjalan kan aktifitas masing-masing, viola membuka pintu kamar dan segera turun untuk sarapan, hal itu di sambut dengan antusias oleh jendra dan jefira,
"Selamat pagi tuan putri, katakan apa yang ingin kamu makan"
ucap Jendra menggoda putri nya, namun viola hanya membalas dengan ekpresi wajah ketus,
"Udah mas, jangan di ganggu viola baru saja akan baikan biar kan dia melakukan apa yang dia mau" sambut Jefira membela putri sambung nya,
"Hari ini mami yang antar deh, plus gak pake bodyguard, gimana setuju gak?
"beneran nih ?
setelah selesai sarapan jefira segera mengantar viola ke sekolah, terlihat wajah senang yang sedang berusaha viola sembunyikan, jefira tak berkomentar ia tak ingin merusak mood dari putri sambung nya itu, dan memutus kan untuk diam berpura-pura tak mengetahui nya, sesampai nya di sekolah viola di sambut oleh Sarah dengan senyuman penuh makna, seperti sedang merencanakan sesuatu, tapi jefira membiarkan nya untuk kali ini dan berlalu meninggalkan sekolah tersebut.
Saat hendak berlalu jefira melihat sosok pria dengan T-shirt putih, memakai headset sedang berlari kecil menyusuri jalanan jakarta,
"Dia mikel Albern kan? kebetulan sekali aku bertemu dia disini"
jefira segera memarkir kan mobil dan membuntuti mikel secara diam-diam.
pria itu sangat tampan, otot-otot nya terlihat jelas dari balik T-shirt yang ia gunakan, bola mata nya berwarna biru kulit nya juga bersih lebih condong seperti orang Portugis namun memiliki sedikit unsur Asia, kombinasi yang sangat sempurna, jefira terus mengikuti nya sampai di villa tempat kediaman mikel, saat akan memasuki villa mikel yang sedari tadi menyadari seseorang telah mengikuti nya segera menangkap basah jefira,
"Apa yang kamu lakukan ?
Jefira terkejut ketika melihat sosok pria yang ia ikuti telah berdiri di belakang nya.
"Ha..hai Tn.Albern aku tidak sengaja lewat sini dan kebetulan bertemu dengan mu, senang bertemu lagi dengan CEO muda seperti mu? jefira mengulur kan tangan berniat bersalaman,
Namun mikel hanya menatap tangan itu tanpa membalas jabatan dari wanita 29 tahun tersebut, seketika jefira merasa canggung ia menarik kembali tangan nya.
"baiklah kalau begitu aku pergi dulu" ucap nya dengan nada sedikit kecewa dan malu,
"Mau minum kopi di villa ku"? tawar mikel menatap dalam mata jefira
"Apa? kamu sedang tidak salah bicara?
"Apa kamu mau minum kopi di villa ku? aku tinggal sendiri jika tak keberatan mampir lah, mikel berlalu dan membuka pintu villa milik nya, yang kemudian di ikuti oleh Jefira dengan ekpresi wajah tak percaya akan menikmati kopi di villa pribadi milik seorang CEO muda dan tampan.
villa itu sangat bersih, tertata rapi dan memiliki banyak jenis jam, seperti nya pria 26 tahun tersebut menyukai koleksi benda itu, di lemari juga ada banyak buku pengetahuan yang di susun sangat rapi.
"Tunggu lah di sini, aku akan mandi, jika ingin membuat kopi lebih dulu kamu bisa ke ruangan yang ada di sana"
"Baiklah aku akan membuat kopi terlebih dahulu, setelah selesai mandi kita bisa langsung meminum nya"
"Oke, aku akan segera selesai" mikel menuju kamar mandi segera membersihkan seluruh tubuh nya yang berkeringat, setelah selesai ia bergegas ke ruangan utama terlihat jefira sudah menunggu dengan 2 cangkir kopi di atas meja, istri muda dari Jendra awaji itu terlihat tersenyum ke arah nya,
menyaksikan momen itu, mikel seakan mengingat masa lalu, dimana seorang jefira merampas ciuman pertama nya, hal yang sangat sulit ia lupakan, namun mereka terpaksa berpisah tanpa berpamitan dan sekarang mereka di pertemukan kembali di situasi yang sangat berbeda, kini mikel Albern bukan remaja polos yang tak tau apa-apa lagi, dia adalah pria mapan yang telah mejalani hidup 10 tahun di USA.
Mikel duduk di sofa dan menatap wanita di depan nya,
"Bagaimana kabar mu selama ini?
"kabar ku? aku sehat seperti yang terlihat
"nona Jefira sakieb apa kamu tidak mengenali ku?
"tentu saja aku mengenali mu tuan Albern, pengusaha muda yang tampan, kamu pasti sangat populer di kantor suami ku
"Lalu bagaimana kamu bisa menikah dengan pria yang 30 tahun lebih tua di atas mu, sementara kamu bisa saja menikah lelaki mapan seperti ku"
"itu masa lalu, aku masi 18 tahun dan bukan berasal dari keluarga berada, menurut mu apa lagi alasan menikahi pria yang usia nya jauh di atas ku,? saat itu aku hanya berusaha bertahan hidup!
Batin mikel pov
Jendra benar-benar brengsek, setelah menghamili kakak ku dia malah memanfaatkan ketidak mampuan Jefira, tunggu lah aku akan segera ke puncak, saat waktu itu tiba kamu akan mencium dan memohon ampunan di kaki ku!
"Apa kamu bahagia nona Jefira?
"Tentu saja, segala kebutuhan ku terpenuhi, aku tidak lagi kekurangan apa pun dan aku juga punya seorang putri yang imut, kehidupan ku sudah cukup lengkap untuk sekarang, dann...Astaga aku terlalu banyak berbicara hal pribadi, maaf kan aku ini bukan karna aku mengharapkan simpati mu, hanya saja aku tidak punya tempat untuk mengungkap kan hal ini.
"Mau minum kopi di kamar ku?? tanya mikel berterus terang, sejak dahulu mikel adalah pria yang tak Suka bertele-tele ia selalu mengungkap kan isi hati secara langsung,
"minum kopi di kamar mu??
"Aku sudah tak ingin minum kopi disini, jika kamu masi ingin minum kopi dengan ku mari melakukan nya di kamar ku saja, kamu boleh menolak dan keluar dari villa ini, aku tidak akan memaksa, tapi jika kamu berkenan masuk lah ke kamar ku, kopi ini aku bawa masuk terlebih dahulu" ucap mikel sambil meraih secangkir kopi dari atas meja, kemudian ia berjalan menuju kamar, sementara Jefira yang memahami maksud dari pria asal Amerika itu mulai membuat keputusan, pilihan sedang berada di tangan nya, ia bisa saja masuk ke kamar atau menolak nya.
...----------------...
Bersambungg
cusss episode 8, jangan sampai kelewatan