
Perhatian!!!!!
sebelum membaca part ini pastikan usia anda telah di atas 19 tahun, kebijakan pembaca di perlukan di episode ini, Terimakasih.
Dari pintu kamar mandi tanpa basa-basi mikel berjalan menuju istrinya dan merangkul tubuh mungil itu ke tempat tidur, viola terbaring dengan jantung yang berdetak begitu kencang, rambut mikel yang basah menetesi wajah nya yang cantik, piama pink yang viola gunakan terlihat begitu menggoda, tak ragu lagi mikel mengecup bibir istri nya dengan penuh gairah, tangan nya mulai bergerak kesana-kemari mengitari tubuh viola, gejolak cinta semakin membara di antara kedua nya hingga pria 27 tahun itu mulai melepas perlahan pakaian yang istri nya kenakan, viola bernafas terengah-engah karena tak mampu mengontrol detak jantung yang semakin menggebu itu,
viola sudah pasrah akan perbuatan suami nya hingga di waktu yang bersamaan sebuah pemikiran muncul di kepala nya, membuat diri nya menghentikan aksi dari CEO mempesona tersebut.
"Tunggu dulu, sebelum kita melanjutkan nya, aku ingin berterus-terang tentang satu hal"
Mikel menghentikan aktivitas nya dan menatap wajah istri nya,
"Apa itu?" jawab nya sedikit penasaran,
"Sejujurnya ini yang pertama, aku masi belum pernah melakukan nya dengan siapapun, jadi lakukan lah dengan sedikit lembut"
Seketika ekspresi mikel berubah terkejut, bagaimana bisa wanita senakal ini belum pernah melakukan sesuatu yang bahkan telah di lakukan remaja 15 tahun, pikir nya.
"Maksud mu, kamu masi..?"
viola mengangguk menjawab pertanyaan dari suami nya, ia juga mengatakan alasan mengapa diri nya memiliki banyak pacar berandal, terlepas dari itu ia tetap menjaga diri nya dengan sangat baik, karena ia ingin hal terpenting dari dirinya akan di dapat oleh pria yang tepat, kebenaran demi kebenaran dari remaja ini semakin terungkap, membuat mikel merasa tindakan nya sedikit berlebihan, bagaimana bisa ia melibat kan bocah 18 tahun untuk scandal yang ia alami, viola tak tahu menahu akan masa lalu nya, tapi mengapa malah menjadikan nya tangga dalam mencapai tujuan, rasa nya sangat tidak adil untuk remaja itu, dengan segera mikel kembali memperbaiki pakaian istri nya yang telah sempat ia lucuti dan melepaskan cengkraman nya dari wanita itu.
"Aku baru ingat, ada pekerjaan yang belum sempat aku selesai kan" gumam nya mencoba menghindari viola, sontak ucapan itu membuat istri nya bertanya-tanya pekerjaan apa yang membuat nya bahkan melewatkan malam pertama mereka.
...****************...
Sejak kejadian malam itu, Mikel mulai memikirkan tindakan yang berlebihan ini, di satu sisi ia harus membalas dendam kakak nya, namun di sisi lain ia merasa viola bukan lah target yang tepat untuk menebus dosa-dosa Jendra dan jefira, harus kah ia melanjut kan nya?, atau cerai kan saja sebelum semua nya semakin jauh?, rasa nya tak ada pilihan yang tepat, Mikel telah memulai nya dengan langkah yang salah, apa pun keputusan nya tetap akan menyakiti wanita 18 tahun tersebut.
bersamaan dengan kacau nya pikiran pria itu, viola selalu mencari celah untuk mendekati sang suami, sudah seminggu berlalu, mikel sama sekali belum menyentuh nya dengan alasan sibuk akan pekerjaan, merasa tak ingin di abaikan lagi viola meminta waktu kepada sang ayah untuk di izinkan berbulan madu di Bali selama 1 Minggu, permintaan itu tentu saja di respon positif oleh jendra namun cukup menegangkan bagi mikel Albern, selama ini ia bisa menolak dengan alasan pekerjaan, tapi jika telah di berikan cuti alasan apa lagi yang akan ia pakai?
Bukan tak tertarik akan pesona viola, ia hanya menjaga hati dari gadis itu, apa jadi nya jika hal yang paling berharga dari nya di rampas oleh seorang pria yang menikahi nya hanya karena sebuah dendam. namun ia juga tak bisa menolak rencana bulan madu tersebut di depan Jendra, jika hal itu ia laku kan, semua akan terlihat begitu mencurigakan, dengan berat hati Mikel menyetujui rencana bulan madu tersebut. hingga tiba di hari dimana mereka akan segera melakukan perjalanan bulan madu
...****************...
Hari keberangkatan,
"Sayang, apa aku perlu membawa bikini favorit mu?" tanya viola sambil memasuk kan koper bawaan nya ke dalam bagasi mobil, pertanyaan itu membuat sopir yang sedari tadi berdiri membukakan pintu terlihat merasa bersalah, ia telah mendengar kan dialog antara suami istri yang tak seharusnya ia dengar, sementara Mikel dengan wajah salah tingkah nya segera menepis pertanyaan itu,
"Ttiidak perlu!!!,Ah maksud ku.. Kamu bisa membeli nya di Bali saja,iya kan?, dan juga jangan membicarakan hal pribadi seperti itu di tempat umum" ucap nya sambil menurun kan volume suara, viola yang mendengar kalimat itu merasa semakin tertarik akan tingkah suami nya, Mikel terlihat begitu panik,
"apa dia masi memiliki debaran bahkan setelah melakukan nya dengan banyak wanita?" gumam nya membatin.
"Emm viola, beri aku sedikit ruang, kamu sudah memepet ku cukup banyak" gumam mikel dari pojok kanan kursi, sementara viola terus merangkul lengan kekar milik pria itu tanpa mempedulikan kan posisi mikel yang sudah sangat sempit,
"Jika kamu merasa sempit pangku saja aku agar bangku di samping mu menjadi kosong" jawab viola dengan sengaja mengerjai suami nya,
pria 27 tahun itu menarik nafas panjang, ia bisa saja mengontrol emosi nya beberapa hari yang lalu, namun jika begini terus ia bisa saja Lepas kendali Kepada wanita menggemaskan ini, sekuat apa pun pria jika terus di tempeli seperti ini akan sulit bagi nya untuk menolak.
Beberapa jam di perjalan akhirnya nya mobil berhenti di depan villa yang terlihat begitu indah, berada di tepi pantai dengan dinding kaca transparan, mebuat keindahan pantai bisa mereka nikmati hanya dari dalam villa.
"Wah ini sangat indah, aku sudah membayang kan kita melakukan nya di sini" ucap viola sambil menunjuk sofa kecil yang terletak di sudut ruangan, membuat Mikel sedikit Canggung, viola terus saja menggoda nya, wanita mungil ini benar-benar berusaha mendapatkan perhatian nya, mikel yang merasa tak ingin membahas nya segera menarik tangn viola keluar dari villa
"Ayo ajari aku bermain selancar, kamu sangat ahli di skateboard, pasti ahli juga di bidang ini" gumam pria Asal Amerika serikat tersebut, viola tersenyum sombong, karena ia tahu bakat nya di selancar tak perlu di ragukan lagi,
"Tunggu lah di sini aku akan berganti pakaian dulu" wanita itu memasuki ruang ganti, dan kemudian keluar menggunakan bikini yang sangat minim, memperlihat kan lekukan-lekukan indah di tubuh istri nya yang mungil, bersamaan dengan itu Mikel terlihat begitu mengagumi penampakan remaja 18 tahun yang sekarang telah menjadi istrinya, Mikel tak mampu berkata-kata mata nya berfokus ke tubuh viola, tapi entah mengapa ia merasa tak menyukai penamapakan itu di lihat banyak orang, spontan saja ia menarik viola kembali memasuki ruang ganti,
"Apa yang kamu pakai?"
"Ini seragam untuk berselancar"
"Ganti, aku tidak menyukai nya"
viola mengkerut kan dahi, di Bali pakaian seperti ini sudah sangat biasa, tapi mengapa Mikel tak menyukai nya?
"Kenapa?, apa aku terlihat aneh menggunakan ini?"
"yaa benar, tentu saja itu aneh, lihat lah kaki mu yang pendek terlihat begitu jelas, perut buncit itu juga merusak pandangan ku, ganti saja yang lain"
Viola memayun kan bibir nya, ia merasa yang di katakan suami nya adalah benar,
"Tapi aku tidak membawa pakaian lain"
"Tidak apa-apa kamu bisa pakai T-shirt yang biasa aku gunakan"
"Tapi itu bukan ukuran ku" viola mencoba menolak, namun mikel tetap memaksa nya, hingga akhirnya nya viola menggunakan kaos putih yang ukurannya 2 kali dari tubuh nya, ia seperti orang-orangan sawah yang sedang terombang-ambing di tiup angin, diri nya merasa malu tapi entah mengapa mikel lebih tenang saat viola mengenakan pakaian yang membuat nya terlihat aneh itu.
...----------------...
Bersambung.....
Untuk sementara novel "Hurt or love?" Hiatus dulu ya bestie, jika banyak permintaan up dari pembaca baru deh di update lagi, jadi jangan lupa vote, like dan coment Up jika masi ingin novel ini berlanjut 🧡