HURT OR LOVE ?

HURT OR LOVE ?
12.START



Kembali ke misi mikel Albern, Awal yang cukup buruk bagi pria asal negara Paman Sam ini, untuk pertama kali ia mendapat penolakan dari wanita yang sama sekali bukan type nya, dia hanya gadis dengan tubuh mungil, nakal dan memiliki image murahan, mikel merasa begitu terhina saat seorang copet terlihat lebih menarik di mata viola.


merasa tak terima atas keputusan viola ia kembali mendatangi sekolah, bermaksud mencoba nya sekali lagi, "kali ini tak boleh gagal" gumam nya, mikel memakai setelan terbaik yang ia miliki, berusaha berpenampilan lebih baik dari sebelumnya saat tiba di sekolah mikel berdiri di depan gerbang menunggu jam pelajaran berakhir,


Beberapa saat kemudian viola keluar melewati gerbang , wajah wanita itu terlihat sangat girang, ini adalah hari ke dua diri nya di jemput oleh pria yang sangat ia sukai, tak ragu wanita yang duduk di bangku 3 SMA itu berlari seperti anak kecil menghampiri mikel Albern,


"Kamu datang lagi?"


Mikel menjawab pertanyaan itu dengan senyuman dan membukakan pintu mobil untuk viola, perlakuan nya kali ini lebih baik dari sebelumnya, ia bahkan menanyakan tempat yang ingin viola kunjungi, tanpa ragu gadis itu mengatakan bahwa diri nya ingin ke pulau, sontak saja jawaban itu membuat mikel sedikit terkejut dimana ia bisa menemukan pulau di kota Jakarta ini.


Ekpresi kebingungan nya itu terlihat jelas oleh viola seketika gadis mungil ini merekomendasi kan tempat wisata yang menurut nya cukup indah untuk di kunjungi,


"Bagaimana kalau kepulauan seribu?"


"Kepulauan seribu?, dimana itu?"


"masi daerah Jakarta, yang pasti tidak memakan waktu berhari-hari"


"Baiklah, kita berangkat" mikel menambah kelajuan mobil yang ia kendarai, di sepanjang perjalan mereka bernyanyi layak nya sepasang kekasih yang sedang bepergian, keduanya sesekali tertawa dengan hal-hal konyol yang mereka lakukan,


mikel mengatakan bahwa dulu nya ia adalah kuli di pasar kecil, dimana dia harus mengangkat setiap karung sayuran yang membuat tubuh nya bau dan dekil, viola tertawa terbahak-bahak,


"Baiklah jika dulu nya kamu adalah kuli, aku adalah pemulung di di lampu merah" jawab nya sambil tertawa, ia menganggap pengakuan mikel hanyalah omong kosong yang harus di jawab dengan omong kosong pula.


Tak ingin memperdebat kan nya mikel membalas dengan tawa, stelah beberapa Jam di perjalanan akhirnya mereka tiba di tempat tujuan,


Kedua nya turun dari mobil, melihat di sekeliling tampak tempat yang sangat indah, air pulau sangat biru, mikel tak menyangka Jakarta juga memiliki tempat destinasi wisata yang cukup menakjubkan kan.


seketika viola berlari mengitari tempat itu, ia terlihat begitu gembira, rambut nya yang panjang bertebaran di hembus kencang nya angin, mikel segera menyusul wanita yang tinggi nya berkisaran 150cm tersebut,


"Jangan berlarian seperti itu kamu bisa terjatuh"


gumam nya sambil mengokoh kan pegangan di tangan viola, kedua nya terlibat dalam pandangan yang cukup canggung, saat itulah benak mikel mensiasati hati remaja 18 tahun tersebut,


"Aku ingin menagih nya ucap Mikel sambil meraih tangan viola yang satu nya,


"Menagih apa?"


"Jawaban mu, mari kita berpacaran? jawab sekarang dan jangan membuat ku menunggu lagi"


viola mendongak menatap wajah pria yang tinggi nya mencapai 187cm tersebut, saat ini tinggi viola hanya sebatas dada pria itu mata mikel yang berwarna biru terlihat begitu indah, dia memang sangatlah tampan, hanya wanita bodoh yang menolak makhluk seperti ini, Tanpa ragu viola mengangguk menandakan pernyataan cinta mikel Albern telah ia terima.


Senyum mengembang di wajah pria kelahiran Aceh tersebut, di pikiran nya menyimpan banyak misi yang harus di selesaikan, tahap pertama seperti nya berjalan lancar, tinggal menunggu langkah selanjutnya, dia memeluk gadis mungil di depan nya seolah sangat berbahagia atas keputusan viola.


"Apakah sekarang kita resmi berpacaran?" tanya viola memastikan diri nya bukan bermimpi di siang bolong,


"Tentu saja, mulai sekarang kita adalah sepasang kekasih"


"Mulai sekarang kamu adalah Mr.dolar ku jadi jangan menebar pesona di depan wanita lain"


"Kalau begitu tinggal lah bersama ku, kamu bisa mengawasi ku selama 24 jam"


"Boleh juga, aku kan melakukan nya suatu saat nanti, tapi sekarang ada hal yang ingin ku laku kan"


"Apa itu?"


viola meminta mikel sedikit menunduk agar bisa mendengar sesuatu yang akan ia katakan, tanpa rasa curiga mikel merendah kan wajah nya berniat mendengar kan Kalimat yang ingin viola sampai kan.


"emuah" remaja 18 tahun itu mengecup singkat pipi pria yang saat ini telah resmi menjadi pacar nya, "itulah yang ingin ku lakukan" Jawab viola sambil berlari menjauh dari pacar nya.


"Kamu menggoda ku?" jangan salah kan aku karna kamu memulai nya lebih dulu" mikel berlari mengejar gadis yang saat ini sedang ia peralat sebagai tangga menuju misi nya.


kedua nya saling berlarian di tepi pulau, canda tawa tergambar dari wajah mereka hingga sesaat setelah itu panggilan masuk secara bersamaan dari ponsel kdeuanya,


"Aku angkat telepon dulu, ucap mikel sambil berjalan menjauh, begitu pula dengan viola ia melihat panggilan dari sang ayah,


Jendra sangat mengkhawatirkan dirinya, hari sudah sangat sore namun viola masi belum tiba dirumah para bodyguard juga tidak berhasil menemukan nya membuat kekhawatiran jendra semakin menjadi-jadi, namun viola menenangkan ayah nya dengan berkata ia baik-baik saja dan akan segera pulang.


Di sisi lain mikel menerima panggilan dari jefira yang belakangan ini sering ia abaikan, ia merasa mikel sudah tak menyukai nya lagi, namun mikel menyangkal tuduhan itu, ia mengaku masih sangat menyukai jefira.


"Apa kita pulang sekarang?"


mengingat hari sudah sangat sore viola mengangguk menyetujui saran dari mikel dan akhirnya berlalu meninggal kan tempat itu.


"kita ke villa ku dulu untuk mandi, badan ku sudah sangat gatal, setelah itu akan ku antar kamu pulang, bagaimana?"


"Tidak usah, aku pulang naik taksi saja, turun kan saja aku di jalan itu"


"Apa yang kamu bicarakan, aku ini pacar mu, bagaimana mungkin aku membiar kan mu pulang dengan taksi"


"Tidaka apa-apa aku sudah terbiasa"


"Baiklah jika itu karena kamu keberatan ke villa ku akan ku batal kan rencana mandi nya, kita langsung kerumah mu saja"


"Bukan, bukan karena itu, aku hanya khawatir papi akan menyakiti mu, papi telah banyak melukai pria yang aku bawa"


"itu karena lelaki yang kamu bawa adalah orang-orang yang tidak jelas asal usul nya, perlakuan nya akan berbeda jika lelaki itu adalah aku"


"Tetap saja aku masi belum berniat membawa mu kerumah, "please do it for me?"


Mikel menarik nafas panjang, dan akhirnya menyetujui permintaan viola.


setiba nya di villa mikel segera membersihkan seluruh tubuh nya dan bersiap-siap untuk menemui jefira.


...****************...


Di club'


musik berdentum memekak kan telinga, semua orang menari dengan riang, sementara di sudut lain mikel duduk sambil meneguk segelas minuman, seketika kehadiran nya mengundang simpati para wanita, mereka berkumpul mengerumuni pria 27 tahun tersebut.


Namun seketika semua terhenti saat jefira datang dan mengaku sebagai kekasih dari mikel Albern, para wanita mulai menghindar dan perlahan pergi meninggal kan mereka berdua, momen itu di manfaat kan jefira untuk duduk lebih dekat dengan mikel kemudian menyentuh pipi nya dengan kasih,


"Wajah mu sedikit tertekan belakangan ini, ada apa?"


tanpa ragu mikel mengibas tangan istri muda dari Jendra awaji tersebut kemudian menatap nya dengan tatapan tajam.


"Kita akhiri saja hubungan ini"


jefira tersentak bak di sambar petir, ia merasa tak ada yang salah dari dirinya tapi mengapa mikel malah mengakhiri semua nya, ia mempertanyakan alasan dari berakhir nya hubungan mereka, tanpa rasa bersalah mikel mengakui bahwa diri nya bosan dan telah memiliki kekasih baru, jawaban itu cukup menyayat hati jefira, mereka sudah melakukan nya sangat jauh bagaimana bisa ia mengakhiri hubungan semudah itu, dengan segala upaya ia memohon agar mikel tak meninggal kan nya, namun semua sia-sia mikel telah membulat kan niat untuk memulai permainan.


jefira sekali lagi memohon dengan cara menangis, sesaat setelah itu tanpa di duga Jendra datang untuk ikut bergabung, sontak membuat sepasang suami istri kaget, mengapa bisa bertemu di tempat ini, sementara mikel yang merencanakan ini terlihat tersenyum puas.


"Sedang apa kamu disini?"


"A...aku,? yaaa aku di beri tahu Tn. Albern untuk menemui mu disini, ya dia bilang mas jendra akan kesini, itu sebab nya aku datang"


Jendra menatap ke arah mikel dengan maksud memastikan perkataan istrinya benar, sebuah senyuman tergambar di wajah mikel sambil menuangkan sebotol wine' ke dalam gelas.


"Berhubung kalian berdua disini, aku ingin memberitahukan sebuah kebenaran, aku pikir tidak ingin menyembunyikan nya"


"Haha sudah ku duga kamu di penuhi dengan banyak kejutan, aku yakin kebenaran ini akan membuat ku syok, tapi tenang saja apa pun itu sudah ku persiapkan"


Jendra meneguk wine yang mikel tuang, sementara Jefira terlihat mulai panik, wajah nya terlihat pucat, mungkin kah Mikel Albern akan memberi tahukan kebenaran tentang hubungan diam-diam mereka selama ini?!, jika itu benar mikel telah menggali kuburan untuk nya.


"AKU TELAH MENJALIN HUBUNGAN DENGAN SESEORANG DI KELUARGA MU"


ungkap pria yang telah 10 tahun menetap di Amerika itu, pernyataan itu sontak membuat jefira terkejut, membuat nya secara tak sengaja menjatuh kan gelas dari meja, kaki nya mulai gemetaran, berakhir disini kah pernikahan nya dan Jendra?


...----------------...


Bersambung.....


apa mikel akan mengakui hubungan gelap nya bersama jefira?


yuk lanjut episode 13