
Pagi hari cuaca berkabut dunia seolah ssdang sedih. Qiu yue bangun dengan badan segar, pengakuan Bojin membuat Qiu yue tidak percaya pria itu mengungkapkancintsnya. Pipin merah padam begitu mendengar pengakuan Bojin
Ia bangkit menghambur menuju jendela, ia mendengar suara pedang, pandangan mata Qiu yue tertuju ke arah halaman di mana Bojin sedang berlatih pedang.
Qiu yue keluar dari kamar, melihat Bojin sedang menebas boneka jerami hingga terbelah menjadi dua. Gadis itu buru - buru pergi ke halaman. Karena Bojin tidak datang beberapa minggu ini. Ia pun menghambur menuju halaman melihat kedatangsn Bojin.
"Bisakah kau mengajariku belajar pedang," pinta Qiu yue.
"Maafkan aku nona, tapi aku tidak bisa." Bojin memasukan pedang ke dalam sarungnya."Aku mohon," pinta Qiu yue gadis itu merengek kepada Bojin.
"Maafkan aku,"Bojin pergi mengacuhkan Qiu yue. Membuat Qiu yue kesal. "Yah sudah aku akan melupakan apa yang terjadi semalam."
"Kau mengancamku," Bojin mendekati Qiu yue. Dia menaikan alisnya. Qiu yue pergi dia marah kepada Bojin.
"Baiklah," kata Bojin. Dia mengajarkan cara bermain pedang kepada Qiu yue. "Dengan satu syarat malam ini kau harus ..."
"Dasar mesum," ucap Qiu yue. Memukul wajah Bojin pelan.
Jendral Bao melihat anaknya dari balik pintu. Sejak kapan Kapan anaknya mulai menyukai sang pangeran ini tidak bisa di biarkan. "Qiu yue kau tidak tahu bahwa dia adik dari kaisar yang telah menolak pernikahanmu." gumam sang ayah."Apakah aku harus balas dendam," sang ayah mulai ragu dengan ketulusan pangeran Yuan ia takut sang pangeran hanya main - main saja kepada puterinya.
* * *
Flash Back
Kondisi kaisar yang belum siuman membuat pangeran Yuan tidak bisa menemui Qiu yue. Dia yang -harus mengambil alih tugas istana menggantikan sang kakak. Walaupun para menteri memintanya untuk menjadi Raja sang pangeran tegas menolak karena ia tidak punya keinginan untuk menjadi penguasa negeri.
Yuan melihat tumpukan laporan yang menggunung, ia tidak percaya banyak sekali laporan yang tidak masuk akal. Dia meletakan laporan keatas ia akan pergi ke tempat Qiu yue. Yuan keluar dari ruang kerja kakaknya menuju kamar sang kakak yang berbaring lemah di tempat tidur. Mata kaisar terbuka tapi tidak merespon ia seperti boneka tidak berjiwa.
Pangeran Yuan mendekati sisi ranjang Long Wei, " siapa yang melakukan ini kepadamu, aku akan mencarinya, aku tahu kau bukan tipe orang yang membunuh diri, siapapun pelakunya tidak akan aku maafkan." Yuan keluar dari istana diam - diam dia menuju danau di dekat sungai kuning di sana ada Gazebo yang menghadap sungai terletak di atas pegunungan ia bertemu dengan pendeta untuk memintanya mendoakan ibunya. Pangeran Yuan anak dari selir Xiao ling. Ibunya meninggal saat melahirkannya. Setelah itu Yuan pergi ke tempat jendral Bao. Ia pura - pura menjadi prajurit di depan Qiu yue sang jendral tidak ingin anaknya berhubungan lagi dengan namanya istana.
Sudah dua bulan ini sang pangeran menjadi pengawal pribadi Qiu yue. Dia ingin dekat dengan Qiu yue dan selalu di sisinya, tapi urusan istana menghalaginya untuk bertemu.
Sang pangeran duduk sambil membaca laporan keuangan istana yang membuatnya mengerutkan alisnya, "Ya, ampun banyak sekali pengeluaran istana. Dia tidak bisa percaya. Qiu yue datang membawa makanan buat Bojin,ia melirik Bojin yang serius menatap laporan.
"Apa yang sedang kau lakukan, "ucapan Qiu yue tidak di dengar, ia meletakan makanan di atas meja, dan pergi. Pangeran Yuan menarik tangan Qiu yue. "Jangan tinggalkan aku temani aku," ucap Yuan. Dia menatap mesra Qiu yue. Qiu yue marah, tapi pangeran Yuan tahu bagaimana meluluhkan Qiu yue. "Ayolah jangan marah, " ucapnya dengan manja.
"Aku sedang membaca laporan."
"Kenapa kau baca laporan di sini bukannya di rumah."
"Kalau begitu aku tunggu di sini." Qiu yue menunggu Bojin yang sedang serius membaca laporan.
Angin berhembus menerpa wajah Qiu yue, rambutnya berkibar di terpa angin. Ia melirik bojin yang masih berkutat dengan laporannya, membuat Qiu yue mengantuk, gadis itu tertidur di bahu Bojin.
Bojin meletakan berkas ia membopong ke rumah. Dia membaringkan Qiu yue. "Kenapa kau tidak tinggal di sini saja," ucap Bibi Li, "Aku rasa tidak sebentar lagi aku pulang.
"Sebentar lagi hujan." kata Bibi Li.
Yuan menatap langit mendung kehitaman, di sertai hujan turun rintik - rintik. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi. "Di mana tuan dan nyonya."
"Mereka pergi ke luar kota."
"Siapkan makan malam buat nons muda Yue,"Bojin menuju kamar Qiu yue melihat apa gadis itu sudah bangun.
Qiu yue bangun saat ia menyadari bahwa ia sedang berada di kamar.
"Di mana aku?"
"Kau sudah bangun,"Kata Bojin datang dari balik pintu sambil membawa lentera. Terdengar suara petir menggelegar saling bersahut - sahutan. Yuan meletakan lampion. "Di mana ayah."
"Beliau pergi ke ibu kota untuk menyerahkan surat pengunduran diri, bibi ke Can an untuk menemui saudaranya, di rumah ini hanya kita berdua."
"Bibi Li akan menyiapkan makanan sebelum pergi." kata Bojin. Malam itu mereka makan berdua di terangi lilin rasa canggung menghinggapi Qiu yue.
Pandangan Bojin Lurus menatap wajah Qiu yue yang cantik. Setelah mereka makan Qiu yue meletakan lampion di atas tiang.
Qiu yue menatap hujan turun rintik - rintik. Bojin mendekati Qiu yue yang berdiri mematung, "Aku menyukaimu," ucap Bojin, membuat lamunannya buyar perkataan Bojin yang tiba - tiba membuat gadis itu bingung. "Beri aku waktu untuk berpikir," Qiu yue pergi ke dalam ia terdiam sejenak, apakah ia harus menerima cinta Bojin karena ia bersumpah untuk tidak jatuh cinta lagi di hadapan sang ayah.
Bojin memeluk punggung Qiu yue. "Aku hanya prajurit biasa bukan kaisar yang mempunyai kedudukan di istana," ucap Bojin mesra.
Qiu yue berbalik, Bojin mengulurkan tangannya ia menautkan jari ke tangan Qiu yue mereka menatap lama sekali. Hingga Qiu yue membalas tautan Bojin. Bojin menatap ke dalam mata Qiu yue, "Aku akan menunggumu sampai kau membuka hatimu," ucap Bojin sambil mendekati Qiu yue, aroma hujan tercium di teras. Menimbulkan sensasi rindu, buat Qiu yue. "Ini terlalu cepat,"
Bojin melepaskan tangan Qiu yue, ada gurat kekecewaan di matanya. Ia melangkah pergi. Sebuah sentuhan tangan menghentikan langkahnya, ia berbalik menatap lurus kearah mata jernih Qiu yue.
"Tunggu dulu," Qiu yue menghentikan langkah Bojin. Ekspresi Qiu yue menghangat dia menaikan bibirnya. "Ini jawabanku," Qiu yue mengulurkan tangannya ia melingkarkan kedua tangan ke bahu Bojin. Ia menghambur ke wajahnya. Qiu yue memberikan sebuah ciuman di bibir Bojin. Pria itu terkejut karena ini tiba - tiba sekali dia membalas ciuman Qiu yue. BIbir mereka saling bertautan. Ciuman panjang. Qiu yue menyandarkan kepalanya di dada bidang Bojin yang hangat dan lebar.
* *