Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 5



Malam berganti pagi,Qiu yue terbangun di sisi ranjang matanya terbuka saat mata ia melihat  kaisar memandang dirinya, wajahnya merah karena malu saat kaisar menatapnya,ia cepat - cepat bangkit dari tempat tidur, ia tidak ingin ada yang melihat dirinya tidur bersama kaisar. Walau ia bisa melihat tapo pandangan mata kaisar kosong.


Yue kemudian mengajak kaisar bicara, ia melakukan ini hampir setiap hari.


"Selamat pagi yang mulia," ucap Qiu yue. Sambil membalikan tubuh kaisar ke arah kiri. Terdengar suara langkah kaki, ternyata tabib Ming ju.


Tabib Ming terkejut melihat Qiu yue sudah ada di kamar kaisar Long wei, pria itu  mengerutkan alisnya," apa kau melakukan ini semua ini?" Tabib Ming ju melihat Yue begitu cekatan.


"Aku bangun pagi - pagi sekali," ujar Qiu yue ia menjadi salah tingkah," aku akan mengambil air hangat untuk yang mulia mandi."jawabnya sambil berlalu pergi.


"Bukankah yang mulia selalu mandi di bak mandi," kata tabib Ming ju. Qiu yue berhenti. Ia melirik ke arah tabin Ming," Hari ini aku akan membersihkan tubuh kaisar karena semalam ia deman." Qiu yue berusaha menghindari pertanyaan tabib Ming ju.


"Kau selalu mengajak kaisar bicara?"


"Ya, hampir setiap hari."jawab Yue.


"Apakah tubuhnya  merespon?" Tanya tabib Ming.


"Entahlah aku tidak memikirkan sejauh  itu."jawab Qiu yue. Dia mengambil air hangat untuk kaisar.


Tabib Ming ju memperhatikan gerak - gerik Qiu yue. Pelayan itu bicara dengan kaisar apakah ini yang membuat kesehatan kaisar semakin baik belakangan ini. Padahal dari ibu suri pernah bilang kesehar kaisar sangat terganggu. Jadi siapa yang sedang berbohong?


Qiu yue membasuh dada  bidang kaisar yang kurus, ia menggosok dengan pelan,"Yang mulia tegakan tubuhmu," dengan refleks tubuh kaisar merespon ucapan Qiu yue.


Wajah mereka saling bertatapan satu sama lain. Wajah Yue merah padam merasa kaisar sedang melihatnya.


Setelah mandi dan memakai hanfu berwarna putih menata rambutnya. Setelah itu


Qiu yue membawa kaisar berjemur di taman dengan bantuan pangeran Juan dan tabib Ming. Agar tubuhnya tidak kaku. Mereka harus kucing - kucingan dengan para kasim dan  Selir Maya yang  selalu mengawasi gerak - gerik mereka.  Taman ini sangat indah dan sejuk. Serta jarang sekali para pelayan lali lalang


Kaisar duduk di gazebo yang menghadap ke kolam teratai, matanya terbuka dengan tatapan masih kosong. Qiu yue melihat wajah kaisar yang tidak lagi pucat, wajahnya kini berisi matanya kembali bersinar, ia tampan saat terkena sinar matahari. "Kita mempunyai masa lalu yang sama. Kehilangan orang yang paling kita cintai," Qiu yue memegang ke dua tangan kaisar lembut, yang mulia harus bangkit, demi negara ini dan demi dirimu sendiri." mata Qiu yue muai berkaca - kaca ia memegang jemari tangannya seperti bayi.


kaisar menurunkan bibirnya, sedih. Seolah ia ingin bilang jangan menangis. Qiu yue menyandarkan tubuhnya di punggung kaisar. Ia menutup matanya. Membayangkan kaisar berada di hadapanya menatapnya.


"Saat yang mulia sadar mungkin hamba tidak akan bersama anda, mungkin anda akan melupakan saya," Qiu yue melepaskan sandarannya angin musim semi menerbangkan kelopak bunga sakura. Bunga itu jatuh di atas kepala Qiu yue. Mereka saling memandang satu sama lain.


* * *


Sebuah gerakan cepat mengarah menuju paviliun orang - orang berbaju hitam bersembunyi di semak - semak mereka mengawasi kaisar yang sedang duduk di gazebo. Paviliun kaisar tidak pernah di jaga dari dalam. Pavilun ini kosong tidak ada selir hilir mudik di tempat kaisar mereka ketakutan karena selir Maya punya pengaruh di istana ia melahirkan putera mahkota tahun lalu. Tapi ibu suri meragukan anak yang di lahirkan Selir Maya hingga pengangkatannya di tangguhkan pangeran Juan hingga kaisar sadar dari tidurnya.


Pria itu bersembunyi dari balik pohon. Ia melempar pisau ke arah Kaisar Long wei dengan sigap Qiu yue menangkap pisau itu. Mata Qiu yue awas. Pandangannya menghambur, ke seluruh area taman. Qiu yue melihat pisau yang ada di tangannya. Siapa yang mau membunuh kaisar.


Tiba - tiba orang berjubah sudah ada di hadapan Qiu yue, ia menghunuskan pedang ke arahnya. "Siapa kalian?"


"Lancang sekali kau beraninya kalian ingin membunuh kaisar." Qiu yue menjadi tameng untuk kaisar.


Pangeran Juan datang menolong Qiu yue. Dia menghadapi penyusup seperti ninja. Dengan gerakan cepat ia menebas para penyusup.


"Tolong bawa kaisar dari sini."


"Baik,"Qiu yue menggendong kaisar menuju paviliun. Tabib Ming sudah menunggu di depan. Tidak ada penjagaan bagaimana bisa,Qiu yue mengambil pedang naga milik kaisar. "Maafkan hamba saya pinjam pedang yang mulia."


Qiu yue mengambil pedang yang di letakan di dinding. Dengan langkah cepat Qiu yue melawan para penyusup yang tersisa dengan gerakan pedang yang luwes Qiu yue berhasil mengalahkan penyusup itu.


Pangeran Juan datang dengan cepat saat ia melihat Qiu yue berhasil mengalahkan penyusup, ia terkejut melihat kemampuam Qiu yue, ia selama ini berpikir dayang istana Yue itu lemah. Orang yang mencoba membunuh kaisar terkapar di tanah tidak berdaya.


"Yang mulia anda baik - baik saja," kata Qiu yue menghampiri sang pangeran.


"Aku baik - baik saja," wajah pangeran Juan masih terpaku kepada Qiu yue tanpa ia sadari bahuny terluka. "Yang mulia anda terluka."


"Ya," Sambil memegang bahunya ia mencoba menghentikan pendarahan dengan tangannya.


"Biar saya bantu." Qiu yue membopong pangeran ke tempat tabib Ming ju.


"Dari mana kau belajar pedang?" tanya Juan."Dari kekasih hamba yang mulia," jawab Qiu yue. Tanpa memandang sang pangeran.


"Bisakah yang mulia tidak memberitahu siapa pun bahwa hamba bisa melumpuhkan penjahat," kata Qiu yue.


"Baiklah." Pangeran Juan terdian


Jadi dia sudah punya kekasih.


* * *


Tabib Ming ju membalut bahu Pangeran, " lukanya tidak dalam," kemudian ia melirik ke arah Qiu yue yang sama sekali tidak terluka. Tabib Ming ju sangat terkejut gadis yang kelihatan biasa saja tidak ada daya tarik sama sekali bisa bela diri dan melumpuhkan penjahat seorang diri


"Bagaiamana keadaan kaisar?" tany Qiu yue.


"Yang mulia baik - baik saja ia sedang tidur." Kata tabib Ming ju.


Qiu yue berjalan menuju pintu. "Kau mau ke mana? tanya pangeran Juan."Melihat keadaan kaisar. Qiu yue menutup pintu ia berjalan menuju kamar kaisar.


Ia menyingkap kelambu, Qiu yue duduk di sisi ranjang kaisar, Mata kaisar terbuka, ekspresi wajahnya sangat cemas. "Syukurlah yang mulia selamat. Jika terjadi apa - apa hamba tidak akan bisa hidup." Qiu yue berusaha untuk tersenyum di hadapan kaisar. Qiu yue menyentuh tangan kaisar.


"Hamba akan menceritakan sebuah dongeng untuk yang mulia, kisah sang bulan yang kehilangan cintanya."