
Long wei bersantai memandang Yue yang sedang berpakaian. Tatapannya menelusuri punggung Yue. Dia tampak mempesona hari ini. Seperti biasa mengenakan hanfu berwarna merah cerah. Rambut Yue di gelung tinggi di kepala. Long wei memandang Yue dengan hati - hati menusukan tusuk rambut. Hanya beberapa detik silam, rambut itu terurai jatuh di kedua bahu Long wei.
"Bagaimana perjalananmu yang mulia?" Tanya Yue sejak Long wei pulang.
"Baik." Rakyat sangat senang. Aku senang bisa membahagiakan rakyatku setelah sekian lama aku tertidur."
"Yang mulia akan menjadi raja yang baik yang dapat membahagiakan rakyat. Terutama anak yang aku kandung. Yue megelus perutnya yang masih belum menonjol.
Long wei mencondongkan tubuhnya kearah Yue. Sebelah tangannya rebahan di perut Yue. Kemudian menelusuri dada Yue hingga kecekungan di lehernya, meninggalkan jejak yang panas di kulit Yue. Jantung Yue berdetak kencang. Sesaat mereka lupa apa yang di bicarakan. Yue menciumnya. Lalu Long wei membalas ciumannya dengan bersemangat. Merangkul bagian belakang leher Yue dan meraih mendekat.
Saat teringat Yuan. Yue memisahkan diri dari kaisar. Long. Wei menatap selirnya dalam - dalam seperti ada sebuah kesedihan tapi apa.
"Yang mulia bukankah anda sebaiknya pergi. Hamba takut permaisuri marah kepada hamba."
Long wei mengerjap Yue masih memikirkan Ratunya padahal dia selalu bersikap kasar kepada Yue."Dia tidak penting hanya kau lah yang terpenting bagiku dan anak yang kau kandung." Long wei menarik napas panjang sejak kejadian tempo hari dia tidak boleh neninggalkan Yue sedikit pun.
Aku akan pergi sebentar lalu kembali untuk menengokmu lagi.” Yuan menangkupkan kedua tangannya ke pipi Yue lalu menunduk untuk mengecup ujung hidung perempuan kesayangannya tersebut.
Pipi Yue tampak memerah karena tersipu dan itu membuat Yue tidak bisa menahan senyumnya.
***
Tabib Zhao datang dari Huo untuk menjaga Yue karena sang tabib tahu bagaimana keadaan fisik Yue. Dan dia juga sama seperti Long wei mantan Iblis. Dia bisa kedua tempat secara bersamaan dengan portal kemana saja.
Yue yang telah menghabiskan bubur untuk tenaga dan kesehatan yang telah disiapkan khusus oleh koki khusus kaisar baginya dengan lahap, tentu saja Long wei sangat memperhatikan makanan Yue.
Ramuan yang dibawakan oleh Tabib Zhao benar-benar telah membawa imbas baik bagi kondisi kesehatan Yue. Saat ini matahari telah beranjak meninggi dan Yue sama sekali tidak merasakan lemas yang selalu datang melandanya, tubuhnya baik-baik saja pun dengan bayi di dalam kandungannya yang kali ini tidak menolak makanan untuk masuk ke dalam tubuhnya, malah mendorong Yue untuk menyerap semua nutrisi dengan lahap.
***
Kaisar hampir setiap hari datang mengunjungi Yue setelah pagi harinya pergi untuk menjalankan tugas kekaisarannya seperti biasa di Istana. Kedatangan Sang Kaisar bukan di jam-jam kunjungannya ini tentu saja membuat Yue cemas dan merasa bersalah hingga dia menatap Kaisar Long wei dengan mata besarnya yang lebar.
“Anda meninggalkan tugas-tugas Anda untuk menengok saya…” Yue akhirnya berani berbisik pelan, membuat Kaisar wei langsung mengangkat sebelah alisnya.
“Apakah kau tidak suka aku mengunjungimu, Yue ?” ujar Kaisar Long wei dengan nada tenang, sebuah nada tenang yang terdengar mengerikan karena kita tidak pernah bisa menebak apa yang tersirat di dalam benak Sang Kaisar ketika berkata-kata.
Wajah Yue sedikit memucat sementara ekspresinya berubah takut.
Kaisar menyipitkan mata, menatap Yue dengan tajam.
“Aku adalah Sang Kaisar, aku bisa menentukan waktu liburku sendiri dan tidak ada yang bisa menghalangiku melakukannya.” ekspresi dingin Kaisar berubah cerah.
"Maafkan aku." Belakangan ini Long wei sibuk hingga dia sering meninggalkan Yue dan menyelidiki kematian ibu suri.
***

Di sebuah paviliun. Di istana utara yang tidak pernah tersentuh oleh siapa pun semenjak kematian Yuan istana timur kosong. Tapi Yuan memanfaatkan istana timur untuk markas rahasianya.
Dua orang sedang duduk mereka sangat serius bicara. Jendral Han menuangkan arak kepada Yuan.
"Apa yang kau rasakan kepada pelayan itu." Kata Jendral Han
Yuan meminum arak, tersenyum miring, “Aku tidak merasakan sesuatu yang lebih kepada Ting , tetapi seperti yang pernah kubilang sebelumnya. Atas semua yang terjadi sekarang ini, aku merasa bertanggung jawab terhadap Ting dan aku ingin menjaganya sebagai bentuk tanggung jawabku.”
"Kau memanfaatkan gadis itu." Kata Jendral Han.
"Tentu saja, bagiku Yue adalah segalanya. Sang naga mencintai rubah. Tapi diam - diam sang dewa mencintai rubah. Maka dewa itu memfitnah sang naga." Ucap Yuan. Dia memegang sebuah cincin. Yuan berhenti bicara saat seorang gadis masuk.
Jendral Han pamit. Saat
Mata Ting menatap wajah Yuan. Walaupun sang pangeran hanya memanfaatkan Ting untuk ambisinya menghancurkan Long wei.
"Apa yang akan kau lakukan terhadap Yue."
"Seperi rencana awal membunuh bayinya. Yuan memberikan racun penggugur kandungan kepada Ting. Tapi jauh dalam hati gadis itu. Dia akan membunuh ibu dan anaknya.
Ting keluar dari kamar Yuan dia memberikan racun kepada pelayan yang ada di depannya.
"Baik yang mulia akan saya laksanakan." Pelayan itu pun pergi. Ting tersenyum senang rencananya pasti akan berhasil.