
Hari ini sangat istimewa untuk Qiu yue dia datang dengan tandu dengan pengawalan ketat. Yue menutup wajahnya dengan cadar, iring - iringan pengantin datang menuju kediaman selir. berbeda dengan penyambutan para selir yang tidak pernah kaisar datangi. Kaisar datang untuk menunggu calon selirnya, ini membuat para selir lain iri dengan perhatian lebih kepada selir yang baru saja datang. Sebenarnya Long wei ingin menyerahkan posisi permaisuri kepada Qiu yue tapi dia tahu akan banyak pertentangan di dalam istana. Dan gadis itu tegas menolak.
Long wei mendekati Yue. "Selamat datang di istana selir Yue." Sambil berbisik di telinga Yue."Malam ini aku akan jadi malam yang paling aku tunggu."Long wei langsung pergi saat upacara penyambutan selir selesai.
Dua orang kasim menyambut junjungannya beserta dayang istana menyambut selir Yue di kediamannya.
Yue memasuki kamar kemudian membuka cadarnya, dia kini berada di istana bukan pelayan atau pengawal tapi istri raja. Dia berbalik saat Permaisuri Lan fen datang bersama para dayang. Tatapan tajam langsung menyambut Yue.
Dia menampar wajah Yue langsung dengan emosi,"Berani sekali kau pura - pura mati hanya untuk mendapatkan perhatian kaisar," Kata Lan fen berusaha untuk menahan emosinya. Yue diam tidak melawan. "Yang mulia inikah sanbutan anda kepada selir baru," kata Yue dengan tatapan tajam. "Kau mau melawanku dasar selir rendahan." Dia menampar Yue sekali lagi. Tapi Yue menahan tangan permaisuri Lan fen.
"Maafkan hamba yang mulia, Selir Yue melepaskan tangan permaisuri tersenyum lembut. Mata permasuri melebar," Beraninya kau!"
"Yang mulia permaisuri apa yang anda lakukan, " Suara itu terdengar lembut dan tajam. Lan fen berbalik dan melihat ibu suri sudah ada di belakangnya. Lan fen membungkuk hormat kepada ibu suri."Yang mulia, sejak kapan anda datang."
"Baru saja," Ibu suri mendekati dua orang gadis yang sedang bersitegang "Permaisuri apakah ini sambutanmu kepada selir Yue." Gertak ibu suri.
"Maafkan hamba yang mulia," ekspresi Lan fen berubah. "Tinggalkan kami berdua, aku ingin bicara dengan selir Yue. Permaisuri Lan fen pun pergi dari kediaman selir Yue.
"Duduklah ada yang ingin aku bicarakan denganmu,"kata ibu suri duduk di kursi di susul Yue. Kini mereka berdua saling berhadap - hadapan.
Yue menundukan kepalanya tidak berani menatap wajah ibu suri. "Aku tidak salah memilihmu untuk menjadi menantuku, walau posisi permaisuri jatuh ke tangan Lan fen."
"Jadi anda yang memilih saya."
"Ya, aku memilihmu karena aku yakin kau cocok dengan Long wei." Ibu suri menghentikan pembicaraannya, "Tolong tinggalkam kami berdua," Para pelayan dan kasim pun pergi meninggalkan mereka berdua. Di ruangan itu hanya mereka berdua. Ibu suri mengambil cangkir teh kemdian menyesapnya. Kali ini wajah ibu suri tampak serius.
"Yang mulia raja bukanlah anakku,kami teman masa kecil." Ucap ibu suri. Yue terkejut mana mungkin usia mereka jauh berbeda. "Yang mulia anda jangan bercanda, usiaberbeda usia anda."
Membuat Yue pusing jika umur ibu suri sembilan puluh tahun berarti umur kaisar? Yue berpikir keras. Pelayan masuk melihat selir Yue dengan masih bingung, dia menghampiri Yue dia melepas semua yang menempel di rambutnya kecuali cincin giok pemberian kaisar. Yue masih mengenakan pakaian tidur. Dia menghambur ke tempat tidur melihat langit - langit kamar. Yue tidak bisa tidur dengan ucapan ibu suri.
Mata Yue masih terbuka, perkataan ibu suri masih jadi pikiran. Dia langsung menutup matanya saat kaisar Long wei masuk ke dalam kamarnya. "Yang mulia, Yue bangkit di membungkuk memberi hormat.
"Jangan bangun." Kaisar medekati Yue. Malam ini kau milikku. Long wei mendekati sisi ranjang Yue.

Kaisar sudah tidak tahan diciumnya Yue dengan penuh gairah. Long wei ******* bibir Yue lagi dan tubuhnya bergerak dengan lembut di atas Yue Jemarinya menyentuh pelan, menyentuh lembut bagian depan gaun Yus , membuat perempuan itu terkesiap. Lalu dengan lembut tetapi cekatan, Long wei membuka lapisan hanfu putih itu, begitu pelan gerakannya,
Long wei membantu Yue menurunkan gaunnya hingga telanjang , kemudian sambil menciumi leher Yue dan menjilatnya lembut, lelaki itu melepaskan seluruh pakaian , membuat gadis itu telanjang dada di depannya.
....
---'
Di sebuah paviliun terangi lampion seorang pria berdri menatap bulan yang bersinar dengan indan. Di sekeliling ruangan terdapat banyak lukisan seorang wanita cantik. Dengan Ekspresi dingin penuh dengan dendam membara.
"Tidak akan aku biarkan kaisar memilikimu, Yue." Pria itu berjalan menuju taman. Pria itu membiarkan rambutnya yang panjang terurai.
Sambil memainkan kecapi. Lagi itu penuh dengan kesedihan. Lagi di tinggal orang yang sangat di cintai.
Seorang wanita masuk memberi hormat. "Yang mulia Yue sudah ada di dalam istana."
"Bawa Yue kepadaku."