
Qiu Yue melihat pantulan wajahnya di depan cermin. Memakai pakaian pengantin ia merasa gugup. Hari di mana ketika kaisar Long Wei menjadikannya miliknya. Walau hanya sebatas menjadi selir.
Seorang pelayan masuk, namanya adalah Ting. Di pelayt yang mengabdi di keluarga Bai. Ayah Qiu Yue adalah seorang jendral kepercayaan kaisar. Suatu hari ayahnya menawarkan anaknya untuk menjadi selir kaisar.
"Nona Kau kelihatan cantik." Puji Ting. "Kaisar pasti akan senang melihat nona."
Wayah Qiu Yue merah padam. "Aku takut. "
"Kenapa harus takut, ini hari yang bahagia untuk nona." Ting menyemangati majikannya. "Aku yakin kaisar akan jatuh cinta kepada nyonya.
Qiu Yue belum pernah melihat wajah kaisar. Dua bulan lalu ayahnya mengajukannya untuk calon selir tingkat dua, Kaisar menyetujuinya dan ayah langsung menerima lamaran kaisar.
Walaupun ia tidak bisa melupakan kekasih masa lalunya. Dua tahun yang lalu ia hampir menikan tapi Yue harus kehilangan karena kekasihnya meninggal.
Seorang pria tua masuk untuk melihat putrinya terakhir kali.
"Kau sudah siap." Sang ayah menunggunya di depan kamar putrinya. Ia sangat senang ketika Yue keluar dari kamar.
Yue menutup wajahnya dengan tudung. Jendral Bai menuntun putrinya menuju tandu.
"Nona jangan gugup. " Ting menyemati Yue.
Entah kenapa perasaan Yue tidak enak. Tapi ia harus berpikir positif.
Bunga sakura berguguran ketika
Alunan suara musik mengirimi pengantin wanita. Ketika iring - iringan pengantin tiba - tiba berhenti di tengah jalan.
Tiba - tiba kereta berhenti. Qiu Yue mengintip dari balik jendela."Ada apa Ting?'
"Aku tidak tahu," kata Ting berjalan kedepan untuk melihat apa yang terjadi di sana. Ting terkejut ketika utusan istana datang.
Seorang pria dengan pakaian kasim istana datang dengan beberapa pengawal. Ia menghadap sang jendral. Kasim itu mengepalkan kedua tangannya.
Dengan wajah pucat pria itu berkata."Maafkan saya jendral, yang mulia kaisar menyuruh hamba memberi titah. Bahwa nona Qiu Yue tidak jadi menikah dan kaisar membatalkan pernikahan ini."
"Apa maksud kasim putriku tidak bisa menikah!" Jendral Bai protes.
"Ini titah kaisar dan hamba tidak bisa membantahnya."
Jendral Bai merasa terhina dengan kaisar. Ia berbalik melihat tandu putrinya bagaimana dia harus bilang kepada Qiu Yue pernikahannya gagal. Sang jendral merasa terhina dan marah tapi perintah adalah perintah. Dengan langkah goyah jendral Bai mendekati putrinya.
"Ada apa ayah."
"Kita pulang." Dengan rasa bersalah." penghinaan jendral Bai pergi.
Seorang gadis membuka tandu ia melihat ekspresi ayahnya yang sedih. Apakah pernikahan ini gagal. Yue hendak keluar dari tandu tapi Ting melarangnya.
"Nona jangan keluar."
"Memangnya ada apa?"
"Pokoknya nona jangan keluar." Kata Ting membuat Yue semakin penasaran. Ia pun nekat keluar melihat ayahnya beridiri dengan tatapan kosong. Ia menghampiri sang ayah .
"Ayah ada apa?" Kata Yue dengan penasaran pria tua itu berbalik langsung memeluk putrinya. "Maafkan ayah Nak." Dengan suara serak. Dia melepaskan pelukan putrinya."Pernikahan ini gagal."
Hati Yue seketika sakit seperti tertusuk pisau. Tapi Yue berusaha untuk tersenyum. "Jika memang sudah takdirku untuk tidak menikah. Tidak apa ayah aku baik - baik." Jauh dari lubuh hati Yue dia terluka cukup dalam.
"Kita pulang." Yue masuk ke dalam tandu. Ia berusaha tegar dan tidak menangis walau dalam hati Yue dia menjerit.
****
2 Tahun kemudian.
Yue tidak akan pernah melupakan ketika
ayahnya meninggal dunia karena bunuh diri. Pernikahannya yang dulu berubah menjadi sebuah bencana. Yue membenci musim semi hari dimana ayahnya meninggal dunia.
Setelah sekian lama akhirnya Yue berhasil masuk ke dalam istana bersama Ting, menyamar sebagai pelayan tujuannya untuk membunuh kaisar Long Wei, raja kerajaan Tan.
Ting menyenggol bahu Yue. "Nona anda jangan melamu." Mereka berada di barisan calon pelayan.
"Maaf aku tadi aku melamun."
"Nona sedang melamunkan siapa?"
"Itu bukan urusanmu." Yue membawa nampan berisi makanan untuk ibu suri. Sudah dua tahun ini Yue menjadi pelayan istana. Semenjak ayahnya meninggal ia memutuskan untuk balas dendam atas kematian ayahnya. Dengan menyusup sebagai pelayan istana kerajaan Tan. Satu tahun lalu kaisar Long naik tahta tapi sayang kaisar sakit - sakitan sehingga Yue sulit untuk masuk ke dalam graha kaisar Long wei.
Yue masuki kediaman ibu suri. Ibu suri sedang berbicara dengan selir Maya, selir paling berpengaruh di kerajaan, Tan. Menurut desas - desus Selir Maya yang menyebabkan kaisar sakit, tapi tidak ada buktinya.
Selir Maya bicara dengan ibu suri.
"Kita tidak tahu sampai kapan kaisar siuman ini hampir tiga bulan ia tidak sadarkan diri."
"Yang mulia tapi jika kaisar tidak sadarkan diri pemerintahan bisa kosong. Saya takut pangeran Juan akan mengambil tahta kaisar untuk sementara."
Yue meletakan cangkir teh dan dia mendengar kaisar sakit. Ini saatnya Yue balas dendam. Cangkir teh yang diletakan Yue terjatuh hampir membasahi hanfu selir Maya.
"Lancang sekali kau!"
"Kau ceroboh sekali!"selir Maya membersihkan pakaiannnya dengan sapu tangan. "Dasar kau ceroboh apa kau mau membunuhku!"
"Maafkan saya yang mulia."Yue bersujud meminta maaf.
"Tunggu dulu, perlihatkan wajahmu!'
Yue mendongkakan wajahnya. Selir Maya mengerutkan sebelah alisnya. Selir Maya punya rencana lain. "Sebagai hukuman atas kecerobohanmu. Aku ingin kau melayani kaisar memandikannya sendirian memberinya obat. Tanpa bantuan pelayan mana pun."
"Selir Maya, kau sudah keterlaluan bagaiamana jika kaisar tiba - tiba drop siapa yang akan tanggung jawab!"
"Pelayan ini yang akan bertanggung jawab, karena itu ibu suri, ia harus di ajari tata krama."
"Yang muia izinkan saya untuk menemani Yue." Ting bersujud kepada Selir Maya memohon restu.
Selir Maya marah.
"Tidak bisa, pelayan ceroboh ini harus menerima hukumannya. "
"Baik yang mulia saya akan menerima hukuman dari anda." Jawab Yue tanpa membantah.
Yue keluar dari kediaman ibu suri tanpa dinanya selir Maya membantunya untuk bertemu kaisar di kediamannya.
"Yue maafkan aku tidak bisa menolongmu." Tukas Ting.
"Tidak apa lagian aku sudah biasa merawat orang sakit. " Yue mendesah. Dia bersedia mati asalkan bisa dengan kaisar.
***
"Apa yang selir Maya rencanakan." Pelayan istana Han membawa baju ganti untuk selir Maya.
"Jika pelayan itu berhasil membunuh kaisar maka pangeran Shen akan naik tahta. Aku benci kaisar dia tidak mau mengangkatku sebagai permaisuri hanya karena dia masih mencintai permaisuri terdahulu."
"Lakukan berbagai cara agar kaisar mati kalau perlu kau racuni kaisar biar pelayan itu menjadi kambing hitam."
"Baik yang mulia akan saya laksanakan."
...
Malam itu Yue duduk di beranda sambil menatap bulan. Akhirnya aku akan membalas apa yang telah mereka lakukan kepada ayah. Yue menangis jika memikirkan tentang ayahnya yang mati di depan matanya.
Pagi hari sekali Yue membawa buntelah di tangannya. Yue memasuki kawasan istana terlarang tempat kaisar Long di rawat. "Kau tunggu di sini." Dayang istana Han berjalan menuju kasim. Mereka berdua sedang berdebat hebat sampai - sampai Yue tidak tahu apa yang sebenarnya mereka pikirkan.
Dayang istana Han menghampiri Yue. "Kau ikut denganku. " Dayang istana Han membawa Yue menuju kamar kaisar.
Yue terdiam saat dayang istana Han membuka kelambu. Seorang pria cantik tertidur dalam balutan hanfu putuh rambut pirang keemasan sejenak Yue terpana oleh ketampanan kaisar Long.
"Kau kemarilah." Dayang istana Han memberi instruksi kepada Yue. "Pagi kau mandikan kaisar setelah itu beri dia obat. " kata Dayang istana Han.
"Apa kau sudah mengerti."
"Yah saya mengerti." Yue mendekati kaisar.
"Mulai hari ini kau akan mengurus keperluan kaisar jika ada apa - apa dengan kaisar hukumanmu adalah mati." Ancam dayang istana Han.
Dayang istana Han meninggalkan Yue sendirian di kamar.
Dia mendekati sisi ranjang kaisar. Yue mengambil belati dari balik bajunya mengarahkan tepat kearah jantung kaisar Long. Dia urungkan hatinya tidak mengijinkan karena tidak adil jika membunuh orang yang tidak berdaya.
"Aku akan membiarkanmu hidup." Yue memasukan belati saat kasim Ji datang. Yue langsung membungkuk kepada kasim Ji. Dia menyembunyikan belati itu dari balik bajunya.
"Namaku kasim ji, yang akan mengawasimu selama kau ada di sini."
"Namaku Yue. Aku pelayan istana ibu suri."
"Ibu suri apa selir Maya yang menyuruhmu."
"Selir Maya menyuruhku untuk melayani kaisar."
Apa yang selir Maya pikirkan dengan membawa pelayan kesini.
__
Malam beranjak malam bulan bersembunyi dari balik pepohonan.
Yue mendengus, mengalihkan pandang pada pria yang acuh berbaring.
"Kau sudah mendapatkan hukuman atas apa yang kau lakukan."
Masih belum berubah masih berbaring, terus berbaring dalam kosong dan kesendirian. Pria yang berbaring adalah penguasa negeri.
Pandangan Yue menuju tubuh sempurna yang terbaring. Ia merebah, bertopang dagu memandanginya.
"Kau tidak ingat apa yang kau lakukan. Kau membuat ayahku bunuh diri. Teganya kau meninggalkan aku di altar pernikahan. Saat kau mati nanti pangeran Juan akan menggantikanmu menjadi kaisar. Mereka hanya akan menginginkanmu mati yang mulia. Mereka akan mentertawakanmu karena kau kaisar tidak berguna."
Yue terduduk di atas ranjang, tersenyum sinis. Merebah lelah, menutup mata. Bibirnya menertawakan diri sendiri. Meruntuki, bisa-bisanya dia tak menyadari ini. Yue dan kaisar berbaring tertidur.
****