Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 17



Qiu yue sedang sendirian di taman masih memikirkan tentang kaisar Long wei, masa lalunya yang menyakitkan tidak bisa ia lupakan. kehilangan ayahnya dan Bo jin. Dia masih mencintai Bojin tunangannya tapi belakangan ini hatinya luluh oleh kaisar.


***


Ting berusaha melepaskan ikatan di tangannya. Qiu yue tidak boleh lepas apa pun itu. Ting mengambil pisau kecil untum melepaskan ikatannya, setelah beberapa lama ikatannya putus. Ting berlari untuk mencari Qiu Yue.


Ia tiba di taman melihat Sanga majikan ada di taman. Ting tersenyum. kemudian ia memukul Qiu Yue hingga pingsan.


***


Qiu Yue membuka matanya, ia merasakan perih di punggungnya, pandangan matanya kabur tangannya terikat di pohon. "Siapa kau!" gadis itu berusaha berontak. Sambil menahan rasa sakit di punggung.


"Diam jangan berisik!" ucapnya menyumpal mulut Qiu yue. Mereka berada di dekat tebing yang menghadap ke laut. Pria bertopeng itu berdiri sambil menunggu seseorang. Qiu yue berusaha untuk melepaskan ikatan tangannya, ia mengambil belati yang dia sembunyikan di balik gaunnya. Dengan hati - hati ia memotong tali perlahan - lahan. Saat ikatannya terbuka. Pria itu berlbalik. "Jangan kabur!"


Dia mengarahkan pedang kepada Qiu yue. Gadis itu mundur hingga menyentuh bibir tebing. Qiu yue berhenti bernapas keringat keluar dari pelipisnya. Pria itu menghunuskan pedang kearahnya, ssst suara anak panah melesat tepat kearah punggung pria itu hingga terjatuh ke tanah.


Long wei berdiri tepat di hadapan Qiu yue sambil memegang anak panah, ia menurunkan anak panahnya berjalan menuju kearah Qiu yue. Long wei mengulurkam tanganya meraih tubuh Qiu yue kemudian mendekap erat tubuhnya.


Air mata keluar dari kelopak matanya. Sambil menahan rasa sakit di punggung. Qiu yue mendorong tubuh Long wei. "Kenapa kau lakukan ini kepadaku!" sambil memukul badannya.Qiu yue melorotkan tubuhnya dia duduk di tanah.


"Maafkan aku!" dia mengulurkan tangannya memegang erat tangannya. "Semua sudah terlambat kenapa kau memutuskan pernikah secara sepihak, jika kau tidak berniat menikahiku."


Long wei terkejut dengan perkataan Qiu yue, "Apa maksudmu?"


"Wanita yang kau tolak untuk menikah denganku adalah anda yang mulia. " Qiu yue bangkit dengan mata penuh kebencian," Kenapa harus Yuan yang mati!"


Long wei menatap mata Qiu yue perasaan terluka terlihat jelas di mata gadis itu.


"Maafkan aku!" Long wei tidak tahu kalau selama ini Qiu yue adalah pengantinnya.


Qiu yue bangkit di tengah deras hujan deras. Dengan perasaan hancur dia berjalan di antara tanah basah, Pria itu bangkit mengambil pedang yang tergeletak di tanah. Dia berusahan mencoba membunuh Long wei.


"Qiu yue!" panggil Long wei.


"Aku mencintaimu," Qiu yue tersenyum tipis,Ia mendekati Long wei. Mencium kening Long wei. "Selamat tinggal yang mulia jagalah anggrek baik - baik." Qiu yue berjalan menuju pria yang ada di belakang yang hendak membunuh Long wei, ia mendorong tubuh pria itu menuju tebing. "Qiu yue!" panggil Long wei keras.


Qiu yue menjatuhkan tubuh pria itu kejurang bersama dengan dirinya. Long wei berlari secepat kilat tapi tubuhnya di telan lautan.


Long wei membisu menatap hujan tubuhnya tersiram hujan. Dia menggengam cincin giok milik Qiu yue. Ia memekik keras memanggil nama sang bulan.


* *


Dua minggu kemudian


Long wei berjalam angkuh menuju singgasana, dengan baju kebesarannya. Tatapan matanya dingin. Semua yang hadir di aula agung terdiam tidak ada yang bicara sepatah kata pun.


Semuanya ketakutan kaisar yang sekarang lebih mengerikan di bandingkan yang dulu. "Aku akan menjatuhkan hukuman mati kepada selir Maya seluruh keluarganya di asingkan ke pulau." Jawab kaisar Long wei singkat." Dia bangkit tanpa menoleh ke arah para mentri.


Long wei menuju kediaman selir Maya yang di jaga ketat. Dia sudah mengenakan baju putih di dampingi dayang istana Rong.


Wajah selir Maya senang walaupun dia mati setidaknya ia mempunyai penerus untuk kaisar. Long Wei mendekati selir Maya dengan pandangan membunuh. "Yang mulia," selir Maya bersujud. Tidak ada satu ucapan pun keluar dari dalam mulutnya. Dia menghunuskan pedang kearah selir Maya."Puteramu tidak akan pernah menjadi raja dia hanya akan menjadi pangeran biasa," kata Long wei seolah tahu isi hati selir Maya.


"Ha..ha..setidaknya dia akan membalas dendam kematian ibunya."


"Akan aku tunggu!" ucap Long wei tanpa ekspresi. Dia menghunuskan pedang tepat di kepala selir Maya hingga tubuh dan kepalanya terpisah. Dayang istana Rong menjerit melihat anaknya mati, "Berani sekali kau bunuh putriku." Dayang istana Rong mencoba melawan tapi sabetan pedang Long wei menusuk perutnya. Hingga dayang itu mati bersimbah darah.


Long wei memasukan pedang ke sarungnya, wajahnya bersimbah darah terkena cipratan darah selir Maya. Ia keluar dari kediaman semua penjaga hening. Hari itu semua yang menentang kaisar di pancung. Kasim Ji dan Bohay di penggal.


Long wei keluar dari istana menuju tebing di mana Qiu yue meninggal dia hampir melakukan itu hampir tiap hari bahkan satu tahun lamanya. Hari itu daun maple berguguran sang naga duduk di bawah pohon sambil menikmati arak. Sang bulan kini pergi untuk selamanya.


Kau datang saat aku terjatuh.


Kau pergi saat aku bahagia.