Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 22



Seketika hati Long wei hancur mendengat ucapan Yue  dia pikir Yue akan setia kepadanya.


Sedangkan Yue dia terpaksa berbohong kepada kaisar, Yue ingin kaisar menjauhinya . Yue merasa tidak pantas untuk kaisar setelah masa lalunya membuat Yue tidak mau terikat dengan pernikahan dia masih trauma dengan pernikahan.


Kaisar Long meninggalkan Yue  dikamar dengan perasaan hancur. Yue menangis  maafkan aku yang mulia.


Setelah beberapa hari tinggal di rumah Yue pamitan kepada bibi Han.  Sebenarnya Yue ingin tinggal lama dirumahnya tapi tugas istana tidak bisa Yue tinggalkan..


"Aku harus pergi bi." Kata Yue.


"Bibi tidak bisa mencegah nona pergi."


"Maafkan aku bi lain kali aku pasti akan datang lagi." Yue memeluk wanita tua itu.


Kaisar Long menunggunya di depan gerbang rumah Yue. Yue melambaikan tangan kepada sang bibi.


Kaisar Long masih marah tapi wajar saja marah. Yue sudah membuat kaisar  kecewa. Sepanjang malam mereka tidak bicara sama sekali.


---


Yue masuk kekamar mandi. Dia mandi air  hangat. Semalam dia sudah membuat kaisar patah hati.


"Kau berbohong kepadaku, Yue." Kata kaisar Long membuat Yue terkejut. Kaisar  melangkah, mulai masuk ke dalam kolam mandi itu, membuat  Yue  panik, dia langsung beringsut ke ujung yang paling jauh dari kaisar long  menyadari dilema yang dirasakannya, kalau dia berdiri, dia dalam keadaan telanjang bulat dan Kaisar akan melihat semuanya....



Kaisar masuk ke kamar mandi dan melangkah mendekat, membuat Yue  tidak bisa berpikir panjang, dia langsung berdiri, berusaha tidak mempedulikan ketelanjangannya dan hendak melompat dari kolam mandi itu dan melarikan diri. Sayangnya, Long wei  lebih sigap, dengan cepat lelaki itu mencekal lengan Yue  dan kemudian menarik tubuhnya dan   membelakanginya hingga punggung Yue   menempel di dadanya.


Yue  langsung gemetar ketika jemari kaisar  mencekal kedua lengannya dengan mudahnya dan menjadikannya satu di depan tubuhnya. Long wei  bisa dibilang memeluk Yue  dengan eratnya dari belakang. Seluruh punggung Yue  menempel ke bagian tubuh depan tubuh Kaisar Long Wei  yang keras, dan Yue  bisa merasakan bagaimana kejantanan kaisar  yang keras mendesak di lekukan panggul atasnya.


“Lepaskan aku.” Yue  bergumam, berusaha menyembunyikan gemetar di suara dan tubuhnya.


Kaisar Long wei  yang berdiri di belakangnya menumpukan dagunya di puncak kepala Yue , Yue  bisa merasakan lelaki itu tersenyum mengejeknya.


"Aku  tahu kau pura - pura bilang seperti itu karena kau berusaha menjauhiku."


"Tidak  yang mulia." Yue menangis. "Aku tidak bohong."


Kaisar Long wei mengetatkan pelukannya, memastikan Yue  tidak bisa menggerakkan tubuhnya,


“Aku tidak ingin menyakitimu lebih dari ini.” Lelaki itu menundukkan kepalanya dan kemudian bibirnya merayap ke samping kepala Yue,  Yue  bisa merasakan hembusan napas panas di sana, yang membuatnya meremang.


"Aku selalu merindukanmu Yue berulang kali setiap malam.”Yue  langsung meronta, berusaha melepaskan diri  tetapi lengan lelaki itu masih kuat memeluknya, membuatnya tidak  berdaya.


“Yue ..” tiba-tiba saja suara Kaisar Long wei  terdengar sedih, membuat  Yue  tertegun. Lelaki itu menundukkan kepalanya, memeluk Yue  erat-erat dari belakang, dan menenggelamkan kepalanya di cekungan di antara leher dan pundak Yue.


Yue membeku dipeluk dengan penuh perasaan seperti itu, sehingga tanpa sadar dia terdiam dan membiarkannya. Sampai lama kemudian, kaisar Long wei mengecup lembut pundaknya dan melepaskan pelukannya.


“Mandilah.” Lelaki itu menjauh, dari sudut matanya.


--



Yue berbaring di atas  dahan pohon.


"Maafkan aku Yuan aku sudah melanggar sumpahku kepadamu, bahkann aku tidak akan jatuh cinta kepadamu." Yue bangkit menuju sisi sungai yang mengalir.


Long wei datang mencegah Yue bunuh diri.. Dia memeluk erat punggung Yue. "Aku tidak peduli kau gadis atau janda, tapi jangan tinggalkan aku," Yue menangis rasanya dia egois dan serakah menjadi wanita. Dia takut kehilangan cinta untuk ke tiga kalinya, dia harus kehilangan Zian dan Yuan. Dia berpikir dengan berkata begitu akan menolaknya tapi nyatanya tidak.


Long wei memegang jari mungil Yue. Dia mengecup kening gadis itu.  "Kau milikku selamanya." Long wei memberikan cincin giok untuk Yue. Yue terkejut cincin pemberian pangeran Yuan kepadanya," Bagaimana yang mulia bisa memiliki cincin ini."


"Kau menjatuhkan cincin saat kau pergi dari istana. Aku sudah memanggil dayang istana dan tandu yang akan membawamu ke istana. Aku akan menunggumu di istana," Long wei terdiam sejenak dia tidak ingin ada apa - apa dengan pengantinnya. "Kita pulang ke istana bersama."


"Yang mulia."


"Aku tidak ingin kehilanganmu sudah dua kali kau meninggalkanku." Long wei begitu takut kehilangan Yue.  Di tidak ingin gadis itu kabur lagi.


"Aku ngin pergi ke  sebuah tempat untuk menemui  sesorang, pinta Yue. Wajah Long wei di tekuk dia tidak suka jika Yue menemui mantan suaminya. "Apakah kau harus pergi," tanya Long wei.


"Untuk terakhir kali," Yue mendekati Long wei. "Bagaimana pun dia pernah menjadi suamiku." Yue mulai berkemas. Mereka berdua pergi dari kediaman Yue pagi - pagi sekali. 


Suara ombak terdengar dari kejauhan,  Mereka berdua turun dari kuda. Yue menatap garis pantai yang memanjang, Semilir angin menerbangkan rambut Yue yang terurai panjang. Di tempat inilah Zian menyelamatkan dirinya, antara hidup dan mati. Bagi Yue,Zian adalah penyelamat dan sahabat terbaiknya.


Mereka tiba di sebuah tebing yang menghadap laut. Sebuah makam batu sederhana. Yue membuka bungkusan dia meletakan apel, jeruk, daging ayam dan tidak lupa arak. Yue menyalakan dupa. Tidak lupa dia berdoa.


"Kapan dia meninggal?"


"Satu bulan yang lalu sebelum pernikahan putri Ming Xing." Wajah Yue berubah serius. "Dia di bunuh, saat pagi hari aku menemukan tubuhnya terbujur kaku di depan kamarku, seolah dia ingin melindungiku dari sesuatu."


"Bukankankah Zian itu iblis."Kata Long wei dia tahu karena sahabatnya Remus adalah ibilis.


"Ya,tapi dia setengah iblis, saat bersamaku dia akan menjadi manusia. Mungkin dia terbunuh saat dia menjadi manusia."


"Siapa yang ingin membunuhmu."Wajah Long wei berubah serius.


"Entahlah aku tidak yakin apa mungkin ini ada kejadian dua tahun yang lalu." Yue menatap kedalam mata Long wei. "Jika kau bersamaku kau akan mati, semua yang ada di sampingku mati satu persatu." Yue menangis.


Long wei mencoba menghibur Yue "Aku tidak peduli yang penting aku selalu bersamamu."


"Zian kini bahagia di dunia siluman tapi dia tidak mengingat masa lalunya, dia hanya ingat bahwa kami berteman,"


"Jadi dia masih suamimu."


"Secara resmi dia bukan suamiku lagi, karena dia sudah meninggal. Walau pun aku memaksa dia mencintaiku itu hanya akan menyakiti kami berdua."


Yue menyelesaikan ritualnya dia meletakan patung siluman rubah yang merupakan wujud asli Zian.


Dia bangkit, "Kau masih mau menerimaku."


Long wei mengulurkan kedua tangannya," Tentu saja."


Diam - diam ada sesosok bayangan mengintai mereka berdua, wanita dengan topi cadar. "Sekarang giliranmu  yang mati yang mulia."


* * *