Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 3



Selir maya datang sendirian ia mendekati sisi ranjang kaisar. Ia menjatuhkan wajahnya ke muka kaisar,"Yang mulia anda harus sadar karena jika kau tidak sadar maka aku tidak akan menjadi permaisurimu.Hamba tahu yang mulia hanya mencintai permaisuri Lan fen tapi ia sudah meniggal." Selir Maya meletakan kepalanya di dada kaisar. Ia kemudian bangkit menatap wajah kaisar dengan sebal. Dia menurunkan bibirnya, kemudian tersenyum kecut.


"Yang mulia kau pikir aku akan bilang seperti itu kepada Anda, tidak yang mulia hamba akan membunuhmu perlahan - lahan. Memberimu racun. Selir Maya membawa pil hitam berisi racun.


"Aku akan membuat pelayan itu seolah - olah meracunimu. Jadi tidak ada yang curiga bahwa aku yang membunuhmu," Selir Maya meletakan pil itu di dekat meja.


Ia bangkit, "Di mana dayang istana Yue?" ucap selir Mina ia menghampiri kasim bohay.


Seketika tubuh Yue membeku ia tidak percaya bahwa selir mina akan membunuh kaisar. "Yang mulia," Yue menatap wajah kaisar yang tertidur. Dia cepat - cepat keluar dari tempat tidur. Dia jalan jongkok dengan pelan - pelan menunu pintu. Dengan langkah cepat. Seperti tidak apa - apa Yue pura - pura membawa nampan.


Selir Maya menghampiri Yue. Dia menatap tajam sambil berkata," Dari mana saja kau?" tanyanya.


"Hamba membawa minuman untuk kaisar."


"Kau ikut denganku," Selir Maya memberikan botol kecil berisi obat.


"Kau berikan obat ini untuk kaisar, jangan sampai telat."


"Baik yang mulia," dengan tangan gemetar. Selir Maya melirik Qiu yue yang gemetaran. "Kau baik - baik saja."


"Hamba baik - baik samulia


Dengan tangan gemetar Qiu yue memberi obat untuk kaisar di depan kaisar.


Maafkan saya yang mulia.


Qiu yue memasukan ramuan berisi racun ke mulutnya. Di depan selir Maya.


"Bagus, kau harus memberinya obat teratur," kemudian ia pergi dari peraduan kaisar. Setelah selir Maya pergi.Qiu yue langsung menghampiri kaisar ia menepuk bahu kaisar agar mengeluarkan obat dari dalam mulutnya.


"Aku mohon yang mulia muntahkan, jika tidak yang mulia bisa mati." Qiu yue menepuk - nepuk punggung yang mulia. Selang berapa lamal dia muntah dan cairan hitam itu keluar dari mulutnya dengan paksa.


"Syukurlah." Yue bernapas lega.


Qiu yue melorotkan tubuhnya dengan tangan masih bergetar.


Yue membantu kaisar Long wei   melangkah masuk ke dalam kolam, dan kemudian setengah duduk dengan bersandar sambil berbaring dengan punggung bersandar di pinggir kolam bebungaan tubuhnya terbenam di dalam bunga  sampai ke pundaknya, dan  tubuhnya terasa begitu menyenangkan bergerak membungkus tubuhnya, seolah memijit seluruh badannya, memberikan kenyamanan sambil berendam.


Long wei  memejamkan matanya, merasakan harumnya  bebungaan beruap dan memanjakan indera penciumannya, tidak pernah terbayangkan sebelumnya.


Long wei tersenyum masih dengan mata terpejamnya setelah menghela napas karena rasa nyaman yang merambati tubuhnya….. Entah berapa lama mata kaisaar  terpejam menyelami kenikmatan agung yang dirasakannya ini, sampai kemudian, dia menyadari bahwa suasana ruang berendam itu benar-benar hening.


Hening sekali…….


Long wei membuka matanya pelan-pelan,  ketika dia menyadari bahwa Qi Yue  tengah berdiri di pinggir kolam, hanya mengenakan jubah mandi .


Sang  pelayan hanya mengawasinya tanpa bergeming, entah sudah sejak berapa lama…


Bibir Long wei  tersenyum tipis menyadari kegugupan Yue.


Pria yang ada di depan Yue tampak begitu berkuasa, Matanya yang merah, yang begitu tajam dan menyala di antara kabut uap  menatap Yue  dengan tatapan intens yang tidak bisa ditebak,


“Bolehkah aku bergabung denganmu, Yang mulia?”


Suara sang Yue  begitu tipis, seolah tersapu kabut yang meruap ke udara. Tapi Long wei  mendengarnya dengan begitu jelas, seolah suara itu dibisikkan dengan lembut di telinganya.


Dia harus menjawab apa?


Bagaimana mungkin Long wei  menolak, wanita itu  berdiri dengan begitu arogan, begitu tinggi, begitu berkuasa seolah tidak bisa ditolak?


Yue  terdiam, menundukkan kepalanya menatap  bunga yang memenuhi bak mandi.


Yue   melangkah memasuki kolam itu, suara percikan terdengar ketika perlahan kakinya melangkah memasuki kolam  membuat Yue gemetar ketakutan.


Dia tidak berani menoleh ke arah  kaisar , karena dia menyadari bahwa…. kaisar  tidak mengenakan sehelai benangpun di tubuhnya, sebab dari ekor matanya, dia melihat jubah mandi berwarna emas itu telah ditanggalkan  kasim di pinggir kolam.


Lalu tangan yang kokoh itu menyentuh pundak kaisar  dengan lembut, membalikkan badan kaisar  dan menghadapkannya kepada sosok tubuh Yue yang telanjang. Yue melihat bagian dada dan lengannya tampak begitu kokoh, dan begitu jantan…. sementara itu bagian pinggangnya tenggelam di dalam kelembutan yang berwarna emas, menciptakan siluet menggoda yang membuat Yue merasa semakin malu.


Jemari Yue  menelusuri pipi Long wei   lembut, bibirnya mendekat, hingga hanya tersisa satu inci dari bibir kaisar  yang bergetar,  Yue  meniupkan napasnya yang panas ke bibir Kaisar Long wei ketika berkata,


“Karena aku mencintaimu, Yang mulia.” Lalu bibir Yue  yang kokoh mengecup bibir Long wei  dengan lembut.


Kaisar Long wei  membuka matanya, setengah sadar dan menatap ke sekeliling, semuanya tampak samar-samar sampai dia menyadari dia berada di mana.


Ruangan yang indah ini…. penuh dengan nuansa emas dan mewah. Dia masih di kamarnya.


Ini adalah peraduan  dan sang pemilik ruangan ini sedang berada di atas  tempat tidur  yang telanjang.


“Apakah kau sudah bangun?” Yue  berbisik di telinganya, menimbulkan rasa geli menggelenyar yang merambati tubuh Long wei


Pagi hari cuaca sangat cerah terdengar suara burung bercicit.


Matahari sudah berada di atas langit. Qiu yue membuka pintu geser membiarkan udara segar masuk ke dalam ruangan. Cuaca hari itu sangat sejuk.


Qiu yue menarik kain kusut dan lembut pada kakinya dan dengan hati - hati menatanya hingga ia menutupi tubuhnya sepenuhnya. "Pagi yang mulia," kata Qiu yue. "Hari ini yang mulia akan berjemur biar tubuhmu mulia tersiram matahari."


Qiu yue mematung memandangi pria yang tertidur cantik. Penguasa negeri ini. Di kamar ini hanya mereka berdua tidak ada pelayan lain terkurung selama dua puluh empat jam bersama  pria penguas negeri ini.


Qiu Yue membiarkan  jendelanya terbuka. Membiarkan aliran udara masuk ke dalam.


Qiu yue membuka tali baju dengan perlahan - lahan dia melepas pakaian yang  melekat di tubuhnya. Mata hazel itu terbuka. Kasim Bohay membawa tubuh kaisar ke bak mandi.


"Yang mulia, saatnya anda untuk mandi." Ia membopong tubuh ringkihnya  menuju bak mandi."Tubuhmu sangat ringan," dengan hati - hati ia meletakan tubuh kurusnya  ke bak kayu. Gadis itu memggosok tubuhnya. Long wei merasa tidak berguna ia seperti bayi, ia meneteskam air mata. "Jangan menangis suara itu terdengar lembut di telinganya. "Aku tahu apa yang mulia rasakan, mungkin aku akan merasa tidak berguna. Jika aku berada di posisimu lebih baik aku mati," ucap Qiu yue , ia memegang tangan dinginnya. Jantung Long wei berdetak dengan kencang.


Dengan jarinya ia membasuh air mata Long wei.


Gadis itu seharian berbicara dengannya. Sambil menggosok punggung dan tangannya. Dia menceritakan masa lalunya.


Setelah memakai  baju, Qiu yue membawa kaisar ke teras kayu sambil melihat pemandangan taman. Dari balik pintu seorang kasim datang melihat Qiu yue sedang duduk dengan kaisar.


"Apa yang kau lakukan dengan kaisar seret dia, " dua orang kasim menyeret gadis itu.


"Tuan aku hanya membawanya ke teras." Qiu yue menjerit. "Yabg mulia tolong hampa.


Kasim Jie mentapa tajam Qiu yue, "kau membawa orang sakit ke teras apa kau ingin membunuh kaisar!" sambil mencambuk Qiu yue. "Maafkan hamba."


"Tugasmu hanya memberi obat yang di berikan permasuri dan merawatnya di tempat tidur."


"Jika kau membantah kau akan mati."


Kasim Ji mendorong Qiu yue ke lantai. Membiarkan gadis itu kesakitan. "Qiu yue," kata Ting menghampiri sahabatnya ia membawa Qiu yue ke kamarnya.


"Apa yang mereka Lakukan kepadamu," Ting membuka baju Qiu yue luka gores panjang di punggung Qiu yue. Ting mengoleskan salep gadis itu meringis kesakitan menahan rasa sakit di punggungnya.


"Aku harus menyelamatkan yang mulia jika tidak ia akan mati, tidak akan kubiarkan kasim lain memberinya racun."


Suara pintu di buka seorang pria menghampiri mereka berdua, Kedua gadis itu langsung membungkuk hormat.Rupanya ia mendengar perkataan Qiu yue.


Kenapa kau bilang yang mulia kaisar di racun," jawab sebuah suara yang. Qiu yue melihat dia, pria tinggi langsing dengan rambut di tarik ke atas. Ia lebih muda dari Qiu yue, dan mata hitamnya serius menatap Qiu yue.


"Bisa kau jelaskan," pangeran juan duduk. Qiu yue menunduk dia menjelaskan kepada pangeran Juan. "Obat yang di minum kaisar beracun."


Juan mengerutkan alisnya, "Jaga ucapanmu, jangan  menuduh, kau tahu apa hukumanmu jika kau berbohong!" gertak pangeran Juan.


"Ha-mba tidak berbohong yang mulia jika anda tidak percaya tolong periksa ke tabib. "Baiklah," ia bangkit berdiri menghampiri Qiu yue,"jika kau berbohong hukuman pancung menunggumu. Pangeran juan mengambil mantel. " kau ikuti aku menemui tabib. "


"Baik yang mulia, " Qiu yue mengambil mantel dia menghampiri Ting " Tolong jaga kaisar," bisik Qiu yue. "Baik," ujar Ting


* * *


Mereka berdua pergi keluar istana tanpa sepengetahuan siapa pun menaiki kuda. Menuju sebuah hu tiba di sebuah rumah sederhana dengan di kelilingi hutan bambu. Mereka berdua turun dari kuda.


Juan mengetuk pintu, krek suara pintu terbuka seorang tabib muda menyambut mereka, Dia langsung mengepalkan kedua tangannya, "yang mulia, apa yang membawa anda ke sini." Tanya tabib Ming ju ia mempersilahkan masuk kedua tamu.  Tabib Ming ju membawanya ke rumahnya yang lumayan luas dia melihat tanaman yang di keringkan di luar halaman di dalam terdapat lemari berisi obat - obatan. Dan kantong obat yang menggaantung.


"Silahkan yang mulia," Seorang pelayan wanita membawakan teh buat mereka berdua.


"Tabib Miju ada yang ingin aku tanyakan," Pangeran Juan memberikan pil hitam kepada sang tabib. Ia kemudian ekspresi sang tabib berubah," Kenapa pil pelemah tubuh bisa pada anda yang mulia."


Pangeran Juan terkejut, "Apa maksudmu? berarti apa benar yang di katakan pelayan bahwa kakaku telah di racun."


"Iya yang mulia, ini obat membuat tubuh seseoramg lumpuh," jawab Tabib Ming ju.