Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 4



"Aku tidak percaya."


Pangeran Juan mengerutkan dahinya. Apa yang di katakan sang tabib bahwa selama ini sang kakak lumpuh akibat obat yang di berikan selir Maya. Dia marah dan kesal. Selama ini kakaknya di perlakukan buruk. Ia tida bisa berkata apa - apa lagi.


Ia menatap ke arah Qiu yue yang duduk di sampingnya, wajah gadis itu pucat dan berkeringat.


"Terima kasih," jawab Sang pangeran.


"Itu sudah kewajiban hamba yang mulia,Qiu yue merasakan sakit akibat cambukan kasim Bohay gadis itu meringis ke. sakitan menahan rasa sakit. Kesadarannya perlahan memudar dan pingsan.


Pangeran Juan menggendong tubuh Qiu yue.Gadis itu membuka matanya ia merasakan punggungnya perih. Saat ia bangun pangeran Juan duduk di sisi ranjang entah kenapa sesaat ia mirip Bojing kekasihnya. Ia pun bangkit sambil menunduk hormat, "Maafkan saya,"Kata Qiu yue sambil menahan rasa sakit.


Pangeran Juan menahan tubuh Qiu yue, "kau tidak usah memberi hormat." jawabnya. Membaringkan Qiu yue. "Seharusnya aku yang minta maaf kau di cambuk untuk melindungi yang mulia."


"Itu tugas hamba sebagai pelayan." Kata Qiu yue menundukan wajahnya.


Suara pangeran Juan berat, "jika bukan karena kau mungkin kakaku akan mati, entah siapa lagi yang harus aku percayai."Wajah pangeram merah penuh dengan amarah. Tabib Ming ju datang menghampiri mereka. Dia membawa obat dalam mangkuk."Minumlah, obat ini untuk menghilangkan deman."


Qiu yue bangkit dengan perlahan ia meminum obat dari tabib Ming ju. "Hamba harus memeriksa yang mulia kaisar untuk melihat kondisinya."Ucap tabib Ming ju


"Aku akan membawamu masuk diam - diam tanpa ada yang tahu hanya ada kita bertiga," kata pangeran Juan. "Kita harus melewati kasim kepercayaan selir Maya dulu, mereka berdua pasti bakal curiga.Bagaimana kalau tabib Ming ju menyamar menjadi pelayan."Usul.Qiu yue.


Tabib Ming ju mengerutkan alisnya mendengar ucapan Qiu yue itu sungguh di luar dugaannya."Aku rasa tidak." jawabnya nada penolakan yang keras. Tapi pangeran Juan memberi kode kepada sang tabib," Ini demi yang mulia," pinta Juan.


Tabib Ming mengerutkan alisnya. Dia tidak bisa membantah sang pangeran.


"Baiklah," sang tabib tidak bisa menolak. Ia pasrah saat pangeran memintanya menjadi perempuan. Selang berapa lama tabib Ming mengenakan pakaian hanfu biru.


Qiuyue dan pangeran Juan terpana dengan penyamaran tabib Ming ju. Cantik dalam balutan hanfu biru rambut terurai panjang, wajah yang seperti perempuan, Tabib Ming ju mengerutkan alisnys menatap dua orang di depannya,seolah mereka berdua sedang meledek sang tabib.


Tabib Ming ju risih dengan pakaian yang ia kenakan," Ayo kita pergi dengan suara gemulai. Qiuyue dan Pangeran Juan tidak bisa menahan tawanya. Pangeran juan melirik Qiuyue yang pucat.


"Kau baik - baik saja," ujar Juan dia sangat mengkhawatirkan Qiu yue. Gadis itu meringis kesakitan tapi ia berusaha menahan rasa sakit di punggung. Pangeran Juan membuka mantel ia memakaiankan mantelnya kepada Qiu yue.


"Terima kasih." Wajah Qiuyue memerah.Mereka berdua saling menatap satu sama lain.


Ehm tabib Ming ju berdehem dia keliahatan konyol dengan pakaian wanita yang ia kenakan. Pangeran Juan menjadi salah tingkah.


Mereka bertiga pergi dari kediaman tabib Ming ju.


* * *


Sore hari mereka tiba di istana dan kasim Bohay dan kasim Jie sudah di depan pavilun mengintrograsi Qiu yue. Mereka menghampiri Qiu yue dengan pangeran Juan. "Dari mana saja kau!" gertak kasim Jie.


"Dia bersamaku, " balas pangeran Juan. Kedua kasim itu langsung membungkuk. "Yang mulia."


"Dia dayang istana Ming ia di utus oleh selir Maya untu merawat kaisar dengan dayang istana Yue."


Kedua kasim itu saling memandang satu sama lain mereka tampak bingung. "Kalau begitu ikuti hamba," ujar kasim Jie mengantar Yue dan Ming ju ke daam kamar kaisar. Meninggalkan mereka tiga di dalam. Kedua orang itu pergi.


Tabib Ming cepat - cepat mengeluarkan obat dari kantong bajunya. Dia membawa jarum aku puntur. Sebelum itu ia memeriksa denyut nadi kaisar. "Untunglah kau cepat memberi tahu aku jika tidak nyawa yang mulia bisa terancam,"ucap sang tabib. Selang beberapa lama tabib Ming memberi obat untuk kaisar.


"Perlu waktu lama kaisar untuk sembuh, hamba harus memeriksa kaisar dua puluh empat jam."


"Untuk itulah aku memanggilmu, aku juga akan membawamu ke kamar pribadimu, Dayang Yue dan tabib Ming. "


Kamar kayu sederhana dengan dua buah kursi. "Tabib Mingju mulai hari ini kau akan tinggal dengan Qiu yue kau tinggal di kamar sebelah."


"Baik yang mulia."


Qiuyue masuk ke dalam kamar ia mengistirahatkan tubuhnya. Ia masih merasakan sakit akibat cambukan kasim. Dia tertidur sejenak menutup matanya, ia menghambur menuju cermin. Qiu yue membuka ikatan rambutnya ia menyisir rambutnya yang panjang bergelombang. Ia menyisir rambutnya perlahan - lahan. Dia memandang pantulan wajahnya di cermih. Sudut bibirnya melengkung ke atas. Ia melepas cincin hijau yang terbuat dari batu giok pemberian Bojing.


Qiu yue selalu menyimpan cincin itu. Sebagai hadiah dari mantan kekasihnya Bojing yang selalu menghiburnya saat ia terpuruk saat Qiuyue gagal menikah dengan pilihan ayahnya. Sang ayah tidak pernah memberitahukan nama pengantinnya, ia memutuskan untuk keluar dari militer hidup di desa terpencil dikelilingi pegunungan. Ayah Qiuyue seorang jendral.


Ia meletakan sisir di atas meja, kemudian ia menggelung rambutnya. Qiu yue keluar dari kamar ia ingin melihat keadaan kaisar.


Qiuyue memasuki ruangan rahasia ruangan penghubung pelayan dan kaisar dia berjalan menyusuri lorong panjang kemudian ia tiba di sebuah tiba pintu yang terhubung dengan kamar kaisar.


Qiuyue menyingkap kelambu, di mana sang raja tertidur. Ia melihat kelopak mata kaisar belum tertutup. "Yang mulia tidak bisa tidur."Qiuyue mendekati sisi ranjang kaisar. Ia memeriksa dahi kaisar.


Qiuyue tidur berbaring di sisi Kaisar. Mereka berdua saling bertatapan. "Maafkan hamba lancang tidur di samping anda yang mulia."Qiu yue menarik selimut ia hingga menutupi tubuh kaisar. Qiu yue mengulurkan tangan ke atas, jemari menyusuri rahang pipinya yang tinggi, garis rahangnya yang tinggi, saat Qiu yue berkata.


"Hamba akan menyanyikan lagu nina bobo untuk yang mulia," Qiu yue mulai menyanyi. Kaisar menyinggungkan senyum sambil menutup matanya, terdengar suara dengkuran dan suara napas kaisar yang teratur, "Selamat malam yang mulia." Qiu yue menutup matanya.


Mata Long Wei terbuka dalam alam sadarnya ia memegang wajah Lihua. Mengelus pipinya.


Terima kasih.


* * *


Kediaman Ibu suri.


Ibu suri bangkit dari tempat tidur, saat Ting membawakan obat buat ibu dari kaisar. Beberapa hari yang lalu Selir Memintanya untuk melayani ibu suri.


Ibu suri sering sakit - sakitan semenjak anak ketiganya meninggal, Pangeran Yuan satu tahun lalu karena perang di tambah lagi keadaan kaisar yang masih belum siuman membuat kesehatan ibu suri menurun. Harapan satu - satunya hanyalah pangeran Juan, ia yang memerintah kerajaan mengganti posisi Long wei sebagai kaisar sementara.


"Yang mulia anda harus meminum obat anda." Ting memberikan mangkuk berisi obat.


Ibu suri melempar mangkuk yang di bawakan Ting hingga menimbulkan suara. Obat itu tumpah ke karpet.


"Aku tidak ingin meminum obat itu, cepat singkirkan!"


"Baik yang mulia," Ting cepat - cepat mengambil mangkuk yang ibu suri lempar.


Pangeran Juan datang memghampiri begitu mendengar ibundanya tidak mau minum obat, ia langsung memeluk sang ibu."Cepat tinggalkan kami berdua,"


"Baik yang mulia," Ting keluar ia menoleh kearah sang pangeran yang sedang memeluk ibu suri.


"Kau harus membawa Lan fen, " pinta ibu suri sambil menangis di dada bidang anaknya.


"Tapi Lanfen sudah meninggal."


"Ibu yakin permaisuri masih hidup, hanya dia yang bisa membangunkan kakakmu, Long Wei." Sambil menangis tersedu - sedu."Kita juga belum menemukan mayat permaisuri."


"Baiklah aku akan mencari permaisuri," jawab pangeran Juan ia mengambil sapu tangan, ia menghapus air mata ibundanya. "Saya janji padamu, ibu akan aku cari permaisuri Lan fen." Sambil menenangkan ibu suri.


Pangeran Juan membaringkan ibu suri ke tempat tidur, sang ibu pun tertidur lelap.[]