
Malam harinya, Yue jalan-jalan di sekitar istana. Hari ini dia capek melakukan pekerjaann berat sebagai pelayan. Ting sudah tidur duluan. Yue tanpa sadar dia memasuki paviliun kaisar. Saking luasnya istana dia bisa seharian keliling istana.
"Apa yang sedang kau lakukan." Suara itu terdengar tegas. "Aku ...Yue menelan ludah bagaimana cara menjelaskannya kalau dia tersesat. Bisa - bisa Yue di hukum cambuk.
"Kenapa kau diam saja ikuti aku."jawab dayang istana. "Ba-ik.."kata Yue mengikuti dayang utama. Yue memasuki dalam istana. Lorong yang panjang dengan pilar - pilar merah di sisi kiri dan kanan Mereka memasuki kediaman kaisar. Seorang kasim menyambut dayang istana Mina. "Saya mengantarkan obat untuk kaisar. "Kata sang dayang dia melirik kearah kasim. "Masuklah."
Saat tirai terangkat seseorang pria berbaring di tempag tidur di tutupi kelambu. Wajahnya pucat dan tampan.
"Kau ikuti aku,"kata dayang istana Mina melirik ke arah Qiu Yue yang sedang berdiri mematung.
Tabib istana sedang memeriksa kaisar. Dayang istana mendekati sang tabib . Qiu Yue berjalan perlahan menuju sisi ranjang yang tertutup kelambu, ia melihat seorang pria cantik di balut baju sutera putih. Tertidur cantik. Tampan dengan rambut panjang terurai. Seperti boneka porselen. Untuk pertama kali ia melihat wajah kaisar. Mata Yue menyipit saat melihat sosok agung yang sedang tertidur.
Dayang istana Mina menyingkap kelambu. "Bagaimana keadaan kaisar."kata Dayang istana Mina. "Kaisar masih sama beliau masih belum siuman. " kata sang tabib.
"Sejak dua minggu kaisar tidak sadarkan diri. Beliau jatuh dari kamar mandi." Bisik salah satu pelayan. .
Sudah saatnya kaisar ganti baju kata kedua kasim. "Namaku kasim ji dan Bohay. Kedua kasim itu mengangkat tubuh Long Wei hati - hati ia menegakan badannya. Kasim Ji menatap kearah Yue. "Kau ikut denganku buka baju yang mulia kaisar. "
"Baik."Yue menutup matanya kemudian membuka bajunya perlahan - lahan tubuhnya di buat tegak di bantu kasim Jie. Kaisar membuka matanya, tapi tatapannya kosong, hampa seperti tidak mempunyai jiwa. Tubuhnya sangat kurus. Pandangan Yue tertuju kepada luka gores di lehernya. Lukanya sangat dalam hingga meninggalkan bekas.
Yue mengulurkan tangannya membasuh tangannya Dengan air hangat menggunakan lap bersih. Perlahan - lahan. Kulit kaisar yang lembut putih seperti susu. Yue memperkenalkan namanya.
"Namaku dayang Yue mulai hari ini hamba akan melayani yang mulia." Dayang Yue membasuh dada ia melihat luka gores di perutnya panjang.
" Pasti sakit."
Yue memegang dada kaisar, " jika aku punya nyawa banyak akan aku berikan hati ini untuk anda yang mulia." guman Qiu Yue entah kenapa ia bicara seperti itu kemudian menurunkan tangannya. "Hamba hanya bercanda yang mulia,aku tahu hati anda hanya untuk selir Mei feing. " ucap Yue terkekeh. Yue memakaikan baju. Kedua kasim kembali setelah Yue membaringkan kaisar. "Kau boleh pergi."
Yue mengangguk. Dia undur diri dari kediaman kaisar.
Setelah dari kamar peraduan kaisar Yue pergi dari kediaman istana. Dayang istana Han menunggunya di depan kamar Yue sambil berkacak pinggang.
"Darimana saja kau." Kata Dayang istana Han dengan suara tinggi.
"Hamba tersesat."kat Yue menundukan wajahnya.
"Kau di hukum karena kelayaban malam - malam. Malam ini kau tidak di beri makan malam." Ucap dayang istana Yuan.
***
Yue harus menerima hukuman dari dayang Han dia di hukum di luar. Tidak di beri makan malam dan Yue harus tidur di luar. Yue duduk jongkok. Sambil melihat cahaya bulan dia rindu dengan Bojin. Yue merapikah rambutnya yang panjang menyanggulnya. Entah kenapa dia teringat Bojin saat melihat kaisar.
Yue masih penasaran dengan kaisar diam - diam dia pergi ke istana kuning. Dua orang penjaga menjaga ketat istana. Dia tidak bisa masuk ke dalam istana. Yue penasaran dengan kaisar. Seorang dayang senior masuk ke dalam kediaman kaisar. Yue mengikuti dayang senior dari belakang bersama pelayan lain.
"Hamba membawa obat untuk kaisar. " Mata dayang istana memberi kode kepada dua orang prajurit. Mereka membiarkan dayang istana masuk.
Yue berdiri di barisan belakang. Kedua orang itu membawakan obat ramuan kepada kaisar. Yue diam - diam bersembunyi dari ballik tirai dia mengintip saat dayang senior memberinya obat herbal. "Aku harap kaisar tidak bisa bangun agar pangeran Juan bisa naik tahta." Kata salah satu dayang.
"Jangan sembarangan bicara kita harus melakukan ini secara rahasia."bisik salah satu dayang.
Yue tanpa sadar mendengar pembicaraan mereka. Yue bersembunyi di belakan tempat tidur kaisar. Jika mereka menemukannya dia akan di hukum cambuk bukan tetapi di hukum penggal.
Suara dayang tidak terdengar lagi langkah mereka menghilang dari balik pintu. Matanya melihat sekeliling suara langkah kaki sudah menghilang dari balik pintu. Kini hanya dirinya dan kaisar sosok agung yang dingin berbaring di tempat tidur mewah di tutupi kelambu . Yue mendekati sosok itu karena rasa penasarannya. Dia mengingatkannya pada Bojin.
"Mereka ingin sekali membunuhmu yang mulia."guman Yue. "Percuma saja kau tidak akan dengar." Yue mengatupkan bibirnya.
Yue duduk di samping kaisar yang terjaga, matanya kosong menatap langit-langit. "Maaf, hari ini cukup sampai di sini aku harus pulang nanti jika dayang istana mencariku gawat mereka akan mencambukku." Yue menutup mata kaisar yang terbuka. Diam - diam dia keluar dari kediaman kaisar. Tapi dua orang kasim masuk melihat Yue. Bersembunyi saat sosok pria dengan hanfu putih masuk. Rambut terurai sampai ke bahu.
Dia mendekati Kaisar yang sedang berbaring. "Tolong kalian tinggalkan kami berdua."kata Pangeran Juan. Kedua kasim itu mundur dan pamitan kepada pangeran Juan.
Tatapan pangeran Juan sangat sedih. "Semua orang menginginkan aku sebagai kaisar. Tapi aku jelas menolak karena kerajaan ini milikkmu." Ujar Juan. Seketika itu pula ruangan hening. Setelah bicara singkat pangeran Juan pergi meninggalkan kediaman kaisar.
Yue membuka pintu Ting sudah tertidur,Ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur kemudian menenggelamkan dirinya dalam mimpi.
Yue terbangun saat ada yang menggoyangkan badannya. Dia membuka matanya Ting membangunkan dirinya,"Ada apa Ting."kata Yue bangkit. Melihat wajah sahabatnya pucat.
"Keadaan yang mulia kaisar memburuk," jawab Ting ia menarik tangan Yue, "kenapa ?padahal semalam ia masih baik - baik saja." Yue berjalan buru - buru menuju istana utama. Menurut Ting. Pagi tadi selir Miya datang mendapati tubuh kaisar dingin.
Tapi Yue yakin semalam kaisar masih baik - baik saja. Yue datang saat para tabib memeriksa kondisi kaisar. Seluruh tabib istana memeriksa keadaan kaisar. Bahkan selir Maya tampak khawatir dengan keadaan kaisar.
Tabib Ma sedang memeriksa denyut nadi kaisar. Raut wajah tabib cemas kemudian seulas senyum di tabib Ma. Dia melirik ke arah permaisuri Maya kemudian ia memberi hormat, "Ampuni hamba yang mulia, yang mulia baik - baik saja, di bandingkan dengan beberapa hari yang lalu keadaan yang mulia Kaisar jauh lebih baik tubuhnya sudah bereaksi di bandingkan beberapa bulan belakangan ini.
Yue bernapas lega ia bersyukur kaisar baik - baik saa, suara pangeran kedua pangeran Juan datang dengan wajah cemas. Dia menabrak Qiu Yue.
"Maafkan saya yang mulia," tapi sang pangeran melintasinya begitu saja. Dia mendekati Selir Maya, "Bagaimana keadaan yang mulia."
"Dia baik - baik saja," tanya selir Maya.
"Syukurlah." Pangeran Juan bernapas lega. Selama ini pangeran Juan yang menggantikan posisi kaisar. Selama dia belum sadarkan diri. Pangerab Juan menatap kearah Yue yang berdiri bersama pelayan lain.
"Namamu siapa?" Tanya pangeran Juan. "Nama saya Qiu yue.
"Mulai hari ini kau yang akan melayani kaisar."
"Ta-pi yang mulia." Selir Maya menyela pangeran Juan. "Itu sudah keputusanku." Kata pangeran Juan dengan suara tinggi. "Aku ingin dia melayani kaisar apa pun permintaan pelayan Yue, kalian harus mematuhinya.
Selir Maya panik wajahnya berubah pucat pasi. Dia menolak dengan penunjukan Qiy yue menjadi pelayan pribadi kaisar. "Yang mulia hamba mohon pertombangkanlah."
Tapi ucapannya Selir Maya tidak di dengar pangeran Juan."Maafkan aku tapi ini adalah keputusan saya."ucap Pangeran Juan.
"Kasim Ji aku mohon kau mau bekerja sama dengan pelayan Yie. "Baik yang mulia." Ucap kasim Ji.
Pangeran Yuan kemudian keluar dari istana. Selir Maya marah dia mencengkram bahu Yue.
"Berani sekali kau!" Sebuah tamparan mengarah ke wajah Yue. Membuat pipi Yue perih. Selir Maya berang. Dia beringsut dari kediaman kaisar membiarkan Yue sendirian.
Semua pelayan menatap tajam kearah Yue. Mereka mencibir dirinya dari belakang.
Dia sengaja menggoda kaisar agar dapat posisi permaisuri.
Yue keluar dari kediaman kaisar menyusul pangeran Juan. "Yang mulia."Yue menghampiri panngeran Juan yang ada di gerbang pintu Paviliun kaisar.
Yue membungkuk hormat kepada pangeran Juan. "Yang mulia kenapa anda memberi saya perintah seperti itu kepada saya."
Pangeran Juan menghentikan langkahnya. Dia memutar badan menatap kearah Yue yang sedang membungkuk.
"Karena kau yang bisa merawat kakaku. Aku melihatmu semalam bagaimana kau merawat kaisar dengan baik di bandingkan pelayan lain. Walaupum kau lancang tapi aku senang keadaan kaisar jadi lebih baik."
Yue diam rupanya pangeran tahu dia diam - diam merawat kaisar.
Yue menunggu di luar menunggu kasim memanggilnya.
Selang beberapa lama dayang istana Han datang. "Selir Maya memanggil,"ucapnya, Qiu yue masuk ke dalam. Ia melihat selir Maya.
Yue masuk ke dalam di mana selir Maya berdiri wajahnya tidak senang. Dia mendekat Yue dan bertanya.
"Kau yang mengurus kaisar,"
Mulai hari ini aku ingin kau melayani yang mulia dua puluh empat jam."
"Baik yang mulia."
"Tolong jaga ia baik - baik jika terjadi sesuatu dengan yang mulia kau harus tanggung jawab dan hukuman mati menunggumu."
"Hamba mengerti yang mulia."
Yue menahan tangisnya dadanya terasa sesak. Tapi gadis itu berusaha menahannya.
Selir Maya meninggalkan kediaman kaisar meninggalkan mereka berdua. Yue menangis ia selalu menangis jika ada yang membentaknya, "Maafkan saya yang mulia membuat anda sakit,"sambil menahan air matanya.
Mata hazel itu terbuka ia menatap sedih wajah Yue.
Yue membalikan posisi tubuhnya. Agar aliran darahnya lancar. Qiu yue menyelimuti kaisar. Dia melihat sekelliling ruangan kaisar. Kamar yang besar dan banyak buku - buku filsafat dari cendekiawan terkenal. Dia melirik pedang dengan ukiran naga di gagang pedang. Ruangan yang mewah tapi kosong.
"Yang mulia seir Maya datang. " kata kasim Bohay. Buru - buru Yue masuk ke dalam tempat tidur, entah apa yang di pikirkan Yue
ia menenggelamkan tubuhnya dalam selimut.
* * *