
Pelayan menata rambut selir Maya, memberi hiasan di kepalanya, ini adalah hari pernikahan kaisar dengan Lan Fen. Dia ingin tampil cantik di mata kaisar sambil menyambut permaisuri baru ia harus tampil baik agar kaisar tidak curiga. Selir Maya akan melakukan apa pun untuk menghancurkan Selir Lan fen dan tidak akan membiarkan Lan fen menjadi permaisuri.
Dayang istana Rong datang untuk menjemput selir Maya. Ia datang bersujud memberi hormat. "Yang mulia saya kembali membawa berita gembira.
"Bagaimana apakah kau sudah mengatasi semuanya," Selir Maya bangkit dia mendekati dayang Rong.
"Sudah saya selesaikan," sang dayang tersenyum. "Kerja yang bagus, kita tunggu saja tanggal mainnya."Tolong ambilkan baju kuning yang di atas meja."
"Baik yang mulia," ujar pelayan lain. Ia membawakan hanfu berwarna kuning dengan sulaman bunga lotus. Baju yang sengaja selir maya pesan jauh - jauh hari.
"Aku pasti akan menjadi permaisuri." sambil berguman Selir Maya sudah percaya diri apalagi ia sudah melenyapkan selir Lan fen. Selir Maya berjalan diiringi dayang istana Ron ia hendak menemui kaisar di paviliun cendana.
"Aku ingin bertemu yang mulia kaisar," kata permaisuri, ia menaikan baahunya. "Silahkan," jawab si penjaga mengijinkan selir Maya masuk di sambut oleh dua orang kasim.
"Selamat datang yang mulia," sambut kasim Bohay dan kasim Ji.
"Di mana yang mulia."
"Beliau sedang di kamarnya."Kata kasim Bohay dan kasim Ji.
"Perketat penjagaan jangan ada yang membiarkan seorang pun masuk." Selir Maya menganggukan kepalanya.
"Baik yang mulia," para penjaga menjaga ketat kediaman kaisar.
Tidak ada yang boleh masuk ke dalam. Selir Maya masuk ke dalam peraduan kaisar Long Wei. Pria itu berdiri memandangi cermin. Sudah siap dengan pakaian pernikahannya.
Dua orang pelayan perlahan berjalan mundur begitu selir Maya datang seolah mereka sudah tahu kedatangannya.
Dengan ekspresi sedih selir Maya memulai sandiwaranya. "Yang mulia gawat,"Permaisuri Maya masuk dengan wajah terisak.
Kaisar Long wei mendekati selir Maya ia mencoba menenangkannya."Ada apa selir Maya, kenapa wajahmu kelihatan sedih."
"Rombongan permaisuri mengalami musibah, permaisuri Lan fen terbunuh, dia di rampok di jalan."
Kaisar Long Wei terdiam ia tidak percaya apa yang di ucapkan selir Maya. "Selir Maya, kau jangan bercanda dari mana kau dapatkan berita bohong ini."
"Dari jendral Bao," jawab selir Maya.
Wajah Long fei berubah mengeras ia tidak percaya apa yang di katakan selirnya.
"Kau bohong aku sudah memutuskan pernikahan dengan putri jendral Bao dan lagi rute perjalanan mereka berbeda." Long wei menatap curiga selir Maya. "Dari mana kau tahu semua ini, jika ada berita ini biasanya kasim yang memberitahu aku." kaisar Long wei menatap penuh curiga selir Maya.
Wajah selir Maya berubah pucat kemudian ia menipiskan bibirnya, ia menatap tajam kepada kaisar ia merasa sudah tersudut.
"Yang mulia A-ku.." Selir Maya merasa terpojok dengan ucapan kaisar, ia terdiam sejenak. Berusaha untuk meluruskan pandangannya, "Kenapa kau bisa tahu! Kaisar menatap penuh curiga kepadanya. Selur Maya mengatupkan bibirnya, mendekati kaisar. "Aku yang sudah membunuh permaisuri Lan fen." ia berbisik di telinganya lembut. Kaisar Long wei langsung mencekik leher selir Maya. Membuat gadis itu tidak bisa bernapas.
"Percuma saja yang mulia berteriak, tidak -akan ada yang menolongmu, mereka pengawal kepercayaannku ." Selir Maya melepaskan tangan kaisar ia mengeluarkan pisau yang ia simpan dari balik baju kemudian mengulurkan tangannya menusuk perut kaisar." Bercak darah keluar dari jubah hitamnya.
Long wei terkejut, ia memekik keras, meringis kesakitan,"Ia memecahkan barang - barang yang ada di kamar," Beraninya kau!" dia berjalan lunglai kemudian terjatuh ke lantai. Darah mengalir di perutnya, selir Maya berlutut jemarinya. menyentuh wajah Kaisar, "Tidurlah yang mulia dengan damai, tidak akan aku biarkan yang mulia mati."
"Kau berani sekali!"
Pandangan Long wei perlahan - lahan memudar, perlahan - lahan matanya tertutup. Kemudian kehilangan kesadarannya.
Selir Maya menangis, ia pergi dari kediaman kaisar diam - diam. Semua dayang dan kasim tutup mulut seolah tidak terjadi apa pun.
Selir Maya pergi ke kediamannya dengan tenang seperti tidak ada masalah, ia berpapasan dengan pangeran Yuan. Ia menyapa sang pangeran.
"Di mana yang mulia." Tanya pangeran Yuan. "Aku baru saja ingin ke kediaman kaisar."
Saat mereka bicara terdengar suara jeritan ibu suri datang dari paviliun kaisar, dengan cepat para selir lain menuju arah suara itu. Kaisar bersimbah darah di lantai dengan luka di perut.
"Siapa yang melakukan ini kepada kaisar," Ibu suri memeluk anaknya,"Cepat panggilkan tabib." Kasim bohai dan Kasim Ji memanggil tabib.
Ibu suri langsung pingsan melihat anaknya terluka.
Selir Maya mendekati kaisar ia menangis begitu melihat kaisar terluka," Siapa yang melakukan ini kepada kaisar." Selir Maya menangis ia berteriak kencang dayang istana Rong berusaha menenangkan selir Maya dengan membawanya ke kediamannya.
Pangeran Juan langsung datang saat mendengar sang kakak terluka. Ia masuk melihat tabib berusaha menolong kaisar.
* * *
"Lepaskan aku selir Rong," ucap selir Maya. Wajahnya berubah dari fase sedih ke fase gembira ia tersenyum puas sambil menyeka air matanya,"bagaimana aktingku bagus kan."
"Yang mulia anda pura - pura menangis." Dayang Rong terkejut dengan perubahan ekspersi selir Maya.
Selir Maya tertawa senang, "Aku yang melukai yang mulia kaisar."
"Apa yang anda lakukan bagaimana jika kaisar mati."
"Tidak ibu, kaisar tidak akan mati, aku akan menberinya obat untuk melumpuhkan saraf. Dia akan seperti boneka hidup tidak mati pun tidak."
"Bagaimana bisa," dayang istana Rong terkejut dengan rencana puterinya.
"Semua tabib dan kasim tunduk kepadaku, aku tawarkan mereka uang dan emas, jadi tidak ada yang curiga dengan kondosi kaisar, kita sebarkan isu kaisar bunuh diri karena kehilangan permaisuri."
* * *