Heart Emperor

Heart Emperor
Bagian 2 : Nama yang sama Bab 18




Setiap hari kaisar Long wei selalu menikmati arak di bawah pohon sambil mengenang Qiu Yue. sudah hampir setahun, tapi rasanya seperti ratusan tahun. Mengenakan hanfu putih dan rambut di gerai panjang, ia lakukan sebagai tanda dukanya kepada sang bulan.


sudah puluhan beberapa purnama ia lewati. Wanita yang ada di depannya tidak bisa meluluhkan hatinya. Dia mendesah, entah berapa musim dia lewati hatinya hampa tanpa ada Qiu Yue di sisinya.


Kasim Ha yang paling tahu kesedihan kaisar selamat ini di depan ia tegas tapi di dalam hati ia rapuh seperti kertas. pria tua itu mendekat kaisar sambil membungkuk. "Yang mulia hari ini anda akan kedatangan tamu dari Huo."


Long wei sebenarnya ia tidak ingin menemui tamunya tapi hari ini ia merasa bersemangat.


"Begitu," Long wei mengatupkan bibirnya.


"Sudah lama tidak bertemu teman lama." Kaisar memasuki tandu, saat rambutnya terhempas angin dia mendengar suara kaki kuda melewati jalanan setapak. Dia berbalik.


"Yang mulia apa anda yakin," ucap kasim Ha.


Long wei masuk ke dalam tandu. "Sudah lama tidak ada tamu yang datang ke istana."


Kasim Ha sangat khawatir dengan junjungannya.


Sesampainya di istana Long wei sudah berganti rambut dan jubah hanya dalam waktu lima menit sebelum pergi ke menyambut tamu dari Huo, seorang pria masih nuda tinggi dengan baju Zirah namanya jendral Yoshi,dari kerajaan Huo. Mereka berdua adalah teman lama.


"Saya mengantar surat dari kaisar Huo," kata jendral Yoshi sambil berlutut menyerahkan gulungan terbuat dari bambu.


Kasim Ha mengambil gulungan itu kemudian menyerahkan kepada kaisar Long wei. Dia membuka gulungan itu. Dia membaca seksama surat dari Remus rupanya dia meminta putrinya Ming Xing akan di jodohkan dengan pangeran Juan.


Long wei melirik kearah pangeran Juan. "Apakah kau mau menerima pernikahan putri Ming xing dari kerajaan Huo aku tidak akan memaksamu. Pangeran Juan mengangguk,"Aku terima pertunangan ini."


"Kalau begitu katakan kepada kaisar Huo aku terima pernikahan ini."


"Akan saya sampaikan pesan anda,"kata jendral Yoshi. Dia mundur untuk pamitan. "Kenapa kau istirahat sebentar untuk beberapa hari ini."


"Maaf yang mulia tapi hamba akan segera pergi karena harus menyampaikan berita ini langsung."


"Akan ada badai aku takut jalanan desa longsor. Aku harap jendral bisa menginap barang semalam."


"Baiklah." Jendral Yoshi tidak bisa menolak. Para Dayang membawa sang jendral ke ruang tamu. Kaisar Long sangat akrab dengan raja Huo karena mereka berteman sudah lama sekali. Karena Raja Huo adalah seorang iblis sama dan mereka adalah teman sejak lama.


Seorang wanita menghampiri


jendral Yoshi dalam balutan hanfu hitam dengan berpakaian pria ia mendekati sang jendral,"Kita akan berangkat sekarang."


"Aku rasa tidak kita akan berangkat sekarang," jawab sang gadis mendekati Jendral Yoshi. "Kita akan bermalam di sini akan ada badai, istirahatlah bulan depan kau akan mengawal tuan putri untuk acara pernikahannya dengan pangeran Juan.


"Baiklah," dia pergi menuju kamarnya yang di sediakan pelayan. Dua orang pelayan wanita cantik yang di sediakan kaisar datang membuat Yue mengerutkan alisnya masa dia harus bercinta dengan wanita.


"Biarkan letnan Yue istirahat," ucap Jendral Yoshi, kedua wanita itu melepaskan tangan Yue menghambur menuju jendral Yoshi.


"Tuan ayo kita minum."


Yue bernapas lega, untung ada jendral Yoshi yang menyelamatkannya. Gadis itu pergi ke kamar. Yue membuka bajunya ada sebuah lukapanjang di balik punggungnya. Ia menutupi luka itu dengan hanfu putih. Dua tahun lalu Zian menyelamatkan nyawanya dari kematian, perlu waktu satu tahun Yue untuk penyembuhan lukanya. Kini dia bekerja sebagai pengawal putri Ming Xing.


Hal yang di lakukan Yue adalah melupakan semua masa lalunya dengan kaisar.


Yue membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil melihat langit - langit kamar. Jauh dalam hatinya terdalam ia masih memikirkan kaisar. Tapi luka hatinya masih belum dia lupakan.


* * *



Kaisar Long wei seharian merendam tubuhnya ke dalam bak mandi rahasia hanya dia dan Qiu yue yang tahu, gadis itu selalu membawanya ke tempat ini. Ia membayangkan saat Qiu yue memandikan tubuhnya seperti anak kecil. Gadis itu selalu mendongeng untuknya. Semua kasim dan pengawal di biarkan pergi hanya dirinya sendirian. Suara langkah kaki memasuki kamar mandi kaisar. Long wei mengira itu adalah kasim Ha. Saat dia berbik seorang gadis dengan rambut di gulung ke atas datang menuju ke arahnya. Long wei membalikan badannya. Dia tidak ingin gadis itu tahu dirinya seorang kaisar. Dia berbalik sambil membiarkan rambutnya terurai panjang.


"Maafkan hamba, aku tidak tahu ada orang di sini." Yue berbalik arah. "Tidak tunggu kau boleh mandi bersama." ucap Long wei merubah suaranya menjadi wanita. Yue masuk mereka saling berbalik arah. Long wei merasakan kehadiran Qiu yue.


"Namamu siapa?"


"Yuan yue, aku prajurit kerajaan Huo."


Long wei terdiam sejenak, ia seperti pernah mendengar suara yang tidak tampak asing baginya. Dia berbalik gadis itu sudah mengenakan pakaian laki - laki. Long wei pikir dia wanita ternyata laki - laki dia sudah salah duga.


"Aku belum tahu namamu nona ?" Yue menoleh ke arah wanita yang sedang membelakanginya.


"Kau boleh memanggilku Ying ming."Long wei memakai nama aslinya saat dia sebagai naga.


Long wei menoleh pria itu sudah pergi, entah kenapa dia mengingatkan kepada Qiu yue.


Kenapa dia menganggapnya wanita.


Long wei sudah memakai baju putih dengan sulaman emas di bahunya, ia memandang wajahnya di cermin. Seharian ini dia teringat dengan Qiu yue. "Tolong beri tahu permaisuri Lan fen malam ini aku akan ke kediamannya."


"Baik yang mulia," Kasim Ha sangat senang untuk pertama kali ia menemui permaisuri karena kaisar jarang menyentuh permaisuri."


Long wei berjan menuju kediaman. Permaisuri Lan fen. Langkahnya terhenti saat dia melirik ke arah jembatan Yuan yue sedang berdiri di atas jembatan. "Qiu yue, bukan," Long wei meneruskan perjalanannya.


Diam - diam Yue melirik ke arah kaisar yang sedang berjalan menuju kediaman permaisuri. "Sekarang kau bahagia, yang mulia." Yue berjalan menuruni tangga saat ia berpapasan dengan pria berambut hitam panjang. Qiu yue terkejut


"Pangeran Zian, apa yang anda lakukan di kerajaan Tan." pria itu mengulurkan kedua tangannya memeluk erat Qiu yue. "Aku rindu padamu."[]