Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 21



Bulan itu indah di pandang


Tapi tidak dapat di miliki


Ia hanya  iblis patah hati


Menemani sang bulan di sisinya.


Menunggu membuka hatinya.


Sampai saat itu dia akan


Menyembunyikan hatinya


Sampai menunggu cintanya.



—Zian


***


Jantung Yue berdetak kencang saat Long wei memeluk erat pinggangnya. Di tengah hujan yang mengguyur deras. Yue membalikan badan menatap mata Long wei. Dia mendorong tubuhnya, tapi Long wei mampu menangkap Yue.


"Apa kau akan pergi dariku, kenapa kau harus pura - pura menjadi orang lain." Long Wei menempelkan dahinya ke dahi Yue. Gadis itu tidak sanggup berkata - kata. Hujan membasahi tubuh mereka berdua. Yue menangis di dada kaisar.


* * *


Beberapa jam kemudian mereka tiba di rumah Qiu yue yang sudah lama tidak terurus hanya pelayan Han yang tinggal sendiri. Rumah besar dengan halaman lumayan luas.


Nenek Han yang sudah hampir lima puluh tahun melayani keluarga Bao. Saat ayah Yue pergi nenek Han tetap setia dengan merawat rumah peninggalan sang jendral.


Nenek Han membawa lampion dia mengajak kaisar ke kamar ayahnya Yue. Long wei sengaja tidak memberi tahukan identitasnya kepada nenek Han.


"Nona Yue," kata si pelayan dia langsung menyuruh mereka berdua masuk. Yue  melangakah kan kakinya memasuki ruang tamu yang sangat Yue rindukan.


Yue membawa Long wei menuju kamar sang ayah. Dia langsung membuka lemari kemudian mengambil baju ayahnya. Dia mengambil hanfu putih. "Pakailah, aku rasa akan cocok.'


Long wei mengerutkan dahinya, melihat,pakaian orang tua. "Baiklah,"dengan terpaksa. Long wei mengenakan hanfu putih berlapis - lapis.



Yue mengeringkan rambutnya kemudian membuat rambutnya terurai masih basah. Dia menuju kamar kaisar karena dia sudah terbiasa memakai pakaian oleh pelayan.


Di rumah Yue hanya mereka bertiga. Dua orang itu saling memandang satu sama lain di terangi Lilin. Bibi Han sedang menyiapkan sarapan malam.


Long wei membuka bajunya terlihat luka di lehernya  yang panjang dan di perutnya, akibat tusukan selir Maya. Yue mendekati Long wei biarkan aku memakaikan baju untuk anda yang mulia. Yue  memasukan baju ke  badan Long wei sama seperti saat dulu yang berbeda di depan Yue bukan boneka tapi kaisar.


Long wei membiarkan Yue bergerak ke punggungnya. Long wei menggerakan kedua tangannya di bawahnya, dan Yue merasakan jari - jari  tangannya bermain dengan bagian pinggannya.


Long wei memperhatikan baju Yue yang berlapis - lapis. "Berapa lapis pakaian yang kau kenakan," Yue tertawa,"Yang  mulia tidak usah berpura - pura bodoh, yang mulia sudah tahu kan.


Suasana tiba - tiba hening. Mereka berdua saling bertatapan satu sama lain. Saat Long wei menatap wajah Yue dengan pelan mata Long wei kembali menatap mata Yue. Tanpa memutus kontak  Yue menunduk malu, sementara lengan - lengan Long wei mengelus menuruni punggung. Yue ingin mengetahui perasaannya  walaupun dia harus melanggar sumpahnya kepada ayahnya. Rasa cinta itu yang Yue rasakan kepada Long wei. Sebuah dentaman di koridor. Long wei menatap ke arah pintu, tampak mengira pintu itu akan terempas keras membuka pada detik kapan pun. Yue tegang lebih takut ada yang mengintipnya.


"Itu hanya suara angin mungkin suara bibi Han sedang memasak," kata Yue mengajak Long wei makan malam.


"Maafkan aku yang mulia tempat ini sangat sederhana dan tidak mewah seperti yang ada di istana."


Long wei menatap sekeliling ruangan walaupun tidak mewah dan tidak senyaman di istana.


"Baiklah kita makan malam dulu mungkin bibi Han sudah siap dengan makan malam kita," Ucap Yue.


* * *


Setelah makan malam  mereka yang canggung kemudian  kembali ke kamar masing - masing. "Bisakah kau menemaniku malam ini." tanya Long wei, Yue mengangkat satu alisnya, dan tetkikih. "Tapi aku tidak yakin bagaimana jika bibi Han tahu."


"Baiklah aku akan tidur di sini. Tapi besok kita akan pergi pagi - pagi sekali."


"Baik."


"Oke."


Yue masih ingat saat dia memandangi Long wei di istana waktu itu dia tidak bicara.  Sekarang dia memandang Long wei sedekat ini.  Dia bersamanya.


"Tidur yang nyenyak, Yue."


"Aku mencintaimu," kata Yue pelan.


Long wei memamerkan senyum terbaiknya,"Tetaplah bersamaku." Yue berbaring di sana, membiarkan kebahagiaan pada momen ini tenggelam ke dalam dirinya. Tampaknya hanya beberapa detik kemudian  saat napas Long wei pelan dan tetap. Long wei sudah tertidur.


* * *


Pagi hari Yue terserang demam membuat Long wei cemas. Paginya dia  terbangun dengan


kondisi demam yang lebih  parah,sepertinya pertahanan tubuhnya sedangberperang melawan virus yangmenyerang tubuhnya, mungkin karena Yue belum sembuh benar.


Long wei cepat - cepat memanggil tabib. Yue bangun dengan wajah merah. "Maafkan aku yang mulia."


"Apa maksudmu. Seharusnya aku yang minta maaf."


Selang beberapa lama tabib datang memeriksa Yue. Bibi Han panik. "Saya akan membuat sup untuk nyonya."


"Dia harus banyak  istirahat dan pastikan harus mengompresnya jika demamnya tinggi" Kata tabib memberikan resep kepada Long wei. "Saya akan memberi catatan jika terjadi sesuatu."


"Terima kasih." Kata Long wei.


Setelah tabib pergi Long wei telaten menjaga Yue dia mengkompres dahi Yue yang panas.


Bibi Han masuk. "Lebih baik tuan  istirahat biar nona saya yang rawat."


"Tidak usah bi biar saya saja." Long wei tidak ingin  jauh dari Yue. "Bibi harus istirahat."


"Jika ada apa - apa panggil bibi."


Dengan cekatan Long wei membantu Yue meminumkan obat. Lalu membaringkan  Yue dan merapikan selimutnya. 


Malam hari deman Yue semakin parah dan panas tubuhnya seperti api. Long wei panik dan di melihat catatan dari  tabib


Long wei hendak memanggil bibi Han tapi Long wei kasihan karena seharian  wanita tua itu merawat Yue.


Maafkn aku Yue. Long wei membuka baju Yue  hingga telanjang. Dia membasuh tubuh Yue dengan air hangat dengan lembut. Dia teringat saat Yue memandikannya. Long wei masih ingat Yue sangat cekatan kini Long wei ingin membalas budi.


Yue mengerang. Berguman. "Aku mencintaimu yang mulia." Ucap Yue,Long wei terkejut mendengar pengakuan Yue.


Setelah selesai Log Wei mengeringkan  tubuh Yue  dan memakaikan hanfu, lalu menyelimutinya dengan


selimut yang tebal. Setelah itu


 dia memaksa Yue meminum obat dengan lembut  meminumkam obat dari mulutnya.


***


Pagi Hari demam Yue sudah turum dia bangun terkejut saat kaisar tidur di samping tempat tidurnya.  Long wei bangun. "Apa demammu sudah sembuh. " Long wei menyentuh dahi Yue.


"Maafkan saya."


"Harusnya aku minta maaf membuatmu menderita aku ingin menebus kedalahanku dengan menjadikanku permaisuriku."


Aku tidak bisa."


"Kenapa aku kaisar bisa saja aku memenggalmu karena menolakku."


Perkataan Long wei membuat Yue ngeri. Yue memantapkan hatinya untuk bicara yang sesungguhnya tentang dirinya. Yue menahan napas kemudian menatap sedih ke dalam mata kaisar. "Yang mulia anda harus tahu tentangku, sebelum anda menikahiku, aku sudah pernah menikah, aku bukan Yue yang mulia kenal."Kata Yue.


Long wei terkejut dengan perkataan Yue,"Menikah?"


"Ya yang mulia hamba seorang janda, apakah kau mau menerimaku," Kata Yue.


Long wei terkejut ternyata Yue sudah menikah, tapi dengan siapa? "Siapa nama suamimu yang dulu."


"Pangeran Zian dari Huo."jawab Yue. Dia suamiku dua tahun yang lalu dia menyelamatkan hamba dari  maut." []