Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 11



Selir Maya menatap pangeran Yuan yang bersimbah darah di tanah, di kota Hui Kota yang ia rancang untuk mejebak sang pangeran. Kota ini memang sudah di tinggal penduduk. Tentang kerajaan Qi menyerang itu hanya isu yang di hembuskan selir Maya dengan bantuan sang ayah yang merupakan Perdana mentri.


"jadi ini semua rencanamu,"Pangra Yuan tidak bisa menggerakan tubuhnya ia berusaha bangkit. Tapi Ting datang dengan wajah tertutup cadar. Ia menusuk pergelangan tangan Yuan sehingga pria itu berteriak kencang. Darah mengalir dari pergelangan tangannya, ia tidak bisa bergerak.


Dengan senyum puas selir Maya menatap iba sang pangeran.


"


Bunuh dia!" Selir Maya bangkit baju merahnya berkibar terkena angin. Ia berjalan melewati mayat prajurit yang tewas yang ia jebak dalam kota mati. Dua orang jendral kepercayaannya datang menjemput Sang selir. Ia memang selir tapi ia mampu mengendalikan istana lewat sang ayah. Cinta dan ambisi. Ia menginginkan posisi tinggi bukan cuma bunga penghias istana.


Hujan turun di kota Hui. Jendral Bao datang terlambat semua prajurit tewas tidak ada yang selamat, suara ringkikan kuda putih milik pangeran Yuan seolah ingin memberi tahu di mana sang tuan.


Jendral Bao menuju asal suara itu,ia melihat seorang wanita menusukan pedang tepat di perut sang pangeran Jendral Bao mengarahkan panah tepat ke arah wajahnya tapi gadis itu berbalik menghindari arah panah. Dengan langkah cepat ia menghampiri sang pangeran. Gadis itu bangkit ia berlari menuju kuda dan memacu kudanya, ia melarikan diri.


Jendrak Bao mendekati sang pangeran yang tidak bernyawa,"Bagaimana aku harus bilang kepada putriku, ia sudah kehilangan orang yang ia cintai."


Jendral Bao merasa bersalah. Ia membawa jenazah sang pangeran ke putrinya Qiu yue.


* *


Qiu Yue menunggu harap cemas, perasaannya tidak enak," Bibi Li di mana Ting."


"Ting pergi ke desa katanya ibunya sakit." Jawab Bibi Li. Lihua menggosok - gosok tangannya. Angin berhembus di telinganya. "Aku rindu padamu,"Bojin berbisik di telinga Lihua. Lihua berbalik. Itu cuma ilusinya.


Suara pintu gerbang terbuka. Lihua menghambur ke arah pintu. Sang ayah datang. Qiu yue menyambut ayahnya.


"Ayah baik - baik saja," Qiu yue sangat mencemaskan sang ayah.


Jendral Bao turun dari kuda ia menghampiri sang putri, ada raut kesedihan di wajahnya. Ia langsung memeluk erat putri. "Kau harus sabar." Qiu yue tidak mengerti apa yang ayahnya bilang.


Dua orang prajurit membawa tandu berisi jenasah pangeran Yuan. Qiu yue berjalan menuju . Ia membuka kain yang menutup jenazah. Air mata keluar dari kelopak matanya dia melorotkan tubuhnya. Seolah tidak percaya apa yang ia lihat.


"Tidak mungkin, kau sudah janji untuk menikah denganku!" Qiu yue menangis sejadi - jadinya. Ia memeluk erat tubuh kaku dan dingin Bojin.


* * *


Qiu yue menyeka air matanya, terlihat cincin yang melingkar di jemarinya. "Hamba sudah selesai mendongeng," Qiu yue melihat kaisar sudah tertidur. Ia meletakan kedua tangan kaisar di atas pinggang. Gadis itu pergi pun pergi, susana kamar hening hanya suara serangga dan angin yang berhembus pelan memasuki kamar menbuat kelambu bergoyang.


Mata Hazel itu terbuka, tangannya mulai bergerak, mata penuh amarah dan dingin. Air mata keluar dari sudut matanya.


Bibirnya bergerak sambil menyembut nama.


Yue


* *


"Apa yang sedang dayang istana lakukan di luar malam - malam, ucap pangeran Juan ia berdiri di samping Qiu yue. "Sebentar lagi musim panas, seluruh istana akan sibuk menyambut perayaan musim panas."


"Tapi sayang kaisar belum juga siuman, kalau kaisar masih ada festival musim panas pasti meriah." Pangeran Juan melirik Qiu yue, cantik dan putih ia tidak mirip seperti orang miskin. "Ada yang ingin aku tanyakan."


Prak!


Suara barang terjatuh dari kamar kaisar. Qiu yue langsung menghambur ke dalam. Suara meringis kesakitan dari balik kelambu.


Kaisar Long wei terjatuh dari tempat tidur. Kaisar Long wei berbaring di lantai di sampingnya terdapat pecahan gelas. Gadis itu terkejut sekaligus khawatir,ia cepat - cepat menolong kaisar -dia membopong menuju tempat tidur dengan bantuan pangeran Juan.


"Yang mulia anda sudah sadar," kata pangeran Juan. "Air aku butuh air," guman Long wei. Qiu yue mengambil air . Wajah Qiu yue berubah dingin," Aku panggilkan tabib Ming ju. Qiu yue pergi memanggil tabib. Selang berapa menit sang tabib memeriksa kaisar. "Ini sebuah keajaiban yang mulia kaisar bisa siuman, mungkin karena kaisar tidak meminum obat yang di berikan selir Maya. Tapi otot - ototnya masih kaku karena terlalu banyak tidur."


"Wanita setan itu,ia berani mencoba membunuhku," ucap Long wei terlihat kilatan kemarahan di matanya." Ia mencoba menggerakan tubuhnya yang kaku. Tapi apa daya tubuhnya tidak bisa di gerakan,ia hanya mampu berbaring di tempat tidur. Sambil meringis kesakitan. "Yang mulia diam bagaimana kasim yang lain mendengar anda."


"Kenapa biarkan saja aku seorang raja," jawab Long Wei. Qiu yue mengerutkan dahinya. Mendekati kaisar,"Bagaimana kalau selir Maya mencoba membunuh anda, dengan tubuh lemah seperti ini anda hanya akan di remehkan oleh kasim dan para selir lainnya."


"Siapa kau yang berani bicara kepadaku." Long Wei melihat gadis itu menatap dirinya datar tanpa ekspersi. Tapi tidak ia bisa pungkiri dia cantik dan Long wei mengakui itu.


Qiu yue merubah ekspresinya menjadi fase senyum," Hamba pelayan yang selama ini merawat yang mulia."


"Apa yang di katakan Qiu yue itu benar, dengan keadaan yang mulia yang sekarang anda hanya akan di anggap gila oleh selir Maya,"ucap tabib Ming memotong pembicaraan mereka berdua, "Perkenalkan nama hamba, tabib Ming."


Kaisar melihat penampilan tabib Ming,"Aku baru lihat seorang tabib wanita."


"Saya laki - laki,"jawab Tabib Ming. Menyela. "Biar hamba jelaskan semuanya," Pangeran Juan menjelaskan semuanya kepada sang kakak. Dan akhirnya kaisar mengerti.


"Kalau begitu hamba permisi dulu," Wajah Qiu yue masih tetap sama ia sedikit menyinggungkan senyuman itu pun kepada pangeran Juan, membuat kaisar merasa di abaikan, ia menerka -nerka. Dengan perubahan sifat Qiu yue. Di mana gadis yang selalu tersenyum dan menghiburnya. Mata hazelnya selalu menatap kearah gadis yang perlahan - lahan menghilang dari balik pintu.


* *


Hati Qiu yue perlahan mulai mencair, ia tidak boleh jatuh cinta terutama kepada kaisar, ia hanya pelayan. Dan hatinya hanya untuk Bojin seorang. Jemarinya memutar cincin peninggalan Bojin kenangan sebelum ia pergi berperang dan tidak kembali.


Qiu yue masuk ke kamarnya, ia melihat Ting sedang menyisir rambut di depan cermin. "Bagaimana keadaan yang mulia."


"Masih sama belum ada perubahan." Qiu yue mendesah, ia membaringkan tubuhnya di tempat tidur. "Seandainya Bojin masih hidup mungkin aku tidak akan berada di istana."


Wajah Ting pucat melihat Qiu yue membicarakan pangeran Yuan tangannya gemetar, dengan tangannya sendiri Ting membunuh pangeran Yuan. Pria sekaligus kekasih majikannya.[]