
...Dia tidak pernah sekali tersenyum. ...
Dingin tak bisa aku sentuh.
kaisar Long Wei
Long wei memperhatikan Qiu yue ekspersinya datar dan dingin seolah ada dinding di hatinya yang tidak ingin di rubuhkan. Ia ingin menghancurkan dinding itu.
Gadis itu selalu mendongeng untuknya saat ia masih tertidur. menemaninya tidur. Long wei ingin tahu siapa yang telah berani mematahkan hatinya. Pria yang membuatnya gagal menikah.
Perlu waktu lama ia bisa menggerakan tubuhnya yang kaku hampir sebulan ia berbaring di ranjang dengan bantuan Qiu yue perlahan - lahan ia bisa menggerakan fungsi motoriknya. Walaupun tangan kanannya belum bisa di gerakan sepenuhny. Long wei sangat terbantu sekali dengan kedatang Yue. Wanita itu mengisi hari - harinya di istana yang sepi.
Hujan turun perlahan, terdengar tetesan air di atas genting rasanya sangat sepi. Entah kapan ia teringat dengan masa lalunya.
Hari esoknya Yue datang lagi, ekspresi tetap datar, Long wei tidak berani dapat menyentuh wajahnya. Apa yang menyebabkan ekspresinya berubah.
Yue mengambil air hangat dan mulai membasuh wajahnya. Tubuhnya kaisar yang kurus sekarang tampak sedikit berisi.
Sementara Qiu yue sebal melihat wajah kaisar, mulai mengelap wajah kaisar dengan hari - hati, tapi Long wei kesal dengan ekspresi wajah Qiu yue yang gemas ingin sekali ia mencubit pipinya yang seperti bakpao.
"Pijat kakiku." Perintahnya.
"Baik." Yue mulai memijat kakinya.
"Bagaimana perasaan yang mulia."
"Tidak baik." Kaisar terus menatapnya membuat Qiu Yue tidak nyaman .
Dengan perlahan ia memajukan badannya menatap Qiu yue menyentuh pipi Qiu yue yang halus. Kesal karena kaisar hendak menciumnya.
Qiu yue menarik jempol kaki kaisar Long wei
"Aaah!! Sakit,"teriak Long wei
"Jika kaki yang mulia sakit berarti kaki anda akan segera sembuh," kata Qiu yue kesal kalau saja dia bukan kaisar mungkin ia sudah menghabisinya tapi perlu waktu untuk Yue bisa membunuhnya.
"Bagaimana caranya agar ia tersenyum?"Guman Long wei. Ia menatap wajah Qiu yue wajahnya di tekuk. Dengan membuatnya kesal setengah mati.
"Tolong kau kipasi aku,"
Long wei menyuruh Qiu yue
mengipasinya. Saat Qiu yue mengipas pelan, Long wei
mengeluh ia kepanasan.
"Panas," sambil menyeka dahinya. Qiu yue mengipas dengan kencang. Long wei berseru ia kedinginan. "Kenapa cuacanya jadi dingin." Qiu yue bolak balik mengubah tenaga kipasannya.
Akhirnya ia tak tahan lagi dan menaruh kipasnya di meja.
Long wei menyuruhnya terus mengipas. Qiu yue
memelototi Long wei. "Akhirnya aku bisa memancingmu," batinnya Long wei bertanya."Kenapa kau melototiku."
Qiu yue berkata,"Aku lagi sakit mata," gadis itu berusaha menghindar dari pandangan mata kaisar."
Long wei tertawa."Apa kau tahu apa itu tertawa?"
"Ha. Ha. Ha." Qiu yue membuka mulutnya. Long wei menahan tawanya. "Aku senang melihatmu tertawa lebih dari
itu, tersenyum dengan manis dan seterusnya."
Qiu yue senyum terpaksa. Long wei tak bisa menahan tawanya lagi. Ia menertawakan Qiu yue
hingga gadis itu bertambah kesal. Dan pergi meninggalkan Long wei.
Long wei menghentikan tawanya," Ia menatap sang adik datang dari balik pintu. Pangeran Juan yang sebari tadi berdiri di balik pintu. "Kakak sekarang sudah bisa bercanda."
"Aku bosan."
"Ini tentang kakakmu, Yuan, "Long wei meluruskan pandangannya ke arah Juan. Ia menceritakan tentang Yuan.
Pangeran Juan meradang mendengar ucapan sang kakak," Aku tidak percaya ia membunuh kalak ke dua, dia bangkit sambil membawa pedang,"Akan aku bunuh dia!"
"Tenangkan dirimu,Juan, kau harus tenang, kita harus membuat rencana, jika kau sembarangan kita akan mati, walau aku seorang kaisar tapi pengaruh selir Maya kuat. Ayahnya bisa saja menjatuhkanku dari tahta."
Keduanya tampak hening, ia sedang memikirkan bagaimana caranya menghancurkan selir Maya.
Qiu yue datang membawakan minuman buat mereka berdua melirik cangkir teh yang di buat Qiu yue. Ia mengambil teh itu dengan tangannya hati - hati. "Yang mulia minunan anda yang ini." Qiu yu memberikan cangkir berisi cairan hitam pekat. "Apa ini baunya sangat menyengat. "
"Anda harus minum obat." Qiu yue membawakam obat untuk kaisar. Kaisar seperti anak kecil tegas menolak mentah - mentah kalau saja ia bisa jalan nungkin ia sudah kabur dari kamar.
"Aku tidak mau, kau minum saja."
"Yang mulia anda harus minum."
Qiu yue memasukan paksa minuman itu ke dalam mulutnya. Membuat wajah Long wei merah padam. Long wei tidak bisa berbuat apa - apa demi kesehatannya ia harus minum obat yang pahit. Setelah gadis itu pergi Long Wei dan Juan berbicara serius.
"Selir Maya sangat Licik wanita rubah itu pandai bersandiwara."
Pangera b Juan menggertakan giginya jika mengingat nama wanita rubah itu. "Maaf menyela pembicaraan yang mulia, Qiu yue berdiri di hadapan kedua pria yang sedang duduk.
"Biar hamba menjadi pion permainan ini, yang mulia,"Kata Qiu yue kembali menemui mereka berdua. Kaisar dan Pangeran Juan terkejut mendengar ucapan Qiu yue.
"Duduklah pangeran Juan menyuruhnya duduk. Yue pun duduk disampingnya. Mereka berdua mulai bicara.
"Tidak akan aku biarkan kau dalam masalah." kata pangeran Juan. Wajah Qiu yue berubah serius," Karena hamba yang bisa melakukan ini, aku dekat dengan selir Maya ia memerintahkan aku untuk meracuni anda."
Long wei meradang, "Tidak akan aku ijinkan bagaimana bisa aku mengumpankan Qiu Yue ke wanita rubah itu."
Qiu yue menatap lurus ke arah kaisar, ia berusat untuk bersikap tenag. "Kemungkinan permaisuri Lan fen masih hidup," ucap Qiu yue.
Semuanya hening.
"Tidak mungkin permaisuri masih hidup, ia bilang kalau Lan fen sudah mati."kata Kaisar
"Tapi mayat permaisuri belum di temukan."Qiu yue berusaha menyakinkan kaisar.
"Baiklah aku setuju dengan syarat, Pangeran Juan akan menemanimu."
Qiu yue mengangguk. "Baiklah, hamba permisi." Qiu Yue kemudian bangkit berjalan keluar.
Kaisar sebari tadi terus melihat kearah Yue.
* * *
Malam itu hening, kaisar merangkak berjalan menuju beranda, ia membawa suling di tangan, dengan hati - hati ia menggerakan jari - jarinya.
Kaisar duduk di beranda sambil meniup seruling. Di temani bulan. Ia melihat Qiu yue yang sedang berdiri di atas jembatan.
Ia sudah bisa menggerakan jari - jarinya sedikit demi sedikit. Selama ini ia hanya pura - pura saja agar Qiu yue selalu di sisinya.
Wanita itu penyelamat hidupnya, jika tidak mungkin sekarang ia sudah mati. Yue yang yang membuat hatinya mati kembali hidup. Tujuannya kini adalah melindunginya. Tapi perasaanya mulai ragu bagaimana jika permaisuri masih hidup siapakan yang harus ia pilih bulan atau anggrek.
* * *
Seorang gadis mengenakan topi bercadar memasuki sebuah ruangan bawah tanah istana. Dia melewati lorong panjang ia tiba di sebuah pintu. Dua orang pengawal menyambutnya.
"Aku ingin menemui permaisuri Lan fen." Kedua penjaga itu mengangguk. Dia membuka pintu.
Seorang gadis duduk di samping ranjang, di atasnya terdapat tumpukan jerami.
"Yang mulia."
Permaisuri Lan fen menatap kosong, matanya berubah nyalang saat wanita bercadar itu masuk.
"Sampai kapan kau akab mengurungku di sini,"
"Sampai, yang mulia kaisar bangun dari tidurnya."[]