Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 24



Ibu suri masuk ke kediamannya dia duduk di cermin, pelayan menghampirinya mencopot semua yang ada di rambutnya, dia menatap pantulan wajahnya di cermin. Melihat rambut seluruhnya putih. Wajahnya kini keriput. Bai lin pelayan istana naga yang sangat patuh kepada tuannya Ying ming. Bahkan saat tuan muda di kutuk menjadi manusia, dia tetap setia kepadanya. Bai lin menyembunyikan rasa cintanya kepada Kaisar tapi dia tahu cintanya hanya untuk Yulan rubah ekor sembilan yang bereinkarnasi sebagai Qiu yue.


Bai lin harus menyamar sebagai ibu suri untuk menyembunyikan identitas asli kaisar. Dia menikah dengan panglima Tan Feng yang menghasilkan dua orang putra pangeran Juan dan pangeran Yuan.


Long wei masuk melihat pelayannya merasa gelisah. "Apa yang membuatmu gelisah, Bai lin."


"Tuan muda sudah berpuluh - puluh tahun saya menemani anda, tapi wajah anda tidak berubah, aku masih ingat saat tuan masih di istana naga anda selalu bahagia, dan kini hampir seumur hidup saya melihat anda tersenyum."


"Kalau saja aku dulu menurutimu untuk menerima Qiu yue mungkin sekarang aku bahagia dengan pernikahanku,"


"Apa yang akan terjadi jika anda kembali menjadi naga." Tanya Bailin.


"Aku ingin menjadi manusia, tinggal bersama dengan orang yang sangat aku cintai." kata Long wei.Bai lin tersenyum dia sangat senang, Bai lin memeluk Long wei untuk terakhir kali. "Semoga yang mulia bahagia.


Long wei melepaskan pelukan ibu suri.


"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkanku."


Bai lin mengangguk."Saya janji yang mulia, yang mulia istirahatlah mungkin Selir Yue sudah menunggumu."


Long wei memberi hormat kepada Bai lin untuk pertama kalinya. Setelah kaisar pergi. Bai lin duduk di terangi Lilin matanya awas.


"Keluarlah, jangan bersembunyi." kata Bai lin.


Sebuah siluet bayangan menghampirinya Bai lian dengan pedang di tangan. "Hari ini akan menjadi kematian anda ibu suri," ucap sang wanita.


Ibu suri terkekeh, Kau ingin membunuhku, kau tidak akan mendapatkan gadis itu dia hanya milik kaisar."


"Setelah kau yang mulia, baru kaisar." Siluet bayangan itu mengarahkan pedang tepat ke kepala ibu suri.


Darah muncrat ke tembok kepala ibu suri terpisah dari kepalanya, dia meninggalkan tanda naga hitam di lantai dengan darah ibu suri. Setelah melakukan pembunuhan keji wanita itu  memasukan pedang ke dalam sarung.


* * *


Pagi  hari  dayang istana masuk untuk meihat ibu suri yang belum juga bangun, "Ibu suri!" teriakan dayang menggema di lorong paviliun. Semua pelayan berhamburan menuju kediaman ibu suri suara teriakan dayang dan kasim melihat ibu suri tetbujur kaku di lantai dengan kepala di tebas.


"Siapa yang melakukan ini padamu yang mulia." kata Dayang istana sambil menangis, ada sebuah senyum kecil di biirnya, sang dayang kemudian keluar dari paviliun ibu suri.


"Ba-ik yang mulia." kata prajurit.


* *


Seorang gadis  membuka pintu geser dia  masuk dengan luka di balut di  bahu kiri,  dia langsung  membungkuk hormat kepada pria dengan hanfu hitam rambutnya di biarkan terurai. Duduklah."Baik tuan." Gadis itu duduk mereka berdua saling berhadapan.


"Kau sudah melaksanakan rencanamu." Ucap pria misterius.


"Sudah, tinggal dua orang lagi hamba bunuh, Selir Yue dan kaisar Long wei."


"Lakukan tugasmu, bunuh semua orang yang ada hubungan dengan kedua orang itu," kata sebuah suara berat. Dia menancapkan pisau dengan ukiran naga ke meja. Dua orang yang paling berharga bayi Yue sudah aku bunuh.


__


Suasana duka menyelimuti istana semua orang mengenakan pakaian putih, ibu suri meninggal mendadak membuat kaisar berduka. Terutama Long wei dia sangat menyanngi pelayan kesayangannya. Bai lin  adalah pelayan setianya yang menemaninya selama hidupnya. Saat dia di kutuk untuk menjadi manusia.


Long wei duduk berlutut memakai baju putih. Dia hanya diam  di kediamannya. Yue masuk mendekati Long wei. "Yang mulia," Yue langsung memeluk erat sang raja. Long wei tidak bisa berkata apa - apa. Diam  seribu bahasa. Yue mengerti bagaimana dia kehilangan orang yang dia cintai kekasih, suami dan kedua orang tuanya. "Hamba tahu bagaimana kehilangan orang yang aku cintai."


"Terima kasihn," Long wei  berusaha untuk tidak menunjukan kesedihannya di depan Yue. Dia tidak ingin terlihat rapuh di mata selir kesayangannya. "Kira - kira siapa yang berani membunuh ibu suri."


Long wei terdiam sejenak, dia tidak  memikirkan itu. Dia akan menambah  penjagaan untuk melindungi Yue. Dia tidak ingin kehilangan orang yang di cintainya untuk ke dua kali.



Long wei menarik Yue ke depan dan mendorongnya menaiki anak tangga, mereka berbaring di atasnya, "Jangan tinggalkan aku, temani aku malam ini." kata Long wei Suaranya lembut dan matanya, yang baru sedingin es, kini berpendar oleh panas. Ia  menempelkan jarinya ke bibir Yue. Pipi Yue merona. Perlahan tangannya memegang kepalanya. Dia menautkan bibirny di bibirnya. Dia melepaskan ciumannya. " Hanya kau yang aku percayai, aku tidak pernah mempercayai siapa pun."


Long wei memandang Yue dengan pandangan yang tak tertebak hingga panas menjalari pipi Yue dan jantungnya berdentam keras. Ketegangan panas terjalin di sekelilngi mereka berdua. Mata Long wei begitu indah. Yue ingin tahu rahasia di balik kedalaman hitam itu, apa yang kaisar sembunyikan siapa dia sebenarnya?


"Kau tidak perlu tahu siapa aku," Long wei menatap wajah penuh misteri. "Bagaimana yang mulia tahu isi hati hamba."


Long wei tersenyum penuh misteri. Dia menutup matanya menuju alam mimpinya yang terdalam.


* * *