
Dahulu kala ada seekor naga di kutuk untu menjadi manusia dan ia adalah Long We. Menggantikan kaisar terdahulu yang meninggal karena di bunuh oleh Selir Maya. Kaisar Long Wei tidak akan pernah ke wujud aslinya karena ia sekarang adalah manusia biasa tapi ada sisa kekuatan yang masih tersisa.
Beratus tahun lalu Long wei di kutuk untuk menjadi manusia karena mencintai rubah , raja langit mengutuknya untuk menderita dalam cinta. Ratusan kali ia harus kehilangan orang yang ia cintai. Ratusan kali ia sakit hati. Tapi tidak sesakit percintaannya dengan Yue. Rasa cintanya hampir hilang saat Yue datang dalam hidupnya.
****
Long wei menghela napas.
"Aku lebih memilih menjadi manusia di bandingkan tubuh abadi yang aku miliki sekarang. Aku melihat orang - orang mati di hadapanku, perang dan perebutan tahta, diriku yang lain ."Long wei menyentuh luka sayatan di lehernya."
Tabib Zhao wei melihat ada cinta di wajah Long wei."Kau sedang jatuh cinta," Sang tabib melemparkan pertanyaan kepadanya.
"Aku mencintai bulan, walau anggrek yang utama bagiku." Long wei memakai bajunya kembali. Dia bangkit dari ruang sang tabib menuju paviluunnya.
Long wei merasakan ada sesuatu yang menyangkut di bajunya, Long wei mengambil cincin giok hijau itu. Cincin itu mirip dengan cincin miliknya yang di berikan Yuan kepadanya saat dia pergi perang. "Tidak mungkin..." tubuh Long wei seketika lemas.
"Ini milik kekasih Yuan?"
Cincin itu buat di khusus hanya sepasang dari batu Giok langka.
Apa yang di maksud Yuan, Qiu yue. Kenapa Long wei baru sadar. Dia duduk seharian sambil memegang cincin. "Jadi itu kah kau menolak cintaku, dayang Yue karena kau mencintai Yuan." Kenapa Yuan memberi cincin kepada Long wei, ia mencoba memutar kembali ingatannya yang sudah lama tidur.
Dia menuju tempat tidur membaringkan tubuhnya. Sambil menutup matanya, ia mendengar langkah kaki datang dari balik pintu, Yue, bukan.
Selir Maya masuk membawa pedang di tangan. Suara pedang di buka saat ujung pedangnya, "Hari ini kematianmu yang mulia, aku sudah bosan denganmu," selir Maya menghujam tubuh Long wei. Dengan refleks ia menggeser tubuhnya sehingga ujung pedangnya menancap di kasur, Selir Maya mencabut pedangnya, mundur ia kemudian menjatuhkan pedangnya, "Yang mulia anda masih hidup." Dengan wajah pucat,"Bagaimana bisa."
"Berterima kasihlah kepada pelayan yang kau bawa," Selir Maya berbalik Qiu yue sudah ada di belakang."Pengkhianat."
"Kau sudah membunuh adikku Yuan dan mencoba membunuhku,"
Mata Qiu yue melebar, penuh dengan amarah. "Jadi kau yang membunuh Bojin!" Qiu yue mengambil pedang yang tergeletak di lantai. Ia langsung menghunuskan pedang ke selir Maya, sebuah tusukan tepat di punggung Qiu yue, oleh pria dari balik punggung mengenakan , topeng dan baju serba hitam. Dengan penuh emosi Long wei mengarahkan pedang kearah pria bertopeng tapi selir Maya menghalangi. "Jangan bergerak, Jika tidak pelayan kesayanganmu akan mati." Selir Maya menghunuskan pedang kearah Qiu yue yang tergeletak di lantai. "Bawa gadis itu keluar."
"Baik yang mulia."
Selir Maya menatap gadis dengan hanfu merah dengan mahkota emas dan sulaman emas, baju yang selalu ingin ia kenakan baju permaisuri.
"Aku masih hidup selir Maya."
"Lan Fen." Selir Maya mengusap darah di bibirnya,"Bagaimana bisa?" Sambil memegang perutnya yang berdarah.
"Berkat anak buahmu aku bisa selamat dan baju yang aku kenakan baju pernikahan yang tidak bisa kau pakai." Selir Maya melirik orang dark balik kerumunan prajurit yang sudah menunggunya di luar.
Ting datang dari balik kerumunan prajurit menggunakan jubah hitam ia membuka tudungnya.
"Pengkhianat!"
"Maafkan hamba yang mulia, ia menawarkan uang lebih dari pada ini, " bisik Ting dia membuka jubah yang menutup wajahnya.
Long wei keluar dari kamar ia berdiri mematung terpaku melihat wanita yang sudah dia anggap mati, Lan fen. "Kau masih hidup."
"Iya yang mulia, dengan langkah anggun, Lan fen mendekati Long wei. Ia mengulurkan kedua tangannya memeluk erat kaisar."Aku datang untukmu yang mulia."
Long wei diam sejenak berusaha memutar memorinya, Lan fen, ia melepaskan pelukan permaisuri yang selama ini menghilang.
"Yang mulia," Lan fen memegang erat tangan Long wei. Dia menatap Lan fen."Maafkan aku permaisuri aku harus pergi."
"Cepat cari dayang istana Yue!"
"Baik yang mulia! Semua prajurit pergi meninggalkan kediaman kaisar.
Long wei pergi keluar dari paviliun melewati lorong panjang istana seluruh penghuni istana gempar saat junjungannya lewat di depan para kasim dan pelayan. "Tolong ambilkan kuda!" Perintah Long wei. Para pengawal bengong melihat kaisar sudah berdiri sehat. "Ba-ik yang mulia. Kaisar menaiki kuda hitam kesayangannya, ia menarik kekang dan memacu dengan cepat, penjaga gerbang hanya terpaku melihat kaisar yang keluar dari gerbang istana.
Long wei mengejar orang yang membawa Qiu yue penyusup itu mampu keluar dari tembok istana besar ini.
* * *