
"Siapa kamu?"
"Aku adalah orang yang anda cari," ucap Meilin, "Silahkan ikuti saya."
Gadis mungil itu membawa mereka ke sebuah rumah besar mereka masuk di sambut dua orang pengawal memakai baju hakama. Qiu yue mengenali pakaian yang ia kenakan mereka dari kerajan timur. Bahkan ruangan yang mereka masuki berbeda. Mereka duduk di atas tatami. Meilin di apit dua orang pengawal dengan wajah seram.
"Nama saya Meilin, pedagang menjual segala macam barang dari racun sampai benda terlarang." Gadis cantik putih dan mungil itu memperkenalkan dirinya.
Qiu yue mengerutkan alisnya ia tidak percaya gadis kecil ini adalah seorang pedagang gelap paling berpengaruh di kekaisaran Tan.
Tabib Ming ju mengeluarkan botol obat, "Bisakah kau tahu racun apa ini."Ia menyodorkan botol itu kepada Meilin.
Ekspersi Meilin berubah serius. Bola matanya berputar kearah tabib Ming ju. "Dari mana kau dapatkan obat ini?"
"Kau tidak perlu kami dapat dari mana."Jawab pangeran Long wei. Gadis itu memperhatikan seksama botol obat yang di bawa sang tabib. Ia membuka tutup botol itu dan mengeluarkan butiran obat kemudian ia mengendusnya.
"Racun yang sangat langka bisa membunuh orang hanya dalam waktu sekejap."jawab Mei Lin membuat mata Long wei penuh kilatan kemarahan. "Rubah betina itu memang ingin membunuhku," Long wei meremas tangannya. "Bisakah kau sebutkan nama orang yang membeli obat ini."
"Berapa yang akan kau bayar."
Qiu yue membawa lima batang emas. Wajah Meilin berubah serius, "Dua orang kasim Bohay dan kasim jie. Jawab Meilin ia melirik kearah pria muda yang di samping tabib. "Siapa kau aku merasakan aura yang berbeda dari tamu yang biasa aku temui."
Meilin menatap pria dingin dan menakutkan. Duduk tegap dengan angkuh.
"Panggil aku Drakkon."Jawabnya ia berdiri kemudian pergi dari kediaman Meilin. Qiu yue melihat perubahan Long wei
Tegas dan dingin. Wajah seorang pemimpin dari negeri ini. "Kalian pergi duluan aku ingin sendiri."
"Aku tidak membiarkan yang mulia pergi sendirian."Qiu yue mencegah kaisar pergi. "Ini urusanku kau tidak usah ikut campur."
"Tapi ini urusan hamba," kata Qiu yue memaksa, ia tidak bisa membiarkan kaisar pergi dengan kondisinya yang sekarang.
"Baiklah kalian pergi berdua, hamba akan kembali ke istana." ucap Tabib Ming. Membiarkan dua pasang itu untuk saling dekat.
*
Mereka berdua pergi ke sisi sungai ada tangga yang menghadap sungai. Kaisar duduk dengan santai. "Apa pakaian yang mulia tidak kotor.
"Tidak rasanya menyenangkan hidup di luar dingding tidak ada yang mengaturmu. Long wei menatap Qiu yue lama. Ia mengulurkan tangan menyentuh bahu Qiu yue tapi ia urungkan ia menurunkan tanganya. Long wei berpaling menuju sungai. Tanpa ia sadari Qiu yue melirik kearahnya. Qiu yue melihat luka yang ada di leher Long wei, ia tidak berani menanyakan luka itu. Ia belum tahu sepenuhnya tentang kaisar.
"Qiu yue, kata Long wei dengan suara lembut memaksa gadis itu untuk matanya dan menghadapinya. "Aku di sini bicara bukan sebagai raja tapi sebagai laki - laki, tapi ini bukan sebuah perintah atau memaksamu untuk menjadi pendampingku. Buatlah aku sebagai laki - laki paling bahagia, kumohon jadilah permaisuriku.
Qiu yue tidak tahu apa yang harus dia bilang. Dia menginkan posisi tinggi bersama kaisar.
"Hamba belum siap membuka hati hamba untuk siapa pun." jawab Qiu yue.
"Aku akan menunggu sampai membuka hatimu untukku.Sampai saat itu aku tidak akan mati ini sumpahku." ucap Long wei.
* * *
Hari setelah kejadian itu Qiu yue tampak canggung berhadapan dengan Kaisar.Dia tidak mampu menatap wajah Long wei. Sambil memijit kakinya. Long wei tampak acuh seolah hari itu tidak pernah terjadi.
"Hamba permisi dulu." Qiu yue menatap kaisar yang sedang membaca buku serius. Mengacuhkan dirinya.
Qiu yue membantu koki di dapur istana seharian ia melamun."Ada yang sedang kau pikirkan, Ting membuyarkan lamunan Qiu yue , gadis itu menjadi salah tingkah,"Tidak ada." Qiu yue melanjutkan memasak untuk kaisar.
"Hari ini permaisuri Maya mengijinkan aku untuk keluar istana."
"Begitu."
Qiu yue menuju kamarnya setelah dari dapur. Ia melihat seorang mengenakan cadar keluar dari kamarnya. Qiu yue mengikuti kemana orang itu. Diam - diam. Orang bercadar itu melewati pengawal dengan mudah. Apa ini ada hubungannya dengan selir Maya.
* * *
Gadis mengenakan topi cadar hitam dan hanfu serba hitam ia memasuki sebuah penginapan. Seorang pria tua menyambutnya.
"Perdana menteri Zhao," sahut sang gadis dia membuka topinya.
"Silahkan duduk."
Gadis itu meletakan topinya di atas meja,"Saya membawa kabar tentang permaisuri, Lan fen."
"Apa kau tahu di mana puteriku." wajah perdana mentri Zhao berubah serius. Seorang pelayan membawakan minuman. Gadis itu mengambil minuman yang di bawakan pelayan. "Apa yang kau tawarkan kepadaku." Sang gadis tersenyum samar. Sambil meletakan cawan arak. "Kau mau memerasku."
"Aku tidak mau jika tidak ada imbalan, uang atau emas," ia menawarkan harga anaknya kepada pria tua yang paling berpengaruh di kerajaan Tan.
Perdana mentri Zhao memberikan uang kepada sang gadis
"Dia berada dalam tahanan selir Maya." Sambil beranjak dari meja. Perdana mentri mengarahkan pedang kepada gadis itu."Jangan bercanda mana mungkin selir Maya melakukan itu kepada puteriku."
"Jika dia bisa meracuni kaisar dia juga bisa membunuh puterimu." Dia pergi saat kedua pengawal sang perdana mentri mengerubuni gadis itu. Gadis itu mengeluarkan pedang. Dengan ancang - ancang dia mulai menghunuskan pedangnya melawan para pengawal dengan gerakan cepat dan gesit dia mulai menebas mereka. Tapi dia kewalahan dia menghambur ke tiang pagar kemudian meloncat ke bawah gerobak yang lewat. Kakinya berpijak pada tumpukan jerami, dengan secepat kilat ia pergi dari kejaran para prajurit.
Tanpa ia sadari bahwa ada seseorang mengikutinya dari belakang. Dia berbalik badan, wajahnya berubah pucat dengan gadis yang berada di depan matanya terpaku dengan tatapan sedih.
"Kenapa kau lakukan ini,Ting," Qiu yue tidak percaya mantan pelayannya mengkhianatinya.
"Biar saya jelaskan nona," kata Ting.
"Aku tidak perlu penjelasan darimu." Ting mendekati Qiu yue. "Maafkan aku nona." Ting mengulurkan tangannya memukul perut Qiu yue membuat gadis itu pingsan. "Bawa dia," kata Ting. Seorang pria mengenakan topeng mendekati Ting.
"Baik yang mulia," kata pria mengenakan pakaian hitam dengan rambut ekor kuda kemudian Ia membuka topeng. Ia kemudian menggendong Qiu yue pergi dari sana. Secepat kilat menghilang bagaikan bayangan.