Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 6



Beberapa Tahun yang lalu.


Iring - iringan pengantin kembali setelah ke kediaman jendral Bai. Semuanya tampak lelah dan kecewa. Sang jendral tidak sama sekali bicara sepanjang perjalanan. Yue terdiam membisu.


Setelah tiba di rumah, Yue langsung masuk ke dalam kamar dan mengurung diri. Ting mengerti kalau majikannya sedang kecewa pernikahan ini sudah lama di nantikan oleh Qiu Yue.


Iring - iringan pengantin  tiba di kediaman Jendral Bao. Semua pengiring diam tidak ada satu kata pun yang bicara.


Sang   jendral  berusaha untuk menahan amarahnya, raut ke kecewaan tampak nyata  di pria tua yang hampir menginjak  usian enam puluh lima tahun itu. Sang jendral merasa terhina saat kaisar memutuskan untuk menggagalkan pernikahan puterinya. Ia sudah menyiapkan jauh - jaih hari pernikahan  untuk  anak semata wayangnya. Sang istri berusaha menenangkan suaminya,"kaisar tega sekali mempermalukan puteri kita."Dengan suara parau nona Xiang sangat sedih apalagi ini pernikahan Qiu yue.


Jendral Bao memeluk bahu istrinya. Dia berusaha menahan air matanya, kemudian ia melepaskan pelukannya, ia  pergi tanpa bicara sepatah katapun ke dalam rumah. Dengan langkah tegak.


Qiu yue turun dari tandu, gadis itu berusaha untuk tegar— untuk tidak menangis,  walaupun begitu  Qiu yue tidak kenal dengan calon pengantinnya, ayahnya ingin  memberi kejutan untuk puterinya. Qiu yue menghampiri sang ayah yang duduk di kursi diam mematung, ia memeluk tubub ringkih sang ayah.


"Maafkan ayah kau pasti ingin tahu siapa pengantinmu,"Ia mengelus rambut puterinya.


"Tidak ayah  aku tidak ingin tahu, lebih baik aku tidak tahu," jawab Qiu yue. Ia bangkit , "Maafkan aku  ayah aku ingin istirahat di kamar. " ujar Qiu yue. Gadis itu berjalan lunglai, Ting datang menghampiri  majikannya membopongnya menuju kamar.


Ia membawakan teh untuk majikannya, kemudian meletakan teh itu di atas meja, Nona muda, minum tehnya."


Qiu yue meminum teh yang di bawakan Ting, terlihat raut kesedihan di wajah majikannya,"Mereka tega sekali membatalkan pernikahan nona," ucap Ting.


"Yang aku khawatirkan ayah, aku takut jika ayah melakukan sesuatu," ujar Qiu yue. Tiba - tina saja ia mengantuk. Qiu yue tertidur sambil mengenakan  pakaian pengantin. Gadis itu menangis dalam tidur.


Jendral Bao masuk saat sang anak sudah tidur, "Nyonya muda sudah tidur," kata Ting ia menatap wajah Tuannya. "Hamba permisi dulu." ujar Ting.


Jendra Bao mendekati sisi ranjang sang anak, "Maafkan ayah, mulai hari ini aku akan berhenti menjadi jendral, aku tidak bisa menahan rasa malu ini. Demi dirimu, anakku."


* * *


Kerajaan Tan.


Kaisar Long Wei mengenakan jubah kebesaran berwarna hitam dengan sulaman  emas debgan hiasan naga. Kemudian para pelayan mengenakannya ikat pinggang. Hari ini paling bersejarah ia akan menjadikan Lan fen permaisurinya.


Suara langkah tergesa - gesa menerobos pintu kaisar.


"Kau mengagalkan pernikahanmu dengan anak jendral Bao," ucap Yuan dengan emosi,  menatap tajam kepada kaisar "Aku menyukai Lan fen," jawab Long Wei. Dia berbalik menatap sang adik. "Gadis yang di pilihkan ibu suri tidak cocok untukku, aku suka Lan fen karena dia memenuhi seleraku, cantik " jawab kaisar membuat Yuan meradang.


"Kenapa harus perdana mentri Zhao, kau tahu selama ini anak jendr Bao juga cantik dan dia pilihan ibu."


"Aku tidak suka dengan pernikahan politik," ujar Long Wei.


Yuan membelakangi tubuh sang kakak.  Pangeran Yuan kecewa  Karena ia  berarti menghancurkan masa depan seorang gadis, Pangeran Yuan bisa merasakan saat pernikahan dirinya dengan putri Lan ying dari kerajaan Qi. Ia memilih menikah dengan raja kerajaan lain. Sakit itu yang di rasakan Yuan. Dia merasakan apa yang gadis itu rasakan.


Pangeran Yuan pergi menuju pintu.


"Mau ke mana?" tanya Long wei.


"Keluar dari istana." Tanpa memandang sang kakak. "Kau tidak akan menghadiri pernikahanku."


Dengan langkah kaki  yang cepat Yuan pergi dari Paviliun. Rasa bersalah itu yang ada di pikiran putera kedua kerajaan Tan. Sampai saat ini pangeran Yuan belum juga menikah. Prinsipnya adalah menikah sekali dan untuk seumur hidup. Ia ingin  meminta maaf atas nama kaisar.


Pangeran Yuan mengambil kuda putih kesayangannya ia menaiki kuda itu kemudian  dia keluar dari istana. Para penjaga membuka gerbang istana. Mereka menatap aneh sang pangeran. "Bukannya hari ini pernikahan kaisar kenapa pangeran Yuan pergi," ucap si penjaga.


Yuan ingin menemui perdana mentri Bao untuk meminta maaf atas nama kerajaan.  Ia pun berhenti. Yuan mengistirahatkan kudanya di tepi sungai, yang mengalir jernih sepanjang sungai kuning.


Dia berjalan menuju sisi  sungai. Dengan kedua tangannya ia  membasuh wajahnya,ia menatap langit cuaca sangat cerah, ia melihat pohon  plum berbunga


Dia duduk di atas pohon sambil mengistirahatkan tubuhnya kemudian ia  memainkan seruling.


Seorang gadis mengenakan pakaian merah berdiri di tepi sungai. Sambil bersenandung, bajunya berkibar terkena angin. Cadarnya terbuka terhempas angin. Pangeran Yuan mencari asal suara itu.


Gadis itu  hendak melompat menuju sungai.Yuan turun dari pohon mencegahnya untuk bunuh diri


Ia menangkap tangan sang gadis, sesaat ia terdiam dengan kecantikannya. Kaki mereka terpeleset hingga tercebur ke sungai. Gadis itu bangkit mendekati pangeran Yuan.


Plak sebuah tamparan keras mengarah ke pipinya. "Berani sekali kau menyentuh tanganku," ucap sang gadis kesal. Dia menurunkan tangannya. "Hei nona aku kan sudah mencegahmu untuk bunuh diri,"Kata Yuan gadis itu melotot ke arahnya, "Siapa yang mau bunuh diri, kau pikir aku akan bunuh diri di sungai dangkal seperti ini," Yuan melirik sungai yang tidak terlalu dalam. "Aku kira kau akan bunuh diri."


Gadis itu kesal dan pergi dari hadapan Yuan. "Tunggu nona siapa namamu." Gadis itu berbalik dan bica," Qiu yue."


Pangeran Yuan mengikuti Qiu yue, "kenap kau ikuti aku," jawabnya kesal. "Aku ingin tanya apakah kau tahu di mana rumah jendral Bao."


"Dia ayahku," jawabnya, "kau kenal dengan ayahku.'Pangeran Yuan terdiam ia tidak menyangka calon istri kakaknya cantik, putih. Qiu yue memiringkan kepalanya ia menatap pria yang sebari tadi berdiri mematung, "Halo kau baik - baik saja," Qiu yue kembali menampar pria itu.


"Namamu siapa?" tanya Qiu yue.


"Bojing," ucapnya spontan  sambil mengelus pipinya,"jangan - jangan kau prajurit baru ayah."


"Maksudmu?"


"Beberapa hari yang lalu ada prajurit kami yang mati, dan istana mengirimkan prajurit baru. "Pangeran Yuan mengerutkan alisnya, apakaj ia punya tampang seorang prajurit.


Pangeran Yuan mengikuti Qiu yue. Saat ia menuju rumahnya, "Nona muda gawat!" teriak Ting.


"Ada apa?" Qiu yue melihat raut muka Ting yang ketakutan. "Tuan besar ingin bunuh diri!"


"Apa! Ayah tidak mungkin," Qiu yue berlari menuju rumahnya. Sejak awal ia sudah punya firasat buruk tentang ayahnya. Qiu yue menghambur ke dalam rumah.


Sang ayah hendak  menggorok lehernya, Qiu yue langsung menepis pedang sang ayah hingga terjatuh ke lantai.


"Apa yang ayah lakukan. Jika ingin mati lebih baik kau bunuh aku saja!" Qiu yue mengarahkan pedangnya ke lehernya. "Apa yang kau lakukan," Sang ayah  merebut pedang dari sang puteri.  " Maafkan ayah,"Sambil memeluk erat puterinya.


.


"Ayah janji tidak akan melakukan ini, jika tidak aku tidak akan menikah untuk selamanya." Jendral Bao memeluk puteri semata wayangnya.


Pangeran Yuan terdiam, saudaranya  hampir menghancurkan sebuah keluarga  kalau saja ia tidak datang mungkin gadis itu akan kehilangan ayahnya. Pangeran Yuan melirik Qiu yue yang  sedang menangis. Sang pangeran tersentuh dengan ketegaran gadis itu.[]