
Qiu Yue membuka matanya. Ia merasakan sakit di bagian belakang kepalanya. Apa yang sebenarnya terjadi?
Qiu Yue mencium aroma terapi di dalam ruangan. Dia berbalik, kamar ini tampak asing baginya. Ia mencoba untuk mengingat apa yang terjadi. Ting Kenapa ia melakukan ini kepadanya?
"Nyonya anda sudah bangun." Kata sebuah suara datang dari balik pintu. Qiu Yue menuju asal suara itu dan ternyata Ting berdiri di sana dengan senyum palsunya. Timg membawa makanan di atas nampan.
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku.”
"Kau ada di tempat yang aman, nona."
Qiu yue mundur, "Apa maumu."
"Yang mulia anda harus tenang." Ting duduk di samping tempat tidur. "Anda masih sakit."
"Apa ini semua rencanamu."
Ting tersenyum sinis. Dengan sikap tenangnya ia bicara.
"Sudah lama sekali aku merencanakan semua ini, berpura - pura menjadi pelayannmu dan merebt pangeran darimu, tapi sayanv pangeran hanya menyukaimu." Kata Ting.
"Kenapa kau melakukan ini kepadaku."
"Aku ingin kau menyerah, dengan meninggalkan kaisar Long wei."
"Aku tidak akan meninggalkan kaisar." Jawan Qiu Yue.
"Bukankah kau membencinya. Atau jangan-jangan kau mulai jatuh cinta kepadanya.”
Qiu Yue tidak menjawab dia memang membenci kaisar tapi perlahan hatinya mulai terbuka. ”Aku sudah mencintainya."
Ting menggebrak meja. Marah kepada Yue. "Kau selalu mendapatkan yang terbaik sedangkan aku... " Ting terdiam sejenak mengingat masa lalunya yang buruk. Terlahir di keluarga miskin kemudian di jual oleh keduanya orang tuanya dan di jadikan budak oleh Selir Maya bahkan ia pernah menjadi pembunuhan bayaran. Sedangkan Qiu Yue dia selalu beruntung bisa bersama dengan pangeran sekarang kaisar. kenapa Qiu Yue selalu beruntung. Ting menggertakan giginya menatap tajam penuh kebencian kepada Qiu Yue. "Kalau begitu nona harus mati," Ting menghunuskan pedang ujung pedangnya tepat ke leher Qiu yue.
Qiu Yue tidak takut dengan ancaman Ting. "Aku tahu kau orang baik, maafkan aku jika selama ini membuatmu tersinggung."
"Tidak usah sok menasehati aku, Nona."
Seorang pria masuk ia melihat Ting sedang mengancam Qiu yue kemudian ia menepis pedang Ting hingga jatuh ke lantai."Apa yang kau lakukan kepadanya." Pria itu memutar bola matanya ke arah Qiu yue. "Kau tidak apa - apa?"
Qiu yue mengangguk, "Siapa kau?"
"Namaku Bao xiang, aku yang membawamu ke sini." Bao Xiang menatap tajam Ting.
"Apa yang selama ini kau lihat adalah sebuah kebohongan belaka." Ting bangkit. dia marah kepada Bao Xing. "Kenapa kau membela dia!"
"Maafkan aku tapi aku tidak bisa mengikuti perintahmu lagi."
Qiu yue tidak mengerti apa yang di katakan Ting, "Apa yang kau katakan aku tidak mengerti?"
"Aku punya rahasia yang selama ini aku sembunyikan kepadamu yang mulia, tentang Bo jin."
"Apa yang kau ketahui tentang Bojin."
"Ting apa maksudmu?'
Bao Xing mengangkat tubuh Ting, "Lebih baik dia tidak banyak bicara gawat jika Qiu Yue tahu tentang rahasia kematian pangeram Yuan.
Yue terdiam sejenak perkataan Ting mengungkit luka lama Qiu Yue. "Apa kau tahu apa yang ingin di. bicarakan Ting. "
" Bagaimana jika aku bilang jika kaisarlah orang yang selama ini menjadi calon suamimu dan lebih memilih anggrek yang indah untuk di jadikan permaisuri di bandingkan bulan."
"Maksudmu?"
"kaisar membatalkan karena Anggrek lebih indah dibandingkanmu yang hanya bulan."
"Aku sudah tahu." Tapi Qiu yue yakin Bao Xing sedang berbohong kepadanya. Pasti ada yang disembunyikan oleh Ting yanv tidak ingin ia tahu.
Bao Xing meninggalkan Qiu Yue di kamar sendirian. pria itu mengikat tubuh Ting.
Qiu Yue keluar dari kamar. Daun - daun berguguran. kenapa ia selalu teringat Bojin pria yang mampu membuat lubang di dalam hatinya mulai tertutup kenapa Ting membuka luka lamanya kembali.
***
Ting membuka matanya dan kedua tangannya terikat. "lepaskan aku, Bodoh!"
"Kau sudah berbicara banyak. Dan aku ingin membunuhmu tapi pangeran tidak mengijinkan aku."
"Dasar bodoh aku ingin bilang kenyataan sebenarnya tentang Pangeran Yuan tetapi kau sudah menyumpal mulutku."
"Ini perintah pangeran, jadi jangan bicara sembarangan." Bao Xing menunjukkan tampang membunuh.
Ting ketakutan dengan ancaman Bao Xing.
****
kaisar Long wei memasuki paviliun naga yang tersembunyi bahkan para penjaga dan kasim tidak ada yang tahu,dia masuk ke dalam sebuah kamar. Seorang tabib dengan rambut putih terurai menghampiri Long wei.
"Apa yang membawa yang mulia kemari?' tanya Tabib itu.
Dia duduk kemudian membuka bajunya. Sebuah luka di lehernya yang panjang. "Seperti biasa."
"Jadi kau akan mengeluarkan racun dalam tubuhmu,"ucap tabib Zhao.
Long wei mencoba menggerakan tangan kanannya menghitam akibat racun yang sering di berikan selir Maya kepadanya. Tabib Zhao memberi Long wei cairan obat dari mangkuk. "Minumlah untuk menghilangkan racun dari dalam tubuhmu."
Long wei meminum cairan pekat itu, tabib Wei adalah tabib Immortal, ia bisa menyembuhkan siluman dan para dewa.
Perlahan - lahan tangannya yang hitam mulai memudar. Walau memerlukan lama untuk sembuh. Long wei tidak akan mati kena racun karena tubuhnya anti racun tapi tidak dengan tangan kanannya, yang separuh manusia.
"Kau harus menjaga tubuhmu, kau bukan naga yang dulu, ingat kau dan Wu Zhi bukan naga lagi kekuatan nagamu berpindah pada Daiyu dan kekuatan iblis Zhi ada pada Remus, kalian berempat di kutuk untuk mengalami penderitaan cinta hanya cinta sejati yang dapat mengembalian kutukan kalian."