Heart Emperor

Heart Emperor
Bab 28



Ting memasuki paviliun permaisuri menyamar sebagai pelayan. Rencananya pasti akan berhasil untuk meracuni Yue. Pertama dia akan mempengaruhi permaisuri LAN fen untuk membunuh selir Yue. Kedua dia akan membunuh LAN fen impian Ting adalah menjadi permaisuri pangeran Yuan.


Permaisuri Lan fen yang  sedang gusar dia duduk dengan wajah muram. Bagaimana tidak dia tidak di anggap sebagai permaisuri. Belakangan ini kaisar menghabiskan waktu dengan Selir Qi di bandingkan dengannya. Lan fen memutar matanya saat Ting datang.


Ting mendekati permaisuri."Yang mulia saya bawakan barang yang anda minta."


"Barang?"


"Sesuai pesanan." Ting tersenyum misterius.


Permaisuri Lan fen menyuruh semua pelayan untuk pergi meninggalkan mereka berdua."Kau yakin ini semua akan aman."


"Tentu saja yang mulia racun ini akan membunuh anak dan ibunya. Percayalah selir Qi akan mati perlahan - lahan dengan racun yang hamba bawakan." Ting menyodorkan botol berisi racun.


Lan fen tersenyum licik. "Dengan ini selir Qi akam mati perlahan  - lahan. "Tapi bagaimana caranya Tabib Jung selalu mengawasi kesehatan permaisuri. Ini akan membuat kita susah untuk memberi racun kapada permaisuri Qi.


"Kalau masalah itu saya punya  solusi." Lagi - lagi Ting tersenyum penuh misteri. Permaisuri Lan fen tidak bisa menebak apa yang di pikirkan Ting. Gadis ini tiba - tiba menawarkan dirinya untuk membunuh selir Qi.


Ting keluar dari kediaman permaisuri. Dia berjalan menuju kediaman Yue tapi di perjalanan dia bertemu dengan pangeran Juan.


Seketika itu Ting panik bagaimana ada pangeran Juan ada di sini. Ting menundukan wajahnya dia tidak ingin melihat pangeran Juan. Jika ketahuan sang pangeran dia bisa mati.


--


Pangeran Juan berjalan bersama tabib Jung menuju kediaman selir Yue. "Bagaimana keadaan selir Qi."


"Ampun yang mulia kandungan selir Qi baik - baik saja hanya saja saya khawatir akan ada yang mencoba membunuh selir Qi."


Pangeran Juan menatap serius kearah tabin Jung. "Aku sudah menyuruh putri Ming xing untuk menjaga Yue. Aku tidak percaya dengan orang - orang yang ada di istana."


"Bagaimana pun kita harius waspada kita tidak boleh kecolongan seperti apa yang dialami kaisar Long." Ujar tabib Jung.


Di saat pangeran Juan sedang bicara Ting berjalan kearah sang pangeran tanpa rasa curiga Ting memberi hormat kepada pangeran Juan. Pangeran Juan melirik kearah pelayan yang sedang membungkuk kepadanya. Dia seperti pernah mengenal pelayan itu tapi di mana?'


"Aku belum pernah melihatmu." Juan melirik kearah Ting.


Seketika itu pula wajah Ting pucat. Dia was - was kalau pangeran Juan mengenalinya. Ting menundukan kepalanya dalam agar sang pangeran tidak melihat wajahnya.


"Sa-ya..."


"Dia pelayanku." Suara permaisuri Lan fen   terdengar dari balik punggung Ting. Pangeran Juan dan tabib Jung memberi hormat.


"Maafkan atas kelancangan saya." Ucap Ting bernapas lega. Jika tidak ada permaisuri dia pasti sudah ketahuan.


"Kenapa pangeran Juan ada di istana bukankah seharusnya anda mendampingi yang mulia kaisar."


"Yang mulia menyuruhku untuk menjaga istana selama dia pergi tugas - tugas istana aku yang  alih pegang."


"Pangeran apa anda ingin mengulingkan yang mulia." Sindir Permaisuri Lan fen.


"Apa maksud yang mulia permaisuri, saya tidak  suka dengan tahta, apalagi ingin menjadi kaisar , saya bukan  orang yang kabur di saat pernikahan kaisar."


Perkataan pangeran Juan sangat menohok permaisuru Lan fen."Kenapa pangeran mengungkit masa laluku."


"Karena aku tahu kau yang membuat kakak keduaku mati." Bisik Juan dengan senyum sinis dia melangkah melewati permaisuri Lan fen.


Permaisuri La fen mencengkram tangannya. Berani sekali dia bicara seperti itu kepadanya. "Kau laksanakan rencanamu secepatnya."


"Baik yang mulia."


"Kau ikuti aku."


---


Di kediaman Yue masih memikirkan pertemuannya dengan Yuan bagaimana Long wei  tahu jika Yuan masih hidup. Pria itu masih membayangi Yue. Bagaimana juga Yuan adalah masa lalu Yue setidaknya Yue pernah mencintai pria itu.


Yue membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dia menutup matanya dia tidak boleh  banyak pikiran apa lagi ini kehamilan pertamanya. Di saat Yue sedang tidur  Yuan masuk saat dia sedang tidur. Bagi Yuan keluar masuk istana hal yang mudah dia bisa pergi ke mana saja dia bisa menyamar sebagai siapa saja dia adalah dewa bebas melakukan apa saja.


Dia mendekati sisi ranjang Yue yang sedang tertidur nyenyak. Yuan mengulurkan wajahnya menyentuh pipi Yue. "Kau milikku Yue tidak ada yang bisa memilikimu kecuali aku."


Yuan menipiskan bibirnya hendak mencium bibir Yue.


Yue terbangun terkejut dengan kedatangan Juan. "Kenapa kau ada di sini." Yue ketakutan.


Pangeran Juan memegang tangan Yue melihat perut Yue yang semakin membesar. Yuan melepaskan tangan Yue. Ekspresi Tua berubah menjadi kasihan.


"Aku ingin Kau kembali kembali kepadaku, Yue. Meninggalkan semuanya hanya kita berdua bersama."


"Kau sudah gila Yuan aku tidak mungkin bisa bersamamu lagi. kata Yue marah.


"Maafkan aku Yue." Yuan memeluk Yue. "Aku tidak bisa hidup tanpamu." Yuan memukul pundak Yue membuatnya pingsan. "Tidak akan aku biarkan kaisar memilikimu." Yuan menggendong Yue yang sedang pingsan membawanya menuju sebuah paviliun miliknya. Tidak ada yang datang kepaviliun ini  semenjak Yuan dinyatakan mati. Kaisar menutup paviliun ini sehingga tidak berpenghuni tapi diam - diam Yuan menjadikannya markas rahasia bekerja sama dengan para  Kasim istana.


Yuan meletakan hati - hati Yue ketempat tidur. "Tidurlah sayang saat kau bangun kau akan menjadi milikku seorang."