
Rasa rindu tidak terbendung oleh Yue. "Aku merindukanmu" Yue menghapus air matanya. Seandainya Bojin masih hidup mungkin sekarang mereka sudah mempunyai anak.
Malam itu bulan terlihat indah. Qiu Yue melihat bulan dari pantulan air.
Dari seberang kaisar Long wei terus memperhatikan dayang istana itu. Dia ingin menemaninya. Tapi ia tidak mau menggangunya. Bulan di langit sangat indah akan tetapi tidak bisa Long wei miliki. Dengan jalan terpincang ia mendekati Qiu yue.
Wanita itu berdiri sambil menangis. Ia menoleh ke arah long wei. Kedua tangannya memeluk tubuh kurus kaisar. Pelukan panjang. Tiba - tiba kakinya lemas. Wajah Qiu yue memerah ia terkejut saat tanpa ia sadari siapa yang ada di depannya yanitu kaisar. Mereka berdua salah tingkah.
"Yang mulia, anda baik - baik saja." Qiu yue panik dan langsung membopong kaisar Long wei kamar. Qiu yue merasa kesusahan berat badan kaisar sekarang naik tidak. Pertama kali kurus seperti tulang berbalut kulit.
"Kenapa yang mulia jalan, yang mulia masih sakit."
"Kau cerewet sekali." Jawab Long Wei. Ketus.
Yue semakin kesal. Tapi apa yang di depannya adalah kaisar negeri ini.
Tiba - tiba kaisar berhenti.
"Jangan tinggalkan aku,"Long wei.
"Hamba tidak akan meninggalkan yang mulia," Qiu yue membopong kaisar ke tempat tidur. Long wei mengulurkan tangan menarik tangan Qiu yue ke tempat tidur. Wajah mereka saling berhadapan.
"Apa yang mulia lakukan." Yue panik.
"Aku menyukaimu, Qiu yue."
Perkataan kaisar membuat pipinya merah padam. "Yang mulia anda jangang bercanda."
"Aku tidak bercanda.
Qiu yue bangkit, segurat emosi di wajahnya tapi ia mampu menahannya."Hamba harus pergi." Long wei menarik tangan gadis itu, Qiu yue tidak menatap wajah kaisar ia melepaskan tangannya tanpa ia sadari cincin yang ia kenakan terjatuh. Yue yang panik buru - buru pergi "Hamba permisi dulu." Qiu yue membungkuk hormat dia mundur pergi. Ia terkejut ketika tiba - tiba Selir Maya sudah berdiri di depan Yue," Apa yang selir Maya lakukan malam - malam," Ucap Qiu yue dengan suara kencang.v
Kaisar buru - buru ke tempat tidur begitu mendengar suara Qiu Yue.
"Lancang sekali kau bicara keras kepadaku!" Gertak Selir Maya.
"Maafkan hamba yang mulia." Qiu Yue membungkuk hormat. Untun meminta maaf.
"Jangan pernah kau ulangi lagi. Selir Maya menepis bahu Qiu yue. Ia berjalan menuju kamar kaisar. Melihat keadaan suaminya yang masih sakit. Selir Maya sambil botol obat yang berada di samping tempat tidur kaisar.
"Apa kau memberi kaisar obat dengan teratur."Selir Maya melirik ke arah Qiu yue.
"Ya."
Selir Maya mengadahkan kepalanya ke arah Long wei. Ia meremas pipi kaisar kasar."Dasar pria tidak berguna jika bukan karena putera mahkota mungkin aku sudah membunuh semua anggota kerajaan."
Wajah Qiu yue yang mendengar seketika pucat mendengar rencan licik selir Maya.
Selir Maya bangkit, ia mengambil botol obat. "Berikan obat ini kepada kaisar."
"Yang mulia ini?"
"Kau tidak perlu tahu." Selir Maya tersenyum licik. Ia melirik ke arah Long wei yang sedang tertidur. Selir Maya menghambur ke sisi ranjang ia memaksa kaisar buka mulut memasukan pil hitam itu ke dalam mulutnya."Besok akan menjadi hari kematianmu," bisik selir Maya di telinga kaisar. Dia mengelus wajah kaisar. Dia bangkit berjalan di iringi dua kasim. "Tolong jaga baik yang mulia."
Qiu yue mengangguk mengantar selir Maya keluar setelah pergi Qiu yue langsung menghambur ke arah kaisar.
Qiu yue berusaha menenangkan Long wei, "Yang mulia tenangkan dirimu."
Long wei berjalan dengan kesal ia hendak mengambil pedang yang ia simpan. Dengan langkah pincang. Qiu yue merangkul pinggang Long wei."Jangan mencoba hentikan aku," Long wei mendorong Qiu yue kasar hingga terjatuh ke lantai. Long wei terkejut melihat Qiu yue terluka di pelipisnya. "Kau baik - baik saja," Ia mengulurkan tangannya.
Qiu yue menerima uluram tangan kaisar. "Aku minta maaf." Kaisar memanggil tabib Ming.
"Yang mulia hamba baik - baik saja."
"kau terluka." Long wei menarik tangan Qiu Yue ke tempat tabib Ming. Tabib Ming sedang meracik obat saat suara teriakan kaisar datang dari balik pintu.
Tabib Ming tersenyum samar melihat tingkah kaisar yang berlebihan."Siapa yang terluka?'
Qiu yue memandang Long wei dengan air muka serius."Aku baik - baik saja."Dia pergi tapi pegangan tangan Long wei sangat erat.
"Tabib Ming wanita ini terluka di pelipisnya tolong obati dia."
Tabib Ming ju terkekeh melihat kelakuan kaisar. "Baiklah dayang Yue coba aku lihat lukamu," tabib Ming menangkap kegelisahan dari balik wajah kaisar. Yang mulia jangan - jangan tanpa kau sadari telah jatuh cinta pada Qiu yue.
"Kau tidak apa - apa ini cuma bubuk merah Tabib Ming ju melirik kaisar yang masih dengan wajah cemas.
"Mungkin ini obat yang di berikan selir Maya untuk kaisar." Jawab Qiu yue.
"Jadi dia memberikanmu racun lagi, aku ingin tahu dari mana ia mendapatkan racun langka ini."
"Mungkin ia beli di pasar gelapa." Kata tabib mung Ju
"Bisa juga, besok aku akan ke pasar gelap mencar asal racun ini."
"Aku ikut,"kata Qiu yue. "Baiklah. "Aku juga," Long wei melirik ke arah Qiu yue, "Bagaimana jika ada yang tahu kau menghilang dari istana." Gadis itu dengan tegas menolak.
"Ada pangeran Juan,wajahnya mirip denganku."
"Bagaimana jika kedua kasim dapat mengenali pangeran Juan," kata Qiu yue.
"Aku ini kaisar jadi keputusannku adalah mutlak," ucap Long wei dengan wajah serius.
" Baiklah besok pagi kita pergi ke kota," ujar Tabib Ming ju.
* * *
Di hadanpan Qiu yue seorang pemuda dengan dandanan sederhana, mengenakan hanfu sederhana. Tatanan rambut orang biasa, dengan wajah di lumuri arang agar kelihatan seperti rakyat biasa.
Kaisar Long wei menyamar menjadi rakyat biasa. Dengan menakai hanfu sederhana. Rambut di tarik ke atas. Walaupun begitu Qiu yue nyaris tidak mengenalnya, tapi wajah tampannya tidak akan bisa menipu Qiu yue.
Sedangkan pangeran Juan harap - harap cemas karena bagaimana jika penyamarannya di ketahui.
"Kalian harus kembali saat sore."
"Aku sudah siap dengan jalan agak sedikit di seret mereka diam - diam keluar dari istana.
Mereka bertiga melewati penjagaan dengan menyamar sebagai tukang arak dengan bantuan seroang gadis mungil
"Namaku Mei Lin," gadis itu memperkenalkan namanya. Dia memberi hormat kepada Long wei.[]