
Yue menatap langit - langit kamar. Saat Zian masuk kedalam. Zian marah kepada Yue.
"Dasar kau ceroboh sekali bagaimana jika kaisar tahu rahasiamu
." Kata Zian.
Yue bangkit. "Maafkan aku, Zian."
Zian mengelus kepala Yue. "Jaga tubuhmu baik - baik aku tidak bisa menjagamu."
Yue menangis memeluk Zian. "Maafkan aku." Zian memeluk Yue. Mengelus punggung Yue. Zian mencoba menghibur Yue. Zian adalah roh. Pangeran Salju itu sudah lama meninggal di bunuh oleh seseorang. Roh Zian selalu datang di saat Yue sedang bersedih.
Zianlah yang menolong Yue di saat dia hancur sampai suatu hari Zian ditemukan meninggal.
"Kau harus menemukan kebahagiaanmu, Yue." Kata Zian menghilang dari hadapan Yue.
---
Yue merasa tidak enak dengan perhatian kaisar kepadanya. Sejak insiden berburu dia jadi tidak bebas kemana saja. Pengawal selalu menguntitnya. Bahkan pelayan hilir mudik di kediamannya. Membuat dia tidak leluasa bergerak.
Yue membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dia masih merasakan sakit. Luka akibat panah membuat dia harus istirahat sebulan. Bahkan kaisar selalu datang tiap hari menjengguknya, bukannya menjauh dia malah semakin dekat. Dia menunggu saat kaisar mengetahui siapa jati diirinya.
"Kaisar datang," seru kasim Ha tapi tidak ada suara. Kasim melirik ke arah kaisar yang sedang cemberut. Kemudian pelayan datang membungkuk hormat kepada kaisar.
"Yang mulia."
"Aku ingin bertemu dengan prajurit Yue." Sambil berdehem.
"Nona sedang tidur," kata si pelayan, "Biar hamba bangunkan."
"Tidak usah, biarkan aku masuk," pelayan itu pun mundur.
Kaisar Long wei datang. Dengan pakaian serba putih. Dia mendekati sisi ranjang Yue. Gadis itu menutup wajahnya dengan selimut pura - pura tidak mengetahui kedatangan kaisar, Long wei tahu ini alasan Yue saja tidak ingin melihatnya.
Kaisar berdehem. Dia mencondongkan wajahnya. Dia menyingkap selimut gadis itu. Yue menutup matanya. "Jangan pura - pura tidur. " Dia berbisik di telinga Yue. Long wei membaringkan tubuhnya di sisi ranjang. Matanya menatap ke wajah Yue yang sedang pura - pura tidur.
Dia melihat seksama wajahnya. Mirip dari hidungnya, bibirnya.
'Kau betul - betul mirip dengan Qiu yue.'
Yue menbuka matanya melirik kearah kaisar yang masih menatapnya dia memperhatikan sudut bibirnya, tersenyum kejam, Yue berusaha memalingkan wajahnya dengan sambil berkata,"Yang mulia apa yang anda lakukan di sini?"
"Jangan bergerak aku ingin melihat wajahmu lebih lama lagi," Yue mendorong wajah kaisar. "Bagaimana jika permaisuri tahu," Yue bangkit tangannya di tarik ke dalam dekapannya.
"Lepaskan hamba yang mulia." Tapi Long wei tidak mau melepas. Ia mengeratkan pinggang Qiu yue kencang.
"Tidak akan aku lepaskan, kau milikku, diam!" Long wei meletakan jarinya di bibirnya.
"Yang mulia permaisuri tiba," ucap kasim Ha. Membuat kedua orang itu panik. "Bagaimana jika yang mulia tahu," Yue mulai panik. "Yang mulia cepat masuk ke dalam selimut," kata Yue. "Tidak mau aku ingin permaisuri tahu."
"Yang mulia belum tahu jika wanita cemburu," wajah Long wei seketika pucat dengan tragedy dua tahun lalu yang hampir membuatnya mati.
"Baiklah," ucap Long wei dia menenggelamkan tubuhnya dari balik selimut tebal. Permaisuri Lan fen menuju ke arah Yue. Dia langsung membungkuk hormat. "Bangunlah keadaanmu masih lemah."
"Terima kasih yang mulia." Long wei bergerak - gerak membuat dia tidak enak. Lan fen mendekati Yue. "Aku harap kau tidak mendekati kaisar,"Lan fen berbisik di telinga Yue. Permaisuri tersenyum seolah tidak ada apa - apa. "Oh ya aku lupa bilang sebentar lagi perayaan musim semi, aku ingin kau menjaga para putri. Jika ada sesuatu dengan mereka kau yang harus tanggung jawab."
"Akan hamba laksanakan yang mulia." Jawab Yue. "Satu lagi aku sudah menyiapkan gingseng terbaik untuk pemulihan luka - lukamu dan mulai hari ini adalah kamarmu, semua ini sudah persetujuan yang mulia."
Yue mengangguk. Dia melirik sosok yang ada di balik selimut. "Istirahat karena aku butuh tenagamu."
Yue membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dia membuka selimut kaisar sudah tertidur pulas. Karena permaisuri lama sekali berbincang. Yue memperhatikan kaisar tidur lama sekali. Kemudian Yue bangkit dari tempat tidur sambil memegang bahu yang masih sakit.
Dia masih memikrkan orang yang menyerangnya. "Apakah Ting," jika benar berarti. "Auw Yue meringis kesakitan. Long wei bangun saat melihat Yue kesakitan. Dia langsung membopong Yue ke tempat tidur.
"Apa yang mulia lakukan!
"Kau belum sembuh benar," seru long wei dia meletakan hati Yue ke ranjang. "Lepaskan aku."
"Jika kau berontak aku akan ******* dirimu." Ancam long wei. Gadis itu diam mendengar ancaman kaisar.
* * *
Satu bulan kemudian Yue sudah sembuh. Orang yang memanah Yue pun masih belum di temukan membuat Long wei meradang. Kaisar sangat posesive kepada Yue kemanapun gadis itu pergi pengawal kerajaan selalu mengikutinya.
Yue diam - diam pergi dari istana dengan menyamar sebagai wanita. Dia pergi kesebuah tebing di mana dia mengenang masa lalu. Yue membawa arak dan buah - buahan serta papan nama sang ayah sudah meninggal. Ia bersujud. Hari ini tepat kematian sang ayah jendral Bao. Yue menyalakan dupa. Tiba - tiba hujan turun rintik - rintik.
Dia menangis mengingat masa lalu saat dia harus gagal menikah, kemudian kehilangan Bojin. Dada Yue terasa sesak marah dan putus asa. Marah itu Yue rasakan."Maafkan aku ayah aku melanggar sumpahku untuk tidak menikah." Yue mengeluarkan air mata.
* * *
Langit mulai gelap perlahan hujan turun rintik - rintik. Long wei turun dari kuda berjalan menghampiri gadis yang sedang berdoa. Ia melihat papan nama yang diletakan di bibir tebing. Di terkejut sekaligus mengenal papan nama itu. Dengan langkah hati - hati Long wei mendekatinya.
"Qiu yue?"
Gadis mengenakan hanfu merah muda dengan rambut terurai panjang. Long wei menghampiri gadis itu seketika dia mengulurkan tangannya memeluk punggung sang gadis. "Qiu yue,aku rindu padamu." sambil memeluk gadis itu di tengah hujan deras.