
Marsya masih berusaha mengontrol dirinya, dia menarik nafas lega rentetan Gigi nya terlihat jelas saat ini sampai kering oleh senyumannya yang tak lepas sendari tadi ketika dia mendengarkan Dino berbicara, ada harapan untuk mewujudkan impianku. ketika diam sudah lama tercipta diantara mereka yang sibuk dengan perasaannya sendiri yang mana Dino yang was-was pada tanggapan Marsya terhadap ucapannya, dan Marsya yang sibuk dengan kemenangan nya karena pengakuan Dino. Marsya tersadar dalam kesenangan nya. dia mulai kembali dapat mengontrol dirinya.
"kenapa kakak harus memikirkan dalam banget gitu, harusnya kakak sudah tau, Marsya suka kok sama kakak". jawab Marsya pelan dengan suaranya terdengar kikuk
"kamu serius". Dino menanggapi jawaban Marsya antusias, suara nya terdengar sedikit berteriak sangking dia senangnya tanpa sadar tanpa mengontrol dirinya dihadapan Marsya, Marsya tersenyum terkekeh-kekeh saat mendengar jawaban antusias Dino
"iya kak Marsya serius". lalu kemudian dia menjawabnya
"Yes". (terdengar halus suara Dino) lalu terdengar suara tertawanya Dino
"hahahaha kakak bahagia banget Marsya". ucapnya girang
"makasih ya Marsya". sambung nya lagi
"kak, kakak tau gak hari ini Marsya ultah loh, tinggal beberapa jam lagi ultah Marsya berakhir loh, kakak gak mau ucapin".
"apa hari ini kamu ultah". (suara kaget) sari kok gak kasih tau kakak ya".
"apa" (bukannya aku udah kasih tau dari kemarin ya, apa dia lupa) mengingat.
"selamat ulang tahun Marsya, panjang umur berkah selalu dan bahagia selalu ya"
"hahaha makasih kak, kadonya mana".
"kadonya besok nyusul ya".
"kalo sekarang gak bisa ya". tanya Marsya mulai memancing
"kado apa sekarang memang nya Marsya". tanya Dino dengan polosnya
"hubungan kita lah, tembak aku". (dalam hati Marsya)
"hmmm (dia mencoba membuat seolah berpikir) tidak ada yang spesial selain KITA". Marsya mengucapkan nya sambil menekan kata kita.
Dino nampak terdiam, lama tidak terdengar suaranya, Marsya sudah berkali-kali memanggil nama Dino dan memastikan nomornya masih tersambung, sampai akhirnya terdengar deheman suaranya Dino
"Marsya ini untuk kamu". ucapnya lembut terdengar romantis di barengi oleh petikan suara gitar.
πΆ Kahitna-cantik
Cantik
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan
Dirimu
O cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Sungguh aku sayang kamu
Cantik
Bukan kuingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu
Selalu (ow)
Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Sungguh aku sayang kamu
Ingin ku berjalan menyusuri cinta
Cinta yang abadi untukmu selamanya
Hei heya ya ya heya ya ya heya
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Sungguh aku sayang kamu
Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi
Tiada lagi yang ganggu kita
Sungguh aku sayang kamu
Hei heya ya ya heya ya
Sungguh aku sayang kamu ,πΆππ
"Marsya kita pacaran aja yuk". ucap Dino tanpa menghentikan petikan gitar nya, dia mengucapkan nya tiba-tiba tanpa memberikan aba-aba ditengah Marsya menikmati nyanyian dino yang penuh Romantis
"Apa". Marsya spontan mengeluarkan kata-kata itu tanpa yakin apa yang barusan dia dengar, dia membelalakkan matanya membenarkan pendengaran nya menekan telepon genggamnya menempel erat di gendang telinganya.
"kenapa Marsya, kamu marah ya". Dino yang salah mengartikan tanggapan Marsya merasa dirinya telah melakukan kesalahan dengan kenekatan dirinya menembak Marsya di akhir jam ulang tahun nya Marsya, dia merasa tertekan dengan kecerobohan nya, rasa menyesal tiba-tiba mengelabuinya, dia merasa ini terlalu cepat dan juga moment yang tepat, Dino saat ini benar-benar tertekan. Dino kaku ditempat Marsya tidak juga terdengar lagi suaranya, hanya terdengar dentingan suara jam dinding rumahnya yang berdenting keras menunjukkan ini sudah pukul 00:00 WIB.
"kakak bilang apa tadi". tiba-tiba terdengar suaranya Marsya yang terdengar antusias, Dino bergeming dari kakunya,
"ini sudah terlanjur basah sekalian saja basah, apapun resikonya aku hadapi saja". pikirnya.
"kita pacaran". ucapnya pelan
Namun tanpa terpikirkan sebelumnya oleh Dino, Marsya dengan ngegasnya menjawab oke ayo kepadanya, Dino yang kaget dengan suara kerasnya Marsya, seperti merasa lari meraton dimalam hari jantungnya berdetak kencang nafasnya benar-benar tak beraturan belum lagi keringat kecil yang menetes di dahinya.
mereka sama-sama tersenyum dan tertawa dengan suara yang senada, mengartikan betapa leganya saat ini perasaan mereka.
"besok kita jumpa ya". ucap Dino kemudian, dia sudah mempersiapkan hadiah nya untuk Marsya, cake love serta bunga mawar segar yang sudah dia pesan siap di paketkan.
"hehehe iya kak, makasih ya kak, malam ini Marsya bahagia banget, thanks ini kado yang paling spektakuler dan spesial yang pernah Marsya dapatkan, terimakasih nyanyian romantisnya, dan ungkapan cinta jeleknya hehehe". ucap Marsya bahagia dengan menggunakan ejekan untuk memuji Dino yang kini sah menjadi pacarnya
"ungkapan cinta jelek, oh gitu ya". jawab Dino dengan suara yang dibuat merajuknya
"hehehe iya jelek, jelek banget, masak ngomong nya gitu, Marsya kita pacaran aja yuk". ucap Marsya lagi sambil menirukan suara Dino, yang membuat Dino terkekeh-kekeh.
"i love you Marsya" ucap Dino kemudian
"i love you too kak Dino". Marsya membalas nya kesemsem
"hahaha aku bahagia banget, akhirnya gue dapatin kak Dino". gumam Marsya dalam hati.
***
Esoknya disekolah
"Marsya, Marsya". panggil Aisyah dari jauh yang berjalan dengan Fita, ditangan mereka masing masing penuh dengan barang bawaannya, dimana di tangan Fita terpegang cake dan ditangan Fita memeluk boneka beruang yang besar. pemandangan itu membuat heboh pandangan siswa siswi sekolah Marsya yang pada kepo-kepo, Marsya yang tengah duduk dengan sari, spontan berlari menjauhi sari, dia mendekati cepat kedua sahabatnya itu agar terasa sedikit jauh dari pendengaran sari.
"apa ini". ucap marsya sok gak tau
" nih ambil". Aisyah menyerahkan boneka beruang kepada Marsya, lalu dia mengeluarkan kamera di kantong rok nya
"kamera siapa ini". tanya Marsya bingung
"bg Ahmad suruh aku fotoin kamu, fit kasih kue nya biar Marsya yang pegang, boneka kamu taruh dulu di kaki". Aisyah menjelaskan sambil memberi aba-aba mengatur Marsya berpose.
"buat apaan sih begini". Marsya terlihat sok bete tapi terus bergaya dan sangat senang dengan hadiahnya dari ahmad.
"kemarin sebelum berangkat bg Ahmad berpesan selain kasih semua ini buat ulang tahun kamu, dia juga suruh aku buat abadikan semua moment ini". Aisyah menjelaskan sambil terus memotretnya
"ulang tahunku kan kemarin, telat kalian". Marsya memojokkan temanya dengan adegan sok ngambek, Fita dan Aisyah sontak pucat, melihat ekspresi temannya panik Marsya tertawa terkekeh-kekeh
"hahaha kalian kenapa sih jadi pucat gitu mukanya, tenang aja gak telat kok, aku yang sengaja suruh bg Ahmad membawa kue nya hari ini". Marsya menjelaskannya sambil tertawa
"loh kenapa" tanya mereka serentak
"gila aja kehebohan terjadi saat jam pelajaran guru killer semua yang masuk". Marsya kembali menjelaskan yang ditanggapi tawaan oleh kedua teman-temannya
Marsya meraih hp nya dia mengetikkan pesan romantis untuk bg Ahmad
π¬
Hadiah nya sudah Marsya terima ya sayang, terima kasih hubby, love you
.......
π¬
sama-sama cinta, happy birthday ya, enjoy with your friends, love you too emezzzz
Marsya tersenyum sumringah membaca balasan Ahmad, lalu dia meletakkan kembali hp nya kedalam saku roknya.
Dia membawa masuk kue ultahnya kedalam kelasnya, ketika kakinya melangkah masuk, teman-temannya sontak berteriak heboh saat melihat kue ditangan Marsya, dengan serentak tanpa aba-aba mereka menyanyikan lagu ulang tahun dengan serentak dan hebohnya sambil memukul meja ( cuma anak cowok, pukulannya enak didengar kok ) dan yang anak ceweknya menepuk-nepuk tangan mereka.
Marsya memotong kue ulang tahunnya dan membagikan kesemua teman-temannya, Marsya menikmati moment ulang tahunnya dengan begitu bahagia dengan Fita yang terus mengabadikan setiap moment, acara itu berakhir setelah foto bersama mereka terjadi bersamaan dengan lonceng jam istirahat berakhir.
***
.