Fucek Girl

Fucek Girl
Kayak Anak Monyet



Sore hari nya, Marsya nampak bersiap-siap didepan cermin nya, dia berdandan sambil bersenandung riang. setelah dirasa cukup dia menatap dirinya dan beranjak bergerak keluar dari kamarnya.


"mau kemana". tanya ibu dengan menatap curiga kearah Marsya


"yah ibu lupa nih, tadi masih suruh Marsya buat belanja keperluan Marsya liburan nanti". Ucap Marsya menjelaskan


Ibu hanya mengangguk menggaruk-garukan kepala nya yang tidak gatal. Benar saja kemarin acara belanjaan keluarga mereka gagal total, sedangkan masih banyak kebutuhan Marsya yang perlu disiapkan selama tinggal di tempat kakeknya.


"list nya sudah di bawakan". Tanya ibu memastikan.


"sudah dong buk". Ucap Marsya sambil menunjukkan list yang di tas nya.


Marsya saat ini merasa sangat bahagia, kondisi ini sangat menguntungkannya, dimana keadaan si kembar yang mendadak kompak sakit membuat ibu mengizinkannya untuk pergi berbelanja sendiri, ini kali pertama dia bisa bebas diluar jam belajarnya.


"asyik banget". Gumamnya dalam hati


"Marsya pergi ya buk". Pamit Marsya sambil menyalami ibu nya


"iya, jangan lupa kabarin ayah nanti, biar pulang barengan ayah aja". Ucap ibu kembali mengingatkan


"iya buk iya". Ucap Marsya sambil berlalu pergi.


Marsya terus berjalan cepat ke persimpangan di sana sudah terparkir cantik mobil mas Ahmad yang sudah menunggunya dari tadi. wajah Ahmad ceria kala melihat bayangan Marsya gadis yang juga sangat dirindukan nya.


"makin cantik". gumam Ahmad menatap penuh cinta ke Marsya.


saat Marsya sudah berada didekat mobil nya Ahmad tanpa melihat kiri kanan dia langsung masuk kedalam mobil Ahmad. Gak pakai gerak lama.


"Mas Ahmad". Teriaknya begitu dia duduk di dalam mobil, dia langsung menghamburkan dirinya memeluk Ahmad rindu, sambil menyesap harum tubuh Ahmad yang selama ini sangat dirindukan oleh nya. Ahmad pun membalas pelukan Marsya dia mencium lembut kepala Marsya .


"i Miss u too sayang". Ucap Ahmad sambil mengeratkan pelukannya.


Hik hik hik


suara tangisan Marsya


Ahmad yang kaget mendengar tangisan Marsya, melepaskan pelukannya dan dia menatap dalam wajah Marsya


"kenapa sayang". Tanya nya lembut


"mas aku benar-benar rindu banget sama kamu". Jawab Marsya dengan air matanya yang berlinang


"mas tau, sini peluk lagi". Jawab Ahmad senang dan menenangkan Marsya dia membawa Marsya kembali ke dalam pelukannya


"manja banget sih yang, kamu sekarang". Ucap Ahmad pelan sambil memeluk Marsya sayang, wajah nya terukir indah dengan senyuman, dia merasa sangat bahagia dengan tingkah manja Marsya yang sekarang.


"sudah dulu ya sayang, mas bawa mobil dulu, nanti lagi peluk-pelukannya". Ucap Ahmad kemudian sambil ingin melepas pelukannya, namun Marsya menahan dia menolak melepaskan pelukan Ahmad.


"jangan dong sayang gimana mas bawa mobilnya kalau kita pelukan seperti ini". Ucap Ahmad merayu


"gak mau mas, ih kamu ini gak paham orang lagi rindu ya". Ucap Marsya kesal dengan wajah marah yang menggemaskan


"ih kamu sayang makin gemesin aja sih". Ucap Ahmad sambil mencubit manja pipi Marsya , dia mencium gemas seluruh wajah Marsya tak tersisa seinci pun


"massss". Pekik Marsya kesal tapi senang


"sini aja duduk dipangkuan mas". Ajak Ahmad yang langsung disambar cepat oleh Marsya.


"kek anak monyet". Ejek Ahmad yang melihat Marsya gak mau lepas darinya.


" biarin". Ucap Marsya sambil tetap nyaman dengan posisi nya dipangkuan Ahmad.


Kemudian Ahmad melajukan mobilnya pelan, meninggalkan perkarangan komplek perumahan Marsya.


***


Di Mall


"hmmm mas wangi banget". Ucap Marsya selalu kalau sudah dia menyesap dan mencium bau tubuh Ahmad, Ahmad yang awalnya membiarkan saja tindakan Marsya, akhirnya dia merasa risih ketika orang-orang memperhatikan mereka. Bagaimana tidak Marsya dengan tidak tau malunya mengatakan nya dengan suara yang keras. Dia sangat bahagia melakukan nya sampai begitu menyesapi sambil menutup matanya pula.


"sayang kita mau kemana dulu nih". Tanya Ahmad lembut sambil dia menghilangkan fokus Marsya ke yang lain.


"hmm kita belanja kelengkapan Marsya aja dulu mas". Tanya Marsya sambil melepaskan pelukannya kemudian sibuk mencari-cari sesuatu di dalam tas nya.


"cariin apa sih yang". Tanya Ahmad yang penasaran dia juga ikut-ikutan mencarinya walaupun dia gak tau apa yang Marsya cari.


"nah ketemu". ucap Marsya dengan senang sambil menatap kertas yang ditemukannya didalam tas nya


"list belanjaan sayang". jawab Marsya yang kemudian di ambilkan oleh Ahmad, dia memperhatikan semuanya


"banyak banget, kamu mau pindahan". tanya Ahmad sambil mengerutkan keningnya


"gak kok mas, yang lain sudah kebeli, tinggal beberapa lagi aja tu". Ucap Marsya lalu menunjukkan beberapa barang yang perlu dia beli hari ini.


"banyak banget". gumam Ahmad lagi


"kan ayah sama ibu berangkat keluar mas, mas lupa ya, ini untuk keperluan Marsya tinggal di tempat kakek nanti, Marsya akan sekolah disana loh". Ucap Marsya kesal sambil melipatkan kedua tangan nya


"hehehe tau sayang, tapi ngapain belanja disini, disana kan bisa sayang". Jawab Ahmad sambil menarik tangan Marsya


"ibu gak mau merepotkan kakek". Jawab Marsya pelan tapi masih bisa didengar Ahmad.


"Yasudah yuk". Ajak Ahmad yang juga paham maksud perkataan Marsya, ibu nya tentu saja tidak ingin terlalu merepotkan orang tuanya untuk mengurus keperluan Marsya. Ahmad menggenggam erat tangan Marsya sambil menuntun Marsya untuk mencari barang belanjaan nya.


Mereka terlihat sibuk dan asyik memilih barang-barang belanjaan Marsya.


"sudah belum sayang". Tanya Ahmad yang ikut memeriksa semua belanjaan Marsya


"sudah sepertinya". Jawab Marsya sambil memeriksa semuanya


"ada lagi yang, yang perlu kamu beli". Tanya Ahmad sambil mendorong troly yang sudah dipenuhi barang belanjaan Marsya.


"beli cemilan yok yank, stok dirumah habis". Ucap Marsya sambil menarik lengan Ahmad dan membawanya cepat kerak aneka ragam makanan dan cemilan.


"dasar". Ejek Ahmad sambil tersenyum simpul


Marsya terlihat begitu antusias memilih beberapa makanan yang menjadi favoritnya, Ahmad hanya mengikuti dan memperhatikan saja ketika Marsya dengan heboh nya memilih makanannya


"kalap deh". Ucap Ahmad sambil mendekati Marsya


"hehehe abis enak sih mas". ucap Marsya dengan tangan nya sudah dipenuhi oleh cemilannya.


" ini apaan yank, banyak banget makanan gak sehat semua". Ucap Ahmad sambil melirik semua belanjaan yang dipilih Marsya


"ini jangan gak sehat". Sambung nya lagi sambil menarik cemilan keripik di tangan Marsya


" ish mas itu keripik kesukaan Marsya". Pekik Marsya kesal, sambil mencoba menarik kembali keripik yang diraih paksa ahmad


"jangan ini semua dong sayang". Ucap Ahmad memelas


" kita beli buah juga ya". sambung nya lagi


"iya iya iya , bawel banget sih mas". Jawab Marsya dengan nada kesalnya


"Marsya". Tegur seseorang yang membuat Marsya kaget di tempat ketika mendengar suara orang yang menegurnya.


Ahmad menatap datar kearah orang yang memanggil nama Marsya.


"Kamu". pekik marsya