
"eh lupa". ucap marsya kemudian yang membuat ahmad juga kaget saat merasakan pergerakan marsya.
"lupa apaan yank". tanya ahmad memperhatikan marsya yang sibuk melirik jam tangan nya.
"mas pinjam hp nya mas". ucap marsya sambil mengulur tangan ya, tanpa bertanya apapun ahmad menyerahkan saja benda pipit itu kepada marsya.
kemudian marsya langsung menekan nomor telepon di tombol hp Ahmad.
",halo, assalamualaikum ayah, ini Marsya". Ucap Marsya saat telepon nya tersambung
"kamu sudah selesai". Tanya ayah memastikan
",sudah yah, tadi kata ibu, kalau sudah selesai Marsya suruh telepon ayah buat jemput Marsya". Ucap Marsya kemudian sambil kembali menyusup kepalanya ke dalam ketiak Ahmad, Ahmad hanya pasrah saja sambil memeluk dan membelai sayang rambut Marsya.
"mode on manja". Gumam nya dalam hati sambil tersenyum gemas menatap Marsya
"ayah baru selesai jam 8, apa kamu mau tunggu ayah atau mau duluan pulang". ucap ayah Marsya kemudian
"tunggu ayah aja". Ucap Marsya kemudian dengan riang bersamaan dengan keluarnya ide cemerlang dibenaknya.
"oke nanti ayah kabari lagi, kamu SMS aja alamat kamu ya nak". ucap ayah kemudian langsung mematikan teleponnya, sepertinya dia memang agak sibuk
"yes asyik". Girang Marsya
"kenapa yank, senang kali seperti nya". Tanya Ahmad penasaran
"yok, yok (tarik Marsya kegirangan) nanti masih keburukan". Ucapnya sambil melihat jam ditangan Nya
",sayang pelan-pelan mau kemana". Ucap Ahmad mengimbangi gerakan Marsya yang buru-buru
"mas kita nonton bioskop yuk". ucap Marsya sambil terus menarik lengan Ahmad
"sabar dulu yank, pelan-pelan". Ucap Ahmad sambil memegang kedua pundak Marsya menenangkan nya.
",katanya tadi, kamu harus pulang sore". Ucap Ahmad memastikan
",gak jadi mas, tadi ayah katanya jemput nya jam 8, masih sempat kan kita pacaran, selama pacaran, Marsya belum pernah nonton bioskop sama mas, waktu kita selalu terbatas". Ucap Marsya sedih dengan mimik wajah yang menyedihkan
"ya ampun sayang, maafin mas, tapi keadaan kita seperti ini, kamu paham kan, gak semudah itu untuk membawa kamu sebebas hati mas". Ucap Ahmad sambil memeluk sayang tubuh Marsya.
"yaudah ayolah kita nonton bioskop". Ucap Ahmad yang langsung disambut antusias oleh Marsya. Marsya benar-benar sangat bahagia.
"ini hari keberuntungan ku, mas nanti kalau kita nikah, harus hari ini dan tanggal ini ya, ingat di catat hari Sabtu tanggal 8". Ucap Marsya sambil tersenyum riang
"iya sayang, angkanya pun cantik, oke mas setuju, tanggal 8 hari Sabtu kan, sudah mas catat dan kasih tanda yank". ucap Ahmad sambil menunjukkan teleponnya ke Marsya.
"oke mas". Jawab Marsya kemudian mereka melangkah menuju tempat pembelian tiket untuk nonton.
"sayang biar yang antri, kamu beliin cemilan ya". Ucap Ahmad kemudian mengarahkan Marsya.
"oke mas". Angguk Marsya dengan senang hati
***
Di dalam Bioskop
"mas, kita nonton film apa mas". Tanya Marsya kepo
"vampir". Jawab Ahmad singkat sambil membersihkan tempat yang akan diduduki Marsya
"ih serem". Jawab Marsya
"gak kok sayang, ini film romantis, kalau ada serem-serem nanti peluk mas aja". Ucap Ahmad sambil menarik lembut tangan Marsya lalu menuntun nya untuk duduk.
"gak ah mas, gak usah jadi aja, Marsya takut". ucap Marsya lagi sambil bergegas lari, tapi diberhentikan oleh Ahmad
"gak serem sayang, Film ini menceritakan kisah romantis dari sesosok vampir yang jatuh cinta pada manusia, gak ada serem-serem ". Ucap Ahmad menyakinkan Marsya
"awas loh yah, kalau tipu-tipu". Ucap Marsya sambil menatap penuh ancaman ke Ahmad
lampu bioskop mulai dimatikan, Marsya refleks memegang tangan Ahmad karena takut gelap, Ahmad menyentuh tangan Marsya kemudian membelainya lembut.
"kenapa sayang, takut". Tanya Ahmad
"iya , Marsya gelap ". Ucap Marsya
"takut gelap, tapi kalau mas ajak main selalu minta gelap". ucap Ahmad mulai otsum \= otak mesum. 😄
"itu karena Marsya malu, tapi kan mas juga gak pernah dengarin Marsya, tetap main terang". Ucap Marsya kemudian
"hehehe rugi lah main digelap, orang secantik ini masak disembunyikan, gak bisa lihat kesukaan mas nanti". ucap Ahmad sambil menatap nakal dua gundukan Marsya yang langsung disentil mulut nya Ahmad oleh Marsya, Ahmad hanya terkekeh saja saat Marsya melakukan itu
"sssttt udah diam udah mulai nih". Ucap Marsya kemudian.
Walaupun usia mereka berjarak 10 tahun, walaupun dia disebut pedofil karena pacaran dengan anak-anak dibawah umur, tapi dia tidak peduli, toh hanya Marsya dan akan hanya selalu ada Marsya yang selalu dapat membuatnya jatuh cinta, dia tidak butuh perempuan manapun lagi, dibalik semua kelabilan Marsya yang sikapnya kadang bikin dia sakit hati, karena hobi pembuktian dirinya., tapi dia tau Marsya hanyalah miliknya dan akan selalu miliknya. Semoga Marsya akan selalu seperti sekarang ini, lengket dan manja padanya.
Dia sangat senang dengan Marsya yang sekarang, dia menjadi satu-satunya lelaki yang dibutuhkan Marsya, sudah lama semenjak dia mendengar Marsya kembali dekat atau jalan dengan Dino, dia bukan mendiami sikap nakal Marsya hanya saja dia tidak ingin bertindak terlalu cepat, selama ini Marsya tidak melakukan lebih, semua didiri Marsya hanya baru dirinya yang sentuh, maka karena itu dia tidak bertindak keterlaluan pada Marsya. Tapi adakalanya dia tegas juga kok. Marsya nya aja kadang-kadang otak nya bebel. 😄😄😄
"wah film nya keren banget mas, vampir jatuh cinta sama manusia". Pekik Marsya kagum dan antusias sama filmnya
Ahmad hanya tersenyum simpul melihat tanggapan Marsya sama film yang mereka nonton.
1 jam kemudian .....
Hik hik hik
Tangis Marsya
"kenapa sayang". Tanya Ahmad kemudian
"Kenapa Edward meninggalkan Bella?". Tanya Marsya yang terbawa perasaan saat menonton filmnya
"karena Edward tidak ingin membahayakan Bella sayang". Ujar Ahmad
"kasihan Edward mas, Bella benci Edwan tanpa tau apapun pengorbanan Edward". Ucap Bella dalam isaknya
"sudah-sudah jangan nangis lagi". Ucap Ahmad mencoba menenangkan Marsya
"mas jangan ninggalin Marsya pakai alasan apapun ya, walaupun untuk kebaikan Marsya tetap jangan tinggalin". Ujar Marsya masih baper dengan film
"iya mas gak akan tinggalkan Marsya". Ujar Ahmad sambil memeluk Marsya menenangkannya yang kelewat baper.
"janji loh mas, jangan ninggalin Marsya". Ucap Marsya lagi sambil menarik wajah Ahmad mendekat dengan wajah nya dengan kedua tangan nya memegangi kedua pipi Ahmad
"janji sayang, janji mas gak bakalan ninggalin Marsya". Jawab Ahmad sambil melakukan yang sama memegang pipi Marsya kemudian mengecupnya sayang.
"gemes banget sih". Ucap nya setelah melepas ciumannya kemudian menguyel-uyel pipi Marsya gemas.
Kring kring kring
Suara handphone Ahmad
"siapa mas". Saat melihat ekspresi wajah Ahmad yang masam
"ayah kamu yank, yah padahal masih rindu". Ujar nya dengan merenggut sambil menyerahkan telepon genggamnya ke Marsya lalu merebahkan kepalanya menyusup dada Marsya.
"sssttt awas dulu, geli". Ujar Marsya sambil menjauhkan kepala Ahmad dari dirinya, namun hal itu tak dapat dia lakukan , kedua tangan Ahmad sudah mengunci tubuh Marsya dan dia dengan nyamannya tetap bertengger disana.
"halo ayah, ini Marsya , ayah dimana sekarang". Tanya Marsya kemudian
" ayah mau sampai ini, kamu cepat turun di parkiran". Ujar ayah kemudian
" baik ayah". Ucap Marsya kemudian langsung bergegas berdiri
"sayang sebentar aja". Ucap Ahmad lalu membawa Marsya kesudut ruangan yang nampak sedikit gelap dan sepi.
"mau ngapain" tanya Marsya kemudian
"sssttt". Ucap Ahmad sensasional sambil jarinya menyentuh bibir Marsya. Dan sebelah tangan nya lagi sudah masuk kedalam baju Marsya. Saat melihat Marsya ingin memberontak Ahmad langsung mengajukan aksinya.
Disela-sela kegiatan panas mereka, Marsya terus mengeluarkan suara berontaknya.
"sudah mas, nanti ayah marah lama tungguin nya". Ucap Marsya , kemudian Ahmad pun menghentikan nya, dengan mencium aroma terapi tubuh Marsya.
"sudah ya". Ucap Marsya sambil mengatur napas nya.
Ahmad mengeluarkan ekspresi merenggut nya, dia mengisyaratkan tidak puas, tapi terpaksa menyudahi nya karena tetap dan keadaan tentunya.
"mas buka baju mu". Ucap Marsya kemudian
"eh jangan disini sayang, kamu mau pulang kan, ayah sedang tunggu loh". Ucap Ahmad panik.
"ihs otak nya otsum deh, otak mesum, Marsya mau bawa pulang baju mas ini, kalau rindu sama mas bisa Marsya peluk baju mas". Ujar Marsya
"terus mas pakai baju apa". Tanya Ahmad bingung
"ini". Tunjuk Marsya kearah baju kaos lelaki yang tadi dibeli nya
"pantaslah, mas kirain kenapa kamu beli baju kebesaran, ternyata kamu udah dari awal punya rencana ini ya, kenapa gak kasih tau mas sih, kan bisa mas bawa baju bersih buat kamu yank". Ucap Ahmad kemudian sambil mengelus rambut Marsya
"gak mau, maunya yang sudah dipakai mas". ucap Marsya dengan nada manjanya. Ahmad hanya tersenyum simpul kemudian dia langsung menyerahkan baju nya ke Marsya yang langsung disambar antusias oleh Marsya. Membuat Ahmad hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Marsya.