Fucek Girl

Fucek Girl
Runtuhnya Image



***


Sesampainya di Mall, Marsya terus melangkahkan kakinya menuju tempat perlengkapan pakaian dalam wanita, Dino yang mengikuti gadis itu, tidak terlalu menyadari kemana Marsya membawanya, Dino hanya menyamakan saja langkahnya kemana Marsya membawanya tanpa ingin bertanya lagi, hanya berfikir mereka akan langsung ke tempat permainan. Dino meraih telepon genggamnya ketika dia merasakan getaran disaku baju nya, Dino melirik sebuah pesan masuk, lalu dia terus larut dalam percakapannya via message


sedangkan Marsya dia sibuk memilih-milih pakaian dalamnya dan mengira-ngira ukurannya, karena sejujurnya selama ini dia tidak mengerti bagaimana membelinya, sebab itu semua sudah di belikan oleh ibunya, dia hanya mengikuti saja. tapi kali ini dia mencoba memilih karena semua pakaian dalamnya sudah terasa kekecilan, hal ini sudah dia beritahukan pada ibunya, namun karena ibunya sibuk dengan banyak pesanan kue yang tiba-tiba orderan melesat membuatnya tidak ada waktu untuk menemani Marsya membelanjakan pakaian dalam baru untuk Marsya, karena itulah hari ini dia membiarkan Marsya untuk pergi sendiri membelanjakan nya.


"ada yang bisa di bantu dek". sapa salah seorang pegawai.


sapaan pegawai itu tidak hanya membuat Marsya melirik begitu dengan Dino refleks melirik kearah yang sama yaitu kepada pegawai yang berdiri ramah menyapa mereka.


"eh mbak ini saya bingung dengan ukurannya". jawab Marsya sambil memperlihatkan barang pegangan nya ke mbak pegawai.


Dino yang masih berdiri tanpa sadar reflek melirik kearah barang yang dipegang Marsya.


"eh sayang". ucapnya reflek, wajahnya pucat dia melirik kesekitar wajah kaget Dino tidak dapat dia tutupi, dia kembali kan arah pandang ke wajah Mbak pegawai yang tersenyum melihatnya. Dino merasa malu dia tanpa sadar telah masuk kedalam toko pakaian dalam khusus wanita


"aku tung.. tung . gu di luar". ucapnya gagap menahan malu lalu langsung lari keluar.


Marsya dan mbak pegawai menatapnya jengah, namun dia tetap profesional tidak mengeluarkan tertawanya saat dalam kondisi yang sangat menggelitik.


Marsya nampak tidak menghiraukannya dia masih serius dengan ukurannya.


"hmmm, maaf, biasanya adek pakai ukuran apa". tanya Mbak nya kembali.


"ukuran yang sudah kekecilan mbak, saya mau cari ukuran yang baru, apakah ukuran ini cocok". tunjuk Marsya ke salah satu pilihannya.


"baiklah mbak akan bantu mencari ukuran nya, nanti adek bisa mencobanya diruang ganti". ucap mbak nya sambil membantu Marsya memilih pakaian dalamnya.


Di lain sisi....


"sialan, malu x aku kok bisa aku masuk ke tempat begituan". Dino mengumpat sendiri sambil mengutuk kebodohannya. 😂😂


***


Marsya dan Dino sekarang sudah berada di dalam sebuah cafe mereka sedang duduk berdua setelah lelah bermain permainan,


"aku haus kali kak". ucap Marsya kemudian


"iya nih, haus banget". ucap Dino sambil menatap wajah Marsya yang kemerahan karena kelelahannya.


"seru banget mainnya, Sampek merah tu mukanya". ucap Dino sambil membelai wajah Marsya, Marsya reflek menepisnya.


"apaan sih, kamu juga tuh merah". ucap Marsya kemudian, lalu mereka ngekeh barengan.


"ih kamu tega banget sih tadi, kakak malu kali loh sayang, kamu gak bilang-bilang masuk ke toko pakaian dalam khusus wanita pula tuh". Dino mulai meluapkan uneg-unegnya.


"kok kakak salahkan Marsya, toko Segede itu masak gak nampak". jawab Marsya kemudian


"yah kan kakak lagi balas SMS Panji gak memperhatikan sekeliling". ucap Dino kemudian


"yah berani naas kakak". ucap Marsya ngekeh.


" kok banyak banget sih beli nya". tanya Dino sambil melirik kearah belanjaan Marsya.


"ah sekaligus biar nanti gak beli-beli lagi". ucap Marsya seadanya wajahnya nampak memerah dia sedikit merasa malu.


ketika mereka sedang menikmati makanan, Marsya teringat terus kepada Ahmad membuat dia tidak berselera makan, dia jadi rindu sekali dengan Ahmad, Dino yang menyadari Marsya yang melamun, langsung saja menyadarkan nya.


"sayang makanannya kok gak dimakan". tegur Dino sambil menyentuh lembut tangan Marsya.


"eh mas ini mau makan kok". jawab Marsya gelagapan, lalu langsung menyodokkan makanannya. tanpa menyadari kesalahannya.


Dino mengerenyitkan dahinya, tapi dia tidak menegur kesalahan Marsya. dia cuma tersenyum kecut lalu melanjutkan makannya


"kak, aku kamar mandi bentar ya". ucap Marsya kemudian dia nampaknya gelisah,


"lho makanannya". jawab Dino sambil melirik makanan Marsya yang masih belum dihabiskan nya


"kebelet ya". tanya Dino yang tidak didengar lagi oleh Marsya karena dia langsung berlari ke arah kamar mandi.


Kring..kring..kring


"sayanggggg". ucap Marsya mewek


"lho kenapa". jawab Ahmad kaget karena begitu telponnya tersambung langsung mendengar Marsya merengek.


"mas aku rinduuu wuwuwu". ucap Marsya dengan sedihnya.


"sabar ya sayang, Minggu depan setelah kamu ujian kita kan aku jumpa". ucap Ahmad menenangkan Marsya


"Minggu depan ada 7 hari lagi, aku hari ini rindu banget sama mas, mas aku mau peluk wuwuwu". ucap Marsya makin mewek.


Ahmad sedikit pusing dengan tingkah Marsya, beberapa bulan ini Marsya selalu bertingkah aneh seperti ini, sikapnya yang dingin dan cuek sudah tidak kentara lagi, image nya luntur sudah.


"MAS kok diam". pekik Marsya membuat Ahmad reflek menjauhkan telepon nya dari telinganya.


"aduh sayang, kaget tau". ucap Ahmad lalu kembali mendekatkan kembali telponnya


"hehehe abis mas gak jawab". ucapnya kemudian


"tadi nangis sekarang udah ketawa aja, cepat kali moodnya berubah". batin Ahmad dalam hati.


"kamu mau mas pekak ya sayang, kamu lagi ngapain". tanya Ahmad kemudian dia mengalihkan percakapan mereka yang tidak dapat dia jawab


"aku lagi di taolet mall mas". jawab Marsya jujur


"lah ngapain sayang ke mall, dan ngapain pula telpon mas di taolet". tanya Ahmad beruntun


"hehehe, abis beli pakaian dalam mas". jawab Marsya ngekeh


"wah mas jadi penasaran sama ukuran sekarang, Segede apa sih sayang". ucap Ahmad nakal


"ini semua pasti ulah mas, gak ada tu teman-teman ku yang punya PD Segede aku, mbak pegawai aja kaget loh mas, katanya kalau gak pakai seragam SMP aku pasti dikira anak kuliahan dengan ukuran PD segini walaupun wajahku masih imut". jawab mersya menceritakan dengan seru dengan mimik wajah menahan kesel.


setelah itu dia terus berbicara dengan Ahmad, dia seakan lupa dimana tempat mereka berbicara tanpa melihat jam.


Dino sudah menunggu Marsya sejam, dia sedikit cemas kepada Marsya, dia takut Marsya kenapa2, Dino memutuskan menyusul Marsya dikamar mandi.


"sayang nanti ya telpon lagi, mas kerja dulu, gak enak nih sama karyawan lagi, mas mau meeting". Ahmad sedang merayu Marsya yang tetap tidak ingin memutuskan percakapan mereka.


"sudah dong sayang jangan nangis lagi, nanti mas telpon lagi ya". ucapnya lagi kemudian


Marsya tidak menjawab dalam menggangguk dalam tangisannya


"sayanggg". panggil Ahmad lembut


"maaf pak rapatnya mau dimulai". terdengar suara seorang lelaki menegur ahmad


"iya mas nanti telpon lagi ya". jawab Marsya manja dalam isaknya


"i love sayang". ucap Ahmad lembut


"iya i love you mas". jawab Marsya kemudian, lalu dia langsung ke waltafel membersihkan wajahnya yang nampak bengkak akibat tangisannya tadi,


"waduh kenapa aku jadi mewek ya". dia berbicara dengan dirinya sendiri dan menarik dalam nafasnya, hatinya terasa lega dan plong, ketika keluar dari kamar mandi betapa kagetnya dia melihat Indra di depan kamar mandi, mata mereka tidak sengaja bertemu, Indra juga bereaksi yang sama dia juga terlihat kaget melihat wajah Marsya, mereka saling melirik. Indra yang berdiri dengan seorang gadis yang semakin membuat Marsya terlihat semakin kaget.


"kalian". ucap Marsya saat melihat kondisi gadis itu menangis dan Indra yang sedang menenangkan nya.


"Marsya". panggil Dino kemudian, Masya melirik Dino, lalu Dino mendekati Marsya kemudian mereka berada disana beradu pandang penuh tanya pada satu sama lain.


***


hy teman-teman maaf ya baru update sekarang 🤗💜