Fucek Girl

Fucek Girl
Janji Ahmad



Marsha masih kalut dalam pikirannya, meskipun Dino telah menjelaskan semua hal padanya, namun tidak dapat merundung rasa kecewanya untuk Dino.


ini egois gak sih, kenapa dia merasakan kekecewaan yang berat padahal apa bedanya dirinya dan Dino, pikiran Marsha tidaklah fokus sama sekali, dia masih mengingat kesal pada ekspresi Selly yang terus-terusan memojokkan dia, dia tidak habis pikir kenapa selly terus menerus mencari masalah dengannya.


Marsha meraih hp nya ketika sebuah pesan masuk, dia membaca pesan itu malas dengan tidak berniat membalasnya sedikitpun.


"sayang maafin kakak, jangan terus-terusan marahnya dong, kakak rindu, please maafin kakak" (begitulah bunyi pesan dari Dino )


Tak lama dari itu HP Marsha kembali berbunyi, Marsha kembali meraih HP nya, kali ini HP nya berbunyi dering yang panjang, tanda sebuah panggilan masuk. Marsha melirik nama yang tertulis di hp sebelum akhirnya mengangkat.


"assalamualaikum sweetie, lagi apa sayang". sapa pemuda itu heboh dengan nada sweet nya.


"waalaikum salam'. balas Marsha dengan nada malasnya


"loh kok lesu banget jawabnya, sayang, kamu sakit ya". pekik disana dengan nada khawatirnya


"Mas, apaan sih, pekak nih telinga Marsha". jawab Marsha dan kalah besarnya sambil menjauhkan HP dari gendang telinganya, sontak Ahmad terdengar terkikik jauh disana


" maaf, maaf " jawabnya sambil terkekeh


"terus sweetie mas kenapa nih, kok lesu gitu, cerita dong sama mas". sambungnya kembali ke suara mode on sweet


"mas kapan pulang". rengek Marsha dengan suara manja, dia mengalihkan pertanyaan Ahmad yang tidak mungkin dapat dia jawab.


"kenapa, kamu udah rindu ya sayang, sabar ya sweetie, mas masih belum bisa pulang, Mas masih sebulan lagi disini". ucapnya sabar dengan menahan senyumnya biar tidak kegirangan takut terlepas tawanya sangking bahagianya gadis kecilnya ternyata bisa merindukan nya juga dibalik kecuekannya.


"hmmm, mas kenapa sih harus kesana, Marsha rindu sama mas". senyum Ahmad semakin melebar ketika kata ajaib itu sukses begitu saja keluar dari mulut Marsha, tapi dibalik semua itu dia merasa kan juga kekhawatiran dibalik semua suara Marsha.


"sayang kamu lagi ada masalah". tanya nya hati-hati


lama tidak terdengar suara disana, hanya sesekali terdengar suara tarikan napas Marsha yang terdengar. dia menarik napasnya dalam, semakin menandakan ada sesuatu yang sedang dialami gadis nya .


"sayang, cerita dong, jangan dipendam sendiri". tanya Ahmad kembali membujuk Marsha dengan nada tidak sabarnya.


"hmmmm mm-mas, kalau misalnya nih ya, kita sama-sama se-li-ng-kuh". ucapnya hati-hati


"terus salah satu ketauan bahwa dia punya selingkuhan, apa yang satunya boleh marah". tanya nya kembali sambil mengatakan nya lantang.


Marsha sedikit gugup saat tidak mendengar sedikitpun jawabannya disana, dia semakin yakin keputusannya untuk mengatakan ini kepada Ahmad ada kesalahan, dia meruntuki kebodohannya saat ini, dia melampiaskan dengan memukul pelan otaknya yang berhenti berfikir pintar.


"hmmm mas mas ". Marsya kembali memanggil-manggil Ahmad


"iya '. jawab Ahmad terdengar kalut


"mas jangan salah paham loh, ini bukan cerita Marsya ini tu cerita Siska, tadi kami ke tempat acaranya sepupu pak Dani, terus Siska kepergok pacarnya itu mengundang pacarnya yang lain gitu ke acara itu, setelah itu mereka sempat". Marsha terus menceritakan kisahnya dengan mengkambing hitamkan Siska, dia terus menceritakannya sampai akhir, terdengar helaan napas berat terdengar diseberang sana, sepertinya Ahmad sedang memikirkan solusi atau jawaban yang baik untuk menanggapi cerita ini.


"terus si cowoknya udah jelasin dan minta maaf sama Siska, tapi Siska masih gak mau mas maafin cowoknya". ucap Marsha


"sweetie'. panggil Ahmad lembut


"hah, kok jawaban mas gitu, gak bisa dong mas, gak bisa gitu ". balas Marsha tidak terima dengan jawaban Ahmad


"yah terus gimana dong tanggapin nya, biarkan mereka yang menyelesaikan masalah mereka, kita orang luar tidak boleh terus ikut campur Masalah orang lain, biarkan mereka menyelesaikan masalahnya". jelas Ahmad dengan lembut


"mas gak paham, mas gak ngerti, ini juga masalah bagi Marsha, mas kok gak peduli gitu ya, mas egois, nyesel Marsha cerita sama mas, ujung-ujungnya bikin tambah sakit hati Marsya aja". Marsha masih dengan emosinya dia tidak terima dengan jawabannya Ahmad.


"loh loh kok gitu sayang ngomongnya, bukan gak paham dan sweetie, tapi itu masalah orang lain". Ahmad masih kukuh dengan jawaban nya.


"bagaimana kalau itu masalah kita, mas mau gak peduli gitu juga, gimana kalau itu jadi di mas, aku selingkuh dan ketauan, mas akan gak peduli juga gitu". ucap Marsya dengan tersulut emosinya


Ahmad menarik napas panjang sebelum akhirnya menjawab


" kalau itu masalah mas, mas akan tinggalin itu cowok, berarti dia tidak menghargai pasangan nya, kalau dia cinta kenapa mesti masuk orang lain". jawab Ahmad akhirnya


"meskipun udah dijelasin dia pacaran karena rasa kasihan? ". tanya Marsha kemudian


"iya". jawab Ahmad mantap


"tapi dia kan pacaran buat tolongin itu cewek".


"sayang, sebuah hubungan yang dibangun di atas kebohongan itu tidak baik, dan tidaklah sehat". ucap Ahmad dengan bijak


"tapi dia gak cinta sama cewek itu, dia cintanya sama Siska".


"terus kenapa dia bohongin Siska, dan kenapa tidak mencoba jujur, dan kalau tidak cinta ngapain dia juga undang 2 pacar nya di acara itu, kamu pikir deh sayang". ucapan Ahmad semakin membuka mata Marsha


"sialan Dino". umpat Marsha pelan, tapi masih terdengar oleh Ahmad yang tidak menanggapi umpatan Marsha


"sayang mulutnya". peringat Ahmad


"kesal Marsha mas, tapi dia milih Siska dari cewek itu loh mas,. dia nampak cinta kali sama Siska gitu, ih kesel Marsha bajingan juga itu cowok pakai mainin hati perempuan, belum tau dia ". ucap Marsha dengan nada ketusnya


"wajarlah itu sayang, kawanmu kan ada pacar lain juga, cocoklah mereka sayang, udah udah udah ah mas malas ngomongin orang lain, kamu gak jadi rindu nih sama mas". tanya Ahmad sambil mengakhiri obrolannya yang gak penting dengan Marsha


"hehehe iya juga ya mas". balas Marsha dengan menertawakan kebodohannya.


lagi asyik-asyiknya Marsya bertelpon manja dengan Ahmad, tiba-tiba suara pecahan gelas terdengar diluar kamarnya, Marsya mengintip sedikit dari kamarnya, kembali dia menyaksikan kedua orang tuanya sedang berantem, Marsha tak sanggup memandang pemandangan ini, dia menyesali kenapa kamarnya dekat dengan ruang makan yang membuat kamarnya berdekatan dengan kamar orang tuanya, dan itulah yang menyebabkan dia harus menelan sendiri setiap ada petaka yang disebabkan oleh pertengkaran orang tuanya, kenapa kamar ku tidak diujung sana, seperti kamar si kembar, dia meruntuki kembali dirinya.


akhirnya dia kembali ke kasurnya, mengembalikan moodnya dengan ditemani Ahmad yang setia mendengarkan keluh kesah Marsya, Ahmad sedikit sudah tau tentang keluarga Marsha, karena gadis itu terus dengan tenangnya menceritakan semuanya padanya,entah sebuah kebetulan atau bukan hal itu terus terjadi setelah dia melihat Marsha ditampar keras oleh ibunya didepan dirinya dan ditempat umum, karena ketahuan berpacaran bukannya langsung pulang sekolah


Ahmad tidak melakukan apa-apa saat itu, dia juga merasa sedikit bersalah karena berpacaran dengan anak dibawah umur, dengan keadaannya yang bukan lagi remaja, waspada orang tuanya padanya pasti 2x lipat, saat itu Ahmad tidak diberi kesempatan untuk mengenalkan diri, dia pun saat itu sadar diri, dia tau belum waktunya, tapi dia berjanji anak ini akan dia jaga baik-baik dan insyaallah akan dijadikan isteri nya kelak. itulah janji Ahmad



Hai hai teman-teman maaf ya aku lama kali gak update support aku yang teman-teman 💜💪💪