Fucek Girl

Fucek Girl
Konflik terungkap kebenaran 1



💬 ..... (pesan masuk)


Marsya dimana, aku sudah ditempat pestanya nih.


Sri mengirim pesan untuk Marsya.


Hari ini sepupunya kak Dino pesta, Marsya dan kawan-kawannya kebetulan dapat undangan dari pak Dani yang adalah gurunya Marsya dan juga teman-teman nya, dan hal yang sangat kebetulan pun ternyata sepupu kak Dino adalah mentor Marsya di les, otomatis kawan-kawan les Marsya juga mendapatkan undangan yang sama.


Hari ini Marsya berdandan sangat cantik, dia sedikit memoleskan listip warna pink tipis dibibir nya, dengan sentuhan make up tipis yang menyempurnakan penampilannya siang ini. Marsya masih sibuk dengan memperhatikan keseluruhan dandanannya di cermin, seakan dia tidak puas dengan hanya mengagumi dirinya sebentar.


"Marsya kamu sudah siap". tanya Linda yang sendari tadi menunggu Marsya yang bercermin


" udah dong, yuk". jawab Marsya antusias


lalu mereka dengan segera mengendarai sepeda motor mereka menuju ketempat acara, sebelumnya mereka sudah berbuat janji dengan teman-teman les lainnya untuk bertemu di tempat acara saja.


Sesampainya di tempat pesta, Linda dan Marsya langsung mencari sudut tempat di mana yang sudah mereka sepakati untuk berjumpa. wajah mereka celingak-celinguk memperhatikan sekeliling mereka, mencoba menangkap sosok tubuh yang mereka kenali. akhirnya Linda menangkap teman-temannya yang sedang melambaikan tangan memanggil mereka, dengan segera Marsya dan Linda menghampirinya.


"lama banget sih kalian". Ami bertanya dengan nada kesal nya


"si Marsya nih, lama kali dandanannya". Linda menyudutkan Marsya


Marsya yang tersudutkan bukan malah mencoba menjelaskan, dia malah berdiri santai sambil melirik sekelilingnya.


"Wah rame kali, kita antri makan dulu yuk" . ucap nya kemudian, mengajak teman-teman nya untuk ketempat prasmanan, sambil celingak-celinguk memandang tamu undangan yang sesak mengurumi tempat pesta.


"nanti aja dulu sya, rame kali pun". Linda terlihat malas


"kalau kita tunda lagi aku yakin tamunya makin banyak". timpal Marsya lagi


"lihat tu sya antrian sepanjang mana". Ida pun sependapat dengan Linda dia nampak malas mengantri dengan banyak nya tamu undangan disana.


"kalau kita tunggu sepi, gak akan sepi loh, lihat tu tamu nya makin banyak yang datang". tunjuk Marsya kearah pintu masuk, mereka semua pun mengikuti semua kearah yang ditunjuk Marsya


"benar yang Marsya bilang, lebih baik kita makan dulu, biasanya semakin siang tamu semakin banyak". kak er kemudian mengeluarkan suaranya, titahnya tak terbantahkan karena dia yang paling tertua diantara kami semua


"ayo". ajak kak er kemudian dan mereka semua mengikuti di belakangnya.


kring.. kring 📞


"Hallo". sapa Marsya begitu mengangkat panggilannya,


"kamu dimana Marsya". tanya Dino dari seberang


"kak Dino dimana, Marsya lagi ditempat pesta kak Mela nih". jawab Marsya sambil melemparkan kembali pertanyaan untuk Dino


"kakak tau, kamu dimananya nih". tanya Dino lagi


"lagi antri nih kak, lagi mau makan sama kak er dan yang lain". jawab Marsya kemudian


"oh yaudah kakak kesitu". ucap Dino kemudian lalu terus mematikan panggilannya


Tut ... tut ... Tut ..


"dasar kak Dino". gumam Marsya sambil memasukan kembali hp nya kedalam tas tangannya.


Beberapa menit kemudian


"Hy sayang, sudah lama datang". sapa kak Dino ramah


Marsya tersenyum begitu Dino menyapanya manja, dia menoleh kearah Dino sambil tersenyum manis.


"barusan kok". jawab Marsya manis


"Duduk dimana nih kita". tanya Linda yang sibuk mencari tempat duduk kosong


"sini ikut kakak aja". arah kak Dino yang langsung di ikuti oleh Marsya dan kawan-kawannya. setelah itu Dino langsung nampak sibuk menyambut tamu undangan


" Hmm kak Dino sibuk sekali yah, malah dia nampak grogi saat bersama kita". ucap Ida tiba-tiba


'mungkin dia segan kali, kan banyak keluarga nya juga disini". timpal Linda


"benar juga ya". Ida menganggukkan kepalanya


Marsya yang tidak sengaja melihat Sri didalam kerumunan, langsung memanggil nya


"ikut aku bentar boleh". Sri menarik tangan Marsya dan langsung membawa nya menjauh dari teman-temannya tanpa permisi


"Sebentar ya". sembari jalan mengikuti langkah Sri.


mereka sudah berdiri dibelakang prasmanan ketika Sri terdiam, tak lama kemudian Marsya tak sengaja tercuri dengar, ketika suara seorang lelaki yang menyebutkan kak Dino hebat sambil tertawa.


ucapan lelaki itu sudah menjadi tanda tanya besar untuk Marsya, Kata "Hebat" itu apa maksud lelaki itu. Sebut saja seperti itu (lelaki itu) karena tak hanya Marsya, Sri pun tidak mengetahui siapa mereka, mungkin saja kawan-kawannya Dino.


"Marsya ternyata tadi kak Dino.....". ucap Sri kemudian dia tampak ragu-ragu dalam kalimat nya, dia nampak berpikir panjang sambil menelusuri wajah Marsya yang menatapnya penuh tanda tanya


" ada apa dengan kak Dino, Sri". tanya Marsya yang mulai khawatir dan juga penasaran


"tadi aku lihat kak Dino juga ada undang pacarnya yang lain kemari". akhirnya Sri menyelesaikan kalimatnya dengan ragu


"pacarnya yang lain". tanya Marsya memastikan kembali kata-kata Sri


"maksudnya gimana, Sri". sambungnya lagi berharap Sri dapat menjelaskannya dengan masuk akal


"tadi aku gak sengaja mendengar kakak sepupu aku ngomong, kata nya 3 pacar kak Dino semua datang hari ini, kak Dino hebat dapat mengatur mereka tanpa ketahuan begitu, jadi aku marah banget Marsya, ternyata kak Dino jahat banget Marsya, kamu....". Sri tidak lagi melanjutkan kata-katanya dia langsung terdiam ketika melihat ekspresi wajah Marsya yang terlihat datar tanpa ada ekspresi disana.


"Marsya". panggil Sri dengan perasaan tak menentu


"kamu baik-baik aja kan". Sri menanyakan pertanyaan itu dengan hati-hati karena ekspresi Marsya sangat mengerikan saat ini untuk dia tatap.


"dimana kak Dino". tanya Marsya pada lelaki tadi yang sembari tadi asyik menggosipkan Dino dengan bangga


saat ini Marsya dengan jelas melihat wajah mereka, ada 2 wajah yang sangat dia kenali yaitu Panji dan juga kakak sepupunya Sri, mereka sangat kaget ketika melihat wajah Marsya, apalagi Panji dia seperti ingin lari dari keadaan ini. tidak sama dengan Panji dan sepupu Sri, lelaki itu malah tidak tau apa-apa malah tergoda dengan kecantikan Marsya.


Panji dan sepupu Marsya terus memberi kode kepada lelaki itu agar tidak melakukan tindakan bodoh, mereka berdua benar-benar salah tingkah didepan Marsya.


lelaki itu terus berbicara basa-basi, ketika itu Marsya mengalihkan pandangannya menatap tajam ke Panji dan juga sepupu Marsya, mereka benar-benar grogi menghadapi Marsya yang terlihat tenang dalam marahnya


"Telpon dia, aku gak mau mendengar basa-basi" ungkap Marsya tegas


"tanya dia dimana tanpa kasih tau aku disini". titah Marsya kemudian


Tit ... Tit... Tit 📞


"Hallo Arman ada apa". (suara kak Dino terdengar begitu dia mengangkat telponnya, sebab Marsya sudah menyuruh sepupunya Marsya untuk membesarkan volume suaranya)


"Dimana kamu Din". tanya kang Arman tampak ragu namun dia bergidik ngeri menatap wajah Marsya yang datar


"aku lagi di gerbang nih lagi nganterin Rita, sebentar". jawab kak Dino tanpa ada tekanan, disana dia mendengar suara wanita yang tertawa,


sebelum sempat diakhiri, Marsya terus bergegas jalan menghampiri kak Dino, benar saja kak Dino terlihat bersama wanita.


Marsya hanya berdiri menatap kak Dino tanpa ekspresi dia tidak berbuat apapun, Sri yang sembari tadi berada disebelahnya terlihat bingung harus berbuat apa.


"kak Dino". akhirnya Sri memutuskan memanggil lelaki itu


Dino yang berdiri tidak jauh dari mereka, terlihat kaget saat melihat sosok Marsya disebelah Sri. ekspresi nya nampak kaku, resflek Dino langsung berlari dan memegang tangan Marsya dan terus menggenggamnya.


wajah Dino saat ini tampak pucat dia merasakan getaran yang hebat di tempatnya berdiri saat ini, dia terlihat sangat bersalah dia tidak dapat melakukan apapun, Marsya memilih diam dan dia berlaku biasa saja tanpa ekspresi. yang membuat Dino semakin bingung untuk menghadapi atau menjelaskan bagaimana keadaan ini dengan ekspresi Marsya seperti itu, akhirnya dia pun mengikuti Marsya dia terus menggenggam tangan Marsya kuat seakan takut bila di melepaskan dia akan kehilangan nya.


Dia tidak peduli ada sepasang mata yang sendari tadi bertatap mata nanar melihat adegan nya bersama Marsya.


gadis itu sendari tadi bertatap langsung mata Marsya, dia betul-betul tidak berkutik ditempatnya ketika mata mereka bertemu, Marsya benar-benar mengeluarkan ekspresi yang mengerikan.


"eh Rita, kok kamu diam aja sih". ucapan itu menyadarkan lamunan Rita


akhirnya Rita dan kawannya mendekati pasangan itu. wajah nya nampak sangat marah ketika dia melihat wajah Dino, tapi dia tak berani menatap wajah Marsya


"bisa dijelaskan gak ini maksudnya apa". Rita bertanya dengan nada normal dia masih menjaga etika di tempat umum


Dino tak berbalik menatap wajah Rita, Rita menatap nanar ekspresi takut Dino, lelaki yang sudah berpacaran dengan nya selama 1th ini tidak pernah dia melihat hal seperti ini terjadi padanya, gadis ini apa yang dilakukannya sehingga playboy setingkat Dino ketakutan begini ketahuan olehnya, kenapa Dino seperti ini padahal gadis itu hanya diam saja. pikir Rita dalam hati


sebenarnya Rita sudah berapa kali mendapati Dino melakukan perselingkuhan, tapi dia selalu menjadi yang terpilih, kali ini Rita merasa sudah terkalahkan malah tanpa kata apapun.


"Seperti nya ini sudah jelas, aku minta maaf Rita, tolong maafin aku, seharusnya dari awal aku katakan ini, maafkan aku akhirnya keegoisan ini membuat aku melukai wanita yang kucintai". ucap Dino tanpa melirik sedikit pun kearah Rita, dia terus menggenggam erat tangan Marsya matanya terus memandang takut pada wajah Marsya yang tak berekspresi tersebut. dia mengutuk dirinya sendiri karena telah melakukan tindakan bodoh ini.


wah Marsya mengerikan ya, kalau saya lebih memilih bersama dengan orang yang mengeluarkan emosinya daripada menghadapi orang tanpa emosi seperti Marsya, menurut kalian apa yang terjadi setelah ini, apa yang dilakukan Rita setelah Dino yang dengan gampang nya memutuskan hubungan mereka, apakah hubungan Marsya dan Dino akan berhasil atau ini akhir dari semua nya 😘😁🤗


"